
"Good morning my wife...."
Sebuah kecupan selamat pagi mendarat di dahi Cantik dari Dodo suaminya.
Setelah malam panas semalam yang menghabiskan sekitar lima kali set dalam waktu yang berdekatan, Dodo merasa bangga dengan dirinya sendiri.
Meski masih perjaka tulen, tapi nyatanya Dodo mampu melakukan pelepasan selama beberapa kali.
Astaga ... inikah nikmatnya surga dunia yang sering diceritakan orang? Mungkin ini jadi makin nikmat karena mereka sudah sah sebagai suami istri.
"Lelah yah By?" Cantik mengangguk. "Kalau begitu kita sarapan dikamar aja yah?" Cantik mengangguk lagi.
Bukan hanya lelah yang dirasa Cantik, tapi tubuh bagian bawahnya juga terasa berdenyut. Mungkin karena baru pertama kali, dan Dodo terus menggempur dia semalaman dengan ukuran yang luar biasa perkasa menurutnya. Membuat Cantik merasa dirinya butuh istirahat hari ini.
"Kalau gitu gimana kalau kita mandi dulu?" Cantik menggeleng. "Kenapa?" tanya Dodo polos.
"Badan aku sakit semua Sam...," sahut Cantik setengah berbisik lebih kepada malu tepatnya.
Dodo menyengir, "Maaf By ... gara-gara aku yah?"
"Nggak apa-apa, aku cuma pengen bobo aja Sam. Tapi masalahnya...."
"Apa? Apa masalahnya?" tanya Dodo tidak sabar.
"A-aku, aku mau pipis Sam. Kaki aku kebas, nggak bisa digerakkin!"
"Yaudah, aku gendong kalo gitu."
Dodo dengan cepat menarik selimut yang menutupi tubuh tanpa busana mereka tanpa malu.
Cantik seketika langsung merona dan membuang muka saat melihat sesuatu yang menggantung indah dan menantang, yang semalaman menembus tubuh bagian bawahnya.
Dodo dengan sigap menggendong Cantik ala bridal style dan mendudukkannya di toilet.
"Keluar dulu gih," ujar Cantik malu.
"Kenapa? Nggak usah, aku disini aja By. Biar kamu nggak perlu manggil-manggil aku lagi."
"Aku nggak bisa Sam, nggak biasa aku diliatin orang. Keluar dulu yah...."
Dodopun mengalah dan keluar dari dalam kamar mandi, melihat dua gundukan yang kini penuh dengan stempel biru keunguan yang dia tinggalkan semalam, membuat hasrat lelaki itu kembali terpancing.
Dia tidak mau memaksa Cantik karena tegangan tingginya yang kembali minta diisi lagi.
Dodo menyambar celana boxer dengan baju mereka semalam yang berserakan diatas lantai, serta mengambil pakaian baru didalam lemari untuk dipakai Cantik.
Untung saja mama Cici sudah menyiapkan semua kebutuhan mereka baik dari pakaian, hingga paket bulan madu nanti.
Iya, setelah dari hotel mereka akan langsung ke bandara untuk berangkat menuju Singapura untuk berlibur sekaligus berbulan madu selama seminggu disana.
"Udah By?" tanya Dodo dari balik pintu kaca kamar mandi yang buram.
"Iya, tapi kok nggak ada selang untuk air basuhnya sih Sam?" sahut Cantik bingung.
__ADS_1
Semalam Cantik tidak memakai toilet hotel, jadi wanita yang kini sudah berubah status menjadi istri ini bingung dengan cara penggunaannya.
"Ada By. Aku masuk boleh nggak? Itu harus aku tunjukin biar kamu tahu...."
"Iya boleh," jawab Cantik cepat.
Dodo pun mendorong pintu kamar mandi dan menelan saliva dengan kasar karena harus melihat dua gundukan istrinya lagi, yang sengaja ditutup oleh Cantik dengan kedua tangannya.
Hanya melihat itu saja membuat hasrat Dodo kembali diuji, sepertinya dia harus cepat-cepat keluar dari sini sebelum Cantik habis dia gempur lagi seperti semalam.
"Jadi ini ada tombolnya By, kamu putar kedepan untuk airnya nyala dan putar kembali kebelakang biar airnya berhenti. Coba, kerasakan airnya?"
Cantik tersentak kaget saat air menyemprot tepat kebagian bawah tubuhnya, "Iya ada."
