
"Apa? Kamu mau pindah ke Jakarta Tam?"
"Iya Sayang ... setelah urusan kepindahan aku selesai dikampus, kami akan langsung kesana bersama oma aku."
"Ya ampun, aku seneng banget Tam. Akhirnya kita bisa deketan lagi kayak dulu ... jadi nggak sabar mau ketemu kamu ih," manja Viola menatap layar pipih di depan dia dimana wajah Tampan sedang tersenyum padanya.
Mereka sedang melakukan panggilan video sembari menikmati hari yang sebentar lagi akan memasuki petang.
"Iya Sayang, aku juga udah nggak sabar pengen ketemu kamu. Doain yah biar semua berjalan lancar disini...."
"Pasti, aku selalu doain kamu dari sini Tam. Cium dulu dong," kekeh Viola menggoda pacarnya.
"Sini, deket sini Sayang...," goda Tampan balik dan mendekatkan layar ponselnya ke dekat bibir.
"Mmmuuuuaaaahhhhh ... panjang, kan?" tanyanya setelah menjauhkan ponsel murah miliknya.
Viola terkekeh geli diujung telepon sana dengan hati yang tengah bergejolak menahan kerinduan untuk lelakinya ini.
"Iya panjang, aku suka kalo kamu cium aku kayak begitu Tam. Jadi makin nggak sabar pengen nyium kamu beneran deh...."
"Iya, aku juga. Oh yah Sayang, nanti jam tujuh aku mau pergi sama Toar dan Debo yah," sahut Tampan meminta izin pada wanitanya.
"Mau kemana?"
"Biasalah nongki-nongki Sayang, Toar kan baru dateng kemarin. Dia ngajak kita reuni bareng di cafe langganan dulu tempat biasa kami sering nongkrong disana."
Viola mengangguk mengerti. "Yaudah, kalo udah sampe kabarin aku yah Tam. Aku juga mau kenalan sama sahabat-sahabat kamu itu, kemarin kan nggak sempat kenalan sama Debo."
"Iya, nanti aku telpon kalo kita udah kumpul disana yah Sayang."
...******************...
"Mau kemana Tu?" tanya Dodo yang sedang duduk bersama Cantik di teras rumah mertuanya.
Mereka memutuskan untuk pergi ke Jakarta bersama adik dan mama serta oma mereka, setelah urusan semua disini selesai.
"Mau pergi bentar sama Debo dan sahabat aku satunya."
"Oh ... naik apa?"
"Motor Ka, apalagi...," jawab Tampan yang sudah siap dengan helm ditangan.
"Bawa mobil aku aja Tu, kamu tau bawa mobilkan?"
"Hah? Emang boleh?" tanya Tampan malu-malu.
"Bolehlah, ada-ada aja kamu tuh. Nih kuncinya." Dodo memberikan kunci mobil miliknya dari saku celana.
__ADS_1
Tampan menerima kunci itu dengan hati senang karena malam ini dia tidak akan kedinginan di motor nanti jika pulang larut malam dari cafe.
"Pelan-pelan bawa mobilnya Tu," timpal Cantik yang duduk manis disamping Dodo.
"Iya Ka. Makasih yah udah dipinjemin mobilnya...." sahut Tampan sambil menggoyang-goyangkan kunci ditangan.
Tampan pun keluar menuju mobil yang terparkir didepan pintu pagar berkarat rumah mereka dan masuk kedalam, lalu mulai menyalakan mesin sambil bersiul-siul bahagia.
Tiba dicafe langganan tempat dia berjanji temu dengan dua sahabatnya. Tampan disambut oleh seorang waiters yang bekerja disana sejak mereka masih duduk di bangku sekolah menengah keatas.
"Woi Bro...!" sapanya.
"Woi ... apa kabar?" sapa Tampan kembali sambil menautkan tangan antar lelaki.
"Bae ... baru dapa Lia lagi ngoni noh." (Baik ... baru keliatan lagi kalian)
Tampan tertawa. "Iyo ... baru da waktu ba kumpul sama-sama ulang, so sibuk toh samua." (Iya ... baru punya waktu buat kumpul lagi sama-sama, kan semua pada sibuk)
"Pantas, sana dorang so ba tunggu di dalam!" (Pantesan, merek udah nungguin kamu tuh di dalem), tunjuk waiters itu.
"Oh Iyo, kita kasana dulu ne." (Oh iya, aku kesana dulu yah), pamit Tampan dan berlalu meninggalkan waiters yang selalu ramah pada mereka jika datang ke cafe ini.
