Ojek Cantik

Ojek Cantik
Kamu Pacar Aku


__ADS_3

Like dulu dong sebelum lanjut baca 😁


************


"Tam, maafin aku.. Gara-gara aku kamu sampe harus terluka kayak gini. Aku nggak akan maksa kamu lagi untuk bantuin aku Tam, kita akhiri aja kebohongan ini.."


"Kamu ngomong apa sih Vi?", ujar Tampan tidak suka mendengar ucapan Viola.


Wanita itu baru saja tiba dirumah sakit saat dia mendapatkan kabar dari orang restoran kalau Tampan tengah berada di UGD karena dipukul oleh orang tak dikenal.


Tomtom sempat menghubungi manager restoran tempat mereka bekerja dan memberitahukan tentang kejadian naas yang menimpa dia dan rekan kerjanya.


Mendengar berita tentang pacar bohongannya Tampan, Viola langsung tahu kalau itu pasti adalah ulah Glen. Mantan pacar yang masih tidak ingin mengakhiri hubungan tidak sehat mereka berdua.


Viola pun bergegas menuju rumah sakit dan mendapati Cantik beserta seorang pria yang mungkin adalah pacarnya, sedang bersama Tampan di dalam ruangan UGD.


Iya, Viola tiba disana saat Tampan sudah selesai diobati oleh dokter, dan mendapatkan sepuluh jahitan di luka bekas sayatan pisau yang diberikan Glen padanya.


Sesaat Viola bisa melihat kalau kakak Tampan menatapnya dengan pandangan marah dan kesal, Cantik bahkan tidak mau menegurnya dan berlalu meninggalkan dia dan Tampan di ruangan itu.


Viola bisa mengerti mengapa Cantik bersikap seperti itu padanya, tidak ada seorang kakak yang rela melihat adiknya terluka hanya karena dirinya yang memiliki mantan pacar 'sakit'.


"Aku udah sejauh ini dan kamu malah ingin mengakhiri semuanya Vi, kamu nggak kasihan liat aku?", kesal Tampan pada wanita yang selalu ada dihatinya akhir-akhir ini.


"Bukan gitu Tam, aku nggak mau kamu lebih menderita lebih dari ini hanya karena aku. Aku merasa bersalah karena sudah membawa kamu kedalam masalah rumit yang aku hadapi. Aku..."


"Ssttt..." Tampan meletakkan jari telunjuknya di bibir tipis nan mungil Viola.


"Udah, nggak perlu ngomong apa-apa lagi. Aku yang janji sama kamu untuk bantuin kamu kan, lagipula ini juga bukan kesalahan kamu Vi. Lelaki brengsek itu yang salah! Harusnya dia nggak main keroyokan kalo dia memang laki-laki sejati!."


Tampan menarik jarinya dari bibir Viola dan menatap dalam manik mata wanita yang berdiri di samping ranjang rumah sakit tempat dia berada.


"Aku cuma minta satu hal sama kamu Vi, tetap bersama ku dan berada di sampingku sampai masalah ini selesai. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu kamu sampai lelaki gila itu berhenti gangguin kamu maupun hubungan kita!."


Viola tersentak, hubungan? Hubungan apa yang dimaksud Tampan ini? Apa dia benar-benar berpikir kalau mereka adalah sepasang kekasih?.


"Jangan berpikir yang tidak-tidak lagi, aku sudah katakan aku akan melindungi kamu sampai nanti bukan. Jadi mulai sekarang kamu resmi menjadi milikku dan aku milikmu, nggak ada kata boongan lagi diantara kita", lanjut Tampan masih menatap Viola.


"Ma.. Maksud kamu?."


"Kamu pacar aku sekarang Vi.."


Viola langsung tersedak dengan ludahnya sendiri, "Uhuukk.. Uhhukkk.."


