
Like dulu sebelum lanjut yahh guys...
***************
Lagi sepuluh menit jam dua belas siang, Dodo keluar dari ruang kerjanya di dealer setelah menyelesaikan beberapa laporan yang harus dia periksa sejak tadi pagi.
Sambil bersiul Dodo membuka pintu ruangan staff keuangan dimana hampir sebulan ini menjadi tempat Cantik bekerja.
Ketika pintu dibuka ruangan itu tampak kosong, tidak ada siapapun disana. Dodo lalu merogoh ponsel berlambang buah disaku celana panjang hitamnya dan menghubungi Cantik.
"Halo.." Suara Cantik dari ujung telepon.
"Beby dimana?," tanya Dodo menutup pintu ruangan staff keuangan.
"Lagi dijalan diajak makan siang sama Jimmy."
"Makan siang? Dimana? Kok nggak bilang-bilang sih.." Tanya Dodo mulai panas karena tunangannya pergi dengan pria lain.
"Nggak tahu, dia nggak ngomong mau makan dimana. Kenapa?."
"Aku cariin kamu diruangan tapi nggak ada, kirimin aku alamatnya kalo udah sampe nanti aku kesana jemput kamu," ujar Dodo lagi berlalu menuju parkiran dengan gelisah.
Dia curiga kalau bawahannya Jimmy mulai menaruh hati dengan Cantik, Dodo harus memastikan itu semua.
"Oh, iya nanti aku kabarin kalo udah sampe yah bye.." Tutup Cantik tanpa mendengarkan balasan dari Dodo tunangannya.
Dia tidak ingin Dodo mencercanya dengan beribu pertanyaan hingga membuat Jimmy curiga dengan hubungan mereka.
Terbukti dari tatapan mata ingin tahu yang diperlihatkan Jimmy pada Cantik dimobil, sesaat setelah panggilan telepon itu berakhir.
Selama hampir lima belas menit menunggu, akhirnya Cantik mengirimi dia pesan Sherlock dimana dia dan Jimmy makan siang bersama.
Dengan cepat Dodo melajukan mobil menuju restoran pinggir laut yang diketahuinya berada di jalan Sea Malalayang Manado.
Dodo sempat terjebak macet selama beberapa menit karena sedang jam makan siang, banyak orang ingin keluar mencari tempat untuk mengisi cacing diperut mereka.
Dengan tidak sabaran lelaki itu menyalip kendaraan di depan agar bisa cepat sampai. Memasuki halaman parkir restoran, Dodo melihat mobil berwarna putih dengan velg ban mengkilap yang diketahuinya adalah milik Jimmy.
Halaman parkir yang luas memudahkan Dodo untuk memarkirkan mobil disana tanpa harus berlama-lama mencari parkiran. Dia pun turun dan bergegas masuk kedalam restoran.
Dari arah pintu masuk Dodo mengedarkan pandangan matanya mencari sosok wanita yang hari ini memakai rok press badan diatas lutut dan stocking hitam, serta kemeja berwarna abu-abu senada dengan rok yang dipakainya.
Sekilas Dodo melihat Cantik sedang duduk dimeja paling ujung berbatasan dengan pembatas kaca, dimana disamping mereka adalah air laut.
Cantik duduk berhadapan dengan Jimmy dengan wajah kesal dan tangan yang dilipat di dada.
Dodo melangkah pelan menuju kearah dimana mereka duduk dan terdengar ucapan Jimmy yang berkata, "Jangan galak-galak ih, kamu makin cantik tahu kalo lagi marah begitu!."
__ADS_1
Dodo langsung terdiam ditempat merasa kalau Jimmy sedang menggoda wanitanya.
Cantik terlihat makin jengkel dan kesal mendengarkan perkataan Jimmy barusan, Dodo tahu itu semua hanya dari tatapan mata dan bahasa tubuhnya saja.
Dodo memasukkan tangan di saku celana dan memasang telinga dengan baik, mendengarkan ucapan Jimmy pada Cantik.
"Eh kamu kalo kesel dan marah-marah terus sama aku, nanti jatuh cinta loh.."
"Nggak perlu makasih, aku udah kenal satu orang mirip sama kamu sifatnya!."
"Oh ya, siapa?."
"Aku.." Sela Dodo berjalan mendekati meja makan dimana Cantik dan Jimmy berada.
Kedua orang itu kompak bersuara melihat Dodo yang sedari tadi mendengarkan rayuan Jimmy untuk tunangannya Cantik.
Dodopun duduk disamping Cantik merangkul mesra pundak wanitanya yang sekilas tersenyum lega menatap kedatangan dia disana.
Iya, Cantik memang merasa tidak nyaman berlama-lama dengan lelaki yang duduk didepan mereka ini. Entah kenapa perasaan dia mengatakan kalau Jimmy hari ini berbeda, tidak seperti biasanya yang dingin dan irit dalam berbicara.
Cantik hanya duduk diam disamping Dodo menikmati rangkulan hangat pria itu, dan menatap Jimmy yang tidak suka acara makan siangnya diganggu oleh atasan mereka.
Saat Dodo berkata kalau Cantik adalah tunangan dari pemilik dealer tempat Jimmy bekerja, lelaki itu tertawa tidak percaya.
