Ojek Cantik

Ojek Cantik
SAH!


__ADS_3

Setelah ibadah pemberkatan di gereja, Cantik dan Dodo pergi menuju tempat resepsi pernikahan mereka yang akan diadakan dikota Tomohon.


Mengambil tema outdoor yang memang cocok dengan keadaan saat ini, Cantik dan Dodo akan mengikuti beberapa upacara adat Minahasa selama resepsi pernikahan mereka berlangsung.


Dengan memakai baju adat khas Minahasa, Cantik dan Dodo diantar menggunakan tarian kabasaran menuju pelaminan dimana sudah ada mama Cici dan papa Marlon, serta Tanta Mar yang duduk tanpa didampingi siapapun disampingnya.


Diatas pelaminan, sudah ada sebuah meja yang disiapkan untuk prosesi upacara adat yang akan dilalui oleh Cantik dan Dodo.


Saat pengantin yang baru saja sah itu duduk berdampingan, seorang Walian atau Sumempung dalam bahasa Tombulu akan terlebih dahulu memanjatkan doa sebelum upacara pernikahan adat Cantik dan Dodo dimulai.


Setelahnya mereka akan melakukan upacara Pinang Tatenge'en yang kemudian dilakukan upacara Tawa'ang dimana kedua mempelai Cantik dan Dodo memegang setangkai pohon Tawa'ang lalu mengucapkan ikrar dan janji.


Acara berikutnya yaitu membelah kayu bakar menjadi dua bagian sebagai simbol sandang pangan. Namun kayu yang digunakan hanya sebuah kayu yang tidak terlalu besar, agar lebih memudahkan kedua pasangan pengantin melaksanakan prosesi ini.


Selanjutnya Cantik dan Dodo makan sedikit nasi dan ikan yang sudah disediakan diatas meja, lalu minum dari ruas bambu (buluh) yang masih muda.


Pada prosesi terakhir meja upacara adat akan diangkat dari pelaminan dan seluruh rombongan adat mohon diri meninggalkan pentas upacara, sambil bernyanyi lagu daerah.


Resepsi pernikahan Cantik dan Dodo pun dilanjutkan dengan sambutan dari pihak wakil dua keluarga yang baru bersatu, serta dari pihak pemerintah dan gereja.


"Banyak selamat untuk kalian yah Ca, Pak Sam...," ujar Edis sambil menyalami dua orang pengantin baru didepannya.


"Makasih Dis, semoga cepet nyusul yah," kekeh Cantik melirik sekilas pada Jimmy yang berdiri dibelakang Edis.


"Ish, ngomong apa sih kamu! Baru juga pedekate Ca," dengus Edis namun dalam hati mengaminkan ucapan temannya ini.


Cantik tertawa tertahan dan ikut membalas salaman tangan Jimmy yang sudah berdiri didepannya.


"Selamat Ca, aku ikut bahagia untukmu dan pak Sam."


"Makasih Jim, titip temen aku yah si Edis...," goda Cantik.


"Iya, doain yah biar aku sama dia cepet nyusul kalian berdua," sahut Jimmy santai.


"Eh, Dis ... dengerkan tadi apa kata Jimmy."


"Iya denger, makasih doanya buat kami yah. Harusnya kan kita yang kasih doa buat kalian," sahut Edis malu-malu.


"Jangan kelamaan, nanti diambil orang Jim!" timpal Dodo ikut memberi semangat untuk bawahan terbaiknya ini.


Acara resepsi pernikahan mereka berlangsung hingga pukul tujuh malam, kedua pasangan yang baru saja sah menjadi suami istri itu akan menginap disebuah hotel bintang lima yang sudah dibooking terlebih dahulu oleh Dodo.


"Capek yah By?"


"Iya, ngantuk banget. Pengen langsung bobo pas sampe hotel!" sahut Cantik jujur.


"Kok bobo sih By...," ujar Dodo cemberut.


"Kenapa emangnya? Kamu emang nggak capek ha?" tanya Cantik polos.

__ADS_1


"Ish, inikan malam pertama kita Beby ... lupa yah."


Cantik seketika terdiam dengan wajah memerah. Astaga, kenapa dia bisa lupa dengan satu hal wajib yang biasa dilakukan pasangan suami istri yang sudah sah?


"Kok diem? Malu yah?" goda Dodo meraih pinggang Cantik agar semakin menempel padanya.


"GR!"


Dodo tertawa dan mencium pipi tirus Cantik yang sudah semakin merona karena tingkah lelaki disampingnya ini.


Mereka sedang dalam perjalanan menuju hotel dengan supir baru yang mengantar.


Roman memilih membawa mobil opa dan eyang Dodo dibanding menjadi obat nyamuk lagi seperti tadi siang, saat mengantar mereka ke gereja dan ketempat resepsi pernikahan Cantik dan Dodo.


Dua orang yang sedang dimabuk cinta itu seakan tidak mempedulikan keberadaan orang lain disekitar mereka.


