Ojek Cantik

Ojek Cantik
Pelukan Dodo


__ADS_3

Budayakan Like dulu sebelum membaca..


Maksa yah,,


Iyah,, Dodo yang nyuruh 🤭


**********


Keesokan harinya Cantik bangun dengan perasaan gundah gulana karena akan ditinggal pergi oleh Dodo siang nanti.


Iya, Dodo sengaja mengambil penerbangan siang agar paginya dia bisa bertemu dengan Cantik dulu dirumahnya, dan dari sana Dodo akan langsung pergi ke Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.


Tampan yang melihat ada yang aneh dengan kakak perempuannya pun bertanya.


"Kiapa Ka?," (Kenapa Ka?).


"Kiapa apanya?," (Kenapa apanya?).


"Itu, kiapa Kakak pe muka kong nda tre bagitu? Kiapa ada apa so?," (Itu, kenapa muka kakak dari tadi nggak ada bagus-bagusnya gitu? Lagi mikirin apaan sih?), tunjuk Tampan pada wajah Cantik.


"Nyanda pikir apa-apa. So minum obat ngana?," (Nggak mikir apa-apa. Udah minum obat kamu?), tanya Cantik mengalihkan pembicaraan.


Tidak mungkin juga dia mengatakan pada adiknya kalau dia sedang galau akan di tinggal Dodo selama seminggu, yang ada Tampan akan meledeknya dan berbicara yang tidak-tidak nanti.


Tampan tersenyum, sepertinya ada yang sedang disembunyikan oleh kakaknya ini pikirnya.


"Sudah. Eh Ka Sam mana? biasa jam segini udah dateng kesini?."


"Nggak tahu," jawab Cantik singkat.


Tiba-tiba terdengar pintu pagar mereka di dorong, bunyi khas pintu berkarat itu membuat semua orang tahu kalau ada yang datang kerumah mereka.


Cantik cepat-cepat berdiri dari sofa lusuh mereka dan mengintip dari balik gorden rumah untuk melihat siapa yang datang.


Sosok bertubuh tinggi memakai kacamata hitam dengan celana jeans dan kaos berwarna navy, terlihat masuk kedalam halaman rumah mereka.


Dari jauh Cantik begitu terkesima melihat penampilan sosok itu, jantungnya ikut menandakan kalau dia tengah berdebar menatap kedatangannya yang semakin mendekati rumah mereka.


"Siapa Ka?," tanya Tampan yang masih duduk di sofa sambil menonton acara yang disiarkan di TV ikan kembung.


"Sam.." jawab Cantik lalu membenarkan rambut dan baju dan celana pendek longgar yang dia pakai.


Entah kenapa dia jadi lebih memperhatikan penampilannya, semenjak lelaki itu mengungkapkan perasaannya.


Tampan tersenyum dan menggelengkan kepala, sepertinya kakaknya ini sedang jatuh cinta pikirnya.


Belum sempat mengetuk pintu, Cantik sudah berdiri di depan pintu rumah mereka dan menyambut kedatangan Dodo dengan senyum termanisnya.


"Hai Ca.. Seneng banget sih kamu, aku jadi males balik ke Jakarta kalo liat kamu senyum semanis ini," goda Dodo.


"Apaan sih kamu Sam, duduk dulu," pinta Cantik mempersilahkan lelaki yang tinggal beberapa jam lagi akan dilihatnya.


"Aku serius Ca, liat kamu pagi ini udah senyum-senyum kayak gitu aku jadi nggak rela buat tinggalin kamu. Mana seminggu lagi kita nggak bisa ketemu, aku takut aku nggak kuat nahan rasa kangen di hati aku buat kamu Ca."


Blushh..


Wajah Cantik langsung merona merah mendengar ucapan gombal ala-ala Dodo, jika bisa meminta dia pun tidak ingin lelaki di depannya ini pergi.


Tapi Cantik tidak mungkin melarangnya karena dia sadar kalau Dodo punya tanggung jawab pekerjaannya disana, dia tidak boleh egois hanya karena tidak mau berjauhan dengan lelaki ini.


Lagipula Cantik merasa dia belum punya hak sebesar itu untuk seenaknya melarang Dodo.


"Aku baru tahu kalo kamu bisa gombal juga Sam."


"Siapa yang gombal sih Ca, apa yang aku ngomong itu jujur dari hati aku yang paling dalam."

