Ojek Cantik

Ojek Cantik
Kerja 2


__ADS_3

"Karyawan baru yah?." Cantik mengangguk. "Wah, dibagian mana?," tanyanya lagi.


"Staff keuangan."


"Wih beruntung banget kamu bisa satu divisi sama Pak Jimmy. Oh iya, namaku Edis," ujarnya mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Cantik.


"Aku Cantik.." Sahutnya tersenyum ramah.


"Ih, nama kamu cocok banget sama wajah kamu Ca.." ujar Edis karyawan bagian marketing di dealer LSW.


"Bisa aja kamu," sahut Cantik malu-malu.


Mereka sedang duduk diruang istirahat khusus karyawan sambil menikmati minuman dingin disana.


Setelah mengantarkan berkas laporan keuangan bulan lalu dikantor Dodo, Cantik kembali keruangan dan mendapati Jimmy tidak ada disana. Dia sedang pergi keluar bersama Pak Bonar.


Lelaki dingin itu tidak meninggalkan pekerjaan apapun untuknya, membuat Cantik tidak tahu harus melalukan apa diruangan sebesar ini sendirian.


Akhirnya Cantik memilih untuk berjalan-jalan mengelilingi gedung dealer yang katanya akan menjadi milik dia juga, jika dia dan Dodo benar berjodoh dan menikah.


Asik berjalan sendirian, Cantik melihat sebuah ruang istirahat khusus karyawan dan memutuskan untuk duduk disana karena sudah tiba jam istirahat. Disini lalu dia bertemu dengan Edis, wanita dengan tinggi badan sekitar 155 cm berwajah oriental dan berkulit putih.


"Kamu beruntung loh bisa kerja satu divisi sama Pak Jimmy, Ca.." Ujar Edis mengulang ucapannya tadi.


"Kenapa memangnya?."


"Dia itu salah satu cowok favorit disini selain Pak Sam GM kita. Dulu aku melamar dibagian keuangan tapi malah dimasukin kebagian marketing. Banyak karyawan yang ingin pindah satu divisi dengan Pak Jimmy karena ingin dekat dengannya," terang Edis.


"Tapi, bukannya Pak Jimmy orangnya dingin banget yah Dis? Ngomong seadanya doang."


"Eh, kamu juga mikir gitu yah Ca. Aku pikir cuma kita-kita aja yang termasuk anggota fanclub Pak Jimmy yang mikir gitu," kekeh Edis. "Dia memang kayak gitu, makanya banyak karyawan wanita disini yang penasaran sama Pak Jimmy. Salah satunya aku," tunjuk dia pada dirinya sendiri dan tertawa geli.


Cantik hanya tersenyum menanggapi ucapan Edis, bagi dia mau dingin atau tidaknya Jimmy selama lelaki itu tidak bertingkah macam-macam dan berlebihan, dia tidak peduli.


"Eh kamu udah ketemu belum sama GM kita Pak Samuel? Dia juga salah satu favorit boy disini. Banyak loh yang sering ngirimin dia cokelat dan bunga diruangan beliau diam-diam, itu semua dikasih sama cewek-cewek kantor yang nge-fans sama dia. Tapi, selama ini Pak Sam tidak pernah ambil pusing dengan hal begituan. Biasanya hadiah yang dia dapat, akan dia bagikan juga sama semua karyawan yang ada disini."


Cantik manggut-manggut mengerti, sepertinya ada banyak wanita yang juga mengidam-idamkan sosok Dodo di dealer miliknya ini. Dia tidak bisa membayangkan kalau sampai para penggemar lelaki itu mengetahui hubungan mereka, pasti akan ada hari mogok kerja nanti.


"Eh, Pak Sam.." Ujar Edis terkejut melihat atasannya sudah berdiri di belakang Cantik saking semangatnya dia berbicara tentang pria itu tadi.


Cantik berbalik dan mendapati Dodo sedang berdiri menjulang di belakangnya dengan kedua tangan yang dia masukkan ke saku celana.


"Kamu udah makan?," tanya Dodo pada Cantik.


"Eh, belum Pak. Kami baru mau pesan makanan, Bapak mau makan juga?," jawab Edis cepat.

__ADS_1


"Kenapa belum makan? Ini udah siang, bentar lagi jam istirahat makan siang abis," Ujar Dodo lagi pada Cantik yang masih diam menatapnya.


"I.. Iya Pak, ini juga kami mau pesan. Ca, hei.. Kamu mau pesen apa? Sekalian bareng aku aja," tanya Edis menggoyangkan tangan Cantik.


