
Yang masih punya sisa Vote,, boleh lah dibagi untuk author 😁
Like juga jangan lupa yah 🤗
***************
"Sam, tunggu dulu," tahan Alice memegang tangan Dodo.
"Apa sih!," bentak Dodo menghempaskan tangan Alice darinya.
"Kamu mau kemana? Aku juga baru sampe, susah banget sih mau ketemu sama kamu sekarang."
"Ngapain juga Lo mau ketemu sama gue! Setahu gue kita nggak punya urusan apa-apa," sahut Dodo mulai kesal.
"Ada, kita masih punya urusan Sam. Aku masih punya utang minta maaf sama kamu, duduk dulu yah kita ngomong bentar," bujuk Alice menatap penuh harap mantan kekasihnya ini.
"Nggak perlu, Lo nggak perlu minta maaf! Urusan kita udah lama selesai, gue alergi kalo kelamaan sama tukang selingkuh, takut keterusan jadi penyakit!," sarkas Dodo dan kembali melangkahkan kakinya keluar dari cafe langganan dia dan Roman.
Alice buru-buru berdiri di depan Dodo dan merentangkan kedua tangannya di depan dada, "Tunggu bentar bisa kan Sam. Terserah kamu mau menghina aku kayak gimana, tapi aku cuma pengen ngomong doang sama kamu Sam. Boleh yah.."
Kalau tidak mengingat yang di depannya ini adalah seorang wanita yang pernah menghiasi hari-harinya dulu, mungkin Alice sudah di tendang oleh Dodo karena berani menghalangi dan memaksanya untuk berbicara.
"Lis, jangan kayak gini.. Lo tahukan gimana marahnya Sam," ujar Roman mengingatkan wanita blasteran Indo Belanda itu.
Dodo menghembuskan nafas kasar, dia tahu kalau Alice pasti akan terus berusaha ingin bertemu dan berbicara dengannya nanti.
Mungkin mereka memang harus berbicara empat mata agar wanita yang masih berdiri menghadang jalannya ini berhenti mengganggu dia lagi kedepannya.
"Ok, gue kasih Lo waktu sepuluh menit buat ngomong!," ujar Dodo pada akhirnya karena merasa masalah dia dan Alice harus segera diselesaikan sebelum semakin berlarut dan terus menggangunya.
Alice langsung tersenyum sumringah mendengar ucapan Dodo, "Yaudah kalo gitu kita duduk dulu yah Sam."
"Nggak usah, disini aja ato nggak sama sekali!," tolak Dodo tegas.
"Ok, ok.." Jawab Alice kecewa karena tidak bisa duduk bersama Dodo dan menghabiskan waktu sedikit lebih lama dengan lelaki yang makin ganteng di matanya.
"Aku minta maaf karena udah selingkuh di belakang kamu Sam, aku tahu aku salah. Aku yang nggak bersyukur udah punya kamu, dan semua yang ada di diri kamu. Aku bodoh karena tergoda dengan lelaki lain, dan aku benar-benar menyesal udah nyakitin kamu Sam. Aku ingin memulai lagi dari awal bersama kamu, tolong kasih aku satu kesempatan lagi Sam. Aku janji nggak akan selingkuh maupun bohongin kamu lagi."
Dodo tersenyum smirk, entah kenapa dia semakin muak berlama-lama dengan wanita yang dulu sangat dia cintai ini. Dia bahkan harus berselisih paham dengan sepupunya karena terlalu sibuk menghabiskan waktu dan uangnya yang berharga, hanya demi menyenangkan Alice.
Rasa cintanya yang dalam membuat Dodo begitu mempercayai Alice, hingga tidak sadar kalau dia sudah dipermainkan oleh wanita ini.
__ADS_1
Roman berdiri di dekat mantan pasangan kekasih yang dulu begitu mesra dan terlihat saling mencintai satu sama lain.
Dilain pihak dia merasa kasihan dengan Alice, wanita itu bahkan rela membuang harga dirinya untuk bisa kembali bersama Dodo sahabatnya. Tapi pengkhianatan yang dilakukan Alice dulu ikut membuat Roman kesal.
Setelah semua yang sahabatnya lakukan, Alice tetap saja tidak puas dan memilih bermain api dibelakang Dodo. Dia pun sangat mendukung keputusan sahabatnya yang ingin mengakhiri hubungan mereka waktu itu.
"Cuma itu yang pengen Lo bilang?," tanya Dodo yang mendapatkan anggukan kepala dari Alice.
Dodo memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana dan menatap tajam wanita cantik yang dulu selalu dia bangga-banggakan di depan keluarga maupun temannya.
