Ojek Cantik

Ojek Cantik
Masih Butuh Waktu


__ADS_3

Like dulu sebelum lanjut guys..


*************


Pukul sebelas siang Cantik dan Dodo meninggalkan rumah sakit setelah melakukan pemeriksaan pada tangan kanannya.


Kata dokter dua Minggu lagi gips yang dipakai oleh Cantik sudah bisa dilepaskan karena penyembuhan tangannya berjalan dengan sangat baik.


Cantik menyambut berita itu dengan antusias, akhirnya dia bisa narik lagi setelah lama vakum dari dunia perojekan.


"Seneng banget kamu Ca.." ujar Dodo karena melihat wanitanya ini senyum-senyum sendiri sejak keduanya masuk kedalam mobil.


"Senenglah Sam, aku udah bisa lepas gips kan dua Minggu lagi. Jadi aku nanti bisa ngojek lagi, dan kamu udah nggak perlu tanggung jawab apa-apa lagi sama aku.."


Dodo terdiam mendengar ucapan Cantik, jika sudah begitu apa gue udah nggak bisa ketemu sama elo lagi Ca, batinnya.


"Oh iya, kita mau kemana Sam?."


"Kencan.."


"Apa?."


"Kencan..", ujar Dodo lagi sambil melirik Cantik yang sedang menatapnya cengo dari kursi di sampingnya.


"Jangan becanda Sam, nggak lucu tau nggak!."


"Siapa juga yang becanda, anggap aja ini adalah tahap awal aku mau pdkt sama kamu Ca. Kamu tinggal ikutin aja kemana aku bawa kamu hari ini.."


Cantik langsung terdiam dan membuang pandangannya kearah jendela kaca mobil, dimana dia duduk.


Ada rasa yang tidak bisa Cantik gambarkan melihat Dodo kini sudah terang-terangan mengatakan ingin melakukan pendekatan padanya, layaknya pasangan kekasih pada umumnya.


Rasa gugup luar biasa semakin Cantik rasakan saat ini, bagaimana nanti kalau Sam kembali mengungkapkan perasaannya? Apa yang harus aku katakan?.


Dodo yang sedang duduk di kursi kemudi sesekali melirik Cantik yang diam sejak dirinya mengatakan kalau mereka akan kencan hari ini. Dia tahu kalau wanita itu pasti sedang bingung dan mungkin juga gugup karena ucapannya tadi.


Dodo memang sengaja berkata seperti itu, agar Cantik tahu kalau dia sedang mendekati dirinya sekarang.


Meski Cantik belum memberikan jawaban apa-apa tentang ungkapan perasaannya tempo hari, tapi Dodo berharap usahanya kali ini tidak akan sia-sia.


Yang terpenting baginya Cantik sudah tahu kalau dia ingin menjadikan wanita berkulit sawo matang itu sebagai pacar masa depannya.


"Kita makan dulu yah Ca, abis itu kita pergi nonton. Ada film baru aku liat kemarin lagi tayang sekarang", ujar Dodo setelah mobil yang dibawanya berhenti di sebuah restoran sederhana.


"Mm.. Sam."

__ADS_1


"Iya? Ada apa Ca?."


"Kamu serius tadi pengen ngajak aku kencan?", tanya Cantik ragu-ragu.


Dodo tersenyum dan menatap manik mata cokelat tua Cantik dengan dalam.


"Aku nggak pernah seserius ini Ca, kamu wanita pertama yang udah berhasil bikin aku terpesona sejak awal pertemuan kita. Selain karena rasa tanggung jawab aku udah celakain kamu waktu itu, aku juga ingin bisa kenal dekat dengan kamu yang selalu jutek dan galak sama aku dulu. Aku cuma minta tolong kasih aku satu kesempatan untuk bisa merebut hati kamu Ca.." jujur Dodo.


Cantik mengetatkan jari tangan kirinya, apa yang harus dia lakukan? Dodo benar-benar ingin mendekatinya saat ini. Sedangkan mereka berdua memiliki latar belakang keluarga yang berbeda, pasti akan ada banyak rintangan kedepannya nanti.


Dan Cantik yakin kalau yang akan paling tersakiti adalah dirinya sendiri nanti dalam hubungan mereka.


Dalam benak Cantik, tidak pernah sekalipun terlintas untuk berhubungan dengan kaum 'berada' seperti lelaki yang kini sedang menatapnya penuh harap.


"Sam, kamu tahu kan latar belakang aku gimana. Apa kamu nggak malu nanti berhubungan keluarga kami yang hidup berkecukupan? Belum lagi dengan profesi aku yang selalu dipandang sebelah mata oleh orang lain. Kamu yakin udah siap mendapatkan cibiran dari orang-orang nanti?."


