
Vote jangan lupa yahh 🤗
**************
"Kita mau kemana sih Do?.," tanya Cantik saat keduanya sudah berada dalam mobil sport milik Dodo.
"Eh, kamu nggak ada cita-cita gitu buat panggil aku dengan sebutan sayang atau honey Ca?."
Cantik mengernyit, "Maksud kamu?."
"Aku pengen dipanggil gitu juga Ca, kayak pasangan-pasangan lain yang suka memanggil pasangannya dengan panggilan manis begitu" sahut Dodo melirik sekilas Cantik dan kembali memusatkan perhatiannya di depan.
"Aku nggak terbiasa kayak gitu Sam, manggil kamu Dodo aja aku masih kaku. Apalagi mau panggil kamu sayang atau honey, bibir aku pasti langsung kelu," kekeh Cantik.
"Ish, kamu tuh ya.. Minta dicium kamu," gemas Dodo. "Makanya mulai sekarang dibiasain dong Ca, aku manggil kamu dengan sebutan my lady gimana?."
"Ih.. Nggak usah, yang ada itu kesannya jadi lebay banget. Geli aku denger kamu manggil aku begitu Sam," jawab Cantik apa adanya.
"Yaudah kalo gitu panggil beby aja yah.."
"Kok beby?."
"Iya, kamu kan gemesin kayak bayi. Aku tiap hari selalu suka ciumin kamu.." Kekeh Dodo mengerling nakal.
"Ish, itu kamunya aja yang mesum kegatelan!."
"Ya nggak apa-apa lah Ca, yang penting kan sama tunangan sendiri bukan tunangan orang lain," goda Tampan mencolek pipi tirus wanitanya.
"I love you beby.."
Cantik tersenyum dan menatap lelaki tampan yang sedang memakai kacamata hitam menutupi kedua matanya yang sedikit cipit.
"I love you too Doris.." Sahut Cantik berusaha menahan tawanya.
"Kok Doris sih? Udah kayak a*njing aja aku kamu manggil kayak gitu."
Cantik seketika tertawa terbahak-bahak karena memang sengaja memanggil Dodo dengan sebutan itu.
Doris adalah nama hewan peliharaan tetangga mereka yang sering datang masuk kehalaman rumah Cantik.
"Ketawa lagi kamu, udah mulai berani yah cari masalah sama aku!," protes Dodo lalu menghentikan mobilnya di pinggir jalan. "Sini kamu.."
Dodo berusaha menarik tangan Cantik agar wanita yang duduk makin menempel dipintu mobil itu bisa dia beri pelajaran.
Cantik tertawa terpingkal-pingkal karena berhasil digelitiki oleh Dodo yang gemas dengan tingkah wanitanya.
"Udah Do.."
__ADS_1
"Udah apanya?," tanya Dodo masih menggelitik pinggang Cantik.
"Udah, geli banget ini.. Aku udah nggak kuat Do."
Wajah Cantik sudah memerah karena tertawa kegelian. Dodo ikut tertawa penuh kemenangan.
"Kamu memang paling demen godain aku kan, makanya jangan protes kalo aku bales gelitikin kamu Beby.." Ujar Dodo mengacak rambut Cantik yang mulai berantakan karena ulahnya.
"Untung nggak nangis yahh," kekeh Cantik yang sudah bersandar di jok mobil karena terlalu lelah tertawa.
"Aku bakalan nangis kalo kamu tinggalin aku Ca.."
Cantik tersenyum dan mengurai rambutnya untuk dirapikan lagi, Dodo tertegun menatap Cantik yang tampak berbeda jika rambutnya sedang tergerai bebas seperti itu.
Jari jemari Cantik yang panjang dan lentik mulai menyisir pelan rambut panjangnya agar lebih rapi saat akan diikat. Dodo menelan salivanya kasar saat melihat leher jenjang Cantik yang begitu menggoda iman.
Rambut Cantik dia ikat bun tinggi keatas seperti tadi, dengan beberapa helai anak rambut yang jatuh begitu saja menutupi telinganya.
Dodo tiba-tiba menarik pinggang Cantik lalu menciumnya dengan rakus, membuat Cantik sedikit terkejut dengan tingkah tunangannya. Hanya melihat leher Cantik saja sudah membuat jiwa lelaki Dodo naik turun.
Cantik berusaha mengimbangi saat ciuman Dodo yang menuntut berusaha menjelajah setiap jengkal dalam mulut Cantik. Lidah keduanya saling bertaut satu sama lain, membuat ciuman itu begitu panas dan memabukkan.