__ADS_1


Makin memerah lah wajah Cantik yang polos tanpa balutan make up itu. Mendadak hatinya terasa penuh berbunga-bunga indah dan serasa terbang melayang.


Dodo menikmati bagaimana Cantik yang tersipu malu karena ucapannya, dia juga ingin menatap wanitanya ini lama sebagai bekal untuk menutupi rasa kangennya karena tidak bisa bertemu nanti.


"Tiap hari aku akan video call sama kamu yah Ca, diangkat. Aku pengen liat wajah dan juga dengar suara kamu, tapi kalo kamu mau telpon duluan telpon aja. Aku pasti angkat," ucap Dodo mengambil tangan kiri Cantik dan mengusapnya lembut.


Cantik mengangguk. "Aku usahain untuk menyelesaikan pekerjaan aku secepatnya disana, mudah-mudahan nggak sampe seminggu aku bisa balik lagi kemari."


Cantik mengangguk lagi. "Kok diem aja sih Ca, kenapa? Aku juga pengen denger suara kamu sebelum pergi," protes Dodo menatap dalam wanitanya.


"Iya, kamu hati-hati yah disana. Aku bakal nunggu kamu disini," ujar Cantik kembali tersenyum manis.


"Ya ampun Ca, senyum kamu kok jadi makin manis gini sih. Meleleh hati Abang mu ini."


"Ciyeeee..." Suara tawa geli terdengar dari samping kedua pasangan yang sedang kasmaran. Tampan berdiri di depan pintu rumah dan sedang menatap Dodo juga kakaknya bergantian.


"Ciyee ciyee ciyee.." Goda Tampan lagi. "Udah jadian yah sekarang, selamat yah. Pantes daritadi muka kakak nggak enak banget diliat, ternyata mau ditinggal sama Ka Sam yah.."


Tampan sejak tadi mendengar pembicaraan mereka dari dalam, dia ikut bahagia jika kakaknya ini benar sudah menjalin kasih dengan Dodo.


Baginya Dodo adalah pria yang baik dan tulus pada keluarga mereka, meski berbeda strata sosial.


"Apa sih kamu Tu, masuk sana! Jangan bikin rusuh disini. Tuh, pacar kamu datang!," tunjuk Cantik pada seorang wanita yang memakai rok sebatas lutut dan kemeja tipis berwarna putih yang tengah berjalan menuju rumah mereka.


"Iya, aku suruh dia datang biar nggak jadi obat nyamuk disini," goda Tampan lagi pada kakaknya.


Cantik berdecak namun dalam hati malu juga saat diledek oleh adiknya sendiri.


"Selamat pagi Ka Cantik, Ka..." sapa Viola menggantungkan ucapannya karena tidak tahu nama pacar kakak Tampan itu.


"Sam.. Namanya Ka Sam, Vi.." ujar Tampan memberi tahu.


"Eh iya, selamat pagi Ka Sam."


"Eh, i.. iya Ka," ujar Viola terbata.


"Yaudah, kami masuk dulu yah Ka. Selamat pacaran," goda Tampan lagi yang sontak mendapatkan tatapan tajam dari Cantik.


Dodo tertawa geli melihat kedua kakak beradik yang bertingkah kekanakan namun selalu akur itu. Ah, coba saja kalau dia punya adik pasti akan se seru kedua orang ini pikirnya.


"Udah nggak usah kesel begitu, hari ini aku cuma mau liat senyum manis kamu sebelum aku berangkat nanti.." ujar Dodo setelah Tampan masuk bersama kekasihnya Viola ke dalam rumah.


"Apa sih.." balas Cantik malu-malu suka.


"Oh iya, kata opa besok Tampan harus ke kantor polisi untuk memberikan keterangan. Semua bukti sudah ada, tinggal menyempurnakan laporannya. Kalau semua sudah rampung kalian hanya perlu tunggu surat penangkapannya. Mudah-mudahan lusa nanti si pelaku sudah bisa ditahan sama polisi."


"Makasih banyak yah Sam, kalo nggak ada kamu meski kami sudah bikin laporan ke polisi pasti tidak akan secepat ini kasusnya di tangani."


Dodo tersenyum dan kembali mengusap lembut tangan Cantik yang sama sekali tidak


dia lepaskan, meski Tampan menggoda mereka tadi.