Dodo membuang nafas panjang dan mengambil tangan kiri Cantik, lalu mengusapnya dengan lembut.


"Aku sama sekali nggak pernah peduli tentang omongan orang lain Ca, kita yang jalanin kita juga yang rasain. Aku justru bangga dengan profesi yang kamu jalani, dan untuk keluarga kamu.. Sudah berkali-kali aku katakan kalau aku tidak pernah memandang orang dari hal seperti itu, baik aku maupun keluargaku sendiri. Kamu hanya perlu percaya padaku saja Ca.."


Cantik mendadak salah tingkah dengan sikap Dodo yang menurutnya sangat manis, baru sekarang dia diperlakukan seperti ini oleh seorang pria asing yang tiba-tiba datang dan berkata mencintainya dan mau menerima latar belakang dia maupun keluarganya.


Meski belum bisa memberikan harapan apa-apa pada Dodo, tapi Cantik selalu merasa nyaman setiap kali berada di dekat pria ini.


Sikap pemaksa Dodo yang awalnya sangat Cantik benci, kini seakan menjadi makanan sehari-harinya yang membuat mereka semakin lama semakin dekat dan mengenal satu sama lain.


"Tidak apa-apa, aku akan menunggu sampai hatimu siap menerimaku Ca. Aku hanya minta kamu jangan menutup pintu hati kamu untuk aku, dan biarkan aku mendekatimu sebagaimana orang melakukan pendekatan pada umumnya."


Dodo masih menatap dalam manik mata Cantik dan menguncinya, seakan mereka sedang berbicara dari hati ke hati.


Tatapan keduanya berlangsung cukup lama hingga bunyi ponsel Cantik membuyarkan acara pandang memandang penuh kehangatan itu.


"Ponsel aku bunyi Sam."


"Yaudah, angkat aja Ca.."


"Gimana aku mau angkat kalo tangan aku masih kamu pegangin kayak gini.." tunjuk Cantik pada tangan Dodo yang sejak tadi menggenggam tangan kirinya.


"Eh.. Iya, sorry.." Ucap Dodo salah tingkah dan melepaskan genggaman tangannya pada Cantik.


Cantik tersenyum tipis melihat tingkah calon pacarnya ini.


Ah, mengingat nama calon pacar perut Cantik mendadak terasa penuh dengan kupu-kupu yang berterbangan di dalamnya.


"Halo Tu.."

__ADS_1


"..........."


"Apa? Dimana?."


"..........."


"Iyo, tunggu Jo disitu Jang kamana-mana. Lima menit le kakak sampe!", (Iya, tunggu aja disitu jangan kemana-mana. Lima menit lagi kakak sampai!).


"Kenapa Ca?", tanya Dodo setelah panggilan itu berakhir.


"Tampan, Sam. Dia abis digebukin lagi sama mantan pacarnya Viola, pacar adik aku. Kita ke restoran tempat Tampan kerja yah Sam, dia lagi di dekat sana. Ayo buruan Sam.." Jawab Cantik tidak sabaran.


"Pacar? Tampan udah punya pacar?", tanya Dodo lagi sambil putar arah menuju restoran Momo dan Poponya.


"Iya, aduh nggak tahu deh itu gimana hubungan mereka. Kemarin mantan pacar tu cewek juga berantem sama Tampan, dan sekarang dia hadang adik aku pas mau ke pasar katanya tadi."


"Hah? Pernah berantem? Pernah dipukulin juga si Tampan, Ca?. Apa pacar Tampan sekarang putus sama mantannya itu karena adik kamu?."


"Aku nggak tahu dan nggak ngerti juga Sam, Tampan nggak bilang apa-apa soal itu. Ish, bikin khawatir aja tu anak! Baru pertama kali pacaran malah kayak gini hubungannya.." Keluh Cantik.


Dodo diam membayangkan nanti kalau dia dan Cantik beneran jadian, apa kisah mereka juga akan seperti Tampan?.


Bagi Dodo yang punya mantan banyak tidak mungkin jika nanti dia tidak akan bertemu dengan salah satu dari mereka. Beruntung Alice sudah berhenti mengganggunya sekarang, semoga saja wanita masa lalunya itu tidak akan pernah muncul dikemudian hari dan mengganggu hubungan mereka.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆...


Aduh..


Ada apa lagi sama Tampan yah?


Tungguin yah next part nya.. 🤗


***********

__ADS_1


Jangan lupa dukung pasangan ini biar cepet jadian hehehe 😁


__ADS_2