Ojek Cantik

Ojek Cantik
Jago Gombal


__ADS_3

Vote dan Like mu jangan lupa yahh 😁


**************


"Ca.."


"Iya?."


"Aku kangen.." Lirih Dodo.


".........."


"Kok diem?."


"Trus aku harus ngomong apa?."


"Emang kamu gak kangen sama aku?," tanya Dodo di seberang sana. Mereka sedang asik bertelepon manja malam ini.


Cantik masih diam. "Kita udah tiga hari loh gak ketemu, masa kamu nggak ada kangen-kangennya sama aku sih Ca?."


"Nggak tahu Sam.." Jawab Cantik ragu-ragu


"Kok nggak tahu sih.. Kamu cukup bilang, iya Sam aku juga kangen banget sama kamu. Cepet balik yahh."


"Nah itu kamu tahu.." Balas Cantik tertawa kecil.


"Ya tapikan aku pengen denger kalimat itu keluar dari mulut kamu Ca.."


"Sama aja Sam, mau aku ngomong ato enggak toh kamu juga udah tahu apa yang aku rasain."


"Ya ampun Ca, susah banget sih tinggal bilang kangen aja," gemas Dodo pengen cubitin pipi tirus Cantik saat ini.


Cantik tertawa geli mendengar Sam yang uring-uringan hanya karena dia tidak mau mengakui, kalau dia juga sangat rindu dengan pria yang sedang menelponnya ini.


"Dua hari lagi pekerjaan aku disini selesai Ca, kamu mau aku bawa oleh-oleh apa?."


"Nggak usah, nggak perlu. Aku nggak butuh itu.." Jawab Cantik.


"Trus, kamu butuhnya apa?," tanya Dodo.


"Aku cuma butuh kamu cepet balik," jawab Cantik jujur.


Dodo seketika melayang melambung tinggi ke angkasa dengan hati membuncah bahagia. Wanitanya memang semakin pintar berkata-kata manis sejak dia tinggal ke Jakarta.


"Kamu udah makin jago yah sekarang.." sahut Dodo malu-malu suka.


"Jago apanya?."


"Jago gombal."


"Tapi sukakan?," kekeh Cantik membalas ucapan Dodo tempo hari.


"Iya, aku suka Ca. Nggak ada orang yang nggak suka di gombalin," jawab Dodo ikut tertawa geli di seberang sana.


"Yaudah, ini udah malem Sam. Aku ngantuk banget, aku tutup dulu yah."


"Eh, kok udah ngantuk aja sih Ca. Baru juga kamu gombalin aku, masa udah mau pergi aja sih," protes Dodo tidak rela jika harus menutup panggilan telepon itu.


"Disini udah jam sepuluh Sam, besok pagi kan bisa sambung lagi kalo kamu masih kangen," jawab Cantik apa adanya.


"Iya, aku seneng deh sekarang kamu lebih ekspresif ngomong sama aku Ca. Aku harap kamu udah punya jawabannya pas aku balik ke Manado," ujar Dodo penuh harap.


".........."


"Kok diem lagi sih Ca?."


"Aku udah ngantuk banget ini Sam, besok lagi aja yah.." Sahut Cantik beralasan. Dia belum mau memastikan apa-apa, namun begitu menikmati setiap kebersamaan mereka walau hanya ditelepon.


"Yaudah, besok pagi aku telpon lagi yah Ca. Sekalian pengen liat wajah kamu juga, mimpi indah Cantik ku.."


"Iya, kamu juga Sam."


"I miss you.."


"Miss you too Sam.." Balas Cantik dengan wajah yang sudah merona merah. Dia pun langsung mengakhiri panggilan telepon itu karena terlalu malu dengan ucapannya sendiri.


"Cantik, Cantik.. Awas aja kalo gue balik elo masih gengsi lagi yah sama gue", ujar Dodo sambil memandangi ponsel berlambang buah miliknya dimana wallpaper nya adalah foto Cantik sedang tersenyum manis.

__ADS_1


Iya, foto ini dia ambil diam-diam saat mereka jalan-jalan ke Taman Wisata Pelangi tempo hari.


