
Like dulu sebelum lupa..
*********
Sudah dua minggu ini Dodo selalu intens datang kerumah Cantik untuk bertemu atau sekedar mengajak wanita itu makan diluar.
Alasannya dia bosan di rumah, Dodo hanya sesekali pergi ke dealer mobil LSW untuk mengecek keadaan disana.
Dodo akan terus berada di kota ini selama pembangunan dealer motornya selesai. Dan rencananya pembangunan itu akan rampung sekitar bulan depan.
Cantik yang mulai terbiasa dengan kehadiran Dodo yang selalu datang dari pagi dan baru pulang saat petang hari, semakin merasa nyaman berteman dengan orang 'berada' seperti Dodo.
Baginya Dodo tidak pernah macam-macam padanya selama ini, dia bahkan sering membantu keluarga mereka. Baik itu perbaikan pintu kamar mandi yang sudah diganti engselnya, sampai pada seng atap rumah mereka yang bocor.
Dodo ikut naik keatas atap rumah membantu Tampan untuk mengganti seng bocor tersebut tanpa diminta.
Alhasil baik Cantik maupun keluarga mereka merasa tidak enak dengan setiap bantuan yang diberikannya yang menurut Dodo tidak seberapa itu.
"Makasih yah Sam.. Udah bantuin Tampan tadi."
"Nggak perlu bilang terima kasih segala Tante Mar, aku cuma bantu nahan seng nya doang."
"Yah tetep aja kamu juga kan ikutan naik panas-panasan diatas tadi. Minum dulu es sirupnya Sam.. Tante sengaja beliin itu buat kamu", ujar Tanta Mar sambil menunjuk air berwarna kuning didalam ceret di atas meja.
Dodo mengangguk dan menegak segelas air sirup dingin itu sampai tandas. Cuaca panas membuat lelaki itu sangat kehausan rupanya.
"Tante mau minta maaf soal kejadian tempo hari yang udah mukulin kamu pake sapu Sam, Tante waktu itu cuma lagi kesel aja sama kamu. Abisnya Tante nggak tega liat Cantik tangannya sampe kayak gitu, apalagi diakan anak perempuan Tante satu-satunya. Tante takut dia kenapa-napa nanti, kasihan kalo cuma karena itu dia nggak bisa dapetin cowok dan nikah."
"Eh.. Nggak apa-apa Tante Mar, aku memang pantes dapetin itu juga kok. Aku memang yang salah karena udah nabrak Cantik waktu itu karena nggak hati-hati bawa mobilnya. Tante nggak perlu minta maaf, harusnya aku yang minta maaf karena udah celakain anak Tante.." ucap Dodo tulus pada wanita paruh baya yang duduk di depannya.
"Cantik udah banyak berkorban buat keluarga kami Sam, dia sampai rela memendam semua cita-citanya hanya untuk membantu perekonomian keluarga kami. Makanya pas kejadian itu Tante mikir kalo cobaan yang diberikan Tuhan untuk anak Tante yang udah banyak berkorban itu sangatlah tidak adil. Kenapa nggak Tante aja yang ngalamin itu, sebagai orang tua pasti sedih mendapati anaknya kecelakaan karena terpaksa berprofesi seperti itu. Tante jadi menyalahkan diri Tante karena nggak bisa lindungin anak Tante sendiri!", sambung Tanta Mar dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Sampai saat ini Tanta Mar masih menyalahkan dirinya karena tidak bisa membuat kedua anaknya hidup dengan rasa aman dan bahagia, mereka harus turut ikut membantu perekonomian keluarga mereka yang harusnya menjadi tanggung jawabnya sebagai orang tua.
"Terima kasih karena sudah tulus berteman dengan Cantik yah Sam, anak Tante itu meskipun dia perempuan tapi dia sangat kuat. Dia seperti papanya, pantang menyerah dan tidak peduli dengan omongan orang lain. Tapi saat harga dirinya di injak-injak, Cantik akan langsung lemah dan menutup pintu hatinya rapat-rapat untuk orang lain. Makanya awal kamu mendekati Cantik agak susah karena dia memang tidak ingin terluka hanya karena berteman dengan orang 'berada' macam kalian."
__ADS_1
Dodo menajamkan pendengarannya tentang semua yang Tanta Mar ceritakan mengenai Cantik.
Perlahan dia mulai tahu setiap cerita tentang wanitanya yang ternyata sudah berkorban banyak untuk keluarganya ini, dia harus merelakan cita-citanya hanya demi membantu Tanta Mar mencari uang diluar sana.
Sekarang Dodo tahu kenapa Cantik begitu galak saat pertama kali mereka bertemu, dia hanya menjaga dirinya dari orang yang dilabeli oleh keluarga mereka sebagai orang 'berada'.