Cantik berbalik menatap Edis yang duduk didepannya dan bersuara, "Terserah kamu aja Dis."


"Yaudah aku suruh OB dulu yah, Pak Sam bisa nunggu disini aja sama Cantik. Saya permisi," pamit Edis meninggalkan dua pasangan kekasih itu.


"Kamu ngapain sih nyamperin aku segala Sam?," tanya Cantik setelah Edis pergi.


Dodo duduk di depan Cantik melipat kedua tangannya didada.


"Ya abis aku cariin kamu di ruangan tadi nggak ada, makanya aku kesini."


"Kamu tahu darimana aku ada disini?."


"Tuh.." Tunjuk Dodo kearah CCTV. "Semua kamera pengawas yang ada di gedung ini, tersambung langsung keruangan aku. Jadi kemana kamu pergi aku bisa tahu By.." Jawabnya bangga.


"Sstt.. Jangan keras-keras manggil Beby-nya, gimana nanti kalo ada yang denger."


"Biarin aja, aku nggak peduli. Siapa emang yang berani ngomongin kita disini," Sahut Dodo santai.


Padahal diruangan istirahat khusus karyawan itu ada beberapa pegawai dealer yang ikut beristirahat disana, sontak keduanya langsung menjadi pusat perhatian mereka.


Tiba-tiba Jimmy menghampiri bos dan bawahannya lalu duduk disamping Cantik.


"Aku pergi kamu malah keluyuran nggak jelas daritadi!."


Dodo yang mendengar Jimmy memarahi tunangannya seketika naik pitam, apalagi melihat lelaki itu duduk disamping Cantik membuat dia makin kesal dan marah.


"Kenapa kamu marah-marah sama dia Jim? Aku yang minta Cantik kesini!," ujar Dodo menatap tajam Jimmy.


"Oh, bos yang minta. Saya pikir pegawai baru ini yang asik keluyuran saat saya keluar tadi sama Pak Bonar."


"Makanya kamu tanya-tanya dulu, udah liat ada aku disini!," dengus Dodo.


"Pak ini makanannya," ujar Edis yang sudah kembali sambil membawa kantong plastik berisi tiga buah kotak makanan ditangan. "Eh ada Pak Jimmy juga," ujarnya lagi malu-malu.


"Apa itu?," tanya Jimmy.


"Makan siang pak, maaf saya pesannya tadi cuma tiga."


"Yaudah, punya Cantik mana?."


"Hah?."

__ADS_1


"Punya Cantik mana? Kasih ke saya.." Pinta Jimmy dengan tangan yang terjulur kedepan Edis.


"Eh kenapa Pak?," tanya Edis tidak enak. Antara menolak dan tidak karena Jimmy termasuk atasan mereka disana.


"Mau saya makan, itu karena dia kelayapan saat saya tidak ada," sahut Jimmy menarik satu kotak makanan yang dipegang Edis.


Tanpa rasa malu, Jimmy membuka kotak makanan itu dan menyuapkannya kemulut.


Dodo semakin kesal melihat tingkah bawahannya yang kadang memang suka seenaknya sendiri.


"Makan ini aja Ca, nanti kamu kelaperan lagi. Aku nggak mau kamu sakit," ujar Dodo memberikan kotak makan miliknya didepan Cantik.


Edis dan Jimmy sontak menatap heran bos mereka yang terlihat begitu perhatian dengan karyawan baru bernama Cantika Hidayat ini.


Cantik menghembuskan nafas panjang, sepertinya sebentar lagi semua karyawan akan segera mengetahui hubungan mereka jika Dodo bersikap seperti ini padanya.


"Kalian kok kelihatan udah lama kenal, sodaraan yah?," tanya Edis yang penasaran.


"Pasti sodara.. Kalo nggak ngapain bos kita buang-buang waktu duduk disini. Bos kan biasanya jam segini udah pulang," jawab Jimmy santai kembali menikmati makan siang gratisnya.


Dodo dan Cantik hanya bisa saling menatap satu sama lain dan tersenyum geli, nggak apa-apalah dianggap bersaudara yang penting nggak ada yang tahu hubungan mereka yang sebenarnya pikir Cantik.


.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆...


Guys..


Kalo masih ada sisa-sisa Vote


Bolehlah dibagi buat Author,,

__ADS_1


Author masih menunggu hadiah dalam bentuk bunga dan kopi..


Terima kasih 🌹🌹🌹🌹


__ADS_2