Ojek Cantik

Ojek Cantik
Kesel Tapi Sukakan?


__ADS_3

Like nya jangan lupa yahh..


***********


Cantik yang melihat kedatangan pacar adiknya Viola, mendadak merasa kesal bukan main. Dia pun memilih keluar dari dalam ruangan UGD dimana Tampan dirawat, sebelum dia marah-marah pada wanita berambut panjang itu.


"Kenapa Ca?", tanya Dodo yang ikut keluar bersamanya.


"Kenapa apanya?."


"Kenapa keluar? Tadi pacarnya Tampan yah?."


Cantik hanya mengangguk dan duduk di kursi paling ujung di depan ruangan UGD.


Dodo masih mengikuti wanitanya dari belakang dan mengambil tempat yang berjarak dua kursi dari tempatnya berada, sebagai bentuk social distancing dirumah sakit ini.


"Aku udah hubungin opa aku tadi, kebetulan dia punya kenalan pensiunan jenderal disini. Dia bilang beliau bakal bantuin masalah Tampan, bawahannya udah disuruh beliau untuk cek lokasi pemukulan tadi. Kita tinggal tunggu aja kelanjutannya gimana nanti", ungkap Dodo sambil menatap Cantik yang masih terlihat khawatir pada adiknya.


"Ya ampun Sam, aku jadi nggak enak sama opa kamu."


"Kenapa harus merasa gak enak sih Ca, lagipula opa aku kan udah kenal sama kamu. Dia udah nganggap kamu kayak cucunya sendiri, bentar lagi kita kan bakal resmi jadian."


Cantik berdecak mendengar ucapan Dodo yang langsung mendapatkan tawa geli dari lelaki di sampingnya.


"Ketawa lagi kamu!", jutek Cantik sambil memanyunkan bibirnya.


"Nggak usah jutek begitu kali Ca, aku makin gemes tau liatnya", goda Dodo mengedipkan mata kirinya.


"Aku udah kayak gini dari dulu, kamu kayak baru kenal aku aja.."


"Iya tahu makanya aku jatuh cinta sama kejutekan kamu itu.."


Cantik memutar bola matanya malas, "Terserah!."


Asik menggoda wanitanya, tiba-tiba Tanta Mar datang mendekati pintu ruang UGD.


"Mama.." Panggil Cantik dan berdiri mendekati Tanta Mar yang berkeringat dan hos-hosan karena berlari sejak turun dari mikro.


"Ke, bagimana ngana pe Ade? Dokter so klar periksa?." (Ke, gimana keadaan adik kamu? Dokter udah selesai periksa belum?).


"Sudah, belum lama da klar. Utu masih di dalam dokter bilang sadiki le mo observasi ulang kata", (Udah, belum lama selesai. Utu masih di dalam dokter bilang bentar lagi mau di observasi kembali keadaannya), ujar Cantik berusaha menenangkan Tanta Mar yang jelas terlihat begitu khawatir.


"Syukur Jo kalo bagitu," (Syukur deh kalo gitu) mengelus dadanya lega. "Eh Sam, kamu disini juga rupanya", sapa Tanta Mar baru sadar kalau lelaki itu berdiri di belakang anak perempuannya.


"Iya Tante", jawab Dodo tersenyum.


"Mama mo maso dulu, ngana disini Jo ba teman akang pa Sam. Eh, mar sapa yang ba jaga pa Utu di dalam dang Ke?," (Mama masuk dulu kalo gitu, kamu disini aja temenin Sam. Eh, tapi siapa yang jagain Utu di dalam dong Ke?), tanya Tanta Mar yang baru ngeh karena Cantik berada di luar ruangan UGD bersama Dodo.

__ADS_1


"Ada Viola di dalam Ma, dia belum lama sampe tadi," jawab Cantik malas dia masih kesal jika mengingat wanita itu.


Iya, Cantik menyalahkan Viola karena dia sampai adiknya harus dipukuli hingga terluka seperti ini.


"Oh.. Mama kira le kong cuma dia sandiri, Mama masuk dulu ne", (Oh.. Mama pikir dia cuma sendiri di dalem, Mama masuk dulu kalo gitu), pamit Tanta Mar dan berlalu masuk ke ruangan UGD dimana Tampan dirawat.


Baru saja mendorong pintu UGD suara cempreng khas Tanta Mar langsung terdengar memekakan telinga.


Cantik dan Dodo kompak menggelengkan kepala bersamaan melihat Tanta Mar yang berteriak memanggil nama Tampan, dan tidak mempedulikan banyaknya pasien di ruangan tersebut.


"Duduk lagi yuk Ca," ajak Dodo menarik tangan kiri Cantik membawanya ke tempat tadi.


"Maaf yah kencan kita hari ini harus tertunda Ca," ujar Dodo setelah keduanya duduk.


"Kencan aja yang ada di otak kamu itu Sam."


"Ya abis masa aku harus bilang bulan madu kita, kan belum Ca. Kecuali kalo kamu siap aku nikahin besok", kekeh Dodo.


"Ish.. Ngomong sama kamu tuh emang gak pernah bener yah Sam, kesel tau gak!."