"Jujur Tante juga sempat bilang sama Cantik untuk menjaga jarak dengan kamu Sam, karena Tante tidak mau anak perempuan Tante terluka harga dirinya karena berteman dengan kamu. Sudah cukup waktu itu temennya sendiri menjelek-jelekkan dia di depan semua orang. Tante memang nggak bisa ngasih nasib yang lebih baik sama anak-anak Tante, tapi tidak ada satupun yang boleh menghina mereka berdua!."
Bening kristal lolos di pelupuk mata Tanta Mar, dia memang sangat sensitif jika berbicara mengenai Cantik dan Tampan. Dia merasa gagal karena tidak bisa mencukupi kebutuhan keduanya dalam segi finansial, apalagi setelah papa mereka meninggal Tanta Mar benar-benar merasakan sulitnya kehidupan ekonomi keluarga mereka.
Dia sempat ingin menyerah dengan hidupnya, namun saat mengingat masih ada dua orang malaikat yang dititipkan Tuhan untuknya. Tanta Mar berusaha tegar meski sering di anggap remeh oleh orang lain, salah satunya adalah keluarga suaminya yang memang berasal dari golongan kaum 'berada'.
"Tante Mar, aku memang tidak bisa membuat orang lain sepemikiran dengan pikiran kita. Tapi selama aku dibesarkan oleh keluarga ku, kami tidak pernah memandang orang lain dari status sosialnya. Aku tulus berteman dengan Cantik bagiku dia sosok wanita berbeda yang selama ini aku kenal, dan aku nyaman berada di dekat Cantik", ucap Dodo jujur dari hatinya yang paling dalam.
"Ngomong apaan sih kalian? Serius banget kayaknya.."
Tiba-tiba Cantik keluar dari dalam rumah dan menimpali pembicaraan Dodo dan Tanta Mar. Mereka sedang duduk di teras depan, sambil menikmati air sirup dingin disana.
"Ngana suka mo bacirita apa, tentang ngana?",
(Kamu suka ngomongin apa, tentang kamu gitu?), ujar Tanta Mar setengah bercanda.
"Yasudah kalo gitu, ayo Sam.. Kita makan dulu, kamu pasti sudah capek kan.." ajak Tanta Mar juga dan berlalu masuk kedalam rumah menuju ruang makan minimalis yang tersambung dengan dapur mereka.
"Eh.. Ca!", panggil Dodo sebelum wanita itu ikut masuk kedalam rumahnya mengikuti Tanta Mar.
"Kenapa?", tanya Cantik dan berbalik menatap Dodo yang sudah berdiri di belakangnya bahkan sedang memegang lengan tangan kanannya.
"Nanti malam ikut aku yah.."
"Kemana?."
"Ada acara kecil-kecilan dirumah, eyang aku ulang tahun hari ini. Dia ngundang kamu juga sama keluarga kamu Ca.."
"Ha? emang eyang kamu kenal sama aku?", tanya Cantik lebih kepada terkejut tidak percaya lelaki itu ingin mengajaknya bertemu dengan keluarganya nanti malam.
__ADS_1
"Kenal.. Eyang dan Opa aku tahu kalo aku sering kesini ketemu kamu Ca. Aku cerita kalo kamu adalah wanita yang sempat aku tabrak waktu itu", ujar Dodo polos.
Cantik diam, mendadak dia merasa tidak pantas berteman dengan Dodo yang notabene adalah kaum 'berada'.
Dia takut nanti kalau keluarga besar Dodo akan memandangnya sebelah mata, belum lagi mereka yang tahu profesi dirinya sebagai tukang ojek. Cantik merasa rendah dan tidak percaya diri karenanya.
"Nggak perlu takut atau gugup Ca, keluarga aku baik semua kok. Eyang juga sudah lama ingin bertemu dengan kamu, katanya ingin meminta maaf secara langsung karena nggak enak cucu kesayangannya udah nabrak kamu waktu itu. Mau yah pergi bareng aku nanti malam?", pinta Dodo penuh harap tanpa melepaskan pegangan tangannya dari lengan kanan Cantik sedari tadi.
Cantik yang bingung harus menjawab apa hanya diam saja, sampai keduanya dipanggil masuk oleh Tanta Mar yang sudah menunggu mereka di meja makan bersama Tampan yang baru selesai mandi setelah berpanas-panasan diatas atap bersama Dodo tadi.
.
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆∆...
Ada yang bisa spoiler nggak kalo Cantik mau pergi ato enggak..?
Cus ke kolom komentar dan kasih tanggapan kalian disana 😁
**********
Eh.. Udah tinggalin jejak belum nih..
__ADS_1
Jangan bosan-bosan untuk ninggalin jejak cinta kalian disini yahh guys..
Terima kasih 🌹🌹🌹🌹