Ojek Cantik

Ojek Cantik
Antar Harta


__ADS_3

Seminggu setelah peresmian dealer, keluarga Dodo bersiap untuk tradisi 'mewa' atau antar harta sebagai salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat sini sebelum menikah, dan akan diadakan dirumah Cantik.


Dalam acara maso minta kemarin, selain meminta izin ingin menikah atau melamar Cantik. Tetua dan wali dari pihak perempuan ikut membicarakan berbagai hal persiapan pernikahan, dimana salah satunya adalah kesepakatan untuk tanggal pernikahan Cantik dan Dodo.


Selain itu dibicarakan juga tentang biaya pernikahan dan harta pernikahan, yang disebut dengan peko'an dalam bahasa daerah suku Minahasa.


Dan hari ini, pihak laki-laki yaitu Dodo datang untuk mengantar harta berdasarkan hasil pembicaraan dalam peko'an terhadap pihak perempuan yaitu Cantik.


Harta yang telah disepakati mereka yaitu, harta nikah untuk Cantik sebagai calon istrinya. Harta nikah untuk orang tua Cantik atau biasa disebut sebagai pengganti susu, dan yang terakhir yaitu biaya pernikahan keduanya.


Dodo membawa dua buah sertifikat, yang pertama sertifikat rumah untuk mereka tinggal dan sudah diatas namakan dengan nama Cantik, dan kedua adalah sertifikat kepemilikan dealer motor yang kemarin baru diresmikan, sebagai harta nikah dia untuk Cantik.


Rumah yang akan mereka tinggali bertempat di Jakarta, dengan seluruh perabotan yang sudah lengkap.


Dodo membeli rumah ini bulan lalu, sebagai bukti keseriusan dia untuk Cantik dan berharap dia bisa menempatinya bersama wanita yang dia cinta dan anak-anak mereka kelak.


Lalu untuk harta nikah sebagai pengganti susu, Dodo memberikan uang sebesar dua puluh lima juta rupiah pada orang tua Cantik, yaitu Tanta Mar.


Sedangkan biaya pernikahan akan ditanggung semua oleh Dodo sampai pada acara balas gereja nanti.


Seperti tradisi maso minta kemarin, Tanta Mar juga mengundang beberapa tetangga serta pihak pemerintah yaitu kepala lingkungan sebagai saksi dalam acara ini.


"Aduh eh.. Tanta Mar pe mujur kang, dapa anak mantu deng besan kaya." (Wah.. Tanta Mar beruntung banget yah, bisa dapetin menantu sama besan kaya), bisik satu tetangga ke tetangga yang lain saat mendengar harta nikah yang dibawa Dodo untuk Cantik dan keluarga.


"Iyo eh, nda sangka kang. Cantik reken dulu cuma ba ojek mar boleh mo dapa jodoh orang kaya bagitu." (Iya, nggak nyangka yah. Cantik yang cuma tukang ojek bisa dapetin jodoh orang kaya), sambung tetangga yang lain.


"Iyo, Deng kita le suka dapa anak mantu sama deng Sam Jo bagini so kuat!." (Iya, aku juga pengen dapet menantu kayak Sam gini aja udah mantul banget), kekeh satu tetangga yang memakai mas disana sini dengan make up tebal bak ibu-ibu pejabat.


"Mari ibu-ibu makan dulu.." Sapa Mama Cici mendekati tetangga-tetangga Tanta Mar yang cengengesan berkumpul di dekat dapur.


"Eh, Iyo Sam pe mama.." (Eh, iya mamanya Sam), ujar mereka kompak sambil bergantian mengambil piring yang dibagikan Mama Cici.


Seperti kebiasaan yang ada di Sulawesi Utara, setiap kali ada acara suka maupun duka akan selalu ada ramah tamah yang disediakan oleh pihak keluarga.

__ADS_1


Kebudayaan ini sudah ada sejak dulu, sebagai salah satu bentuk kebersamaan antar masyarakat sekitar.


Dimeja telah tersedia beberapa makanan khas Manado, diantaranya ada Nasi Jaha yang dimasak di dalam bulu atau bambu dengan cara dibakar. Serta kue khas daerah yang ikut disajikan diatas meja makan.


Cantik ikut membantu Tanta Mar di dapur untuk menyiapkan semua makanan yang tersaji malam ini, wanita paruh baya itu tidak mau memesan catering karena berpikir dia masih sangat kuat untuk memasak menu makanan yang ada.


Dan untuk uang belanja, Tanta Mar mengambil sedikit dari uang tabungan yang dia punya ditambah dengan pemberian dari Dodo.


Tadinya Dodo sama sekali tidak mengizinkan Tanta Mar memakai uangnya, tapi sebagai orangtua Tanta Mar tidak ingin lepas tangan begitu saja tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun untuk pernikahan anak pertamanya Cantik.


Oleh karenanya, Tanta Mar tetap memaksa kalau dia akan menanggung sebagian biaya untuk makan bersama mereka hari ini.


"Makanannya enak-enak semua By.." Puji Dodo mengecup pipi Cantik yang sedang sibuk kesana kemari di dapur.


"Astaga Sam, kamu nggak bisa yah liat tempat dulu kalo mau cium-cium gini! Kamu nggak liat tetangga aku pada perhatiin kamu daritadi," tunjuk Cantik dengan dagunya pada tetangga-tetangga mereka yang sedang tertawa geli melihat dua pasangan yang akan menikah itu.


"Bodo.."


"Aww.. Sakit By," rengek Dodo memeluk pinggang Cantik dan mencium kembali pipi wanitanya yang tirus.


Sontak tetangga-tetangga Cantik langsung riuh melihat kemesraan Dodo dan Cantik.


"Hei Sam, sabar dikit napa.." Ujar Mama Cici yang juga berada tidak jauh dari mereka berdua menggelengkan kepala.


"Namanya juga lagi lope lope Ma," sahut Dodo semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Cantik.


"Ado do eh, dapa Inga waktu masih muda kalo Lia pa ngoni dua eh.." (Aduh, jadi ingat masa muda deh kalo liat kalian berdua), teriak salah satu tetangga yang memakai banyak mas disana sini, diikuti anggukan dari para tetangga yang lain.


Tampan yang melihat kemesraan serta kebahagiaan diwajah kakaknya tersenyum senang.


Sebentar lagi mereka akan semakin jarang bertemu jika Cantik sudah resmi menikah, dan dengan menjadi istri Dodo setidaknya, kakaknya tidak perlu lagi banting tulang seperti dulu untuk ikut membantu Tanta Mar mencari uang.


"Bahagia banget yah Tam liat mereka berdua?," bisik Viola yang berdiri disampingnya.

__ADS_1


"Iya, nanti juga kita bakal rasain kayak mereka Vi. Semua akan ada waktunya kok.."


"Amin.." Sahut Viola tersenyum penuh cinta menatap Tampan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆∆...


Maafin Author karena belum bisa up banyak untuk kalian yah guys..


Author lagi sibuk di dunia nyata soalnya 🤭


Sama Author juga lagi bikin outline untuk karya author di lapak sebelah


Doain yah biar bisa di kontrak nantinya karya author.. 🤗


Terima kasih untuk setiap dukungan yang selalu kalian berikan untuk author.. 🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2