Ojek Cantik

Ojek Cantik
Rindu Tanta Mar


__ADS_3

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah kesayangan author semua 🤗


***********


Setelah membantu membersihkan seisi rumah bersama Tanta Mar, Tampan duduk diteras rumahnya sembari menikmati nutrisari dingin diatas meja.


Tampan diberikan cuti tiga hari oleh momo dan popo Dodo yang kini sudah menjadi keluarganya juga.


"Nda kuliah ngana Tu?" (Kamu nggak kuliah Tu?), tanya Tanta Mar yang keluar dengan membawa semangkuk gohu ditangan.


"Sudah tadi pagi ma, jam tujuh tadi Utu da ujian." (Udah tadi pagi ma, Utu ujian tadi pagi jam tujuh)


Tanta Mar mengangguk dan duduk disamping anak laki-lakinya.


Cantik yang sudah dua hari ini tidak tidur dirumah membuat suasana rumah mereka terasa berbeda, terlebih Tanta Mar.


Dia yang terbiasa tidur berdua dengan anak perempuannya itu, kini benar-benar merasa sendiri.


Padahal dulu saat suaminya meninggal, Tanta Mar tidak pernah merasakan kesepian sedikitpun karena Cantik yang selalu menemani dia setiap saat.


Jika membayangkan semua anak-anaknya akan pergi meninggalkan dia sendiri dirumah ini membuat Tanta Mar sedih, dia benar-benar akan sendirian mulai saat itu hingga dia tua nanti.


"Ma!" teriak Tampan dari arah samping Tanta Mar.


"Apa? Kiapa le ngana ba ba taria bagitu Tu!" (Apa? Kenapa sih teriak-teriak begitu Tu!), bentak Tanta Mar yang terkejut mendengar suara Tampan memanggilnya.


"Daritadi kwa kita da ba cerita akang mama cuma da menghayal apa sto. Da pikir-pikir apa so ma?" (Daritadi aku tuh ngomong sama mama tapi mama malah ngelamun. Lagi mikirin apaan sih Ma?)


"Nda ada...," (Nggak ada), jawab Tanta Mar singkat.


Tampan menghembuskan nafas panjang, dia tahu kalau wanita paruh baya ini pasti sedang memikirkan Cantik kakaknya.


"Kakak nda ba telpon ma?" (Kakak nggak nelpon ma?), tanyanya.


Tanta Mar menggeleng sambil menikmati gohu dingin yang baru dia keluarkan dari dalam lemari pendingin mereka.


"Ma suka kita telpon akang?" (Aku telpon aja gimana?)


"Jangan ... ngana kasi cuma mo ba ganggu Jo pa dorang dua." (Jangan ... yang ada kamu cuma gangguin mereka berdua), sahut Tanta Mar yang mengerti bagaimana rasanya menjadi pengantin baru.


Mereka pasti sedang sibuk bermesraan dan tidak ingin diganggu oleh siapapun.


Tiba-tiba ponsel Tanta Mar berbunyi nyaring diatas meja, nama Keke tertulis dilayar ponselnya.


Dengan cepat wanita yang masih cantik diusianya yang tidak lagi muda itu menggeser tombol berwarna hijau dan tersenyum bahagia saat melihat wajah Cantik dilayar pipih miliknya.


"Halo ma..."


"Ke ... ada bae-bae disana toh Ke?" (Ke ... baik-baik ajakan kamu disana Ke?) tanya Tanta Mar khawatir.


Bukan, lebih tepatnya rindu. Rindu dengan anak pertamanya yang dulu selalu dia peluk dan dia jaga penuh kasih sayang.


"Bae ma, mama dang bagimana? Da sehat-sehat toh samua?" (Baik ma, mama gimana? Semuanya baik-baik jugakan?), tanya Cantik tersenyum menatap Tanta Mar di layar ponselnya.


Mereka sedang melakukan panggilan video antara Manado dan Singapura.


"Bae Ke, mama salalu bae disini. Hati-hati disana ne Ke, apale da Covid bagini ... jaga kesehatan disana." (Baik Ke, mama selalu baik disini. Hati-hati disana yah, sekarangkan lagi ada Covid ... jaga kesehatan disana), sahut Tanta Mar mengingatkan anak perempuannya.


Tampan tersenyum melihat Tanta Mar yang terlihat lega setelah bertelepon ria dengan kakaknya Cantik.


Dia jadi penasaran, jika nanti dia menikah apa mamanya ini juga akan sama merindukan dia seperti kakaknya atau tidak?


"Tu!" sentak Tanta Mar.

__ADS_1


"Hah? Iya? Kenapa?" sahut Tampan kaget dengan suara melengking khas mamanya.


"Ish, menghayal kasi ngana kang ... sana Viola baru sampe e!" (Ish, melamun lagi kamu yah ... itu Viola dateng tuh!), tunjuk Tanta Mar dipintu pagar mereka.


Tampan mendongak dan melihat Viola sedang susah payah mendorong pintu pagar berkarat mereka.


"Bentar Vi!" teriak Tampan bangkit berdiri dari kursinya dan berlari menuju pagar rumah mereka.


"Kok nggak bilang-bilang mau kesini Vi?" tanyanya setelah berhasil membuka pintu pagar dengan bunyinya yang nyaring itu.


"Sengaja. Aku mau ngasih surprise aja buat kamu Tam, abisnya kangen sih...," sahut Viola menggelayut manja dilengan Tampan.


"Ada-ada aja kamu ih, nanti malam kan udah janjian mau ketemu."