"Aku kan udah bilang, kalau ada yang berani mengganggu keluarga kalian berarti dia juga gangguin aku. Bagiku, keluarga kamu sama berarti dengan keluarga aku Ca. Karena aku cinta sama kamu, jadi sudah sepantasnya akupun mencintai keluarga kamu."


Cantik tersipu mendengar ucapan Dodo, berkali-kali lelaki di depannya ini menunjukkan rasanya yang tulus untuk dirinya, tapi Cantik masih butuh waktu agar benar-benar yakin dengan perasaannya dan memantapkan diri bisa bersanding dengan orang 'berada' macam Dodo.


"Aku berharap setelah aku kembali dari Jakarta, aku bisa mendapatkan jawaban untuk cinta aku buat kamu Ca," sambung Dodo lagi menatap dalam manik mata cokelat tua Cantik.


Cantik diam dan membalas tatapan mata hangat Dodo yang dia suka. Ingin sekali dia mengiyakan ucapan terakhir lelaki itu, tapi dia tidak ingin memberikan harapan apa-apa pada Dodo sebelum dia sendiri yakin dengan hatinya.


Meski setiap kali bersama Dodo jantungnya selalu berdebar-debar dan gugup, tapi bagi Cantik itu saja tidak akan cukup. Cinta memiliki arti yang lebih luas menurut dirinya secara pribadi. Dan mungkin setelah mereka berjauhan nanti, Cantik bisa mendapatkan jawaban untuk hatinya.


"Ca.."


"Iya?."

__ADS_1


"I love you.." Cantik tersipu lagi dengan wajah yang kembali merona merah.


"Boleh aku peluk kamu sebelum aku pergi?," tanya Dodo meminta izin.


"Ngapain harus peluk sih Sam?," ujar Cantik gugup.


"Ya masa aku harus cium kamu Ca, tapi kalo kamu mau aku dengan senang hati akan melakukannya."


"Ish, mau aku tendang kamu!," sentak Cantik.


Dodo tertawa puas, menggoda Cantik memang selalu menjadi hal yang dia suka. Wanitanya ini memang galak dan jutek hingga membuat dia kesemsem setengah mati.


"Kalo gitu peluk aja bisakan, daripada aku cium kamu. Gimana? Mau yah?," tanya Dodo lagi menaik turunkan alisnya yang hitam.


"Sikap pemaksa kamu tetep nggak berubah yah, aku pikir setelah kita dekat kayak sekarang kamu bisa berhenti bersikap seperti itu!," dengus Cantik kesal namun dalam hati gugup luar biasa karena diminta berpelukan oleh pria tampan di depannya.


"Biarin, kamu tuh orangnya emang harus dipaksa dulu baru suka. Jadi nanti kalo kita pacaran kamu harus terima kalo aku dikit-dikit kayak gini."


Cantik berdecak, "Terserah kamu lah."


"Jadi boleh berarti aku meluk kamu?," tanya Dodo penuh harap.


Lumayan lah dia bisa meluk Cantik dulu sebagai tambahan dosis pengobat rasa rindunya nanti di Jakarta.


"Nggak!."


"Yah, kok gitu sih.. Mau yah?."


"Nggak!."


"Yaudah.."


"Eh.." Cantik tersentak saat Dodo menarik tangannya dan memeluknya.


Bau parfum Dodo langsung menyeruak masuk ke indera penciuman Cantik, rasa gugup yang dia rasakan tadi berubah menjadi rasa nyaman dan hangat saat berada di pelukan lelaki ini.


"Jaga diri kamu selama aku nggak ada yah Ca, aku bakalan nunggu jawaban kamu. Sekalipun kamu nolak aku, aku tetap akan mengejar cinta kamu sampai kamu bosan dan akhirnya mau nerima cinta aku!", bisik Dodo lembut di telinga Cantik.


Cantik terdiam di pelukan Dodo menikmati dekapan lelaki itu, sepertinya dia akan rindu dengan wangi aroma lelaki ini pikirnya.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆...


Agak panjang yah guys,, 🤭


Sengaja,, karena Dodo pengen puas-puasin dulu bersama Cantik sebelum dia pergi katanya hehehe 😂


*********


Dukung terus pasangan ini yahh..


Yang punya hadiah bolehlah dibagi sama author hehehe 😁


Terima kasih 🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2