Cantik meremas ujung kaos yang dipakai Dodo saat ciuman lelaki itu pindah ke lehernya yang polos.
Wangi segar aroma sabun kesehatan yang selalu disukai Dodo saat pertama mengenal Cantik, merasuk menggelitik indera penciumannya.
Dodo menggigit dan meninggalkan jejak kemerahan di ceruk leher wanitanya yang membuat Cantik berdesir dan mendesah pelan.
Dodo yang merasa sesuatu dibawah sana makin sesak terpaksa harus segera menghentikan kegiatan baru yang digilainya dari Cantik, dia harus tetap waras meski diapun ingin menuntut hal yang lebih dari wanitanya.
Meski dulu Dodo hampir selalu membuat mantan-mantan kekasihnya setengah telanjang, tapi bersama Cantik dia harus bisa menahan diri. Setidaknya sampai mereka resmi menjadi pasangan suami istri yang sah dimata agama dan Negara.
Dodo ingin memperlakukan Cantik lebih baik dari wanita yang dulu pernah singgah dihatinya.
Ciuman dan cumbuan panas yang tiba-tiba berhenti, membuat Cantik terpaku tidak rela saat kenikmatan yang baru pertama dirasanya itu berakhir. Dia berusaha mengatur nafas dengan detak jantung yang tidak beraturan.
Rambut panjang Cantik kembali berantakan karena ulah tangan nakal Dodo yang tadi memaksa masuk menembus rambut tebal halus miliknya.
Ada banyak jejak yang Dodo tinggalkan di leher Cantik membuat dia meringis merasa bersalah, "Maaf ya Ca.."
Cantik yang masih mengumpulkan kesadarannya yang sempat dibuat melayang terbang oleh Dodo tersentak, "Maaf kenapa?."
"Itu.." Tunjuk Dodo pada leher Cantik.
"Kenapa?," tanyanya lagi yang masih tidak mengerti dengan maksud Dodo.
"Leher kamu jadi merah-merah gini," sahut Dodo menarik Cantik kearah kaca spion.
__ADS_1
"Astaga Do, apa yang udah kamu lakuin? Gimana nanti kalo mama liat? Aduh Do.. Gimana dong ini?," ujar Cantik merasa was-was melihat banyaknya tanda merah hampir diseluruh lehernya.
Dodo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia juga bingung kenapa banyak sekali tanda-tanda itu dileher Cantik. Setahunya dia tadi hanya beberapa kali menggigit dan meny*esap dibagian sana.
Kini mereka berdua ketakutan sendiri bak anak remaja yang baru bergaul, yang takut diketahui oleh orangtua mereka karena tanda merah tersebut.
"Ini gimana dong Sam? Kamu kok diem aja sih!," ujar Cantik menggoyang-goyangkan tangan Dodo.
"Mending kamu tutupin dulu leher kamu dengan rambut yah, kalo bisa pake baju yang ada kerahnya biar bisa nutupin leher kamu. Maaf yah Beby.." Bujuk Dodo.
"Trus gimana besok, katanya aku masuk kerja besok?."
"Udah nggak usah pikir itu dulu, kamu bisa masuk kesana kapanpun. Kita tunggu sampe bekas dileher kamu hilang yah, paling dua tiga hari udah nggak ada itu," ujar Dodo berusaha menenangkan Cantik yang gelagapan tidak tahu harus berbuat apa.
"Ish, kamu sih. Mau cium nggak mikir dulu!."
"Iya maaf, aku yang salah."
"Kalo Mama liat aku bakal ditanyain macam-macam Do."
"Yah jangan sampe mama liat Beby, tapi kalo mama tahu bilang aja digigit semut," kekeh Dodo.
Cantik mendengus, "Iya semut mesum bernama Dodo!."
Dodo tertawa mendengar ucapan wanitanya yang masih kesal karena harus mengurai rambutnya yang panjang di saat kondisi cuaca panas minta ampun diluar sana.
"Yaudah, kita ketoko dulu buat beli syal nutupin leher kamu yah Beby. Jangan marah dan kesel lagi, kalo nggak kita nikah juga hari ini.."
Cantik berdecak mencubit pinggang Dodo yang justru menertawakannya disaat dia harus putar otak mencari alasan yang tepat, jika Tanta Mar ataupun Tampan mengetahui banyaknya tanda merah itu dileher.
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆∆...
Hadeh,,
__ADS_1
Dasar Dodo nakal!
Kasian kan sih Cantik ðŸ¤