Ojek Cantik

Ojek Cantik
Hemat Air


__ADS_3

Cantik dan Dodo tiba di Manado pukul enam petang bersama Debo.


Kepulangan mereka kali ini disambut oleh keluarga besar Wijaya dengan bahagia, bahkan Tanta Mar dan Tampan ikut diundang mereka ke rumah eyang Dodo.


Eyang sengaja memasak banyak makanan untuk menyambut kepulangan pengantin baru yang berbulan madu seminggu lamanya di Singapura.


Mama Cici dan Papa Marlon juga khusus pulang ke kota ini demi bisa menghabiskan waktu bersama anak dan menantu mereka hari ini.


"Selamat datang kembali pasangan baru kita...," sambut Tanta Mince memeluk Cantik dan Dodo bergantian.


"Auranya beda yah kalo abis nikah gini, apalagi baru pulang bulan madu kan. Pasti lagi hot hot nya yah," kekeh Tanta Mince menggoda dua pasangan pengantin baru di depannya.


"Momo tau aja sih," sahut Dodo tertawa geli.


"Kok aku nggak dipeluk sih Mi...," timpal Debo yang sejak tadi berada di dekat mereka.


"Ish, iya iya ... ini juga mau peluk. Sini, deket sini"


Debo tersenyum dan mendekat Tanta Mince yang langsung memeluknya penuh kerinduan. Entah kapan terakhir kali ibu dan anak ini saling berpelukan seperti ini.


"Kalian bersih-bersih dulu gih, abis itu turun kemari yah. Eyang udah masak banyak ini, bentar lagi mamanya Cantik dateng sama Tampan!" ujar eyang yang baru keluar dari dapur.


"Eh, mama mau dateng kesini?" tanya Dodo.


"Iya, tadi Mama kamu yang telpon. Sana buruan, nanti keburu mereka sampe."


Cantik dan Dodo kompak mengangguk bersama, dan melangkah naik ke lantai dua dimana kamar Dodo berada.


Debo yang mendengar kalau Tampan akan datang seketika bersemangat, ada rasa rindu yang dalam untuk lelaki yang selama bertahun-tahun ini mengisi hatinya yang kosong.


"Aku juga mau bersih-bersih dulu yah Mi...."


"Iya, jangan lama-lama!"


Debo mengangguk dan berjalan menuju kamar Tanta Mince sewaktu dia masih tinggal dirumah ini.


Ada lima kamar yang tersedia dirumah eyang, jadi jika cucu-cucunya datang atau keluarga besar mereka berkumpul. Kamar-kamar ini selalu penuh terisi oleh anak serta cucu opa dan eyang.


"Ini kamar kamu Sam?" tanya Cantik saat mereka sudah masuk ke kamar Dodo selama dia tinggal dirumah eyang.


Kamar itu tampak rapi dengan beberapa furniture yang menggantung di dinding serta tertata disudut ruangan.


"Iya," sahut Dodo dan menjatuhkan dirinya diatas ranjang. "Sini By...," panggilnya menepuk sisi kiri dia.


"Ngapain? Aku mau mandi dulu, udah lengket ni badan."


"Eh kalo gitu kita mandi bareng aja yah," sahut Dodo berdiri dari ranjang penuh semangat.

__ADS_1


"Ish, yang ada nanti kita bukan mandi kalo kamu juga ikutan masuk kedalem! Udah sana, aku duluan yang mandi. Kamu tunggu diluar!" tolak Cantik yang membongkar isi dalam koper mereka mencari baju ganti dia dan suaminya.


Dodo berdecak dan memajukan bibir dia lima centi kedepan. Dalam keadaan setengah merajuk, lelaki itu duduk dikursi sofa dalam kamar sambil memperhatikan istrinya mengeluarkan beberapa potong baju dan pakaian dalam mereka.


"Aku mandi dulu," pamit Cantik dan berlalu masuk kedalam kamar mandi.


Dodo yang iseng, menunggu sekitar lima menit dan ikut masuk kedalam bersama Cantik setelah membuka semua pakaian yang menempel ditubuhnya.


Dodo tersenyum nakal saat melihat tubuh Cantik yang kini sudah basah dibawah guyuran air shower. Lelaki itu mendekat dan memeluk Cantik dari belakang.


