Ojek Cantik

Ojek Cantik
Bulan Madu


__ADS_3

Pukul empat sore Cantik dan Dodo tiba di Bandar Udara Changi Singapura, setelah melakukan perjalanan dengan pesawat komersil selama tiga jam dari Manado.


Kedua pasangan yang tengah bermandikan bunga-bunga penuh cinta itu menginap di Marina Bay Sands Hotel dengan harga semalamnya bisa mencapai lima jutaan.


"Astaga Sam, ini kok tempatnya mewah gini. Berapa harga semalamnya kita nginap disini Sam?" tanya Cantik yang terheran-heran melihat mewah dan megahnya hotel yang akan mereka tinggali selama seminggu ini.


Ini pertama kalinya Cantik menginjakkan kaki diluar negeri. Wanita yang memakai terusan pendek berwarna peach dan sepatu flat bergaris putih itu, tidak bisa menyembunyikan kekagumannya akan negara berlambang singa ini.


"Aku nggak tahu By, kan mama sama papa yang bayarin...," sahut Dodo berlagak tidak tahu.


Dia pernah menginap semalam disini untuk menghadiri salah satu undangan dari rekan bisnis dia dulu, tapi Dodo tidak ingin Cantik berpikiran macam-macam jika dia sampai tahu harga sebenarnya dari hotel ini.


Dodo yakin kalau Cantik akan protes seperti biasa menganggap mereka hanya menghambur-hamburkan uang, meski yang membayar adalah mama Cici dan papa Marlon.


"Istirahat dulu yuk By, aku capek banget...."


Cantik mengangguk patuh dan naik keatas ranjang yang jauh lebih besar dari ranjang hotel yang mereka tiduri tadi malam, merebahkan diri disamping Dodo dengan malu-malu.


"Peluk dulu sini," pinta Dodo sambil membuka dua tangannya lebar.


"Disini saja, Sam. Aku takut nanti tangan Kamu kram jika aku tiduri," tolak Cantik tidak enak.


"Nggak apa-apa, yang penting aku bisa peluk kamu By. Sini, deketan sini sama aku ... jangan jauh-jauh."


Cantik yang serba salah, mau tidak mau mendekat kearah Dodo menyandarkan kepalanya di dada dengan lengan lelaki ini yang menjadi alasnya.


"Nah, kalo ginikan enak Beby. Nyaman gak?" tanya Dodo setelah Cantik masuk dalam dekapan hangatnya.


"Iya."


"Kalo nyaman, tiap hari kita harus pelukan terus kayak gini. Aku pernah denger omongan orang yang mengatakan kalo pelukan suami adalah tempat ternyaman untuk istrinya. Jadi, kita harus praktekin juga untuk buktiin omongan mereka itu!" kekeh Dodo semakin memperdalam pelukannya pada Cantik sambil membaui tubuh wanitanya.


Cantik tersenyum mendengar ucapan Dodo, apa yang dia katakan tadi memang benar. Rasa nyaman dan terlindungi selalu dia rasakan sejak dekat dengan lelaki ini.


Apalagi sekarang mereka sudah resmi menjadi suami istri, rasa lebih dari kata nyaman saja rasanya tidak cukup untuk menggambarkan apa yang ada dihati Cantik untuk Dodo.


"By...."


"Iya?"


"Kamu mau punya anak berapa?"


Cantik mendongak. "Kalo kamu maunya berapa Sam?"


"Aku mau kita punya banyak anak Ca, biar rumah selalu rame. Aku udah rasain gimana sepinya jadi anak tunggal, nggak enak By."


Cantik kembali bersandar dan mengelus dada suaminya. "Aku terserah kamu aja Sam, berapapun kamu mau aku siap."


"Beneran By?" Cantik mengangguk. "Kalo aku minta selusin gimana?" sambung Dodo ingin tahu apa tanggapan istrinya.

__ADS_1


"Sebanyak itu Sam?" sahut Cantik kaget dan sedikit mengambil jarak untuk menatap wajah tampan suaminya.


"Tadi katanya berapapun yang aku minta-"


"Iya, tapi nggak sebanyak itu juga Sam!" potong Cantik cepat.


Kalau saja melahirkan anak bisa seenak membuatnya, mungkin Cantik akan langsung mengiyakan ucapan Dodo tanpa banyak berpikir.


Dodo seketika tertawa geli dan menarik tubuh Cantik untuk kembali dalam dekapan hangatnya.


"Iya, iya ... aku becanda By. Lima aja cukup kok buat aku."


"Lima? Kebanyakan itu Sam...."


