Ojek Cantik

Ojek Cantik
Maafkan Saya


__ADS_3

"Astaga Tam...!" teriak Viola mendekati kekasihnya. "I-ini kok berdarah gini Tam? Kamu kenapa?" tanyanya histeris.


"Aku nggak apa-apa sayang, tadi cuma kena senjata tajam aja dari begal."


"Nggak apa-apa gimana sih maksud kamu Tam ... ini udah berdarah banyak gini!" sahut Viola mulai menangis. "Tolong Pak ... disini ada yang terluka!" teriaknya memanggil seorang petugas kepolisian yang baru tiba bersama dia.


Viola langsung menghubungi polisi saat Tampan menutup telepon mereka secara sepihak.


Rasa khawatir dan takut terjadi apa-apa pada Tampan, membuat Viola memutuskan menyusul ketempat kejadian dimana ternyata yang menjadi korban perampokan dan pemalakan adalah ayah kandungnya sendiri.


Seorang petugas kepolisian mendekati dua pasangan kekasih itu dan meminta untuk segera kerumah sakit bersama satu orang anggotanya.


Mereka akan menanyai beberapa pertanyaan pada Tampan jika lelaki itu sudah selesai diobati nanti.


Dua begal yang berhasil dilumpuhkan oleh Tampan, dibekuk oleh pihak kepolisian dan dibawa menuju kantor polisi untuk ditindak lanjuti.


"Viola...!" teriak om Wellem yang akhirnya turun dari mobil.


Lelaki itu masih terguncang dengan empat begal yang ingin merampoknya. Mereka sengaja mengikuti om Wellem sejak dia keluar dari dalam bank dengan membawa sebuah tas berisi uang, dimana uang tersebut akan dia gunakan untuk membayar gaji karyawan lepas diperusahaan miliknya.


Om Wellem yang hari ini keluar tanpa seorang supir terkejut saat dua motor itu memaksanya untuk berhenti di pinggir jalan saat mereka memasuki kawasan yang sepi.


Lelaki paruh baya itu ketakutan dan tidak sempat menghubungi siapapun untuk meminta pertolongan.


Namun tiba-tiba satu orang begal berjalan kebelakang mobil dan mendekati seseorang yang tidak sempat dia kenali, karena seorang begal yang lain terus memukuli kaca jendela mobilnya.


Sekilas om Wellem hanya mendengar rintihan suara laki-laki yang kesakitan sebelum kaca jendelanya pecah.


Dia yang ketakutan dan kebingungan hanya mendengar bagaimana begal itu memintanya untuk mengeluarkan tas uang yang dia bawa tadi, dan mengancam akan membunuhnya jika tidak memberikan apa yang mereka minta.


Belum sempat merogoh tas uang dikursi samping, bunyi sirine mobil polisi membuat para begal itu sontak melarikan diri dari sana sebelum ditangkap.


Om Wellem yang masih syok dengan kejadian barusan, semakin terkejut melihat sosok lelaki muda yang dicintai anak perempuannya sedang berdiri dengan tangan bersimbah darah disamping pintu mobil dia.


"Mau kemana?" tanya om Wellem yang berjalan mendekati anaknya dan Tampan.


"Kerumah sakit Yah ... Ayah nggak liat ini Tampan udah berdarah kayak gini. Ayah nggak apa-apa, kan?" om Wellem menggeleng. "Yaudah aku mau kerumah sakit dulu nganterin Tampan!"


"Tunggu!" cegat om Wellem saat mereka akan masuk kedalam mobil polisi.

__ADS_1


"Apalagi sih Yah?" kesal Viola dan berbalik menatap ayahnya.


"Ayah ikut!"


"Hah?"


"Ayah ikut! Sana cepet naik, kasian itu pacar kamu!" sentak om Wellem pada Viola karena kaget dengan ucapannya.


Sekilas Viola dan Tampan saling bertatapan penuh arti satu sama lain. Om Wellem pun ikut masuk kedalam mobil polisi dan duduk dikursi depan samping kemudi.