"Eh.. Kamu nggak apa-apa Vi?", tanya Tampan pura-pura khawatir. Dia tahu kalau Viola pasti tidak menyangka kalau dirinya akan berbicara seperti itu.

__ADS_1


Viola mengangkat tangan kanan dan menggoyangkannya dengan cepat.


"Nggak, aku nggak apa-apa. Kamu yakin mau sama aku Tam?", tanya Viola memastikan.


Tampan tersenyum lembut menatap Viola", aku nggak pernah seyakin ini Vi. Aku udah suka sama kamu dari awal aku liat kamu di restoran, dan saat kamu datang meminta bantuan sama aku lalu kita mulai dekat. Aku tahu kalau perasaan aku buat kamu lebih dari sekedar kata suka, aku udah sejauh ini berjuang untuk kamu tidak mungkin jika aku tidak menyimpan perasaan cinta untukmu Vi.. Jadi sekarang aku hanya minta kamu percaya sama aku, meski nanti pasti akan ada banyak rintangan kedepannya. Tapi aku yakin kita pasti bisa melewati itu semua", ujar Tampan panjang lebar.


Viola begitu tersentuh mendengar ucapan Tampan padanya dan refleks memeluk lelaki yang kini telah resmi menjadi pacar sungguhannya.


Perasaan bahagia dan berbunga langsung menyelimuti hati Viola, ternyata rasa cintanya untuk lelaki ini bisa terbalaskan juga. Meski seperti kata Tampan tadi akan ada banyak rintangan kedepannya, tapi dia yakin kalau rasa cinta yang tulus diantara mereka bisa bertahan untuk melewati itu semua.


"Makasih Tam, makasih banyak. Aku mencintaimu.." ujar Viola penuh haru, masih dalam pelukan bersama lelakinya.


"Nggak perlu berterima kasih Vi, kamu pacar aku sekarang. Sudah tugas aku untuk selalu melindungi dan membahagiakan kamu, i love you more Vi.."


Tampan membalas pelukan Viola lebih erat dan mengecup puncak kepala wanitanya penuh cinta.


Beginikah rasanya jatuh cinta pada seseorang, hingga muncul rasa ingin selalu melindungi dan berada terus disampingnya?. Kini aku mengerti kenapa Papa dulu sampai rela meninggalkan semuanya untuk bisa bersatu dan menikah dengan Mama, batin Tampan.


Viola pun melepaskan pelukan keduanya dan menangis bahagia, Tampan dengan telaten menghapus airmata yang jatuh membasahi pipi kekasihnya.


"Jangan menangis Vi, sebentar lagi mama aku sampai kesini. Dia akan berpikir macam-macam kalau melihat kamu menangis seperti ini.." Ucap Tampan menggoda wanitanya.


Baru selesai diomongin, suara cempreng menggelegar terdengar dari pintu masuk ruang UGD dimana Tampan masih dirawat, untuk diobservasi lebih lanjut oleh dokter.


"Utu...!."


"Ya astaga Utu.. Kiapa kasiang ngana kong so bagini dang?", (Ya astaga Utu.. Kenapa kamu jadi kayak gini?), teriak Tanta Mar histeris.


Viola yang merasa tidak enak perlahan mundur dari dekat Tampan, agar Tanta Mar bisa mendekat di ranjang rumah sakit tempat anak laki-lakinya berada.


"Oh kasiang eh, pe tega reken tu orang yang da ba pukul pa ngana..!", (Tega sekali orang yang mukulin kamu Tu..!), ucap Tanta Mar mulai menangis melihat keadaan Tampan yang babak belur dengan lengannya yang diperban.


Cantik tadi menghubungi Tanta Mar saat wanita paruh baya itu sedang mengepel lantai dirumah majikannya, dia bahkan tidak sempat berpamitan dan langsung naik mikro menuju rumah sakit.


"Ma.. Sudah, Utu nda Jo apa-apa e", (Ma.. Udah, Utu nggak apa-apa), ujar Tampan menenangkan Tanta Mar yang masih menangis di sampingnya.