"Lah katanya tadi terserah aku, kamu ikutin aja. Kok sekarang malah protes sih!"


"Iya, tapi nggak lima juga Sam...," keluh Cantik dengan suara manjanya.


Tunggu, manja?


Astaga ... sejak kapan wanita ini mulai bersikap manja padanya batin Dodo.


"Kok suaranya begitu sih, bikin sawan aja kamu By," ujarnya mencolek hidung Cantik. "Yaudah, tiga aja kalo gitu."


"Ok, tiga yah Sam. Nggak kurang nggak lebih!" sahut Cantik lega.


"Iya, tiga ... tapi kalo kelewat satu nggak pa-pa, kan?" canda Dodo yang langsung mendapatkan capitan dipinggangnya.


"Ish, emang berani?" tantang Dodo sengaja menggoda istrinya.


"Beranilah, kecil itu!" sahut Cantik menjentikkan dua jari kanannya sombong.


"Kecil? Beneran ini cuma kecil?" tanya Dodo menarik cepat tangan kanan Cantik dan meletakkannya ke benda yang sudah menegang sejak tadi dari balik celana yang dia pakai.


"Astaga Sam!" kaget Cantik merasakan benda itu bergerak menggeliat dibawah sana.


"Kenapa sih?" kekeh Dodo menahan tangan Cantik saat dia ingin menariknya dari sana.


"Jangan aneh-aneh deh kamu!" sahut Cantik dengan wajah merona merah bak kepiting rebus.


"Nggak ada yang aneh By, ini cara dia bicara kalo dia lagi butuh disayang sama kamu...," kekeh Dodo lagi semakin menggoda wanitanya. "Main yuk."


"Main apa sih maksud kamu?" tanya Cantik pura-pura tidak mengerti ucapan suaminya.


"Main kuda-kudaan Beby ... mau yah?"


"Nggak mau!"


"Kok gitu sih? Dosa loh nolak suami sendiri," bujuk Dodo tidak mau kehilangan kesempatan bermesra-mesraan dengan Cantik sore menjelang petang ini.

__ADS_1


"Biarin! Weee...," ledek Cantik mengeluarkan lidahnya dan tertawa geli saat Dodo naik keatasnya menggelitik pinggang dia.


Tawa kebahagiaan langsung memenuhi kamar hotel deluxe dimana kedua pasangan pengantin baru ini berada.


Beberapa kali Cantik berteriak memohon agar Dodo berhenti menggelitikinya, dia bahkan sampai mengeluarkan airmata saking tidak bisa menahan rasa geli disekujur tubuhnya.


Puas tertawa dan menggelitik, Dodo menyingkap terusan yang dipakai Cantik keatas dan mencumbu perut rata wanitanya dengan lembut.


Perlahan cumbuan itu mulai naik keatas menelusup dua bukit indah yang tertutupi kain berenda berwarna putih, dengan tangan yang mulai bergelirya kesana kemari menyentuh kulit tubuh mulus Cantik.


Dodo mulai lihai membuat istrinya bergairah hanya dalam cumbuan dan usapan belaka.


"Masih sakit gak By?" tanyanya disela-sela menikmati ujung bukit cokelat favoritnya.


Cantik hanya bisa berdesah menjawab pertanyaan Dodo, karena lelaki itu malah makin berbuat 'gila' diatas tubuhnya.


Dodo tersenyum smirk dan menurunkan celana yang dia pakai dengan cepat, membuka lebar dua kaki Cantik dan bersiap masuk melebur bersama dalam rasa candu yang memabukkan.


"Pelan-pelan Sam...," lirih Cantik saat milik lelakinya mulai masuk menembus sesuatu dibawah sana yang telah basah sejak tadi.


Dodo mengangguk dan kembali mencumbu bibir tipis Cantik penuh cinta dan perlahan memasuki surga dunianya.


Dengan perlahan Dodo mulai memaju mundurkan tubuhnya, dan menatap Cantik yang mengeram tertahan merasakan hentakan demi hentakan keperkasaan suaminya.


"I love you Beby...," bisik Dodo ditelinga Cantik.


Cantik membuka kedua mata satunya yang sempat tertutup, dan menarik tengkuk Dodo mencumbunya penuh nafsu.


Wanita itu tidak bisa menahan serangan demi serangan yang diberikan Dodo ditubuhnya, hingga pelepasan itu berhasil mereka dapatkan secara bersamaan.


"I love you too my Sam...."


.


.


.


.


.


.


.


.


...∆∆∆∆∆∆∆∆...

__ADS_1


Namanya juga pengantin baru yaa kann...


Dikit dikit basah guys 🤭😆


__ADS_2