Ojek Cantik

Ojek Cantik
Toki Pintu


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu oleh dua pasangan kekasih yang saling mencintai itupun tiba.


Pagi-pagi sekali Cantik sudah mulai melakukan ritual adat Minahasa yaitu, mandi adat Lumele dan Bacoho (mencuci rambut). Kalau jaman dulu orang juga menambahkan mandi di air pancuran, tapi sekarang dapat dilakukan dirumah calon pengantin.


Dalam ritual Bacoho (mencuci rambut) sebenarnya bisa dilakukan dalam dua cara, yaitu secara tradisional ataupun hanya sekedar simbolisasi.


Tapi, Cantik memilih secara tradisional hingga bahan-bahan yang sudah disiapkan diusapkan langsung ke rambut hitamnya yang panjang


Bahan-bahannya diantara lain parutan kulit jeruk nipis yang berguna sebagai pewangi, air lemon popontolen sebagai pembersih lemah kulit kepala, bunga mawar yang diremas dengan tangan sebagai pewangi, Pondang (pandan) yang ditumbuk halus juga sebagai pewangi, dan minyak buah kemiri untuk melemaskan rambut dicampur sedikit perasan air buah kelapa yang diparut halus.


Untuk membasuh rambut, bahan ramuan harus berjumlah sembilan jenis tanaman yang setelahnya akan dicuci lagi menggunakan air bersih, lalu dikeringkan.


Selesai melakukan ritual Bacoho, Cantik melanjutkan prosesi ritual adat keduanya yaitu ritual Lumele (mandi adat).


Calon pengantin wanita itu memakai sarung batik khas Sulawesi Utara dan diguyur dengan air yang telah diberi bunga-bungaan berwarna putih sebanyak sembilan kali, dari batas leher ke bawah lalu menggunakan handuk yang belum pernah digunakan sebelumnya untuk mengeringkan badan.


Dalam semua ritual yang dilakukan Cantik saat ini, dia dibantu oleh tetua wanita adat suku Minahasa.


Setelah dua ritual yang dilakukan Cantik selesai, wanita itu dibawa masuk ke kamar dan mulai di dandani untuk bersiap menuju gereja dimana pemberkatan nikah dia dan Dodo akan dilaksanakan.


Memakai gaun pengantin berwarna putih dengan tudung pengantin yang menutup wajahnya, Cantik terlihat bak putri raja yang tampak berbeda hari ini.


Beberapa kali Cantik menghembuskan nafas panjang karena rasa gugup yang dia rasakan, sebentar lagi dia akan resmi berubah status menjadi seorang istri.


Impiannya dulu waktu kecil kini bisa Cantik rasakan, memakai gaun putih dan menikah dengan lelaki baik seperti Dodo adalah salah satu dari sekian banyaknya impian yang wanita Manado ini punya.


"So siap ngana Ke?." (Udah siap Ke), tanya Tanta Mar menatap haru anak perempuannya.


"Sudah ma.." Jawab Cantik singkat.


"Mama senang skali da Lia pa ngana Ke, kalo papa masih ada paling dia le senang Depe anak kesayangan somo kaweng Deng cowok bae-bae sama deng Sam.." (Mama bahagia banget liat kamu hari ini Ke, kalo papa masih ada dia juga pasti bakalan sama bahagianya liat anak kesayangan dia mau nikah sama laki-laki baik kayak Sam..)


"Iyo, makase ne ma so Kase lahir deng Kase besar pa Keke sampe sekarang, makase for samua cinta Deng rasa sayang yang Mama Kase.. Sampe kapanpun Keke nda mampu mo dapa balas itu samua." (Iya, makasih yah Ma udah lahirin dan besarin Keke sampai sekarang, makasih untuk semua cinta dan kasih sayang yang selalu mama curahkan buat aku.. Sampai kapanpun Keke nggak bakalan bisa balas semua kebaikan mama dalam hidup aku), sahut Cantik memeluk Tanta Mar yang berdiri di depannya.


Sontak ibu dan anak itu terbawa suasana dan menitikkan airmata, suasana penuh haru terasa di dalam kamar yang sebentar lagi akan ditinggalkan oleh Cantik.


"Sudah, nanti ngana pe makeup rusak Ke.." (Udah, nanti makeup kamu rusak Ke..), ujar Tanta Mar melepaskan pelukan mereka dan mengusap airmata yang membasahi pipi Cantik dengan tissue.