"Iya, tapi aku maunya sekarang gimana dong?" kekeh Viola berjalan berdampingan bersama Tampan.


"Iya, iya ... itu sapa dulu mama aku Vi."


Viola yang kaget ternyata Tanta Mar sedang berada diteras segera melepaskan rangkulan tangannya dari lengan Tampan.


"Kenapa? Kok dilepas?" goda Tampan.


"Ish, nggak enak tahu sama mama kamu Tam!"


"Oh, bisa ngerasa nggak enak juga yah kamu Vi...," sahut Tampan setengah berbisik karena mereka sudah sampai di teras rumahnya.


"Selamat siang Tante...," sapa Viola lebih dulu.


"Siang, duduk Vi...."


Viola mengangguk dan duduk berhadapan dengan Tanta Mar. Tampan menarik kursi lalu duduk disamping pacarnya.


"Darimana Vi?" tanya Tanta Mar berbasa basi.


"Oh, ini minum dulu ... atau mau makan gohu? Tante yang buat loh ini," tawar Tanta Mar.


"Wah ... gohu aja deh Tante, enak banget itu keliatannya."


Tanta Mar tersenyum dan mengangguk, Viola memang baik dan terlihat tulus selama menjalin hubungan dengan anaknya Tampan.


Hanya saja, restu yang masih terganjal dari ayahnya membuat Tanta Mar takut jika nanti Viola akan lebih memilih pergi, dibanding mempertahankan hubungannya dengan Tampan.


Apalagi kalau om Wellem sudah mengancam ataupun nekat berbuat sesuatu, Viola pasti tidak akan bisa berbuat apa-apa nanti.


Tapi, melihat bagaimana Tampan yang sama seperti suaminya dulu begitu keras kepala ingin mempertahankan hubungan mereka, membuat Tanta Mar hanya bisa mendoakan saja yang terbaik untuk hubungan keduanya.


"Enak banget loh ini Tan, pedes lagi!" ujar Viola yang mulai berkeringat saking menikmati semangkok gohu ditangan.


"Jangan banyak-banyak Vi, nanti perut kamu sakit. Itu pedes sama asam loh Vi...," sahut Tampan mengingatkan dan menyeka keringat didahinya.


"Iya ... tapi ini enak banget loh Tam. Tante emang te o pe be ge te deh," kekeh Viola menunjukkan jari jempolnya pada Tanta Mar.


"Apaan itu te ... apa itu tadi?" tanya Tanta Mar tidak tahu.


"Top banget itu maksudnya Viola ma...," timpal Tampan sebelum dijawab oleh kekasihnya.


Tanta Mar yang mendengar ucapan Tampan tertawa, ada-ada saja pikirnya Viola ini.


"Yasudah, Mama masuk dulu. Mau mandi, gerah banget ini...."


Tampan dan Viola mengangguk bersamaan dan tersenyum sampai Tanta Mar menghilang dibalik pintu.


"Minum Tam...," ujar Viola memberikan mangkuk ditangannya yang sudah kosong.

__ADS_1


"Air putih aja yah Vi, jangan nutrisari dingin. Nanti kamu sakit perut lagi!"


"Iya."


"Kita dirumah aja dulu yah, masih panas banget ini kalo kita keluar," ujar Tampan setelah Viola selesai minum.


"Iya nggak apa-apa. Tapi, aku bolehkan cium kamu bentar Tam? Aku kangen banget sama ini...," tunjuk Viola memegang bibir Tampan yang basah.


"Astaga Vi, kita lagi dirumah. Nanti kalo mama liat gimana? Aku nggak enak."


"Mama kamukan tadi bilang mau mandi, dia nggak bakal liat kita. Mau yah Tam, aku lagi butuh vitamin B ini dari kamu," bujuk Viola setengah merengek.


"Vitamin B?"


"Iya, vitamin Bibir...."


"Ya ampun, aku pikir apaan!" sahut Tampan geleng-geleng kepala mendengar satu kosakata bermakna lain lagi dari Viola.


"Mau yah Tam, aku kangen banget...," lirih Viola dengan wajah imutnya.


Tampan tersenyum geli dan dengan cepat menarik tengkuk Viola lalu membenamkan bibir basahnya dibibir mungil wanita pujaannya.


Pertukaran saliva itu menimbulkan suara decapan yang memabukkan kedua pasangan yang tengah diliputi perasaan bahagia karena saling mencintai satu sama lain.


Baik Tampan maupun Viola selalu sama-sama menikmati bagaimana gigitan dan hisapan lidah yang bertaut itu terasa manis dibibir keduanya.


Tampan pun mengurai ciuman singkat mereka dan mengusap bibir kecil mungil wanitanya dengan perasaan membuncah.


"Aku mau ke Jakarta Tam...," ujar Viola tiba-tiba setelah ciuman mereka berakhir.


Tampan mengernyit. "Mau ngapain disana?"


"Semester ini aku udah diharuskan mengikuti jadwal kuliah dikampus Tam, dan mungkin akan berlanjut sampe aku lulus nanti...," terang Viola menatap manik mata cokelat tua kekasihnya dalam.


Tampan menghembuskan nafas panjang, jadi mereka akan LDR sekarang? apa mereka berdua sanggup untuk ngejalaninnya?


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆...


Aduh,, yang mau ditinggal gimana yahh 🙄🤭


*********


Berikut penampakan gohu yang dimakan Viola dan Tanta Mar 😁



Yang penasaran gimana cara buatnya bisa search di Google...


Ini juga termasuk makanan khas Manado 😁🤤

__ADS_1


__ADS_2