"Gini yah Lis, kalo untuk minta maaf udahlah.. Lo nggak perlu repot-repot lagi mau minta maaf sama gue. Itu udah lama lewat, gue juga udah lupain semuanya. Dan untuk masalah elo pengen dikasih kesempatan lagi, sorry Lis gue nggak bisa! Hati gue udah terlanjur sakit dengan pengkhianatan yang elo lakuin. Gue nggak bisa segampang itu percaya sama orang yang jelas-jelas udah khianatin kepercayaan yang gue kasih. Gue harap Lo bisa ngerti dan bisa lanjutin hidup Lo lebih baik lagi kedepannya, dan inget jangan lo sia-siain lagi seseorang yang udah rela berkorban banyak buat elo."
Wajah Alice seketika murung mendengar ucapan Dodo, dia hanya berharap dimaafkan dan bisa kembali bersama lelaki yang dulu selalu ada dan menemani hari-harinya. Lelaki yang selalu mengikuti apapun kemauannya, dan begitu tulus mencintai dia.
Tapi harapannya kini hanya sebatas harapan belaka, Alice bisa melihat dalam tatapan mata lelaki itu, tidak ada lagi tatapan memuja yang dulu selalu dia lihat disana untuknya. Dodo benar-benar sudah melupakan dia dan semua kenangan indah yang pernah mereka lalui bersama.
"Man, gue jalan duluan yah. Maaf nggak bisa lama-lama disini, dua hari lagi gue balik ke Manado," ujar Dodo menatap sahabatnya yang masih setia berdiri di dekat mereka.
"Ok, hati-hati bro.."
"Gue pergi yah Lis, makasih karena udah pernah hadir dalam hidup gue," pamit Dodo meninggalkan wanita yang sedang berusaha menahan sesuatu yang ingin keluar sedari tadi dari matanya.
Dodo pun berjalan meninggalkan Cafe menuju parkiran dengan hati yang lega. Iya, dia lega karena akhirnya bisa mengungkapkan apa yang selama ini ingin dia katakan pada Alice.
...*************...
Manado waktu setempat..
"Surat penangkapan Glen keluar hari ini ya Tam?."
"Iya Vi, kenapa?."
"Nggak, nanya aja."
"Kenapa?," tanya Tampan lagi mengelus kepala Viola dengan lembut.
"Nggak kenapa-napa Tam, aku cuma pengen dia segera di tangkap aja karena udah bikin kamu terluka kayak gini. Luka di lengan kamu pasti bakalan tinggalin bekas, aku sedih aja liatnya," jawab Viola jujur.
"Aku malah seneng dapet bekas luka ini Vi."
Viola mendongak menatap lelakinya, dia sedang bersandar dibahu Tampan, "Maksud kamu?."
__ADS_1
"Ini jadi bukti gimana pengorbanan aku buat dapetin kamu Vi, dan aku sama sekali nggak masalah untuk itu. Meski harus dapet seribu bekas luka sekalipun, aku nggak peduli! Yang penting aku bahagia bisa sama kamu.."
Sontak mata Viola langsung berkaca-kaca mendengar ucapan Tampan yang terdengar begitu tulus untuknya, rasanya dia tidak pantas mendapatkan cinta dari lelaki sebaik Tampan.
"Aku cinta kamu Vi, aku akan selalu berusaha untuk jadi yang terbaik buat kamu," ujar Tampan lagi dan mengecup dahi Viola penuh cinta.
Bulir kristal jatuh membasahi pipi Viola, baru kali ini dia diperlakukan semanis ini oleh seorang pria.
Meski tidak bisa memberikan barang-barang mahal dan mewah, namun lelaki ini tahu bagaimana membuat Viola jatuh cinta semakin dalam padanya.
Dia beruntung bisa mengenal Tampan dan sedikit memaksanya dulu untuk mau menolong dia lepas dari Glen.
"Kok nangis?," tanya Tampan mengusap pipi wanitanya yang basah dengan airmata.
"Makasih Tam," sahut Viola dengan mata yang sembab. "Aku juga bahagia bisa mengenal kamu. Aku bersyukur karena Tuhan kasih kamu disaat aku tidak tahu harus mencari pertolongan pada siapa lagi, dan hampir menyerah karenanya. Makasih banyak Tam, i love you so much.."
Tampan seketika memeluk tubuh mungil Viola dengan perasaan membuncah bahagia, dia tahu kalau hubungan mereka akan ada banyak tantangan dan rintangan, karena status mereka yang berbeda.
Tapi, Tampan sudah memantapkan hatinya untuk terus berjuang demi bisa hidup bahagia bersama Viola, wanita yang kini berada dalam dekapan hangatnya.
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆∆...
Begitulah hidup,,
Ada yang datang sekedar singgah..
Ada yang diam menetap disana..
__ADS_1
Semoga kita dipertemukan dengan seseorang yang baik dan mencintai kita dengan tulus..
Untuk kalian penikmat karya Author semua...