Ojek Cantik

Ojek Cantik
Aku Mau


__ADS_3

Mengandung unsur keuwuan 🤭


Like nya jangan lupa yahh..


**************


Dodo membawa Cantik kembali ke resort, tepatnya ditempat yang sudah dia booking khusus untuk pertunangan mereka berdua malam ini. Dia menarik tangan kiri Cantik dan berjalan di depannya.


Cantik memperhatikan punggung Dodo yang terlihat nyaman dan menenangkan sebagai tempat dia bersandar, apa benar yang diucapkan lelaki ini tadi? Ini semua seperti mimpi batinnya.


"Aduh..." ringis Cantik tiba-tiba membuat Dodo berhenti dan berbalik menatapnya.


"Kenapa Ca? Ada apa," tanya Dodo khawatir.


"Ini.." Tunjuk Cantik pada kaki kanannya. "Kaki aku sakit Sam, kamu jalannya cepet banget sih sampe aku salah nginjek. Kayaknya kaki aku keseleo Sam.."


Dodo berjongkok di depan Cantik dan mengangkat kaki kanannya yang mulai berdenyut sakit keatas paha Dodo, dengan tangan kiri dia letakkan diatas bahu lelakinya agar tidak oleng.


"Ya ampun maaf yah Ca, jadi merah gini kaki kamu. Aku gendong aja mau?," tanya Dodo mendongak meminta izin dari kekasih hatinya.


"Gendong?."


"Iya gendong, jembatannya jauh loh ini Ca. Kalo kamu jalan sampe kesana yang ada kaki kamu makin sakit dan bengkak nanti, aku gendong aja yah?," tawar Dodo lagi menatap Cantik yang malu-malu.


"Tapi aku berat Do, nanti kamu kelelahan gendong aku sampe kesana."


"Bukan badan kamu yang berat Ca, tapi cinta aku yang berat buat kamu.." Kekeh Dodo yang masih sempat-sempatnya bercanda.


Cantik mendengus dan memutar bola matanya malas, mulai lagi batinnya.


"Yaudah yuk, udah makin malem ini. Nggak enak bikin mereka nungguin lama kitanya."


"Mereka? Mereka siapa?," tanya Cantik tidak mengerti.


"Merekalah pokoknya.." Sahut Dodo lalu dengan cepat berdiri dan menggendong Cantik ala-ala bridal style.


"Eh.." Cantik tersentak kaget saat pria pemaksa itu mengangkat tubuhnya dan refleks melingkarkan tangan kirinya keleher Dodo.


Jantung Cantik seketika bertalu-talu tidak karuan, wajahnya dia tekuk kebawah karena tidak mampu menatap wajah Dodo yang begitu dekat dengannya.


Dodo tersenyum tipis melihat Cantik yang dia yakin sedang salah tingkah dan malu. Hatinya juga ikut berdebar dengan rasa bahagia karena bisa menggendong wanitanya malam ini.

__ADS_1


Cup..


Dodo mengecup sekilas pipi Cantik penuh cinta.


Blushh..


Cantik langsung merona merah mendapatkan serangan tiba-tiba dari lelaki yang kini sudah menjadi pacarnya.


"Kamu makin gemesin kalo lagi merah gini wajahnya Ca.." Kekeh Dodo, nafas Dodo terasa menggelitik indera pendengaran Cantik yang tepat berada di dekat bibirnya.


"Apasih.. Nggak sopan tau kamu main cium-cium aku Sam!," protes Cantik berusaha menutupi rasa malunya.


Dodo tertawa geli, "Biarin.. Namanya juga cinta. Kalo bisa aku pengen ciumin kamu setiap detik Ca," goda Dodo semakin tertawa melihat Cantik yang menatapnya tajam.


"Awas aja kamu berani macam-macam sama aku Sam, aku tendang kamu!," ancam Cantik.


"Aku nggak pernah macem-macem Ca, satu macam doang aku mah.."


"Ish.." Gerutu Cantik ikut tertawa bersama lelakinya. "Ini kita mau kemana sih sebenarnya Do?," tanya Cantik saat mereka sudah tiba diujung jembatan memasuki halaman resort.


Dodo diam tidak menjawab pertanyaan Cantik dan terus berjalan memasuki sebuah gedung bertingkat tiga yang menghadap langsung kepantai.


Masih dalam gendongan Dodo, Cantik membola sempurna melihat ada banyak orang yang tengah menunggu mereka disana. Bahkan Mama dan juga adiknya Tampan berdiri berdampingan dengan Viola sedang menatap dia dan Dodo yang tampak sangat mesra malam ini.


"Do, turunin aku. Ini kenapa banyak orang sih disini?," bisik Cantik dan mengedarkan pandangan matanya keseluruh penjuru ruangan yang sedang tersenyum geli melihat dia yang digendong Dodo.


