
Like dulu sebelum lanjut,, biar author makin sayang...
*************
"Tu, kakak baru da dapa berita dari Sam pe opa.." (Tu, kakak baru dapat berita dari Opanya Sam..), Cantik duduk disamping adik laki-lakinya yang sedang asik menonton TV.
"Berita apa?," tanya Tampan masih menonton acara di TV.
"Itu, yang da ba pukul pa ngana. Sapa kote depe nama?," (Itu, yang mukulin kamu itu loh. Siapa namanya?).
"Glen. Kiapa dia?," (Glen. Kenapa sama dia?) ujar Tampan yang langsung mengalihkan pandangannya pada Cantik.
"Dia ternyata DPO Tu. Dia kata tersangka kasus penyelundupan obat terlarang di Jakarta, kong polisi ja cari sampe sekarang!," (Dia ternyata DPO Tu. Katanya dia tersangka kasus penyelundupan obat terlarang di Jakarta, polisi masih nyariin dia sampe sekarang!), terang Cantik pada adiknya yang sangat terkejut mendapatkan berita baru tentang lelaki bajingan yang mengeroyok dirinya tempo hari.
Glen yang melarikan diri dari Jakarta ke Manado sengaja menghindar dari kejaran polisi, karena barang yang akan dia selundupkan ke negara ini berhasil terendus oleh pihak kepolisian.
"Butul-butul Ka?," (Beneran Ka?), tanya Tampan memastikan dan mendapatkan anggukan kepala dari Cantik.
"Astaga.."
"Kiapa Tu?," (Kenapa Tu?).
"Nda, cuma nda sangka noh Viola pe mantan ja ba selundup barang haram bagitu! So tukang ba pukul le kong mancari deng cara yang nda halal lagi," (Nggak, hanya nggak nyangka aja mantannya Viola jadi penyelundup barang haram itu! Udah tukang mukul trus nyari duit dengan cara yang nggak halal begitu lagi!)," sahut Tampan tidak habis pikir.
Entah kenapa orang-orang yang sudah diberikan rezeki berlebih dari yang empunya hidup, masih saja tidak puas dan ingin memperkaya diri mereka sendiri dengan cara instan seperti ini.
Miris memang, tapi untuk sebagian orang yang tidak bisa mengendalikan nafsu duniawi mereka pada selembar kertas tersebut, hal itu sudah dinggap biasa dan seakan dimaklumi.
"Viola nintau dang kalo depe mantan jadi penyelundup tu barang tu dia?," (Viola memangnya nggak tahu kalo mantannya jadi penyelundup barang haram itu?), tanya Cantik ingin tahu.
"Nintau Ka, dia le nda pernah cerita pa kita," (Nggak tahu Ka, dia nggak pernah cerita juga sama aku), jawab Tampan jujur.
Viola memang tidak pernah menceritakan secara detail tentang pekerjaan Glen padanya, dan dia juga terlalu malas untuk mencari tahu sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu wanitanya.
"Oh, katanya polisi lagi menuju tempat dia tinggal di kota ini Tu. Mudah-mudahan aja dia nggak bakal melarikan diri lagi, kita tunggu aja kabar selanjutnya gimana nanti. Eh, ada orang kayaknya di luar Tu.." Ucap Cantik yang mendengar bunyi khas pintu pagar berkarat mereka di dorong.
"Itu mungkin Viola, tadi katanya dia mau dateng kesini. Eh, kita kok ngomongnya pake bahasa gini sih.." Sahut Tampan yang menyadari kalau mereka berdua tengah berbicara tidak menggunakan bahasa Manado.
Cantik tertawa, "Ini kayaknya kita karena terlalu banyak bergaul dengan orang-orang Jakarta Tu. Udah sana temuin pacar kamu, jangan buat dia nungguin kamu!."
"Iya, iya.. Nggak perlu di suruh juga aku udah tahu Ka. Eh tapi, kapan Ka Sam pulang?."
"Nggak tahu mungkin lusa atau bahkan nggak bakal balik lagi kesini," jawab Cantik setengah kesal. Pasalnya lelaki itu belum menghubunginya sejak tadi pagi yang membuat Cantik sedikit uring-uringan seharian ini.
"Ciyee.. Ada yang ngambek nih, kangen yah?," goda Tampan pada kakaknya.
"Dasar Reseh! Kaluar sana ngana" (Dasar reseh! Keluar sana kamu), sahut Cantik melempar adiknya dengan remote TV yang belum lama mereka beli dari pedagang keliling.