"Aaaaa...," kaget Cantik.


"Sssstttt, apa sih teriak-teriak begitu. Nanti kalo ada orang denger dikira kamu kenapa-napa lagi By...," kekeh Dodo yang mulai mengecup leher jenjang istrinya.


"Ih, ngapain ikut masuk sih Sam!" protes Cantik tapi tidak menolak saat suaminya mulai menggerayangi tubuh polos dia.


"Hemat air By. Kalo mandi berdua gini airnya gak terlalu banyak dipake."


"Alesan kamu aja itu!" dengus Cantik yang mulai terpancing saat Dodo meremas gemas bukit miliknya.


Lelaki yang sudah ON ini tidak mau membuang-buang waktu lagi, mereka berdua pasti sudah ditunggu oleh keluarga besar mereka dibawah.


Dengan cepat Dodo mengangkat tubuh Cantik dan menyandarkan tubuhnya ke dinding kamar mandi lalu mulia mencumbu meninggalkan jejak-jejak miliknya disana.


Erangan dan desahan halus keluar dari mulut keduanya saat Dodo mulai masuk kedalam area candu dan menyentak kuat dibawah sana.


Dodo yang selalu kuat dan gagah seperti biasa berhasil menyemburkan cairan lengket kebanggaan dia didalam tubuh Cantik yang seketika lemas karena pergulatan mereka selama hampir dua puluh menit.


"Itu pengantin baru kok lama banget sih diatas," ujar Mama Cici gemas karena sudah hampir sejam mereka menunggu, Cantik dan Dodo belum juga turun.


"Yah namanya juga pengantin baru Ma, kayak nggak tau aja mereka ngapain!" sahut Papa Marlon tertawa geli.


"Ish, papa sama anak sama aja!"


"Jadi inget jaman muda dulu yah Ma, jadi pengen...."


Pletakkk


Eyang yang juga berada di ruang makan bersama anak dan menantunya, mendengar dengan jelas perkataan papa Marlon tadi dan menjitak kepalanya kesal.


"Aduh...," ringis papa Marlon. "Kok dijitak sih Mak?!"


"Sengaja biar otak kamu gak ngeres! Udah tua, bentar lagi mau punya cucu masih aja gatel begitu!" sahut eyang dengan kedua tangan sudah berada dipinggang.


Wanita berumur ini selalu bergaya seperti itu jika sedang menegur ataupun memarahi anaknya sejak dulu.


"Yah siapa tau ajakan nanti Dodo punya adik lagi Mak...," sahut papa Marlon yang langsung berdiri menjauh dari ruang makan sebelum dijitak kembali oleh eyang.

__ADS_1


"Dari dulu emang gak pernah bener kamu!" sentak eyang setengah berteriak pada papa Marlon.


"Kenapa sih eyang?" tanya Dodo yang baru saja turun dari lantai dua bersama Cantik.


"Tanya tuh sama papa kamu, katanya mau cariin kamu adik!"


"Adik? Emang masih kuat?" sahut Dodo tertawa geli.


"Nggak usah di dengerin Do, Mama mau nunggu cucu aja dari kalian berdua...," timpal mama Cici menatap bergantian anak dan menantunya.


Cantik seketika merona mendengar ucapan mama Cici, terbayang tadi kegiatan panas mereka di dalam kamar mandi, hingga berlanjut sampai diatas ranjang.


Iya, Dodo masih saja meminta jatah saat Cantik baru saja akan memakai pakaian dalamnya. Alhasil merekapun kembali mandi setelah pergulatan keduanya lagi.


"Ca, itu mama kamu dateng...," panggil papa Marlon dari ruang tamu.


"Bawa masuk kesini langsung aja Ca, biar kita bisa langsung makan!" ujar mama Cici yang baru saja selesai mengatur semua makanan yang mereka masak diatas meja.


"Iya Ma...."


Cantik dan Dodo pun pergi menyambut Tanta Mar dan Tampan yang baru saja sampai dirumah eyang dengan menaiki sepeda motor peninggalan ayah mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆...


Modus emang sih Dodo yah,,


Jadi gemessshhh ihh 🤭🤤


*************


Vote nya jangan lupa yah guys 🤗

__ADS_1


Terima kasih 🌹🌹🌹🌹


__ADS_2