
Jangan lupa di klik tombol 👍
***********
Bunyi getaran ponsel diatas meja dekat ranjang Tampan terdengar beberapa kali, lelaki yang masih mengantuk karena tidur sudah pukul dua pagi tadi berdecak kesal karena seseorang menganggu tidur nyenyaknya.
"Halo!," angkat Tampan sedikit membentak tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
"Halo Tu.." Suara laki-laki terdengar dari seberang sana. "Aku ganggu yah Tu?," tanyanya.
Tampan mengernyit lalu menjauhkan ponsel dari telinga dan membaca nama penelpon ini, tertulis nama Ka Sam dilayar.
Tampan seketika membuka matanya lebar-lebar dan berdehem pelan, "Eh.. Maaf yah Ka Sam. Aku nggak tahu kalau Ka Sam yang nelpon," kekehnya. "Ada apa Ka telpon aku pagi-pagi begini?."
"Ini udah mau jam sembilan loh Tu," sahut Dodo menggelengkan kepala. "Pasti kamu begadang yah semalam?."
Tampan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum keki, "Hehehe.. Tau aja nih Ka Sam."
Dodo terdengar tertawa diujung telepon, "Kalo gitu kamu udah harus bangun sekarang. Soalnya aku mau minta tolong sama kamu Tu."
"Minta tolong apa Ka?."
"Kamu bawa kakak kamu hari ini ke Grand Luley Resort and Dive yah Tu, aku mau kasih dia kejutan hari ini. Dari kemarin aku sengaja gak hubungin dia, jadi Cantik gak tahu kalo aku baru tiba pagi ini di Manado."
"Hah? Ka Sam udah disini? Ya ampun, pantesan dari kemarin kakak aku udah kayak mayat hidup. Senggol dikit aja langsung keluar tanduknya, ternyata dia lagi galau karena Ka Sam gak ngasih kabar toh.." Sahut Tampan manggut-manggut mengerti.
"Jadi kakak kamu bisa galau juga yah karena aku Tu?," kekeh Dodo. "Yaudah, kamu maukan bantuin aku?."
"Maulah, jadi aku cuma bawa kakak aku kesana kan?," tanya Tampan memastikan.
"Iya, kamu cukup bawa Cantik kesana lalu kasih dia acsess card untuk kamar yang udah aku booking atas nama aku. Nanti setelah dia masuk kekamar kita ketemu disana," ujar Dodo memberi penjelasan pada adik wanitanya. "Setengah jam lagi akan ada yang jemput kalian dari rumah, nanti Tanta Mar juga bakal nyusul kesana bareng sama aku," sambungnya.
"Ok. Tapi emang ada apaan sih Ka sampe harus kesana segala kita?," tanya Tampan ingin tahu.
"Kan tadi aku udah bilang mau ngasih Cantik surprise, sekalian liburan juga besokkan hari Minggu.."
"Ok kalo gitu, tapi menurut aku biar Ka Cantik nggak curiga gimana kalo yang jemput kami pacar aku aja? Aku bisa bilang kalo Viola pengen ngajak kita jalan trus nanti malam dia undang kita keacaranya. Gimana?."
"Boleh juga, tapi apa pacar kamu mau?," tanya Dodo tidak enak.
"Mau.. Dia pasti mau, pokoknya Ka Sam tenang aja," sahut Tampan meyakinkan Dodo
"Yaudah, kabarin aku kalau kalian udah otw yah Tu. Makasih banyak sebelumnya.."
"Sama-sama Ka Sam, aku dukung penuh kalo Ka Sam jadian sama kakak aku," kekeh Tampan memberi semangat.
Dodo tertawa senang, "Iya.. Doain yah mudah-mudahan kakak kamu nggak nolak aku lagi."
Dan disinilah mereka sekarang, setelah tiba di Manado tadi pagi jam delapan. Dodo langsung singgah keresort dari bandara dan menunggu mereka disana, dia sengaja memilih tempat ini karena berencana akan kembali mengungkapkan perasaannya pada Cantik dengan suasana yang romantis.
Masih dalam keadaan berpelukan satu sama lain, Cantik menghirup dalam-dalam wangi maskulin pria yang sangat dia rindukan.
__ADS_1
"Ca.."
"Iya?."
"Kamu cantik banget malam ini.. Aku seneng, aku nggak salah milih dress buat kamu," jujur Dodo terkesima melihat perubahan wanitanya.
Cantik melepaskan pelukan itu dan menatap netra Dodo yang selalu memberikan kehangatan dihatinya, "Jadi ini dress dari kamu?."
"Iya, kamu suka?."
"Suka.. Tapi lebih suka sama orangnya.."
"Hah? Gimana, gimana?."
"Aku lebih suka sama orangnya.."
Deg..
Jantung Dodo sontak berdetak tidak karuan seakan mau lepas dari tempatnya.
"Kamu.."
