Ojek Cantik

Ojek Cantik
Digigit Semut


__ADS_3

"Leher kamu kenapa Ka?."


"Kenapa apanya?," tanya Cantik pura-pura tidak tahu.


"Itu.. Merah-merah gitu," tunjuk Tampan yang duduk di meja makan depan kakaknya.


"Digigit semut," jawab Cantik asal.


"Semut? Semut Ka Sam.." Kekeh Tampan.


Dodo yang ikut duduk di meja makan bersama kakak beradik itu, seketika terbatuk-batuk karena tersedak makanan yang baru saja dia masukkan kedalam mulutnya.


Cantik pun dengan sigap menyodorkan air minum ketangan Dodo.


"Pelan-pelan aja makannya Ka Sam," ledek Tampan pada calon kakak ipar yang sudah merona merah bak buah tomat.


Cantik yang sudah biasa digoda adiknya itu kembali makan dengan santai. Selama Tanta Mar tidak berada dirumah dia tidak peduli Tampan akan berkata apa padanya.


Adik laki-lakinya ini tidak pernah berbicara macam-macam pada mama mereka.


Mereka terbiasa saling menghargai privasi masing-masing dalam tahap yang masih wajar. Dan untuk tanda merah dileher Cantik, Tampan juga sering berbuat hal yang demikian pada pacarnya Viola.


Dodo yang malu karena digoda oleh calon adik iparnya hanya bisa tersenyum keki dan dengan cepat menghabiskan makanan di piring.


Mereka sedang menikmati makan malam sembari menunggu Tanta Mar yang belum pulang dari rumah majikannya.


Sudah ada ikan cakalang fufu pedas, sayur kangkung cah, dan tahu tempe goreng diatas meja. Menu sederhana hasil main tangan Cantik tadi sore, setelah dia kembali dari kawasan pertokoan dan supermarket bersama Dodo.


Dodo membuktikan ucapannya kalau dia akan sering-sering makan dirumah Cantik, dia bahkan membelikan banyak bahan makanan sampai kulkas mereka full dan hampir tidak muat karenanya.


"Itu Ka Sam yang belanja?," tanya Tampan setelah mereka selesai makan.


Dodo mengangguk. "Banyak banget.. Mau ada acara?," tanya Tampan lagi.


"Nggak."


"Lalu?."


"Dia mau numpang makan dirumah kita Tu, makanya dia beli banyak banget bahan makanan," sela Cantik sambil membersihkan piring kotor bekas makan mereka.


"Oh, udah kesemsem yah sama masakan kakak aku?," canda Tampan.


"Iya, kakak kamu emang paket komplit. Aku kesemsem luar dalem sama dia."


Cantik mencibir mendengar ucapan Dodo dan berlalu menuju wastafel untuk mencuci piring dan pekakas yang dia pakai tadi untuk memasak.


"Makanya cepet-cepet dinikahin tuh kakak aku Ka Sam, biar nanti tiap hari bisa dimasakin sama dia."


"Maunya sih gitu Tu, tapi kakak kamu masih belum mau. Katanya terlalu cepat kalo kita nikah sementara kita belum lama saling mengenal satu sama lain, padahal aku udah yakin banget sama kakak kamu. Dia pasti bisa jadi istri dan ibu yang baik untuk kami nanti.." Ujar Dodo setengah berbisik karena tidak enak di dengar Cantik yang berdiri tidak jauh dari meja makan, tempat dia dan Tampan duduk berbicara.


"Makanya digrepekin terus lah Ka Sam, kakak aku suka gitu. Malu-malu padahal suka, dulu jugakan dia kayak gitu sama Kakak," kekeh Tampan sambil mencomot tempe goreng kesukaannya.


"Iya, doain aja mudah-mudahan kakak kamu mau secepatnya aku nikahin. Biar Mama juga bisa berhenti kerja sama orang Tu, kasian mama udah tua harusnya mama dirumah aja jagain cucu. Nanti setelah kami menikah, setidaknya aku bisa bantu mama sama kamu Tu."

__ADS_1


Tampan tersenyum, calon kakak iparnya ini memang sangat baik. Kakaknya Cantik beruntung memiliki calon suami yang tidak hanya mencintai dia dengan tulus tapi juga mencintai keluarga calon Istrinya sepenuh hati.


"Iya, Ka Sam bener. Aku juga pengen cepet-cepet menyelesaikan kuliah aku dan mencari pekerjaan yang lebih baik. Udah cukup mama kerja banting tulang buat kami selama ini."


"Malam.." Suara cempreng menggelegar terdengar dari arah pintu masuk rumah Cantik, membuat dua lelaki berbeda umur itu berbalik menatap seseorang yang berjalan masuk.


"Eh, ada Sam. Udah lama?," sapa Tanta Mar yang baru pulang dari rumah majikannya.


"Iya ma, udah daritadi sore bareng Cantik."


"Aku nggak disapa Ma?," protes Tampan.


