
Sebelum pernikahan Cantik dan Dodo diadakan, dalam tradisi adat Minahasa biasanya akan ada acara maso minta dimana pihak laki-laki akan datang kerumah pihak wanita untuk meminta izin pada keluarga besarnya meminang calon istri.
Dan malam ini, menggunakan tradisi yang ada Dodo datang kerumah sederhana Cantik bersama Mama Cici, Papa Marlon, Eyang, opa, Momo dan Popo beserta satu tetua yang akan menjadi pembicara untuk acara maso minta Dodo dan Cantik.
Demi kesuksesan acara ini, Cantik yang belum lama membeli sofa baru hasil dari gaji dia bekerja di dealer. Menata rumah sederhana mereka menggunakan bunga Seruni warna putih dan kuning, yang dia pesan langsung dari penjual di Kota Tomohon.
Tanta Mar juga menyediakan jamuan makan kecil setelah acara pokok malam ini selesai. Mereka juga mengundang beberapa tetangga sekitar serta kepala lingkungan yang akan menjadi pembicara dari pihak keluarga mereka.
Tanta Mar yang anak tunggal serta kedua orangtuanya yang sudah lama meninggal, tidak memiliki keluarga lain lagi selain mereka.
"Selamat malam, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat penyertaan-Nya sajalah maka malam ini kita semua bisa dipertemukan dalam malam yang akan menjadi awal mula cerita hidup anak-anak kita," ujar tetua dari pihak Dodo membuka acara maso minta keduanya.
"Adapun maksud kedatangan kami malam ini untuk meminta izin anak kami Leonardo Samuel Wijaya meminang nona Cantika Hidayat menjadi istri dari anak kami, dan menjadi bagian dalam keluarga besar kami.." Sambung tetua itu lagi.
Kepala lingkungan yang ditunjuk oleh pihak keluarga Cantik pun berdiri memberikan satu dua buah kata sambutan, lalu masuk dalam inti pembicaraan.
"Kami dari pihak wanita menerima dan mengizinkan anak Leonardo Samuel Wijaya untuk mempersunting anak kami Cantika Hidayat menjadi istri dan menantu di keluarga besar Wijaya," ujar kepala lingkungan penuh wibawa yang malam ini memakai kemeja batik bentenan khas dari Sulawesi Utara.
Semua tampak bernafas dengan lega karena acara maso minta bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
Keluarga Cantik pun mulai menjamu para tamu yang diundang maupun keluarga calon besan mereka.
Tanta Mar sempat menitikkan airmata haru, karena salah satu impiannya bisa mengantarkan Cantik menuju pernikahan bisa tercapai, meski tanpa ada suami disampingnya lagi.
Cantik yang malam ini terlihat begitu cantik memakai terusan dress sampai kebatas lutut berwarna putih, dengan rambut yang dikonde menggunakan tusuk konde hadiah dari eyang. Sejak tadi tersenyum-senyum bahagia duduk disamping Tanta Mar.
Dodo memperhatikan bagaimana wajah bahagia dan ceria sang calon istri dari depannya, lelaki itu semakin tidak sabar untuk menjadikan Cantik sebagai strinya yang sah dimata agama maupun negara.
Setiap kali pandangan mata mereka bertemu, Dodo akan dengan sengaja mengedipkan mata kirinya menggoda Cantik, hingga membuat Tanta Mar geleng-geleng kepala melihat tingkah calon menantunya itu.
"Jangan nakal Sam!," suara Papa Marlon mengingatkan anak laki-lakinya yang ternyata sudah menjadi pusat perhatian semua yang ada disana.
"Eh, enggak kok Pa. Nakalnya cuma sama Cantik aja.." Sahut Dodo refleks bersuara.
Sontak tawa dari semua orang menggema di dalam ruang tamu sederhana rumah Cantik, ketika mereka masih menunggu doa makan dari tetua yang menjadi pembicara keluarga mereka tadi.
Dodo langsung memerah malu dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Cantik terkekeh geli yang lalu mengeluarkan lidahnya meledek lelaki itu.
"Sudah-sudah, kita berdoa dulu. Kalau masih mau lanjut kedip-kedipan sama Cantik abis doa makan aja Sam.." Tawa mama Cici tertahan.
Dodo mendengus dan hanya diam sampai tetua mengajak mereka berdoa bersama sebelum menikmati jamuan makan malam yang disediakan Tanta Mar.
"Viola mana Tu?," tanya Dodo pada calon adik iparnya setelah para tamu mulai makan.
"Masih dijalan, katanya mau kesini bareng sama mamanya," sahut Tampan yang berdiri dengan gelisah menunggu kedatangan Viola.
__ADS_1
"Oh, kalian baik-baik ajakan?."
"Baik, kenapa? Kok nanyanya begitu sih Ka Sam.."
Dodo terkekeh, "Enggak.. Nanya doang Tu, aku seneng kalo hubungan kalian baik-baik aja," jawabnya menepuk pundak Tampan.
"Iya, makasih kakak ipar.." Goda Tampan cengengesan disamping Dodo.
