
Like sebelum lanjut..
**************
(Pembicaraan bahasa Manado dirubah ke bahasa baku demi menjaga kewarasan kaum pembaca 🤭)
"Tu, kenapa belum siap-siap?."
"Iya, ini juga mau mandi," jawab Tampan dan berlalu masuk ke kamar mandi.
Mereka akan ke kantor polisi siang ini, tadi pagi Dodo menghubunginya dan mengatakan kalau opanya akan menunggu mereka disana.
Lelaki berkepala sedikit plontos itu tiba di Jakarta pukul lima sore kemarin, waktu Indonesia bagian tengah.
Sehari ditinggal pergi oleh Dodo membuat Cantik merasa ada yang kosong dan tidak bersemangat menjalani harinya.
"Ke, mama nggak usah ikut aja yah."
"Loh kenapa? Kemarin semangat banget mau ikut, ini kok malah bilang nggak mau ikut," tanya Cantik bingung pada Tanta Mar yang hari ini sengaja izin tidak masuk kerja demi menemani anak laki-lakinya ke kantor polisi.
"Bukan gitu, mama malu aja ketemu sama opanya Sam," jujur Tanta Mar.
Cantik menghembuskan nafas dan duduk di dekat Tanta Mar, mereka sedang berada di ruang tamu sekaligus ruangan tempat mereka menonton TV.
"Mama malu kenapa? Opa Sam baik kok. Dia nggak kayak orang-orang 'berada' yang kita kenal, kurang lebih sikapnya sama seperti Sam bahkan keluarga mereka juga sama baiknya. Keke nggak merasa asing saat berada diantara mereka.." Ujar Cantik memberikan pengertian untuk Tanta Mar.
Yah, selain Devan semua keluarga Dodo memang memperlakukan dia waktu itu dengan baik. Tidak ada tatapan mata menghina ataupun meremehkan dari mereka padanya.
"Kamu yakin Ke?."
"Iya ma, yakin banget. Mama tenang aja, nanti kalo ketemu sama opanya Sam mama bersikap seperti biasa saja. Nanti Mama bakal liat sendiri gimana sifatnya opa Sam pada kita."
Tanta Mar mengangguk, "Yaudah. Kalo gitu mama ganti baju dulu, nggak enak kalo kita terlambat sampe disana," dia pun berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamar berukuran 2 x 3 itu.
Cantik yang sudah siap sejak tadi memilih menunggu mama dan juga adiknya di teras depan rumah. Udara yang semakin siang makin panas membuat wanita itu butuh mendinginkan diri disana.
Belum lima menit duduk, Cantik melihat Viola turun dari mobil dan berjalan masuk ke halaman rumah mereka yang pintu pagarnya sudah dibuka oleh Tampan sebelum dia pergi mandi.
Tampan sengaja membukanya agar Viola tidak perlu repot-repot mendorong pintu pagar berkarat itu.
"Siang Ka Cantik.." Sapa Viola ramah.
"Siang, duduk Vi.."
"Iya Ka," Viola pun duduk di dekat kakak pacarnya.
"Kamu mau ikut ke kantor polisi juga?."
"Iya Ka," jawab Viola sedikit ragu karena masih takut di jutekin lagi oleh Cantik seperti kemarin.
"Oh, trus gimana mantan kamu itu. Masih gangguin kamu juga?," tanya Cantik ingin tahu.
"Kemarin dia kerumah aku Ka, tapi nggak lama karena aku nggak ada dirumah. Dia datang pas aku masih dirumah sakit," jujur Viola.
Untungnya setiap kali Glen datang kerumahnya, Viola tidak pernah ada dirumah. Dia tahu kalau lelaki 'sakit' itu pasti sudah melaporkan semuanya kepada kedua orangtuanya, hingga mereka terus menghubungi ponselnya yang tidak pernah dia angkat sampai saat ini.
Viola yakin cepat atau lambat orangtuanya pasti akan segera datang ke kota ini untuk menanyakan hubungan dia dan Glen, juga Tampan.
__ADS_1
"Eh Vi, udah lama?," tanya Tampan yang ternyata sudah selesai mandi dan berganti pakaian.
Lelaki itu memakai celana panjang berbahan kain dengan kemeja bergaris biru dan sepatu kets yang biasa dia gunakan sehari-hari. Rambut sedikit gondrongnya dia sisir ke belakang telinga yang semakin mempesona di mata Viola.
"Biasa aja kali Vi liatin akunya, makin cinta baru tahu rasa kamu", goda Tampan karena melihat pacarnya yang dia tanyai tadi malah asyik memandanginya.
Viola yang sadar sedang di goda oleh Tampan seketika salah tingkah dengan wajah memerah malu.
"Ck, yang ada kamu yang makin cinta sama Viola, Tu!," sela Cantik dan berdiri meninggalkan pasangan yang sedang di mabuk cinta itu.
Dia tidak ingin mengikuti jejak Tampan seperti kemarin yang menjadi obat nyamuk antara dia dan Dodo. Ah, Cantik jadi kangen dengan lelaki pemaksa itu batinnya.
"Ih.. Kamu tuh emang paling demen godain aku yah Tam. Nggak sadar apa ada kakak kamu tadi!," protes Viola.
"Aduh.. Sakit Vi," ringis Tampan merasakan cubitan maut wanitanya di tangan yang bebas perban.
Satu yang dia tahu tentang Viola adalah jika sedang kesal atau marah padanya, wanita ini tidak akan segan mencubitinya di seluruh bagian tubuh Tampan.