"Kesel tapi sukakan?," goda Dodo lagi.


"Nggak!."


"Masa sih? Beneran kamu gak suka? kamu gak kangen aku selama tiga hari ini hm?", Dodo mencolek pipi Cantik yang tirus.


Baru tiga hari tidak melihat Dodo, Cantik merasa ada yang kosong dari dirinya tapi masih terlalu gengsi untuk mengakuinya.


"Yaudah kalo gitu, aku cuma pengen bilang kalo besok aku harus kembali ke Jakarta Ca," ujar Dodo yang mendapatkan tatapan kaget dari Cantik.


"Kamu mau balik? Kok tiba-tiba? Ada apa memangnya?," tanya Cantik penasaran.


"Iya, ada kerjaan disana. Aku kan punya dua dealer juga di Jakarta Ca, ada beberapa mobil yang harus aku cek langsung. Lagipula aku udah sebulan disini, aku harus mengontrol karyawan aku juga disana", terang Dodo memperhatikan wajah Cantik dengan seksama.


Seketika Cantik merasa tidak bersemangat mendengar ucapan Dodo, mereka baru saja bertemu dan sekarang lelaki itu malah mengatakan akan pergi kembali ke Jakarta.


Bagaimana nanti kalau Dodo tidak akan kesini lagi? Kalau dia kesana, apa mereka masih bisa dekat seperti sekarang? Pertanyaan-pertanyaan itu terus terngiang-ngiang di kepalanya, membuat Cantik galau sendiri.


"Ca.." Panggil Dodo.


"Ha? Kenapa?."


"Kok diem sih? Kamu gak mau aku pergi?", tanya Dodo menerka-nerka apa yang sedang dipikirkan Cantik.


"Pergi aja, emang aku ada hak apa untuk melarang kamu balik kesana. Kamu kan selama ini memang tinggal disana Sam", ungkap Cantik dengan hati yang sebenarnya tidak rela jika Dodo harus pergi meninggalkannya disaat perasaannya masih kabur untuk lelaki itu.


"Ada Ca, kamu ada hak untuk melarang aku pergi. Kamu berhak dan sangat berhak! Aku cuma pengen tanya, kamu kasih gak aku pergi? Kalo kamu bilang enggak, aku gak bakalan balik kesana besok."

__ADS_1


Dodo menatap penuh harap wanita yang masih memakai terusan bunganya yang sudah robek di bagian bawah, namun tidak mempedulikannya sama sekali.


"Aku nggak bisa melarang kamu pergi ato enggak Sam, lagipula kamu kesana karena memang harus kan. Inget, pekerjaan kamu yang lebih utama saat ini."


Mendengar ucapan Cantik membuat Dodo kecewa, padahal dia sangat berharap wanita berdarah Manado ini akan melarangnya pulang kembali ke Jakarta.


"Tapi, kamu tetep akan kembali kesini lagi kan Sam?," sambung Cantik yang membuat Dodo sontak menatap wajah wanitanya.


"Aku akan kembali kalo kamu mau nungguin aku disini Ca," jawab Dodo jujur penuh harap.


"Memang aku mau kemana sih Sam, ada-ada aja kamu ini," kekeh Cantik.


Dodo tersenyum gembira, setidaknya wanita ini masih mau memberikan harapan padanya untuk menunggu dia kembali lagi ke kota kelahiran Opanya.


"Aku cuma seminggu disana Ca, sebelum gips kamu dilepas aku udah ada disini temenin kamu nanti."


"Iya, tapi masalah Tampan gimana dong Sam?."


"Soal itu kamu gak usah pusing, bakal ada yang mengurus itu semua. Kamu tinggal tunggu polisi manggil Tampan untuk dimintai keterangan nanti, aku udah janjikan akan bantu masalah Tampan sampai selesai. Kamu hanya perlu percaya saja padaku.."


Cantik mengangguk membuang nafas lega, setidaknya saat Dodo pergi dia tidak perlu resah dengan nasib Tampan kedepannya.


Saat keduanya masih berbicara mengenai rencana keberangkatan Dodo besok, Tanta Mar dan Viola terlihat keluar dari ruang UGD.


"Eh udah selesai tuh mama kamu Ca, mau kita samperin sekarang atau?", tanya Dodo menunjuk dua orang wanita berbeda usia yang sudah duduk di kursi tidak jauh dari tempat mereka berada.


"Jangan dulu, mama aku masih mau ngomong kayaknya sama Viola. Kita tunggu aja disini, nanti Mama bakalan panggil kita juga kalo udah selesai."


Dodo mengangguk mengiyakan ucapan Cantik dan kembali memusatkan perhatiannya pada wanita cantik di sampingnya. Dia ingin puas-puasin menatap wajah cantik untuk bekalnya selama seminggu kedepan.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆...


Udah uwu belum pasangan ini?


Hehehe

__ADS_1


Kalo suka jangan lupa untuk terus dukung mereka biar bisa sah menjadi pasangan kekasih mengikuti jejak Tampan dan Viola yahh.. 🥰🥰🥰


__ADS_2