Ojek Cantik

Ojek Cantik
Ceramah Mama


__ADS_3

Like


Like


Like


**********


(Pembicaraan bahasa Manado dirubah ke bahasa baku demi menjaga kenyamanan kaum pembaca yang katanya mulai bingung sama bahasanya 🤭)


"Mama nggak ke rumah Tante Sin?", tanya Cantik yang melihat Tante Mar duduk di meja makan dekat dapur kecil mereka.


"Enggak.. Mama minta izin sakit.."


"Mama sakit? Sakit apa? Udah minum obat?", tanya Cantik khawatir dengan kesehatan Tanta Mar.


Tanta Mar berdecak, "Cuma alasan itu Keke.. Sekali-kali Mama mau bolos dulu nggak masuk."


"Ya ampun Ma.. Kalo mau bolos jangan kasih alasan sakit gitu, udah kayak anak sekolahan aja nih Mama.." ucap Cantik tidak habis pikir dengan alasan klasik mamanya ini.


Tanta Mar hanya diam sambil menyesap kopi hitam Cap Keluarga (bukan iklan) yang sejak dulu harganya paling murah dibanding kopi keluaran sekarang.


Dimeja ada kue Panada yang Tanta Mar beli sama yang biasa jualan lewat di depan rumah mereka.


Hari masih jam delapan pagi, namun Tampan sudah pergi menuju kampusnya karena ada satu mata kuliah semester atas yang dia kontrak, diharuskan pergi mengikuti tatap muka di kampus sambil tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada.


Tinggallah anak dan mamanya duduk manis menikmati minuman hangat dan kue khas daerah mereka.


"Jam berapa kamu mau kerumah sakit Ke?", suara Tanta Mar memecah keheningan diantara mereka setelah lama terdiam.


"Nggak tau Ma, dia nggak ngomong mau pergi jam berapa tadi malam.." jawab Cantik malas.


Cantik berharap agar lelaki itu tidak jadi datang hari ini, rasanya dia malas membayangkan harus duduk bersama dalam mobil Dodo dan menghirup udara yang sama dengan lelaki itu.


"Utu udah cerita sama mama kalo kamu nggak mau ketemu sama dia tadi malam. Trus kamu juga nggak mau dia biayain tangan kamu yang patah itu!."


Cantik diam, adiknya ini memang tidak bisa menyimpan rahasia pada siapa saja termasuk Tanta Mar.


"Ada-ada saja kamu ini Keke.. Orang mau tanggung jawab bayarin pengobatan tangan kamu itu. Kamunya nggak mau, trus larang dia datang lagi. Dia kayak gitu berarti dia orang baik, nggak sama kayak yang lain. Udah nabrak orang tapi nggak mau disalahin."


Tanta Mar mulai menceramahi anak perempuannya yang keras sama seperti dirinya. Sekali tidak suka sama orang, susah untuk mereka dekat dengan orang tersebut.


Belum lagi dengan pendirian nya yang tinggi, membuat wanita itu tidak mau menerima bantuan yang diberikan oleh orang lain selama dia merasa dirinya mampu.


Begitulah Cantik tumbuh menjadi pribadi yang kuat, sesuai dengan didikan Almarhum papa mereka dulu. Apalagi dia adalah anak pertama, beban anak sulung di pundaknya benar-benar terasa semenjak papa mereka meninggal.

__ADS_1


"Jangan menolak pemberian orang selama dia tulus mau membantu kita", ucap Tanta Mar bijak.


"Lagipula, dia kelihatannya anak baik-baik Ke. Kalo enggak, nggak mungkin dia malem-malem maksain Dateng kesini dan mencari alamat rumah kita. Mungkin dia punya alasannya sendiri kenapa waktu itu dia ninggalin kamu di rumah sakit, yah setidaknya dia juga sempet bayar biaya pengobatan kamu kan. Jadi, nggak perlu lah kamu marah-marah lagi sama dia!", sambung Tanta Mar panjang lebar.


Cantik masih diam mencermati setiap ucapan Mamanya. Dia memang marah dengan sikap Dodo padanya yang meninggalkan dirinya sendirian di rumah sakit.


Bahkan saat menghubungi adiknya Tampan, dia hanya meminta tolong perawat yang sedang menanganinya.


Cantik masih bisa merasakan kalau tubuhnya bergetar saat itu, merasa takut jika tangannya sampai patah. Wanita itu hanya memikirkan nasib mama dan adiknya jika dia tidak bisa ikut membantu mereka mencari uang, untuk mencukupi kebutuhan keluarga mereka.