Lelaki itu makin tidak sabar untuk segera bertemu dengan Cantik, pekerjaannya disini tinggal sedikit lagi. Dan Dodo berharap tidak sampai seminggu, dia sudah bisa kembali ke Manado kota kelahiran kekasih hatinya.


Asik memandangi foto Cantik di layar ponsel, tiba-tiba nama Roman sahabatnya memanggil.


Hadeh.. ngapain sih nih orang ganggu aja malem-malem kayak gini, gerutu Dodo kesal karena acara pandang memandang foto wanitanya terganggu.


"Halo!," angkat Dodo setengah membentak.


"Buset dah nih orang, galak bener sih elo Sam! Dah kayak cewek datang bulan aja elo," sahut Roman diseberang sana.


"Bodo! Ngapain lo telpon gue malem-malem gini? Ganggu orang aja lo!."


"Emang lo lagi ngapain sih? lagi nonton film esek-esek yah?," goda Roman.


"Pala Lo! Lo pikir gue sama kayak elo. Ngapain sih? Aku lagi sibuk ini."


"Sibuk apaan sih Sam, alesan aja kamu tuh!."


"Trus kenapa elo nelpon gue?," tanya Dodo pada akhirnya.


"Mau ngajak Lo nongkilah, mau ngapain lagi. Kesini yah Sam, aku tunggu di Cafe langganan kita."


Dodo berdecak dan melirik jam diatas meja nakas dalam kamarnya, semenjak tiba di Jakarta dia memang terlalu fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya hingga tidak sadar kalau dia juga harus bersosialisasi dengan sahabatnya ini.


Roman pasti akan mencak-mencak padanya kalau dia menolak ajakan lelaki itu untuk bertemu.


"Yaudah, gue kesana!," jawab Dodo dan mengakhiri panggilan itu secara sepihak.


Perjalanan dari rumah menuju cafe langganan tempat dia dan Roman biasa menghabiskan waktu, hanya sekitar 20 menit saja jika tidak sedang macet.


"Mau kemana kamu Do?," tanya Mama Cici pada anak semata wayangnya.


"Mau keluar bentar ma, ketemu Roman di cafe biasa."


"Ish, udah malam loh ini. Nggak bisa besok aja kamu tuh perginya!," tegur Mama Cici.


"Nggak lama kok Ma, paling sejam doang aku disana. Aku pergi yah ma," pamit Dodo mencium dahi mamanya.


"Hati-hati bawa mobilnya.."


Dodo menuju jalan jenderal Sudirman Kav. 52-53 tepatnya di kawasan Fairground SCBD Lot 14 dimana Cafe Blumchen Coffee berada. Cafe ini menjadi tempat langganan dia dan Roman selama ini.


Dari namanya saja bisa langsung ditebak kalau menu spesial yang disajikan disana adalah kopi.


Iya, Dodo dan Roman adalah penikmat kopi. Dibanding meneguk alkohol atau minuman-minuman mahal membabukkan lainnya, kedua sahabat itu lebih menggilai minuman berwarna hitam pekat dengan aroma khas dan rasa pahit yang pas di lidah mereka.


Di cafe ini kualitas kopi mereka adalah yang terbaik menurut Dodo dan juga Roman, karena mereka memilih biji terbaik yang di datangkan langsung dari Sumatera.


Selain itu di cafe ini juga semua kopi signature blend maupun single origin disangrai dalam porsi kecil, untuk menghasilkan rasa terbaik dengan tidak mengurangi kesegaran kopinya sendiri. Itulah yang membedakan cafe ini dengan cafe yang lain menurut kedua lelaki itu.


Dodo tiba dan mulai mencari-cari dimana sahabatnya Roman duduk, kondisi cafe yang mulai sepi bisa memudahkan lelaki itu mencarinya.



Ternyata Roman sedang duduk di meja yang berhadapan dengan jendela kaca dan membelakangi dia, Dodo lalu berjalan mendekatinya



"Dah lama Lo?," tanya Dodo yang membuat Roman berjengkit karena kaget.