"Ngana suka mo sapa pake apa? Pake sesapu ato bulu-bulu ayam?." (Kamu mau disapa pake apa? Sapu atau kemoceng?), sinis Tanta Mar.


"Ya ampun Ma, jahat banget sih! Anak sendiri loh ini.."


Tanta Mar berdecak, "Lantaran anak sandiri jadi Mama Kase pilihan no pa ngana!." (Karena kamu anak sendiri makanya mama kasih pilihan sama kamu!), katanya lalu duduk dibagian kepala meja makan.


Tampan mendengus lalu cekikikan disamping Tanta Mar.


"Mama mo makang?." (Mama mau makan?), tanya Cantik yang sudah selesai mencuci piring.


"Iyo, bawa akang piring Ke. Lapar mama da Lia ni ikang pe sedap, ngana da beking ini?." (Iya, tolong bawain piring Ke. Ikannya keliatan enak mama jadi laper, ini kamu yang buat?).


"Iya Ma," jawab Cantik menyodorkan sebuah piring melamin kehadapan Tanta Mar.


"Sam udah makan?."


"Udah Ma, baru selesai makan sama Cantik dan Utu."


"Banyak banget Ma, perut aku sampe mau pecah saking banyaknya makanan yang masuk. Cantik emang paling jago bikin aku nggak bisa berhenti makan," puji Dodo pada tunangannya yang tersipu malu.


Tanta Mar tersenyum dan menyuapkan nasi plus ikan kedalam mulutnya menggunakan tangan. Rasa pedas dan nasi yang masih hangat membuat wanita paruh baya itu langsung berkeringat karenanya.


"Jadi besok kamu udah mau masuk kerja Ke?," tanya Tanta Mar disela kegiatan makannya.


"Mungkin lusa Ma, seragam dealer kebetulan habis. Baru dikirim supplier kemarin dari Jakarta."


Cantik ingin sekali tertawa mendengar Dodo yang menjawab pertanyaan Tanta Mar untuknya, ini lebih baik daripada harus dia yang memutar otak mencari alasan yang tepat untuk dia katakan pada Tanta Mar.


"Ma, setelah Keke kerja.. Mama berhenti aja yah kerja di tempat Tante Sri. Gaji Keke pasti bisa kok memenuhi kebutuhan kita semua termasuk Utu," ujar Cantik yang diangguki oleh Dodo dan Tampan adiknya.


"Kalian ini udah makin kompak yah sekarang," sahut Tanta Mar geleng-geleng kepala.


"Bener yang dikatakan Cantik Ma, Mama udah nggak muda lagi untuk kerja jadi asisten rumah tangga dirumah orang. Sam juga akan ikut bantuin biayain kuliah Utu nanti, aku dan Cantik akan segera menikah jadi sudah seharusnya akupun membantu keluarga calon istriku," ujar Dodo menimpali pembicaraan Tanta Mar dan Cantik tunangannya.


"Mama juga maunya begitu Ke, Sam.. Tapi Tante Sri itu udah baik banget loh sama keluarga kita. Dia pasti juga nggak bakal langsung izinin mama untuk berhenti dari pekerjaan mama, nanti kita tunggu waktu yang pas yah. Mama nggak enak langsung berhenti padahal Tanta Sri udah banyak bantuin keluarga kita selama ini."


"Yaudah mama pelan-pelan aja ngomongnya sama Tante Sri, tapi diusahain secepatnya yah Ma.. Biar aku sama Utu juga bisa tenang."


"Iya, iya.. Makasih yah Sam udah izinin Keke kerja di tempat kamu," ujar Tanta Mar pada Sam yang mengangguk sopan padanya.


"Dihati aku aja aku bisa kasih tempat, masa cuman di dealer doang aku nggak bisa kasih Ma," kekeh Dodo.

__ADS_1


Cantik tersipu malu mendengar ucapan Dodo yang terang-terangan menggoda dia di depan Tanta Mar, kalau tidak ada mama dan juga adiknya disana sudah dia cubit pinggang lelaki yang cekikikan duduk disampingnya.


"Emang gitu kalo ngomong sama orang yang lagi lope lope, dunia serasa milik berdua," sahut Tampan menimpali.


"Udah kayak kamu nggak gitu juga," ujar Cantik tidak mau kalah.


"Kalian berdua juga sama aja," sahut Tanta Mar menatap bergantian anak perempuan dan laki-lakinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆...


Berikut penampakan makanan yang dibuat oleh Cantik::


PS. Dilarang ngiler 🤤🤭



Cakalang Fufu Goreng Pedas..



Kangkung Cah..



Tahu Tempe Goreng..


*************


Pantesan Dodo bela-belain mau makan dirumah tunangannya, wong makanan yang Cantik masak keliatan enak gitu..


Author sampe ngiler beneran ini


Hehehe..


************


Jejakmu jangan lupa yahh guys

__ADS_1


Author sayang kalian semua 🤗🥰🌹


__ADS_2