__ADS_1


"Mama kaluar dulu ne, tadi Utu bilang Sam kata so dekat. Jangan lupa nanti Sam ba toki katiga kali, baru ngana buka tu pintu ne Ke." (Mama keluar dulu yah, tadi Utu ngomong kalo Sam udah deket. Nanti pas Sam ketuk pintunya tiga kali baru kamu buka pintunya yah Ke), sambung Tanta Mar mengingatkan.


Masih dalam tradisi adat Minahasa, pengantin laki-laki akan datang menjemput pengantin wanitanya dan bersama-sama menuju tempat keduanya akan dinikahkan.


Pengantin wanita akan menunggu di dalam kamar sampai pengantin pria datang, dan mengetuk pintu hingga tiga kali. Tradisi ini dinamakan dengan sebutan toki pintu.


Dodo yang baru tiba dirumah calon istrinya, memakai setelan jas berwarna hitam dengan dasi kupu-kupu yang melingkar di lehernya dipadukan dengan sepatu pantofel berwarna senada yang mengkilap.


Ditangannya ada sebuah buket bunga lili berwarna putih yang akan diberikan Dodo saat Cantik keluar dari kamar nanti.


Sebelum Dodo mengetuk pintu, wali dari pihaknya sedikit berbincang-bincang dengan wali dari pihak Cantik dalam bahasa daerah Minahasa.


Dodo lalu diberikan kesempatan untuk mengetuk pintu kamar Cantik selama tiga kali.


Ceklek..


Wanita bergaun putih dengan rambut yang digulung menggantung, berjalan keluar dengan anggunnya.


Dodo begitu terkesima dan takjub dengan perubahan wanita yang sebentar lagi akan sah menjadi istrinya ini, dengan hati yang sama-sama berdebar dan manik mata yang saling bertemu satu sama lain. Kedua pasangan itu tersenyum dan saling memuji melalui tatapan mata masing-masing.


"Kamu cantik banget By.." Bisik Dodo saat Cantik memasangkan bunga dada padanya.


Dodo lalu memberikan buket bunga yang dia bawa pada Cantik, dan berdoa bersama sebelum mereka berangkat menuju gereja.


Pasangan pengantin itu naik kedalam mobil sport milik Dodo, yang mana mobil tersebut menjadi saksi bisu pertemuan pertama mereka dulu.


Mobil itu sudah dihias menggunakan pita di samping kiri dan kanan, serta bunga pada bagian kap mobil didepan.


Mereka dikawal oleh mobil patwal polisi yang sengaja Dodo sewa agar nanti mereka tidak akan terlalu lama terjebak kemacetan dikota ini.


"Hai Cantik.." Sapa Roman yang hari ini khusus menjadi supir kedua pasangan pengantin itu.


"Nggak usah hai, hai segala sama calon bini gue Lo!," sergah Dodo lebih dulu.


"Ish, posesif amat sih Lo! Gue kan cuma nyapa doang.." Dengus Roman mulai menjalankan mobil dengan mobil patwal berada didepan mereka.


"Bodo!."

__ADS_1


"Kenapa sih Sam? Dia siapa emang?," tanya Cantik berbisik.


"Astaga, jadi calon suami elo nggak kasih tau siapa gue Ca? Tega bener nih b*angke!," sahut Roman yang ternyata mendengar ucapan Cantik.


"Lupa gue Man!," kekeh Dodo. "Dia sahabat aku By, namanya Roman. Dia tinggal di Jakarta, baru dateng tiga hari yang lalu," sambungnya menjelaskan.


Cantik mengangguk mengerti, "Oh.. Hai juga Roman. Makasih udah mau jadi supir kita berdua," ujarnya ramah.


"Iya sama-sama, gue seneng bisa anterin raja dan ratu kita sehari ini.."


"Yah harus senenglah, Lo kan gue bayar!," timpal Dodo sambil menggenggam tangan Cantik yang duduk disampingnya.


"Ish, Lo kan udah jadi horang kaya sekarang, jadi wajar dong bantu-bantu kaum yang lebih membutuhkan kayak aku.."


"Membutuhkan pala Lo! Jangan di dengerin Beby, Roman emang gitu.. Suka asal ngomongnya!."


Cantik tertawa pelan melihat dua orang sahabat yang saling meledek satu sama lain di dalam mobil bersamanya.


Kegugupan yang sempat dia rasakan tadi perlahan mulai hilang karena mendengar candaan serta ledekan keduanya sedari tadi sampai mereka tiba di gereja.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆...


Jangan lupa Vote dan hadiah yang banyak buat pasangan Cantik dan Dodo yang akan segera sah menjadi pasangan suami istri yah.. 🤗

__ADS_1


Terima kasih 🌹🌹🌹🌹


__ADS_2