Ojek Cantik

Ojek Cantik
Begal


__ADS_3

"Kamu kemana aja beberapa hari ini Tam? Tiap aku cari dikelas kamu, katanya kamu udah pulang ... kamu udah nggak mau ketemu aku lagi yah Tam?"


"Hah? Kok ngomongnya begitu sih sayang ... ya enggaklah. Aku cuma lagi sibuk aja Yang, ada hal yang harus aku urus. Jadi pas jam kuliah selesai aku langsung pulang!"


"Jangan bohong ... kamu lagi nggak ngejauhin akukan Tam...?"


"Astaga ... kok ngomongnya gitu lagi sih sayang."


Tampan memberhentikan mobil miliknya di pinggir jalan lalu memusatkan perhatian dia pada Viola yang tengah menghubunginya melalui panggilan video.


Wanita cantik dengan rambut panjang yang hitam itu mulai menangis diujung sana, entah kenapa setelah kejadian Tampan diusir dari rumahnya. Lelaki berlesung Pipit itu mulai menjauhi dirinya, dan jadi semakin jarang untuk bisa bertemu dengan dia.


Viola takut jika Tampan akan lebih memilih meninggalkan dia dibanding berusaha mempertahankan hubungan mereka karena masih terganjal restu dari ayahnya.


"Sayang ... dengerin aku. Aku nggak pernah punya pikiran untuk menjauh dari kamu, sedikitpun nggak pernah! Aku memang sedang sibuk belakangan ini, kamu taukan kalo aku dateng kesini atas permintaan oma dan opa aku?" Viola mengangguk.


"Jadi, mereka berdua meminta aku untuk mengurus beberapa hal yang harus secepatnya aku selesaikan. Aku belum bisa cerita sama kamu apa itu sekarang, tapi aku cuma minta kamu percaya sama aku Yang ... aku nggak jauhin kamu atau apapun yang ada dipikiran kamu saat ini. Aku cinta kamu sayang ... jangan pernah meragukan itu!"


Viola semakin sesegukan mendengar ucapan pacarnya, bukan dia tidak percaya dengan Tampan. Hanya saja dia terlalu takut jika nanti lelaki yang sangat dia cinta ini akan meninggalkan dia ditengah masalah pelik yang mendera hubungan mereka berdua.


"Udah ... jangan nangis lagi sayang, aku nggak akan kemana-mana. Aku akan selalu ada disamping kamu, mencintai kamu dengan setulus hati. Akukan udah bilang kalo kita akan berjuang sama-sama sampai kata restu itu kita dapati, jangan nangis lagi yah...," bujuk Tampan tersenyum lembut menatap kekasih hatinya dilayar ponsel.


Viola mengangguk dan membalas senyuman menenangkan Tampan diujung sana. "I love you Tam...."


"I love you too sayang ... jangan mikir yang enggak-enggak lagi yah sayang, percaya saja sama aku!"


"Iya ... makasih karena masih mau perjuangin hubungan kita ini Tam, makasih...."


Tampan tersenyum kembali menatap wajah Viola yang semakin menggemaskan jika baru selesai menangis seperti ini.


Hidung kecilnya tampak memerah dengan kedua pipi yang sama merahnya, dua mata yang sedikit cipit itu semakin cipit karena Viola yang tidak berhenti menangis sejak tadi.


"Kita sayang ... kita yang berjuang sama-sama, bukan cuma aku aja!" sahut Tampan memberi ketenangan untuk kekasihnya.


Asyik berbicara dengan Viola di ponsel baru miliknya, tiba-tiba sebuah mobil mewah yang cukup dia kenali berhenti didepan mobil Tampan yang terparkir.


Terlihat ada dua motor yang memepet mobil itu dan memaksa mobil tersebut untuk berhenti, mereka memegang senjata tajam dan sebuah batu besar lalu mulai memukul jendela kaca mobil.


"Sayang ... kayaknya ada perampokan di depan deh, cepet kamu telepon polisi!"


"Perampokan apaan sih Tam? Jangan bikin aku khawatir, kamu jangan keluar dari mobil dulu Tam...," sahut Viola yang takut karena tidak ingin lelakinya ini terluka.


"Tapi aku harus bantuin yang punya mobil dulu sayang, cepet kamu hubungi polisi yah ... aku sharelock tempat aku sekarang!"

__ADS_1


Tampan langsung mematikan ponsel miliknya dan mengirim pesan dimana dia berada saat ini pada Viola.


