
Tombol Like kalian sangat berpengaruh penting untuk kelangsungan cerita ini...
*************
Jam tujuh Pagi Dodo sudah siap-siap untuk menemui Cantik hari ini. Rencananya dia ingin mengajak wanita yang telah berhasil membuatnya galau seharian kemarin, karena tidak bisa bertemu dengannya tanpa alasan yang jelas.
Memakai celana kulot bergaris cokelat muda dan kaos oblong merek ternama, Dodo turun dari kamarnya sambil bersiul melantunkan lagu Cantik dari Kahitna.
"Udah rapi aja kamu masih pagi Do.. Mau kemana?", tanya opa yang pagi ini sudah bangun untuk jogging di depan rumah bersama istrinya.
"Mau ke Tomohon opa.. Tapi aku mau kerumah temen dulu bentar."
"Ngapain ke Tomohon?."
"Jalan-jalan, katanya ada tempat yang bagus disana. Kemarin aku liat dari Fanpage Sulawesi Utara Community ada taman yang bagus penuh bunga dengan background gunung Lokon. Aku pengen kesana sambil ngirup udara segarnya", terang Dodo pada Opanya.
"Oh.. taman itu. Namanya kalo nggak salah Taman Wisata Pelangi (bukan iklan) Do, tempatnya emang bagus. Opa sama Eyang udah kesana Minggu lalu."
"Iya.. itu namanya, inget aja Opa. Yaudah aku pergi dulu yah, macet lagi nanti. Inikan weekend, tolong pamitin sama eyang yah opa.. Bye", ucap Dodo dan berlalu dari sana menaiki mobil sport keluaran terbaru miliknya.
"Dodo kemana pagi-pagi begini Pa..?", tanya eyang yang baru saja keluar dari kamar mereka setelah mengganti baju olahraga.
"Mau jalan-jalan katanya ke Tomohon."
"Sama siapa? Tumben tu anak suka jalan-jalan datang kesini, biasanya paling males kalo di ajak sama kita.."
Opa hanya mengangkat kedua bahunya tanda kalau dia juga tidak tahu kenapa Dodo, cucu bungsu laki-laki mereka ingin jalan-jalan hari ini menjelajahi tempat wisata yang sedang terkenal di kota mereka.
Dodo membawa mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalan kota Manado yang masih pagi saja sudah mulai macet di beberapa tempat.
Hari ini adalah hari Sabtu, waktu yang pas untuk mengajak Cantik jalan-jalan sekalian kencan juga pikir Dodo. Semoga saja wanita dengan senyum manisnya itu, mau diajak keluar olehnya nanti.
Sekalian ingin melepas kangen karena tidak bisa bertemu seharian dengan Cantik kemarin.
Setibanya Dodo di depan pintu pagar besi yang jika di dorong bisa membangunkan orang sekampung, lelaki itu melihat sosok wanita yang sangat dia rindukan.
Cantik sedang duduk di teras rumah mereka sambil memainkan ponsel di tangan kirinya. Wanita itu masih memakai daster bermotif bunga besar berwarna merah muda, dan rambut yang dicepol tinggi ke atas.
Kedua kaki jenjangnya dia angkat ke atas sebuah kursi kecil di dekatnya, dengan kaki kiri berada di atas kaki kanan. Sepertinya wanita ku ini sangat suka memakai daster gumam Dodo dalam hati.
Tiiit...
__ADS_1
Dodo membunyikan klakson mobilnya bermaksud untuk memberitahukan kalau dia sedang berada di depan pintu pagar berkarat itu.
Cantik yang sedang serius menatap layar ponsel di tangannya tidak menyadari kalau Dodo sudah mendorong pintu pagar rumah mereka, dan berjalan masuk mendekati dirinya.
"Pagi Ca..."
"Ee tai..!", ujar Cantik spontan karena terkejut mendengar suara bariton seorang lelaki yang sedang tersenyum geli menatapnya.
"Ish.. Ngapain sih kamu Sam, datang-datang bikin orang kaget aja!."
Hampir saja ponselnya jatuh ke lantai saking kagetnya dia.
Dodo tertawa, "Kamunya aja yang nggak denger, aku udah bunyiin klakson mobil dan mendorong pagar berisik punya kalian juga. Serius banget sih kamu, lagi liatin apaan emangnya?."
Dodo langsung duduk di kursi samping Cantik, dan ikut nimbrung menatap layar ponsel wanita itu yang masih menyala.
Cantik yang merasa risih dengan kedatangan Dodo yang tiba-tiba, berdiri dari tempat duduknya dan pindah ke kursi yang agak jauh dari tempatnya tadi.
"Loh.. Kok pindah sih Ca? Aku kan juga pengen liat apa yang sedang kamu liatin di ponsel kamu."
"Nggak perlu! Nggak penting juga buat kamu. Mau ngapain sih, pagi-pagi udah disini aja kamu. Nggak ada kerjaan lain yah kamu selain gangguin aku sepagi ini", sarkas Cantik.
