Ojek Cantik

Ojek Cantik
Surprise


__ADS_3

Jempolnya jangan lupa guys..


************


Bunyi bell sedari tadi terdengar di pintu kamar resort dimana Cantik berada, wanita itu tertidur sangat pulas hingga tidak sadar kalau hari sudah mulai sore.


Dengan malas Cantik turun dari ranjang empuknya dan berjalan menuju pintu.


"Ya ampun Ka, kamu tidur apa pingsan sih?," kesal Tampan dan menyelonong masuk kedalam kamar.


Cantik yang masih mengumpulkan nyawa karena baru bangun menutup pintu dan mengikuti Tampan dari belakang, lalu kembali merebahkan dirinya di atas ranjang.


"Ka, kok tidur lagi sih?," ujar Tampan setengah berteriak.


"Kenapa sih? Berisik aja kamu, aku mau tidur! Masih ngantuk."


"Tidur mulu daritadi ayo bangun, kita harus pergi ke acara malam ini. Tadi Viola beliin dress buat kakak," sahut Tampan menunjukkan sebuah paper bag yang entah sejak kapan ada ditangannya.


Cantik seketika duduk bersandar di headboard ranjang, "Acara? Acara apaan? Kok tiba-tiba?."


"Tiba-tiba gimana maksud kakak, tadikan Viola udah ngomong kalo ada acara nanti malam disini. Makanya dia bawa kita kemarikan," ujar Tampan mengingatkan kakaknya yang memang sering lupa segala sesuatu jika baru bangun seperti ini.


Cantik diam mencoba mengingat-ingat ucapan Viola padanya tadi siang, pacar adiknya itu memang berkata akan ada acara nanti malam tapi dia tidak terlalu memusingkannya karena lebih berpikir tentang biaya pemborosan yang dihabiskan Viola hanya untuk tidur satu malam di resort ini.


"Nggak usah kebanyakan mikir Ka, kita udah telat ini. Kakak cepetan mandi trus pake dress yang aku bawa yah, aku tunggu kakak di lobby."


"Oh iya," ujar Tampan lagi berbalik menatap kakaknya yang masih bengong diatas ranjang, sebelum dia keluar dari dalam kamar. "Dandan yang cantik juga biar nggak malu-maluin, semuanya udah lengkap di dalam paper bag.."


Cantik masih terpaku diam bersandar di headboard ranjang, sampai Tampan keluar dari dalam kamar.


Kenapa jadi se ribet ini sih batin Cantik, dia pun lalu masuk kedalam kamar mandi melepaskan pakaian dan mengguyur tubuhnya di bawah shower.


Rasa hangat dari air shower yang di setelnya memberikan ketenangan untuk Cantik yang masih galau karena belum mendapatkan kabar apa-apa dari Dodo.


Tunggu, kabar? Astaga.. Aku belum ngecek ponselku. Dengan tubuh yang sudah basah kuyup, wanita bertubuh tinggi semampai itu berlari keluar dari dalam kamar mandi tanpa sehelai benangpun, dan mencari-cari ponselnya yang entah dia letakkan dimana.


Cantik mulai membongkar isi dalam tas tangan namun tidak bisa menemukannya, dia pun lalu membuang bantal diatas ranjang bahkan menarik bedcover hingga terjuntai ke lantai.


"Mana kita pe hp dang?." (Dimana ponsel aku?), monolog Cantik masih mengedarkan pandangan matanya keseluruh penjuru kamar.


Kamar yang tadinya rapi kini berubah bak kapal pecah yang diterjang ombak besar, Cantik sampai terduduk di lantai dan tidak mempedulikan dinginnya AC yang menerpa kulit tubuhnya yang polos karena tidak bisa menemukan benda kotak persegi panjang itu.


Sesaat Cantik teringat kalau dia belum mencari di bawah ranjang king zise disampingnya, dia lalu berlutut dan ikut menopang tubuhnya menggunakan tangan kiri.


"Itu dia..!," monolog Cantik dan berusaha meraih ponsel yang tinggal sebulan lagi akan lunas dari bawah ranjang.

__ADS_1


Dengan susah payah akhirnya Cantik berhasil mengeluarkan ponsel itu dan segera mengecek pesan maupun panggilan masuk di ponselnya, namun kembali rasa kecewa yang dia terima.


Tidak ada apa-apa disana, kedua kakinya langsung lemas dengan perasaan kalut yang tidak bisa digambarkan. Rasa takut kembali menghampirinya, apa kamu udah lupain aku Sam?.


Cantik seakan merutuki dirinya sendiri karena terlalu lama memberikan jawaban untuk lelaki itu, padahal dia sendiri tahu kalau sebuah rasa dihatinya telah tumbuh setelah pengakuan Dodo malam itu.