Keadaan sekitar mereka memang sedikit sepi, jarang ada kendaraan yang lewat dijalan ini. Jadi ini sepertinya digunakan oleh para begal untuk melakukan perampokan bahkan disaat hari masih siang.


Tampan yang khawatir dengan keadaan penumpang yang ada didalam mobil, bergegas mengambil dua kunci ban yang masih baru di brangkas belakang kursi dan keluar dari mobilnya.


"Woi...!" teriak Tampan dari arah belakang dua motor begal.


Terlihat kaca mobil mewah di depannya sudah mulai retak, mungkin sebentar lagi akan pecah pikirnya.


"Pergi! Kita nggak punya urusan sama Lo!" balas salah satu begal dengan sambit ditangannya.


"Jelas kalian punya urusan sama gue, itu mobil bapak pacar gue yang Lo rusakin! Kalian mau ngerampok, kan? Pergi sebelum polisi sampe disini, gue udah telpon polisi!" sahut Tampan tanpa takut mulai mendekati kawanan begal didepannya.


"Anjing! Cari mati Lo yah!"


Seorang begal yang memegang sambit ditangannya tadi turun dari atas motor, lalu mulai mendekati Tampan yang semakin menguatkan pegangan kunci ban di dua tangannya.


Kawanan begal itu memakai masker untuk menutupi wajah, mereka tidak akan segan-segan untuk membunuh korban perampokan mereka jika sedang terdesak seperti saat ini.


Begal itu dengan cepat menyerang Tampan yang bisa ditangkis olehnya menggunakan kunci ban mobil, satu-satunya alat untuk dia mempertahankan diri dari serangan begal tersebut.


Beberapa kali serangan yang diluncurkan oleh begal itu berhasil ditangkis oleh Tampan hingga bunyi kaca jendela mobil di depan mereka pecah.


Perhatian Tampan sontak teralihkan sehingga begal yang menyerangnya sejak tadi berhasil menyambit lengannya hingga luka dan berdarah.


"Aaaa...," teriakan kesakitan keluar dari mulut Tampan saat tajamnya sambit mengiris kulit lengannya.


Satu orang begal yang berhasil memecahkan jendela kaca mobil mewah didepan, mulai mengancam akan membunuh seorang yang ada didalam mobil tersebut jika tidak memberikan benda-benda berharga miliknya.


Tidak ingin calon mertuanya yang mungkin sedang ketakutan di dalam sana kenapa-napa, Tampan kembali menyerang begal yang melukai dia dengan satu tangan masih memegang kunci ban mobil.


Dalam satu kali tarikan dan setengah melompat, Tampan mendaratkan pukulan menggunakan kunci ban ke kepala begal tersebut hingga membuat dia pusing seketika.


Darah terlihat mengucur dari kepalanya yang membuat teman-temannya yang lain meradang.


Satu orang yang berada diatas motor bergegas turun dan mengambil sebilah parang yang dia simpan dibalik jaket, bersiap untuk menghabisi Tampan tanpa ampun.


Tampan yang mulai terdesak melihat kalau begal yang berada dikaca jendela mobil mulai berteriak marah karena apa yang dia minta tidak diberikan oleh mereka.


Sial! Gumamnya dalam hati merasa tidak ada yang bisa dia lakukan lagi untuk menyelamatkan calon mertuanya.


Bunyi sirine mobil polisi membuat empat orang begal yang berada disana kaget dan kelimpungan.

__ADS_1


Untuk mencegah salah satu dari mereka kabur, Tampan melempar kunci mobil yang dia genggam di tangan pada satu orang yang tadi turun dari motor dan ingin menghabisinya.


Lemparannya berhasil mengenai kepala belakang begal tersebut dan membuat dia jatuh ketanah karena kaget dan pusing.


Dua orang yang lain berhasil kabur tanpa membawa apa-apa karena polisi terlanjur tiba disana.


Tampan langsung bergegas mendekati mobil mewah berwarna hitam dengan kaca jendela yang sudah pecah.


Seorang berpakaian rapi dengan setelan jasnya berwarna senada dengan mobil yang dia tumpangi terlihat kaget dan terkejut, mendapati seorang yang beberapa hari lalu dia usir dari rumahnya telah menolong dia dan tengah terluka karenanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆∆∆...


Dikit yah guys actionnya 🤭😁


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini guys,, bentar lagi karya author yang ketiga ini bakal tamat...

__ADS_1


Terima kasih 🌹🌹🌹🌹


__ADS_2