Toar dan Debo sudah lebih dulu tiba, terlihat dua orang yang tengah duduk berhadapan itu sedang berbicara serius satu sama lain hingga tiba-tiba Tampan mendengar sesuatu dari mulut Debo.
"Maaf To, tapi aku nggak cinta sama kamu ... aku cintanya sama Tampan."
"Tapi De, kamukan tahu kalo Tampan tuh dari dulu cuma nganggap kamu temen De. Dia bahkan sekarang udah punya pacar, kamu masih mau nyimpan perasaan sama dia sampe kapan? Aku selalu nungguin kamu dari dulu De. Kamu memang nggak bisa buka hati kamu buat aku?" sahut Toar kecewa karena ditolak oleh wanita yang juga dia cinta sejak mereka masih bersekolah dulu.
Iya, Toar sudah lama mencintai Debo. Dari awal pertemanan merekapun dia sudah menyimpan perasaan untuk wanita cantik dengan mata yang sedikit cipit itu.
Tapi saat dia tahu Debo malah mencintai Tampan sahabat mereka, Toar berusaha menerima karena tidak ingin merusak hubungan yang terjalin antara mereka bertiga.
Dan sekarang ketika dia tahu Tampan sudah memiliki kekasih, Toar memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Debo dan berharap kalau wanita ini sudah melupakan rasa cintanya untuk Tampan.
Namun, ternyata perasaan tidak semudah itu berganti dan dilupakan. Debo masih mencintai Tampan dan masih berharap cintanya bisa terbalaskan.
"Lagi ngomongin apaan sih?" sapa Tampan yang memutuskan untuk mendekati dua orang sahabatnya yang sedang terluka karena satu kata bernama 'cinta'.
"Eh, nggak ngomong apa-apa kok Tam. Duduk yuk," sahut Debo yang sengaja menggeser tubuhnya agar Tampan bisa duduk disisi dia.
"Nggak usah, aku nggak lama kok disini. Maaf yah, tapi tiba-tiba mama telpon dan suruh cepet balik katanya ada urusan penting."
"Kok cepet banget sih Tam, kita kan baru aja ketemu," timpal Toar dengan hati yang masih berkecamuk didalam sana.
"Nanti kita ketemu lagi sebelum kalian pada balik, aku nggak bisa lama-lama pokoknya disini. Kalian kan tahu gimana mama aku kalo udah ngomong nggak bisa dibantah!"
"Yaudah, tapi duduk dulu pesen minum gitu. Kamu kan juga baru nyampe masa langsung pergi gitu aja," sahut Debo yang tidak terima Tampan akan pergi lagi sementara dia masih ingin berlama-lama dengan lelaki yang dia cinta ini.
__ADS_1
"Nggak usah, aku nggak aus kok. Maaf yah, aku nggak bisa lama-lama ... oh iya, pacar aku titip salam sama kalian berdua. Padahal tadi dia mau ngobrol sama kalian, tapi nanti aja deh kalo gitu. Aku harus balik sekarang!"
Debo langsung terdiam mendengar Tampan yang berkata tentang pacar.
Toar menatap Debo dengan pandangan antara kasihan dan tidak tega melihat wanita yang dia cinta terluka karena perasaan yang tidak terbalaskan seperti dirinya.
"Kalo gitu aku pergi yah, maaf nggak bisa temenin kalian berdua malam ini. Nanti kita janjian lagi ketemuannya," pamit Tampan yang diangguki oleh dua orang dengan perasaan berbeda dihati itu.
Sebelum keluar dari cafe, Tampan merogoh ponselnya di saku celana dan mencari nama Toar untuk dia hubungi.
"Halo To, diem aja dan dengerin aku ngomong apa. Kalo kamu beneran cinta sama Debo, gunakan kesempatan kamu selama disini untuk ngejar cinta dia. Aku denger semua omongan kalian tadi, aku sengaja balik karena ingin ngasih kesempatan sama kamu dan Debo untuk bisa berduaan. Aku nggak bisa membalas perasaan Debo sampai kapanpun To, jadi tugas kamu adalah menyembuhkan luka dihatinya dan meyakinkan dia kalau kamu benar-benar mencintai dia dengan tulus. Kejar Debo sampai kamu berhasil mendapatkan hatinya. Aku yakin suatu saat Debo pasti akan membuka hatinya dan bisa menerima cinta kamu, semangat yah To ... aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan Debo!"
Tampan menutup panggilan telepon itu dan melihat Toar sedang tersenyum dibalik kaca jendela cafe.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆∆∆...
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak yang banyak untuk karya author ini yahh guys..
Akan ada Giveaway seperti janji author sebelumnya...
Untuk ketentuannya akan author umumkan nanti...
So,, stay tuned guys 🤗
__ADS_1