"Hanya dua bulan Ke.. setelah itu kamu nggak perlu lagi ketemu sama dia, tidak baik rasanya jika kita berteman apalagi dekat dengan orang 'berada' macam mereka. Kita nggak level sama mereka.." ucap Tanta Mar setengah bercanda namun masih terdengar serius.


Cantik tertawa mendengar ucapan terakhir Tanta Mar, tanpa diingatkan juga dia tahu kalau mereka memang tidak akan pernah bisa selevel sampai kapanpun.


"Eh.. Mama cuma becanda yah, hahaha.."


Ibu dan anak itu tertawa bersama menikmati pagi menjelang siang ini.


Tok.. tok.. tok..


Bunyi ketukan pintu depan rumah mereka terdengar dan menghentikan pembicaraan hangat keduanya.


"Itu mungkin Sam, Ke.. Pergi buka dulu pintunya, mama mau ke kamar mandi sebentar..." ucap Tanta Mar berdiri dari tempat duduknya.


Cantik pun melangkah dengan malas menuju pintu depan dan membukanya.


"Hai Cantik.. Selamat pagi.." sapa Dodo semangat.


"Hmm.. Masih pagi ini, emang dokter udah buka praktek?", tanya Cantik jutek.


"Jam sepuluh katanya mulai praktek Ca, tapi kita harus pergi cepet biar bisa dapet nomor awal. Eh.. nggak disuruh masuk aku nih?."


"Serah kamu lah.."


Cantik berjalan meninggalkan Dodo tanpa mempersilahkan lelaki itu masuk, tapi membuka pintunya lebar.


Dodo pun mengikuti Cantik dari belakang, tanpa disuruh olehnya.


"Ya astaga... Keke..!", teriak Tanta Mar dengan suara cemprengnya.


Cantik dan Dodo yang terkejut dengan suara teriakan Tanta Mar berlari menuju asal suara dimana dia berada.


"Kenapa Ma? Kenapa?", tanya Cantik panik.


"Ini pintunya terlepas lagi dari engselnya, Mama nggak kuat mau angkat pasangin lagi..!."

__ADS_1


Cantik membuang nafas kasar, dia pikir ada apa sampai mamanya berteriak seperti itu. Untung saja tetangga mereka tidak ada yang datang kesini karena mendengar suara Tanta Mar tadi.


"Kenapa Tante sama pintunya?", tanya Dodo yang berdiri disamping Cantik.


"Oh.. ini loh Sam, pintu kamar mandinya memang sering tercabut dari engselnya. Biasanya Utu yang pasangin kembali ke dinding", jawab Tanta Mar malu-malu.


"Mana.. biar aku yang pasangin Tante.." usul Dodo.


"Eh.. nggak apa-apa emang? berat loh pintu kayunya ini Sam.."


"Nggak apa-apa Tante.. Aku biasa angkat yang berat-berat", canda Dodo.


Tanta Mar hanya mengangguk dan membiarkan Dodo memasang pintu kamar mandi mereka.


Berat memang pintunya, tapi Dodo yang biasa nge-gym dan angkat barbell menganggap beratnya biasa-biasa saja.


Tidak sampai lima menit pintu itu sudah terpasang kembali ke engselnya yang memang sudah berkarat dan tidak memiliki baut untuk penahannya.


"Wah.. makasih yah Sam, kamu baik banget sudah bantuin Tante pasangin pintunya.." ucap Tanta Mar tak enak hati.


"Sama-sama Tante.. aku seneng kok bisa bantuin Tante.."


"Eh.. Ke, kenapa masih disini? Pergi ganti baju sana, nanti telat lagi ke rumah sakit kalian. Biar Mama yang temenin Sam disini."


Cantik hanya mengangguk dan melirik sekilas kearah Dodo yang sedari tadi senyum senyum manis padanya. Tidak tahu apa maksud lelaki itu entah dia minta di puji atau tidak, Cantik sama sekali tidak peduli dan segera berlalu dari sana.


...∆∆∆∆∆∆∆∆...


Dodo mulai cari-cari kesempatan kali yahh buat deketin Tanta Mar..


Yoweshh lah..


Yang penting kamu seneng yahh Do.. 🤭


*******


Author curhat dikit yahh..


Udah dua hari author liat View untuk karya ini lumayan banyak, tapi yang favoritin cuma dikit banget..


Jadi yahh guyss..


Kalo udah mulai baca jangan lupa tuh di tekan tombol ❤️ nya, biar nanti kalo Author udah Up keliatan nanti sama kalian..


Ok guys..

__ADS_1


Jejak nya jangan lupa...


Happy Sunday 🌹🌹🌹🌹


__ADS_2