"Biarin! Biar kamu tau rasa! Malu tau aku sama Kakak kamu Tam, bete ih.."
"Ngapain harus malu sih Vi, yang ada kakak aku yang malu. Kamu nggak liat tadi dia langsung pergi masuk kedalem," kekeh Tampan.
"Ish.. Awas aja kalo kamu masih kayak gitu lagi ya Tam, aku cubit badan kamu sampe biru-biru!."
"Nggak apa-apa yang penting abis itu disayang sayang ya Vi.." ujar Tampan mengedipkan mata kirinya.
Melihat tingkah menggemaskan lelaki berlesung pipit di depannya seketika membuat Viola tertawa geli, dia tidak bisa berlama-lama kesal pada Tampan.
Keduanya pun asik bercanda hingga Tanta Mar keluar diikuti Cantik dari belakang.
"Udah sehat kamu ternyata Tu.." Ujar Tanta Mar menggoda anak laki-lakinya yang sejak kemarin mengeluh sakit di sekujur tubuhnya.
"Lumayanlah Ma, kan udah ada obatnya disamping aku.." Tunjuk Tampan pada Viola.
Viola kembali dibuat malu oleh lelaki menyebalkannya yang malah nyengir kuda di depan mama dan kakaknya.
"Susah Ma kalo ngomong sama orang yang lagi bucin!," sela Cantik merasa geli dengan sikap adiknya ini.
"Bucin? Apaan itu bucin?," tanya Tanta Mar tidak tahu.
"Budak cinta artinya Ma."
Tanta Mar berdecak, "Ada-ada aja kalian ini. Ayo pergi, nggak enak kalo opa Sam lama nungguin kita di kantor polisi."
"Naik mobil aku aja Tante biar bisa barengan," ajak Viola malu-malu.
"Eh, Tante pikir kalian maunya berduaan aja nggak mau di ganggu," goda Tanta Mar pada kekasih Tampan anaknya.
"Udah Ma, jangan godain pacar aku lagi. Abis nanti badan aku dicubitin dia sebentar. Ayo beb," ujar Tampan dan merangkul bahu Viola.
Pletakkk..
"Aw.. Sakit Ma," ringis Tampan yang mendapatkan pukulan di tangannya.
Ini kedua kalinya dia meringis menahan sakit karena ditindas oleh dua orang wanita yang memiliki tempat spesial dihatinya.
"Kamu ini, main rangkul-rangkul anak orang aja. Awas yah kalo kamu berani macem-macem Tu, mama gantung kamu di tiang listrik!," ancam Tanta Mar dengan wajah sangar khas emak-emak.
__ADS_1
Cantik cekikikan dibelakang Tanta Mar dan menjulurkan lidahnya meledek adik laki-lakinya yang cemberut di samping pacarnya.
"Viola, kasih tahu Tante kalo Utu macam-macam sama kamu yah.. Tante gantung dia di tiang listrik nanti!."
Viola mengangguk cepat dan tersenyum geli menatap Tampan yang semakin cemberut karena tidak mendapatkan pembelaan darinya.
"Yaudah, ayo Vi.." Ajak Tanta Mar menarik tangan Viola agar menjauh dari Tampan menuju mobil miliknya yang terparkir di depan pagar rumah mereka.
"Makanya jangan nakal!," ledek Cantik pada adiknya dan mengikuti Tanta Mar dan Viola dari belakang.
"Ish, harusnya ngomong begitu sama Ka Sam bukan aku!," ujar Tampan tidak mau kalah.
Setengah jam kemudian mereka berempat pun tiba di kantor polisi, bersamaan dengan opa Dodo yang juga baru sampai disana.
"Siang opa.." Sapa Cantik sopan.
"Siang Ca, baru sampai?," tanya Opa Dodo berbasa basi.
"Iya opa.. Oh iya, kenalin ini mama aku dan adik aku sama pacarnya." Opa Dodo mengangguk dan menyalami ketiganya satu per satu.
"Terima kasih sudah mau membantu kami Pak," ujar Tanta Mar setelah mereka selesai berjabat tangan.
"Sama-sama Ibu.."
"Marice, nama saya Marice Pak. Panggil saja Mar."
"Iya, sama-sama Ibu Mar. Saya senang bisa membantu adiknya Cantik, yang sudah saya anggap seperti cucu sendiri. Masalah ini cukup serius dan harus segera ditangani, apalagi udah main keroyokan dan senjata tajam kan. Jadi pas Do.. eh maksud saya Sam memberitahu saya kemarin, saya langsung menghubungi teman pensiunan jenderal yang saya kenal di kota ini. Beruntung dia mau membantu karena masalah ini sudah masuk dalam ranah kriminal!," ucap opa Dodo panjang lebar.
Cantik langsung salah tingkah mendengar opa Dodo yang berkata sudah dianggap cucu sendiri olehnya, dan tersenyum kikuk menatap lelaki berumur yang masih tegap berdiri didepan mereka.
"Iya, sekali lagi saya ucapakan terima kasih banyak Pak."
"Yasudah kalau begitu mari kita masuk kedalam, Tampan sudah harus memberikan keterangan agar surat penangkapan pelaku bisa segera keluar, dan pelaku tidak lagi bisa berkeliaran disekitar keluarga Ibu.."
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆∆∆...
Gimana sama pasangan Tampan dan Viola?
Uwu juga gak mereka?
Hehehe..
Kalo syuka kasih Vote untuk mereka yah.. 😁
__ADS_1
Terima kasih 🌹🌹🌹🌹