Tampan menangkap remote tersebut dan tertawa kencang, "Panjaha eh.. Awas jang Ka Sam lari akang angko." (Jahat banget sih.. Awas nanti Ka Sam lari loh), goda Tampan lagi pada kakaknya.
"Bodo..! Udah sana keluar!."
"Iya, aku pacaran dulu yah Ka. Jangan ngiri loh.."
__ADS_1
"Ish, siapa juga yang iri sama kamu! GR."
"Ok, aku keluar yah.. Selamat jadi obat nyamuk kakak Cantik," ujar Tampan dan berlari keluar dari ruang tamu menuju teras, sebelum Cantik melempari dia dengan semua benda yang ada di dekatnya.
"Dasar adik durjana!," teriak Cantik dari dalam rumah.
Tampan masih tertawa cekikikan hingga dia tiba di depan pintu dan mendapati Viola tengah berjalan masuk ke dalam teras rumah mereka.
"Kok ketawa-tawa sih? Ada apa?," tanya Viola menatap bingung pacarnya.
"Biasalah.." Jawab Tampan lalu merangkul bahu Viola ke tempat duduk di dekat mereka.
"Eh, ngapain rangkul-rangkul gini sih Tam. Nanti kalo mama kamu liat aku yang nggak enak," ujar Viola melepaskan tangan kekar Tampan dari bahunya.
"Mama aku nggak ada, diakan masih kerja bentar lagi baru sampe rumah. Masih ada kesempatan lah bisa mesra-mesraan sama kamu Vi, tenang aja.."
"Iya, tetep aja aku nggak enak. Lagipula kakak kamu kan juga ada dirumah Tam, apa kata dia nanti.." Sahut Viola dan duduk di kursi teras rumah pacarnya.
"Berarti kalo kakak sama mama aku nggak ada boleh dong aku rangkul-rangkul kamu Vi.." Goda Tampan yang seketika mendapatkan cubitan maut ditangan kirinya. "Aw.. Kok dicubit sih?."
"Sukurin, makanya jangan suka godain aku! Kayaknya hidup kamu nggak bakalan lengkap yah kalo nggak godain aku Tam."
"Kok tahu sih," kekeh Tampan.
Viola berdecak, "Mau aku cubit lagi kamu?," ancamnya.
Tampan menggeleng cepat, "Eh.. Nggak. Udah, udah cukup. Tapi kalo cium mau.."
"Ya ampun Utu.." Suara cempreng melengking terdengar di telinga kedua pasangan itu yang sontak berjengkit karena kaget.
"Aduh Ma.. kok dijewer sih?," ringis Tampan sambil memegang telinga kanan yang dicapit kuat oleh Tanta Mar.
"Apa ngana bilang tadi? Ciong? Ngana memang suka mama mo gantong di tiang listrik dimuka rumah kang." (Apa tadi kamu bilang? Cium? Kamu memang mau mama gantung di tiang listrik depan rumah yah Tu), gemas Tanta Mar semakin menarik telinga anaknya.
"Aduh Ma, saki skali komang ini e.." (Aduh Ma, sakit banget ini Ma..), sahut Tampan setengah berteriak.
Viola yang melihat pasangan ibu dan anak itu hanya bisa menahan tawa didekat keduanya. Ah, dia jadi rindu dengan Bundanya. Entah kapan terakhir kali dia bercengkrama dengan wanita yang sudah melahirkannya itu.
Bunda Viola terlalu sibuk menemani Ayahnya dengan bisnis kopra mereka, dia yang hanya seorang anak tunggal benar-benar merasakan kesepian yang teramat sangat sejak kedua orangtuanya selalu sibuk dengan pekerjaan mereka.
"Kiapa le kasi ngoni ini nah?." (Kenapa lagi kalian ini?), tanya Cantik yang baru keluar dari dalam saat mendengar teriakan kesakitan adiknya Tampan.
"Napa, ngana lia dulu ngana pe Ade ini Keke.. So mulai macico dia pa Viola!." (Ini, kamu liat dulu adik kamu ini Keke.. Udah mulai ganjen dia sama Viola!), sahut Tanta Mar masih mencapit telinga Tampan yang mulai memerah.
"Macico? (Ganjen?) Emang dia bikin apa sama kamu Vi?," tanya Cantik pada pacar adiknya yang sedang menutup mulut menahan tawa.