Cukup lama Cantik terdiam memandangi ponselnya dengan tatapan kosong, hingga bunyi pesan masuk dari adiknya Tampan membuat dia tersadar kalau malam ini mereka harus menghadiri sebuah acara.


Cantik pun bangkit dan berjalan masuk kembali kedalam kamar mandi dan bergegas membersihkan diri, meski hatinya masih sedih dan kecewa.


Sebuah dress panjang berwarna biru muda menutupi sampai kemata kakinya dan terlihat sangat pas di tubuh Cantik. Dengan model off shoulder dan riasan tipis di wajah, semakin menambah pesona wanita berdarah Manado itu.


"Astaga..."


"Kiapa ngana Tu?." (Kenapa kamu Tu?).


"Astaga..."


"Kenapa sih?," kesal Cantik pada adiknya yang sejak tadi menunggu dia di lobby resort.


"Astaga.. Ini kita pe kakak toh?," (Astaga.. Ini beneran kakak aku kan?), ujar Tampan terkagum-kagum melihat perubahan drastis kakak perempuannya.


Cantik berdecak, "Kong ngana pikir sapa dang ha? Rupa-rupa jo ngana. Mari jo, bilang kasi so Lat!." (Trus kamu pikir siapa ha? Ada-ada aja kamu ini. Ayo kita pergi, katanya tadi udah telat!).


Jembatan tersebut membentang dari lahan resort menuju tepi pantai dimana disisinya di tanami pohon bakau yang semakin menambah kesan estetik di resort ini.



"Acaranya dimana Tu?," tanya Cantik saat mereka semakin jauh meninggalkan lobby.


"Di ujung sana.." Tunjuk Tampan di jembatan penyeberangan resort.


"Ha? Jauh banget Tu, tau gitu kakak nggak usah pake heels setinggi ini tadi!," gerutu Cantik karena memakai sepatu berhak dengan tinggi lima centi sepaket dengan pemberian Viola tadi.


"Udah, nikmatin aja pemandangannya Ka. Viola udah daritadi nungguin kita disana," sahut Tampan menggandeng lengan kiri kakaknya.


"Viola kenapa harus ngajak kakak juga sih Tu? Kan pacarnya kamu bukan kakak?."


"Yah nggak tahu, aku juga cuma disuruh sama dia tadi pagi!," jawab Tampan apa adanya.


"Jauh banget sih, kita kok nggak nyampe-nyampe daritadi," gerutu Cantik untuk kedua kalinya namun tidak ditanggapi oleh Tampan.


Kakaknya ini memang paling tidak suka memakai heels, apalagi harus berjalan cukup jauh seperti ini.


"Kok sepi Tam?," tanya Cantik memperhatikan keadaan sekitar dengan pemandangan langit bak lukisan.

__ADS_1



"Nggak tahu, kakak tunggu disini bentar yah. Aku mau cari Viola dulu.."


"Eh tapi.." Belum selesai berbicara Tampan sudah berjalan cepat meninggalkan Cantik yang berdiri di pinggir jembatan ditemani lampu berwarna kuning.



Angin laut yang berhembus menerbangkan anak rambut Cantik yang bergerak bebas kesana kemari. Rambutnya diikat Bun keatas memperlihatkan leher wanita ini yang jenjang.


Ditengah pemandangan yang memanjakan mata di depannya, Cantik di kagetkan dengan suara yang beberapa hari ini sangat dia rindukan.


"Hai Cantik.."


Cantik berbalik dan mendapati sosok lelaki bertubuh tinggi tegap sedang berdiri di belakangnya dengan kedua tangan yang dia masukkan kedalam saku celana, dan tengah tersenyum manis menatapnya.


"Sam.." Ujar Cantik tidak percaya.


"Hai.." Sapa Dodo lagi dengan senyum manis dan pandangan matanya yang hangat.


Cantik seketika memeluk tubuh lelaki yang sudah dua hari ini menghilang, "Kamu kemana aja Sam? Kenapa nggak ngasih kabar apa-apa sama aku?."


Dodo yang kaget mendapatkan pelukan dari wanitanya tersenyum bahagia dan mengusap punggung Cantik, "Sengaja.. Biar kamu tahu rasanya kangen sama orang yang kamu cinta tuh gimana," kekeh Dodo.


Cantik mendengus antara kesal namun tidak bisa menutupi rasa bahagia dihatinya karena bisa bertemu dengan lelaki yang membuatnya galau dua hari ini.


"I Miss you Ca.." Ujar Dodo setengah berbisik dalam pelukan hangat keduanya. "Maaf udah bikin kamu khawatir, aku cuma pengen kasih surprise (kejutan) aja sama kamu."


Cantik mengangguk tersenyum dan semakin memperdalam pelukan ditubuh lelakinya, menumpahkan rasa rindu yang hampir seminggu ini dia tahan.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆...


Lanjut besok lagi yahh... 🤭

__ADS_1


__ADS_2