"Ish, jangan macam-macam kamu sama kakak ipar yah.." Kekeh mereka bersama.
"Tu, itu si Viola dateng.." Sela Cantik yang baru keluar dari dalam rumah mendekati adik dan calon suaminya.
"Eh, iya. Aku kesana dulu nyamperin dia ka.." Pamit Tampan berlalu meninggalkan teras rumah dimana masih ada beberapa tamu yang duduk disana bersama Dodo dan Cantik.
"Ngomongin apaan sih?," tanya Cantik duduk disamping Dodo tempat Tampan tadi.
"Adalah, masalah kakak sama adik ipar. Kamu mau tau aja deh," goda Dodo mencolek hidung mancung wanitanya.
Cantik berdecak, "Awas aja yah ngomongin yang enggak-enggak Do! Adik aku itu masih suci jangan kamu recoki dengan otak nakal kamu itu!."
"Ya ampun merecoki apa sih Ca, bukannya kamu yang begitu sama aku.. Lagian yah Ca, kamu tuh malem ini cantik banget tau nggak. Aku udah nggak sabar pengen..."
"Pengen apa?!." Suara wanita berumur yang sangat mereka kenali menyela pembicaraan keduanya.
Padahal dia baru saja ingin menggoda Cantik dengan rayuan ala-ala Dodo.
"Awas yah kamu berani macem-macem sebelum nikah Sam, eyang itu anu kamu!," ujar eyang memperagakan gaya memotong dengan tangannya yang keriput.
"Jangan dong eyang, kasian Cantik nanti kalo aku nggak bisa mantap-mantap sama dia," kekeh Dodo yang langsung mendapatkan capitan dipinggang karena omongan tanpa filternya ini.
"Aww.. Sakit By" rengek Dodo.
"Biarin, mulut tuh dijaga bisakan Sam. Banyak orang tau disini!," ujarnya menunjuk sekitar yang tertawa tertahan mendengar ucapan Dodo tadi.
"Iya, iya.. Gitu aja marah sih," sahut Dodo mengusap pinggangnya yang berdenyut karena capitan maut sang calon istri.
"Udah, sana masuk. Bantuin calon emak mertua kamu dibelakang, eyang mau duduk disini bareng cucu menantu eyang!."
"Ish, jahat banget sih eyang. Baru juga aku ngomong berdua sama Cantik," gerutu Dodo namun berdiri juga memberi kesempatan untuk eyangnya duduk berdua dengan Cantik.
"Udah sana masuk, jangan berdiri halangin bunga-bunga euphorbia kesukaan eyang."
Cantik tersenyum geli menatap Dodo yang berjalan masuk kedalam rumah dengan bibir yang sudah maju lima centi kedepan.
"Ma, ada yang bisa Sam bantu gak?," tanyanya setelah berada didapur bersama Tanta Mar yang sibuk dengan kue diatas meja.
__ADS_1
"Nggak usah, nggak ada. Kamu mending duduk aja Sam, mama cuma lagi nyiapin kue untuk cuci mulut tamu dan keluarga kamu."
"Yakin ma? itu piring kotorkan numpuk, biar Sam aja yang cuci yahh.."
"Eh, jangan Sam. Masa udah ganteng-ganteng begini nyuci piring sih, ada-ada aja kamu!," tahan Tanta Mar melihat Dodo yang berjalan mendekati wastafel dimana piring-piring kotor saling bertumpukan layaknya menara.
"Nanti ada orang kok yang bakal cuci piring, kamu tenang aja. Cantik minta mama bayar orang untuk itu," sambung Tanta Mar lagi.
Dodo mengangguk mengerti, "Yaudah kuenya biar aku aja yang bawain ma."
"Boleh.. Makasih yah Sam," sahut Tanta Mar memberikan piring kue keik yang baru saja di potong-potong ketangan Dodo.
"Menantu idaman Skali kang Mar." (Menantu idaman banget yah Mar), ujar salah satu tetangga yang kebetulan berada di dapur dengan mereka sejak Dodo datang.
"Mujur cantik dapa pa Sam, pambae kong kaya le. Depe keluarga le dapa Lia bae-bae samua!." (Beruntung banget Cantik dapetin si Sam, udah baik kaya lagi. Keluarganya pun keliatan baik-baik semua!), sambung tetangga itu lagi.
"Iyo, puji Tuhan Skali. Yang paling pokok for kita Sam bae-bae Depe orang, kalo soal kaya itu kurang bonus dari Tuhan." (Iya, puji Tuhan. Yang paling penting untuk aku Sam orangnya baik, kalau soal kaya itu hanya bonus dari Tuhan), sahut Tanta Mar bijak.
.
.
.
.
.
.
.
Asik..
Menantu idaman kata tetangga niyee.. 🤭😁
****************
For your information guys,,
untuk pernikahan Cantik dan Dodo, mereka akan melalui beberapa tradisi adat yang biasa orang Minahasa lakukan disini..
Jadi dimulai dari acara maso minta diatas dan masih akan ada tahapan selanjutnya sampai pada acara puncak pernikahan mereka..
So stay tuned guyss 🤗
__ADS_1