"Nggak ngapa-ngapain Ka, tadi aku cuma isengin dia aja. Iyakan Vi?," ujar Tampan cepat meminta pembelaan dari kekasih hatinya.
"Iya Ka, tadi Tampan cuma godain aku aja. Tahu sendirilah gimana isengnya dia sama aku Ka, Tanta Mar.." Sahut Viola menatap bergantian kakak dan mama Tampan.
"Nah itu, denger sendirikan apa kata Viola Ma. Udah dong, sakit banget loh ini Ma.." Bujuk Tampan membela diri. Rasanya telinga kanannya sudah nyut-nyutan luar biasa karena capitan jari tangan Tanta Mar.
Tanta Mar pun mendengus dan melepaskan dengan kasar jari tangannya dari telinga Tampan, "Lain kali kamu nggak boleh belain dia lagi Vi. Tante nggak tanggung jawab kalo dia sampai bikin hal yang enggak-enggak sama kamu!."
__ADS_1
"Enggak-enggak gimana sih maksud mama, emang aku mau ngapain si Viola. Selama ini aku justru jagain dia kan, ada-ada aja deh mama ini.." Sahut Tampan sambil mengelus telinga kanannya yang hampir saja lepas dari tempatnya.
"Tampan nggak pernah macem-macem kok sama aku Tante," ujar Viola ikut menimpali ucapan pacarnya.
Dia kasihan melihat Tampan yang sudah duduk lagi didekatnya dengan telinga yang sudah memerah, pasti sakit gumamnya dalam hati.
"Bener yah Vi, kamu harus laporin sama Tante kalo dia berani megang atau cium-cium kamu!. Tante belum mau punya cucu dari adiknya Keke."
"Ya ampun Ma, mikirnya kok udah sampe sejauh itu sih. Belumlah Ma.. Utu kan masih kuliah juga, masih pengen bahagiain mama sama kakak dulu," bujuk Tampan dan buru-buru memeluk tubuh mamanya yang hari ini terlihat lelah.
Sebagai satu-satunya lelaki dirumah ini, Tampan tahu apa yang menjadi tanggung jawabnya. Sebelum bisa membahagiakan wanita paruh baya yang tengah dia peluk, Tampan belum akan menikah. Masih jauh dalam benaknya untuk memikirkan tentang pernikahan.
Tanta Mar hanya menghembuskan nafas panjang, dia takut jiwa lelaki anaknya ini akan tergoda saat berduaan dengan Viola. Apalagi anaknya ini senang sekali menggoda wanita berkulit putih mulus itu.
"Mama percayakan sama Utu?."
"Iya percaya, Mama cuma bisa ingetin kamu aja lah Tu. Mama nggak pernah melarang kamu maupun kakak kamu untuk pacaran selama kalian bisa menjaga diri kalian masing-masing. Udah, mama capek mau mandi trus istirahat. Kamu temenin sana Viola, kasihan dia harus liat pacarnya dijewer kayak anak kecil tadi," kekeh Tanta Mar mencairkan suasana. Sebagai orang tua dia ingin yang terbaik untuk kedua anaknya, termasuk jodoh mereka nanti.
"Ish, mama masih aja becanda. Aku anterin kedalam yah.." Ajak Tampan melepaskan pelukannya dari Tanta Mar, dia tidak malu menunjukkan rasa sayangnya di depan Viola dan kakak perempuannya.
"Ngana kira mama anak kacili kong masih mo antar-antar le. Sudah, batamang akang jo pa Viola. Awas lagi mama dengar ngana bacerita nda war-war e, mama tendang pa ngana." (Kamu pikir mama anak kecil harus dianter segala. Udah, temenin aja Viola disini. Awas kamu ngomong yang enggak-enggak lagi yah Tu, mama tendang kamu!), ancam Tanta Mar dan berlalu masuk kedalam rumah sederhana mereka.
"Makanya jangan gatel jadi orang!," ledek Cantik dan ikut masuk mengikuti Tanta Mar dari belakang.
Viola melepaskan tawa yang sejak tadi ditahannya dengan susah payah hingga membuat Tampan kesal dan memajukan bibirnya lima centi kedepan.
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆...
Nakal sih kamu Tam.. 🤭
Ada yang kangen nggak sama pasangan Cantik dan Dodo?
Hehehe..
Coba mana author liat 😆
***********
Kalo kangen jangan lupa tinggalin bunga buat pasangan ini yahh..
__ADS_1
Terima kasih 🌹🌹🌹🌹🌹🌹