Darah yang semakin banyak menetes keluar dari luka bekas sambitan di lengan Tampan membuat Viola semakin khawatir dan kembali menangis, dia takut terjadi apa-apa pada lelaki yang dia cintai ini.


"Udah jangan nangis lagi sayang ... aku nggak apa-apa, beneran deh!" ujar Tampan mencoba menenangkan hati kekasihnya.


Beberapa kali Tampan mengusap pipi Viola untuk menghapus airmata yang tidak mau berhenti keluar sejak tadi.


Om Wellem melihat bagaimana sikap seorang Tampan yang meskipun sedang terluka karena menolongnya, masih bisa berusaha bersikap biasa demi untuk membuat hati anaknya tenang.


Ada rasa sesal dan malu dihati om Wellem mengingat perlakuan kasarnya pada lelaki yang memang tulus mencintai anak tunggalnya ini.


Tiba dirumah sakit, Tampan langsung dibawa keruang UGD untuk mendapatkan penanganan, Luka sambitan di lengannya harus mendapatkan dua belas jahitan karena robek yang cukup besar.


"Tampan gimana Vi?" tanya tanta Mar yang baru sampai disana sendirian tanpa keluarganya seorangpun.


"Nggak apa-apa Tante, cuma ... lengannya harus dijahit kata dokter tadi."


"Ya ampun, kenapa bisa kayak gitu Vi? Emang Tampan kenapa? Apa yang terjadi padanya?" tanya tanta Mar lagi dengan raut wajah penuh kekhawatiran.


"Dia nolong saya tadi Bu...," timpal om Wellem.


"Apa?"


"Iya, dia nolong saya tadi saat saya mau dirampok sama kawanan begal motor dijalan. Kami nggak sengaja bertemu, dan dia nolongin saya sampe terluka seperti itu. Tolong maafkan saya...," sahut om Wellem bersungguh-sungguh.


Lelaki itu bahkan sedikit menunduk untuk meminta maaf pada Tanta Mar, keluarga yang sempat dia hina dulu.


Tanta Mar menghembuskan nafas panjang untuk menetralisir degup jantungnya yang masih berdetak tidak karuan saat mendapatkan telepon dari Viola tentang keadaan anak laki-lakinya tadi.


Sumpah demi apapun, ini pertama kalinya Tampan terluka hingga sampai harus dibawa kerumah sakit dan membuat tanta Mar begitu khawatir dengan kondisi Tampan.

__ADS_1


"Sudahlah, tidak perlu meminta maaf Pak. Ini musibah namanya, nggak ada orang yang bisa memprediksikan sesuatu hal seperti ini. Yang terpenting adalah, Tampan dan Bapak baik-baik saja sekarang...," ujar tanta Mar bijak.


Bagi dia tidak penting untuk menyalahkan siapa-siapa untuk masalah ini, karena tidak ada satu orangpun yang mau terkena musibah seperti yang dialami om Wellem.


Mendengar ucapan tanta Mar membuat hati ayah Viola itu berdenyut, astaga ... inikah keluarga yang dulu sering aku hina dan sering aku katakan tidak pantas untuk bersanding dengan keluargaku?


Lelaki itu akhirnya sadar bahwa status seseorang tidaklah penting dibanding dengan ketulusan dan kebaikan hati seseorang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆∆...


Guys ...


Karya author yang ketiga ini sudah mulai memasuki bab - bab terakhir yahh..


Sesuai janji author,, giveaway kali ini akan author nilai dari Ranking Umum...


Untuk Satu orang teratas akan mendapatkan pulsa 50 ribu rupiah,, dan Dua orang berikutnya akan mendapatkan pulsa 25 ribu rupiah...

__ADS_1


Jadi, silahkan tinggalkan jejak yang banyak sampai bab terakhir nanti...


Terima kasih 🌹🌹🌹🌹


__ADS_2