Roman bahkan harus beberapa kali menggerutu dan mengelus dada melihat kemesraan mereka berdua dikursi belakang, sama seperti saat ini.


Dodo sedang mencumbu bibir Cantik dengan gemasnya hingga wanita itu kesulitan bernafas.


"Sam, udah ih. Malu tau sama supir kamu!" ujar Cantik mendorong dada Dodo pelan.


"Biarin aja By, namanya juga pengantin baru...," kekeh Dodo yang langsung mendapatkan capitan maut dipinggang. "Aww!" ringisnya.


"Ngomong asal jeplak aja mulut kamu tuh!" sergah Cantik.


"Iya, iya maaf...," sahut Dodo cemberut.


Wanita yang sudah sah menjadi nyonya Wijaya ini, tidak memperhatikan kalau kamar mandi hotel mereka hanya tertutupi kaca transparan.


Dari luar Dodo memperhatikan bagaimana Cantik sedang menatap pantulan wajahnya sendiri di depan cermin besar, dan sengaja berlama-lama disana. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya ini.


Istri? Iya, istri.


Dodo tersenyum bahagia mengingat bagaimana usahanya dulu setiap kali mengejar dan meyakinkan Cantik untuk mau menerima cintanya dan menikah dengan dia.


Pikiran Dodo melayang mengingat awal mula pertemuan mereka dulu yang berawal dari tabrakan yang tidak disengaja olehnya waktu itu.


Bagaimana mereka dekat, hingga bagaimana pesona Cantik mampu memikat hatinya sejak dari pertama dia mengenal sosok wanita hebat seperti istrinya ini.


Dodo lalu melepaskan kemeja yang dia pakai dan duduk menikmati pemandangan pertama dari wanita pertama dan terakhir yang akan hidup, dan berbagi bersama dia sampai nanti.


Diawali dengan membuka hiasan dikepalanya dan membasuh wajah untuk membersihkan makeup, Cantik mulai melepaskan satu persatu pakaian yang menutupi tubuhnya dengan perlahan.


Sibuk memikirkan kegugupan dia akan malam pertamanya bersama Dodo, membuat wanita berkulit sawo matang itu tidak sadar kalau dia sejak tadi tengah diperhatikan oleh suaminya sendiri dari balik kaca.


Cantik membuka kran air shower dan mengguyur tubuh polosnya, untuk mencoba menetralisir rasa gugup yang dia rasa.


Dodo yang masih memperhatikan bagaimana bentuk tubuh istrinya itu, menelan salivanya dengan kasar.

__ADS_1


Tanpa aba-aba Dodo melepaskan pakaian yang tersisa dan berlalu masuk kedalam kamar mandi bersama Cantik.


Lelaki itu tidak bisa menahan diri lebih lama lagi untuk sesuatu yang sudah dia tunggu-tunggu selama ini.


Cantik yang sedang menikmati air hangat dari shower terkejut saat dia dipeluk dari belakang. "Sam ...."


"Kamu sengaja menggoda aku yah By?" bisik Dodo mesra ditelinga Cantik.


Nafas Dodo terasa menggelitik tubuh Cantik yang seketika menegang saat lelaki itu mengusap lembut perut wanitanya, dan memberikan kecupan-kecupan kecil dileher.


"Sa-sam."


Desahan halus keluar dari mulut Cantik saat Dodo mulai turun kedua bukit tanpa penyangga miliknya, dengan tangan yang sudah berkeliaran bebas ditubuh tanpa busana itu.


Dodo benar-benar membuat Cantik terlena, melebur dalam permainan lembut bibir dan kedua tangannya.


Puas dengan tubuh bagian atas, Dodo menelusup kebagian inti sang istri.


Cantik dibuat gila dengan kaki yang mulai lemas, tidak mampu menopang bobot tubuhnya yang seakan tidak lagi menjejak bumi.


Tangannya menarik pelan rambut Dodo yang mulai panjang, dan mengatupkan bibir saat gejolak itu mulai datang.


Dodo tersenyum puas melihat pelepasan pertama wanitanya berhasil dia dapatkan hanya dengan sentuhan dan cumbuan dia dibawah sana.


Tidak berhenti sampai disitu, Dodo menggendong dan membawa Cantik keluar dari dalam kamar mandi menuju ranjang empuk hotel yang telah ditaburi kelopak bunga mawar.


Dalam keadaan tubuh yang basah tanpa sehelai benangpun, Dodo kembali mencumbu dan menyentuh tiap jengkal tubuh wanitanya penuh damba bersiap memasuki area candu dibawah sana.


"Sakit Sam...," rintih Cantik.


"Tahan sebentar By," sahut Dodo dan mencium mesra bibir Cantik agar wanita ini kembali rileks.


Ruang sempit itupun berhasil dimasuki Dodo setelah usahanya selama beberapa kali.


Cairan hangat langsung membanjiri miliknya yang perkasa hanya dalam beberapa menit saja.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...∆∆∆∆∆∆∆...


Ini baru beneran basah luar dalem 🤭😆


__ADS_2