Bukannya menurunkan Cantik, lelaki itu malah membawa kekasihnya ketengah ruangan dan mendudukkan Cantik dikursi dengan hati-hati.


Saat Cantik sudah duduk, semua yang ada disana langsung diam mendengarkan ucapan Dodo, "Terima kasih atas kehadiran keluarga, kerabat maupun teman kami yang sudah menyempatkan hadir dalam acara pertunangan kami malam ini.."


Cantik terkejut, jadi apa yang dikatakan Sam tadi saat mereka masih di jembatan benar? Sontak Cantik merasa tangannya mulai berkeringat dingin karena gugup dan tidak percaya dengan acara pertunangan mereka ini.


"Ada sedikit insiden kecil tadi saat kami akan kesini dari jembatan resort, jadi kami terlambat untuk bisa tiba disini. Hari ini aku dan Cantik sudah resmi menjadi pasangan kekasih, dan hari ini juga aku akan secara resmi ingin mengumumkan kalau kami akan bertunangan," ujar Dodo sambil melirik Cantik yang duduk disampingnya dan sedang menatap dia bingung.


Dodo pun lalu berlutut di depan Cantik dan menggenggam tangan kirinya penuh keyakinan, "Ca.. Aku udah ngomong tadikan kalo aku beneran serius sama kamu. Aku pengen sebenarnya kita bisa langsung nikah tapi karena kamu bilang itu semua terlalu cepat untuk kita, jadi malam ini di depan semua orang yang hadir aku ingin memproklamirkan hubungan kita yang sudah setingkat diatas lebih dari kata pacaran," ujar Dodo menatap dalam manik mata cokelat tua wanitanya dan mengeluarkan sebuah cincin bermata berlian kecil dari saku celana.


"Will you want to be my fiance Cantika Hidayat?." (Maukah kamu menjadi tunangan aku Cantika Hidayat?).


Cantik diam masih mencoba mencerna apa yang baru saja diucapkan Dodo didepan semua orang, dia tidak menyangka kalau Dodo bahkan sudah berencana akan bertunangan dengannya malam ini, disaat mereka baru saja meresmikan hubungan keduanya.


Ini seperti mimpi, Dodo yang pemaksa dan selalu seenaknya sendiri ternyata bisa bersikap begitu berani ingin menjadikan Cantik sebagai tunangannya. Bahkan mungkin akan menjadi istrinya dalam waktu dekat jika saja Cantik tidak menolaknya tadi.

__ADS_1


Cantik mengalihkan pandangannya menatap Tanta Mar yang berdiri tidak jauh dari mereka. Seakan meminta jawaban dan izin, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik diusianya itu mengangguk membalas tatapan anak perempuannya yang malam ini tampak sangat berbeda.


Tanta Mar selalu berdoa agar anak-anaknya bisa hidup bahagia menjalani kehidupan mereka di dunia ini seperti dia dan suaminya dulu, meski harus terhalang restu dari mertuanya.


Dengan mata yang berkaca-kaca penuh haru, Cantik tersenyum dan kembali menatap Dodo yang masih setia berlutut di depannya.


"Kamu yakin mau tunangan sama aku Sam? Aku ini galak dan jutek kan kata kamu waktu itu, gimana nanti kalau.."


"Yakin banget Ca, aku kan udah jadi pawang kamu sekarang.." Potong Dodo cepat yang disambut tawa dari semua yang ada disana. "Gimana dong Ca, apa jawaban kamu? Kaki aku udah kram banget ini.." Sambungnya lagi.


"Belum juga lima menit kamu berlutut Sam," sahut Cantik sengaja berlama-lama memberikan jawaban karena kesal dengan acara tunangan tiba-tiba yang dibuat olehnya.


"Trus apa dong jawaban kamu Ca? Semua yang ada disini nungguin ini.." Tanya Dodo lagi tidak sabaran.


Papa Marlon dan Mama Cici geleng-geleng kepala melihat anak tunggal mereka yang kebelet ingin tunangan dengan wanita pilihannya.


"Iya aku mau.." Jawab Cantik juga akhirnya.


"Yess.." Dodo bersuara kegirangan dan memakaikan cincin yang dia beli dengan uangnya sendiri ke jari tangan kiri Cantik.


Dia lalu menangkup wajah Cantik dan mencumbunya penuh cinta. Semua yang melihat kelakuan lelaki yang tengah dilanda kebahagiaan yang melimpah itu, langsung riuh bertepuk tangan.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆...


Tunangan juga akhirnya mereka..


Selamat yah pasangan Dodo dan Cantik..

__ADS_1


Yang mau kasih hadiah untuk mereka,, dipersilahkan.. 😁🤗


Terima kasih 🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2