Dodo yang sudah terbiasa dengan kegalakan wanita bernama Cantik dengan pesonanya sendiri ini, hanya tersenyum dan menyandarkan dirinya di sandaran kursi dengan nyaman.
Cantik berdecak, "Aku sibuk, nggak punya waktu untuk hal kayak gitu. Mending kamu pergi sendiri aja atau pergi sama temen kamu yang lain."
"Sibuk apa sih kamu Ca, pagi ini aja kamu cuma duduk di depan rumah sambil main ponsel doang. Lagipula aku udah bilang kan kalo aku nggak punya temen disini, cuma kamu temen aku Ca.. Mau yah, temenin aku hari ini", pinta Dodo.
"Pigi Jo Ka.." (Pergi aja ka..). Suara Tampan yang muncul di pintu masuk rumah, ikut menimpali keduanya.
"Daripada ngana cuma ba diang dirumah nintau ba apa, Lebe Bae Iko Jo ba jalang deng Ka Sam. Kemarin kasi bilang so pastiu dirumah, ini serta Ka Sam pangge ba jalang mo pura-pura le.." (Daripada kamu cuma diem dirumah nggak tau mo ngapain, mending ikut aja sama Ka Sam. Kemarin katanya udah bosen dirumah, sekarang diajak sama Ka Sam pura-pura nggak mau..), ucap Tampan polos yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang kakak.
Dodo yang mendengar ucapan Tampan tersenyum puas menatap Cantik, bak mendapatkan pembelaan lelaki itu merasa sedang berada diatas angin saat ini.
Tampan bagai dewa penyelamat Dodo yang diutus untuk membantunya mendekati wanita yang sedang duduk manis menatap bergantian dirinya dan juga adiknya kesal.
"Ayolah Ca, bener kata Utu tuh.. Daripada kamu cuma diem dirumah nggak tahu mo ngapain mending ikut aku aja", pinta Dodo lagi penuh harap.
"Kalian berdua udah kompak yah sekarang, sama-sama jadi tukang pemaksa!", bentak Cantik dan berdiri meninggalkan keduanya masuk kedalam rumah.
Tampan hanya tertawa geli melihat kakak perempuannya yang merasa tersudut karena tidak bisa menolak permintaan Dodo yang ingin mengajaknya pergi.
__ADS_1
Tidak mungkin juga Cantik menolak, ucapan Tampan tadi yang berkata kalau dia sudah bosan dirumah terus selama hampir seminggu ini, dan tidak bisa melakukan apa-apa memang benar.
Baru saja tadi malam dia mengeluh pada adik dan Mamanya tentang itu. Tapi pagi ini Dodo malah datang kerumah mereka dan mengajaknya pergi ke suatu tempat yang tidak sempat Cantik tanyakan tadi.
"Eh.. Ca, gimana?", tanya Dodo yang bingung karena tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari wanita incarannya itu.
"Udah, Ka Sam tenang aja. Kakak aku bakalan pergi sama kamu, tunggu aja bentar", ucap Tampan memberi penjelasan pada Dodo yang galau, takut ajakannya ditolak lagi oleh Cantik.
"Kamu yakin Tu?."
"Yakin banget Ka Sam.. Tenang aja. Paling lama setengah jam dia udah selesai siap-siap. Aku bikinin minum yah, eh atau sarapan aja mau? Kamu pasti belum sarapan jugakan. Kebetulan aku baru selesai bikin nasi goreng didalam, mau nggak sarapan bareng aku aja sekalian?", ajak Tampan.
"Kamu tahu masak juga Tu?", tanya Dodo tidak percaya pasalnya dia saja yang laki-laki hanya tahu masak air sama mie instan doang.
"Tau, tapi yang standard aja Ka Sam. Biar nanti kalo nikah nggak susah kalo istri nggak bisa masak, atau lagi ngidam pengen makan sesuatu", ucap Tampan jujur.
Salah satu impiannya jika menikah nanti dengan wanita yang dicintainya, lelaki itu bisa memasakkan makanan untuk istrinya sendiri sebagai salah satu bentuk rasa cinta untuk wanita pendampingnya seumur hidup.
"Yaudah yuk, aku udah laper soalnya.." Sambung Tampan dan berjalan masuk kedalam rumah sederhana mereka.
Kedua kakak beradik ini emang berbeda dengan yang lain, gumam Dodo terkagum-kagum dalam hati dan mengikuti Tampan masuk kedalam rumah mereka.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆...
Udah nggak bisa nolak deh tu Cantik kalo udah di geprekin sama dua orang laki-laki itu.. 🤭
**********
Jejak-jejak cinta kalian jangan lupa tinggalin disini yahh kesayangan author semua..
__ADS_1
Terima kasih 🌹🌹🌹🌹🌹