Cantik yang tadinya ingin menutupi hubungan mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena Dodo terlihat sedang cemburu saat ini, dia pun memilih mengangguk kan kepala saat Jimmy bertanya padanya untuk memastikan kebenaran ucapan Dodo.
Setelah mengetahui hubungan mereka yang sebenarnya, Jimmy terlihat kecewa. Dia bahkan tidak berselera lagi untuk makan, mungkin ini yang dinamakan layu sebelum berkembang.
Dodo memaksa membayar karena memang tidak ingin lelaki itu mengeluarkan uang sepeserpun untuk Cantik, dia masih lebih dari mampu membayar semua keperluan luar dan dalam wanitanya.
Dan tentu saja Dodo ingin menegaskan kalau dia adalah bosnya disini, Jimmy tidak akan bisa memiliki kesempatan walau hanya sekedar dekat dengan Cantik.
Jimmy hanya mengangguk menanggapi ucapan Dodo karena masih syok dengan kebenaran yang selama ini mereka tutupi dari semua karyawan di dealer, termasuk dirinya.
Jika karyawan disana tahu, mereka pasti akan langsung mogok kerja masal pikir Jimmy.
Kini dia tahu kenapa setiap kali Cantik pergi keruangan bosnya itu, Cantik tidak akan kembali sampai berjam-jam lamanya dengan alasan ada beberapa hal yang harus dia kerjakan disana.
Jimmy bahkan tidak berani membayangkan apa yang sebenarnya mereka lakukan di dalam ruangan sebesar itu di dealer.
"Kalau begitu saya duluan bos," ujar Jimmy sebelum naik kedalam mobilnya.
"Iya, Cantik akan ikut dengan saya. Kami harus pergi mencari gaun pengantin siang ini.."
Cantik sontak terkejut mendengar ucapan Dodo pada Jimmy, dia lalu ikut pergi dengannya tanpa berpamitan pada kepala keuangan atasan dia di dealer.
Di dalam mobil Dodo hanya diam begitu juga dengan Cantik, keduanya larut dalam pikiran masing-masing.
__ADS_1
Dodo yang sedang menahan rasa cemburu dihati, dan Cantik yang syok mendengar ucapan Dodo tadi namun terlalu risih untuk bertanya.
"Turun By.." Ujar Dodo setelah mereka berhenti di sebuah house of bridal terkenal dikota ini.
"Ngapain?", tanya Cantik ragu-ragu.
"Tadikan aku ngomong kalo kita mau liat gaun pengantin, ayo turun sekarang.." Ajak Dodo lagi melepaskan seatbelt yang dia pakai.
"Do ini.."
"Kenapa, kamu nggak mau nikah sama aku?," potong Dodo cepat.
"Bukan gitu Do, tapi.."
"Tapi apa By? Mau nunggu sampe muncul Jimmy Jimmy berikutnya lagi? Aku nggak mau nunggu lagi By, aku nggak mau ada lelaki lain yang coba-coba ngejar kamu. Aku ingin semua orang tahu kalau kamu adalah milik aku, Samuel Wijaya!," sahut Dodo masih kesal dan cemburu karena Cantik pergi dengan pria lain yang notabene adalah bawahannya di dealer.
Cantik menghembuskan nafas panjang, jika Dodo sudah seperti ini akan sangat sulit membujuk ataupun meyakinkan dirinya.
Dodo mengambil tangan Cantik dan mengusapnya lembut, "Kamu maukan nikah sama aku Beby? Apa cinta dan ketulusan aku selama ini belum cukup membuat kamu yakin dengan hubungan kita By?."
"Bukan begitu Do, aku takut kita belum saling mengenal satu sama lain dan terburu-buru mengambil keputusan. Menikah itu bukan hanya untuk sehari dua hari saja Do, tapi seumur hidup. Kamu yakin bisa menerima semua kekurangan aku setelah kita menikah nanti Do?," sahut Cantik menatap dalam tunangannya.
"Kamu sekarang sedang cemburu dengan Jimmy kan sampe ngajak aku nikah kayak gini Do? Jangan karena kecemburuan kamu sampe kamu ngajak aku nikah tiba-tiba seperti ini.." Sambung Cantik lagi merasa keputusan Dodo hanya dilandasi rasa cemburu dihatinya.
"Iya, aku memang cemburu kamu pergi sama Jimmy. Aku udah bilang kan kalo aku nggak suka kamu Deket dengan pria lain selain aku dan adik kamu By, tapi keputusan aku untuk menikahi kamu sudah lama aku putuskan jauh sebelum kita tunangan. Dan untuk ucapan kamu apa aku bisa menerima semua kekurangan yang ada di diri kamu, semenjak jatuh cinta aku sudah mencintai kelebihan dan juga kekurangan kamu By. Aku bisa membuktikan semua ucapan aku setelah kita nikah nanti! Jadi, kamu maukan nikah sama aku? hidup dan berbagi bersama sampai tua?," tanya Dodo lagi menatap penuh harap tunangannya.
Cantik terdiam dengan perasaan gundah gulana, ini semua gara-gara Jimmy. Kalau lelaki itu tidak memaksanya untuk keluar makan siang ini, pasti Dodo tidak akan cemburu hingga memaksa dia untuk menikah dengannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆∆...
__ADS_1
Cemburu buta niyeee
Hahahaha