Viola semakin merasa bersalah melihat Mama dari pacarnya yang sangat terpukul karena anak laki-lakinya baru saja digebukin oleh Glen bersama temannya.


"Nda apa-apa bagimana, ngana pe tangan so luka bagini kong ngana pe muka so biru-biru bagitu. Ngana mo bilang le nda apa-apa!", (Nggak apa-apa gimana, tangan kamu udah terluka gini trus muka kamu udah pada bonyok semua. Kamu masih mau bilang nggak apa-apa!), kesal Tanta Mar bersuara.


Tanta Mar terus mengoceh mengeluarkan semua unek-uneknya di dalam hati, tidak peduli kalau disitu masih ada Viola dan juga pasien yang ikut dirawat disana.


"Maaf Ibu, tolong jangan buat keributan disini. Ibu bisa keluar dulu, karena dokter masih akan memeriksa pasiennya", tegur seorang perawat jaga di ruangan UGD.


"Ma.. Mama keluar jo dulu tunggu di luar, (Ma.. Mama tunggu diluar aja yah). Vi, tolong anterin mama aku yah.." pinta Tampan pada dua wanita yang sama-sama dia cintai.

__ADS_1


Viola pun mengangguk dan mengantar Tanta Mar yang akhirnya mau keluar menunggu di luar ruangan UGD bersama yang lain.


Sesaat keadaan jadi sepi diantara mereka, Cantik dan Dodo duduk di kursi paling ujung depan ruangan UGD sedangkan Viola memilih duduk di dekat mama pacarnya.


"Viola, apa Tampan orang ketiga dalam hubungan kamu sama mantan kamu itu?", tanya Tanta Mar akhirnya.


Viola langsung duduk menghadap Tanta Mar, "Nggak Tante, hubungan kami memang sudah nggak baik sebelum Tampan datang."


Viola pun menceritakan yang sebenarnya pada Tanta Mar, bagaimana hubungannya dengan Glen, dia yang meminta tolong pada Tampan, hingga akhirnya mereka yang benar-benar berpacaran sekarang.


Tanta Mar menghembuskan nafas panjang, dia tidak menyangka jika kisah cinta anak laki-lakinya harus serumit ini. Dia yakin kalau kedepannya hubungan mereka pasti akan banyak rintangan, karena keluarga wanita di sampingnya ini pasti tidak rela anak perempuan mereka berhubungan dengan Tampan yang datang dari keluarga berbeda strata sosial.


"Maafin tante, Vi. Tapi kamu tahu kan kalau hubungan kalian ini akan lebih banyak membuat Tampan tersakiti. Tante bukannya mau ikut campur dengan kisah asmara anak-anak Tante, tapi Tante juga dulu pernah berada di situasi yang hampir mirip dengan kalian berdua. Dan Tante harus menelan bulat-bulat semua hinaan dan cacian dari orang-orang 'berada' macam kalian. Tante cuma tidak mau kalau anak-anak Tante harus merasakan apa yang Tante rasakan dulu", jujur Tanta Mar pada kekasih anak laki-lakinya Tampan.


Viola diam membenarkan ucapan Tanta Mar, dia juga yakin saat kedua orangtuanya tahu dia berhubungan dengan orang yang berbeda dengan keluarga mereka, dia pasti akan langsung dibawa ke Jakarta nanti.


Dan bisa dipastikan kalau hubungan dirinya dan Tampan akan benar-benar berakhir, sekalipun dia bisa terbebas dari Glen.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆...


Ribet memang kalo hubungan udah kayak gini..


Author juga ikutan pusing mikirinnya.. 🥴


************


Maafin author karena hari ini cuma bisa up 1 part yah,,


Author sedang ada acara keluarga..


Sampai jumpa besok..


************

__ADS_1


Jejaknya tapi jangan lupa yah kesayangan author semua..


Terima kasih 🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2