"Demen banget Lo ngagetin orang b*angke!."


Dodo berdecak, " Lo aja yang kebanyakan mengkhayal."


Dodo duduk di samping sahabatnya Roman dan memanggil waiters (pelayan) untuk memesan kopi seperti biasa.


"Ngapain aja Lo di Manado? Udah betah yah disana sampe nggak ingat pulang?," goda Roman.


"Namanya juga ngurusin bisnis Man."


"Bisnis apaan? Cewek?." Dodo diam tersenyum penuh arti, "Bener berarti dugaan gue! Siapa namanya? Cantik nggak orangnya?," tanya Roman antusias.


"Cantik."


"Wow, trus namanya siapa?."

__ADS_1


"Cantik."


"Iya, iya gue tahu semua cewek yang Lo taksir pasti cantik-cantik jadi namanya siapa?," tanya Roman lagi.


"Cantik. Namanya Cantik pe*ang!," jawab Dodo kesal.


"Oh, namanya Cantik.." sahut Roman manggut-manggut mengerti. "Penasaran gue gimana orangnya."


"Ngapain lo penasaran segala," bentak Dodo.


"Ya ampun posesif banget sih yang lagi jatuh cinta," kekeh Roman. "Makin penasaran gue sama tuh cewek!."


Dodo hanya tersenyum tipis dan meneguk kopi hitam yang baru saja diantarkan pelayan ke meja mereka.


"Dia kerja apa masih kuliah?," tanya Roman lagi yang masih penasaran dengan sosok wanita baru di kehidupan sahabatnya ini.


"Kerja."


"Kerja dimana?."


"Ngojek," jawab Dodo jujur.


"Hah? Serius Lo?." Dodo mengangguk. "Ya ampun Sam, udah turun level Lo?."


"Level apaan sih maksud Lo Man, jangan menghina cewek gue yah!," sentak Dodo tidak suka.


"Eh.. Bukan gitu Sam, maksud gue.."


"Udahlah nggak usah tanya-tanya cewek gue lagi, yang pasti dia beda dengan semua cewek yang gue kenal! Dan lain kali mulut Lo dijaga," sahut Dodo memotong ucapan Roman.


"Iya, maaf. Gue cuma kaget aja tadi, gue pikir Lo becanda," ucap Roman tidak enak. "Tapi beneran dia tukang ojek Sam?," tanyanya memastikan.


Dodo mengangguk dan menceritakan wanita bernama Cantik Hidayat yang tak sengaja dikenalnya karena tabrakan waktu itu pada Roman.


Bersahabat lama dengan Roman membuat keduanya mengenal luar dan dalam satu sama lain, mereka juga terbiasa saling sharing (berbagi) dalam semua hal termasuk untuk urusan asmara.


Asik bercerita tentang calon pacar barunya, kedua lelaki dengan tinggi postur tubuh yang hampir sama ini dikagetkan dengan kedatangan seseorang yang beberapa Minggu lalu terus-terusan mengganggu Dodo.


"Hai Sam.." Sapanya lembut.


"Eh, Alice.." Sahut Roman terkejut. "Lo disini juga?," tanyanya mencoba mencairkan suasana yang mendadak terasa dingin. Roman tahu kalau Dodo tidak suka melihat mantan pacarnya ada disini.


"Iya," jawab Alice menatap dalam lelaki yang tidak mau membalas sapaannya tadi. "Kemana aja sih kamu Sam?," tanyanya lalu duduk di samping Dodo.


Dodo yang merasa terganggu dengan kehadiran Alice, beranjak dari sana meninggalkan sahabat dan mantan pacar yang dianggapnya tidak tahu malu tanpa berkata apapun.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆∆...


Aduh, aduh..


Ada tamu yang tak diundang ternyata..


Tunggu kelanjutannya kayak gimana yahh 🤭


**********


Btw Cafe diatas emang ada yah tempatnya hehehe


Yang mau kesana dipersilahkan 🤭


***********


Jangan lupa jejak cinta kalian guys

__ADS_1


Terima kasih 🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2