"Makasih yah Do.." Potong Cantik. "Makasih karena udah kembali kesini, makasih karena masih mau menunggu jawaban dari aku, makasih karena selama ini kamu selalu buktiin kalo kamu memang beneran tulus sama aku. Aku bahagia dan nyaman setiap bersama kamu, aku merasa terlindungi, dan aku merasa benar-benar dicintai dan dihargai setiap kali ada di dekat kamu. Terima kasih juga untuk semua yang udah kamu lakuin untuk aku bahkan keluarga aku.."
Mata keduanya saling mengunci satu sama lain dengan pandangan yang menyiratkan perasaan memuja dan cinta yang dalam.
Dodo bahagia luar biasa, sebelum meminta jawaban pada Cantik wanitanya ini malah lebih dulu mengutarakan isi hati yang dia pendam selama ini untuk dia.
Iya, Cantik membutuhkan Dodo. Sikap pemaksa dan cara dia membuktikan rasa cintanya yang tulus, membuat Cantik perlahan mulai menerima kehadiran lelaki yang datang secara tidak sengaja di hidupnya.
Sejak dulu Cantik ingin sekali ada seseorang yang bisa selalu dia andalkan setelah kepergian papanya bertahun-tahun lalu.
Cantik juga ingin seperti yang lain, yang bisa hidup berbagi dan dicintai dengan tulus oleh seseorang, meski dirinya kerap kali dihina karena profesi dia yang tidak biasa.
Cantik ingin selalu ada disampingnya, menemani hari-hari dia kedepannya, mendengarkan keluh kesahnya, tertawa bersama, bahkan mungkin menangis bersama. Itu impian Cantik, bisa mencintai seseorang yang juga mencintainya dengan tulus dan menerima dia maupun keluarganya apa adanya.
"Ca.. Aku bahagia banget," ujar Dodo meraih tangan kiri Cantik dan mencium punggung tangannya. "Terima kasih karena kamu udah mau percaya sama aku, terima kasih karena sudah mau memberikan aku kesempatan untuk bisa membahagiakan kamu. I love you Cantika Hidayat.."
Cantik tersipu, lelaki di depannya ini memang selalu bisa membuat dia malu dan bahagia dalam satu waktu.
"I love you too Sam," balas Cantik sambil mengulum bibirnya kedalam.
Dodo tersenyum dengan hati yang terasa penuh bunga dan wangi yang menggetarkan jiwa, dia pun menarik dagu Cantik mendekatkan wajahnya dan mencium mesra bibir yang sejak dulu selalu ingin dia rasakan.
Bibir hangat dan lembut Cantik terasa manis dan memabukkan untuknya, Dodo benar-benar menikmati ciuman pertamanya untuk wanita yang dia tabrak dari belakang. Dalam hati dia bersyukur karena melalui kejadian itu, dia bisa mengenal wanita yang kini sedang dia cium di depannya.
Kaki Cantik langsung lemas saat merasakan ciuman Dodo, nafasnya seakan tercekat merasakan hal pertama yang berbeda dihidupnya.
Meski masih kaku untuk membalas setiap ciuman yang diberikan oleh Dodo padanya, tapi Cantik ikut menikmati bagaimana nikmatnya berciuman bersama orang yang kita cinta.
Pantas saja dulu teman-temannya sangat suka berciuman, ternyata ini dia alasannya batin Cantik.
__ADS_1
Dodo melepaskan ciuman itu dan menggosok-gosokkan hidung mancung keduanya, tangannya dia lingkarkan ke pinggang Cantik yang ramping dan sesekali mengusap punggung wanitanya.
"Ca.." Panggil Dodo yang kini sudah menautkan dahi satu sama lain.
"Iya?."
"Kalo kita nikah, kamu mau nggak?."
"A.. Apa?."
"Nikah Ca, nikah.. Nikah sama aku. Kamu mau nggak?," tanya Dodo lagi.
"Baru juga jadian kamu udah main ajak nikah aja," sahut Cantik tidak habis pikir dengan pikiran pacarnya. Pacar? Astaga.. Sesenang inikah punya pacar? Batin Cantik.
Dodo menarik kepalanya mengambil jarak dan menatap dalam wanitanya, "Kenapa? Kamu nggak mau nikah sama aku Ca? Aku pengen hubungan kita ini serius, aku udah capek pacaran melulu. Aku yakin kalo kamu pasangan yang tepat buat aku, dan pantas untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anakku."
Cantik tersipu lagi, nikah? bahkan untuk bisa berpacaran saja rasanya sudah seperti mimpi, apalagi sampai menikah dengan Dodo batinnya.
"Kita jalanin aja dulu yah Sam, kalo Tuhan izinin kenapa enggak. Aku ingin hubungan kita mengalir seperti biasa tapi kita juga serius jalaninnya dan untuk menikah.. Semua akan ada masanya Sam sabar aja," jawab Cantik tersenyum lembut menatap Dodo.
"Kalo gitu ayo kita tunangan dulu.." Ujar Dodo tiba-tiba.
"Apa?."
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆∆∆...
Ya ampun Do..
Gercep banget nih jantan..
Author ikutan kaget..
Eh tapi,, selamat yah udah resmi nih guys 🤭
Mau kasih bunga gak untuk mereka?
Hehehe...
__ADS_1