"Ok. Aku keluar yah ... ini pakaian kamu aku taruh sini yah By. Tutupin dulu tubuh kamu biar aku nggak sawan liatnya!" sahut Dodo menggoda Cantik.
Dia lalu meletakkan pakaian dalam serta baju ganti istrinya kegantungan handuk dekat dia.
"Sawan? Apaan tuh sawan?" tanya Cantik polos.
"Horney By, horney...."
"Ish, udah sana keluar dulu. Aku masih capek! Punya aku masih sakit tahu...."
Dodo cekikikan dan sempat-sempatnya meremas satu gundukan Cantik dengan gemas.
"Astaga Sam...!"
Cantik hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Dodo, sepertinya lelaki itu akan usil menyentuh dia disana sini mulai sekarang.
Selang lima menit kemudian, Cantik sudah berpakaian lengkap dan berjalan tertatih keluar dari kamar mandi dan menjatuhkan dirinya keatas ranjang hotel.
"Eh, mau bobo lagi By?"
"Iya...," sahut Cantik mulai merebahkan diri.
"Sarapan dulu By, aku udah telpon pihak hotel untuk bawain makanan kita kesini!" sambung Dodo mendekati Cantik dan duduk dipinggir ranjang.
"Iya...."
"Capek banget yah By?" Cantik mengangguk. "Maaf yah...."
"Nggak apa-apa, aku cuma pengen istirahat sebentar Sam."
Dodo mengusap lembut kepala Cantik memberi rasa nyaman dihatinya.
"Kalo gitu kita sarapan dulu baru kamu tidur lagi yah By, nanti aku bangunin kamu jam dua belas. Kita akan langsung ke bandara abis darisini...."
Cantik mengernyit, "Ngapain ke bandara?" tanyanya yang tidak tahu dengan rencana bulan madu mereka.
"Mau naik kuda."
"Ish, aku serius Sam!"
__ADS_1
Dodo tertawa lepas melihat wajah cemberut Cantik dibalik selimut tebal yang dipakainya, dengan alis yang bertaut satu sama lain.
"Kita mau ke Singapura By, mama ngasih hadiah bulan madu buat kita," terang Dodo mencubit gemas pipi tirus Cantik.
"Kok nggak bilang-bilang sih Sam, akukan belum pamitan sama mama aku...."
"Mama kita Beby...," sahut Dodo mengoreksi ucapan istrinya. "Aku udah kasih tahu mama kemarin sebelum kita ke hotel, kamu nggak usah khawatir."
Bunyi bel dipintu kamar hotel mereka menghentikan pembicaraan keduanya mengenai bulan madu.
Dodo berdiri dan berlalu membuka pintu untuk seorang bellyboy masuk mendorong meja dimana makanan mereka berada.
"Makasih," ujar Dodo pada bellboy itu dan memberikannya tip.
"Makan dulu By, nanti abis itu baru bobo lagi...," panggil Dodo setelah bellboy keluar dari kamar mereka.
Cantik pun berdiri dan duduk dikursi sofa dengan nyaman, Dodo tidak mengizinkan istrinya untuk banyak bergerak dulu.
Dia tahu kalau Cantik pasti masih capek dan tidak nyaman karena pertempuran mereka semalam.
"Aku suapin yah By ... biar romantis gitu," tawar Dodo dengan sepiring makanan yang dia ambil untuk mereka berdua.
"Nggak apa-apa emang kamu nyuapin aku Sam?" tanya Cantik tidak enak.
Bukannya dia yang melayani suaminya, malah Dodo yang harus melayani dia dihari pertama mereka menjadi suami istri.
"Nggak apa-apa gimana sih maksud kamu By, akukan suami kamu. Kita nggak pernah loh suap-suapan kayak gini sebelumnya," kekeh Dodo bersiap menyuapkan makanan ke mulut Cantik.
"Iya, kalo gitu kita berdoa dulu Sam...."
Dodo mengangguk dan mulai berdoa bersama istrinya yang memimpin doa sebelum makan.
Dalam doanya, Cantik ikut mendoakan pernikahan mereka yang baru berjalan sehari serta kedua orangtua dan keluarga mereka. Bersyukur untuk setiap berkat, kasih penyertaan-Nya untuk kehidupan mereka sekarang hingga nanti.
.
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆∆∆...
Angkat tangan yang hari pertama nikah jadi susah jalan kayak Cantik ,,, hahahaha 🤭😆
__ADS_1