Ojek Cantik

Ojek Cantik
Kerja 1


__ADS_3

"Selamat pagi Pak Bonar.." Sapa Cantik saat masuk keruangan manager operasional dealer LSW milik tunangannya Dodo.


"Selamat pagi nona Cantik, mari silahkan duduk."


"Makasih Pak."


"Aduh, saya sampai kaget waktu Pak Sam menghubungi saya kemarin dan ngomong kalau nona ingin bekerja disini," ujar Pak Bonar berbasa-basi. "Kata Pak Sam nona Cantik pernah magang di perusahaan terkemuka di kota ini yah sebagai staff keuangan?."


"Iya Pak."


"Baik, jadi nanti nona juga akan bekerja dibagian staff keuangan dealer disini. Nona akan bertemu langsung dengan kepala keuangan, dia yang akan memberikan arahan serta tugas apa saja yang harus nona lakukan, dan jika ada pertanyaan nona bisa bertanya pada beliau. Untuk sementara nona belajar disini dulu sampai pembangunan dealer motor Pak Sam rampung. Kemungkinan pak Sam ingin nona jadi kepala keuangan disana jika bisa cepat belajar disini," jelas Pak Bonar panjang lebar.


Kepala keuangan? Kenapa Sam nggak bilang apa-apa padaku? Batin Cantik.


"Tunggu sebentar saya panggilkan Pak Jimmy dulu," ujar Pak Bonar lagi yang lalu memanggil orang yang dia maksud melalui telepon kantor.


Tidak berapa lama pintu ruangan manager operasional Pak Bonar diketuk dari luar, seorang pria muda dengan tinggi sekitar 180 cm berjalan masuk kedalam.


Pria itu sekilas menatap Cantik yang duduk membelakangi dia. "Selamat pagi pak Bonar," sapanya.


"Pagi Pak Jim, ini saya perkenalkan anggota staff keuangan baru yang kemarin sempat saya ceritakan. Dia akan menjabat sama seperti Bapak di dealer motor nantinya, nona Cantik kenalkan ini Pak Jimmy.."


Cantik berdiri dan berbalik menatap pria dengan kemeja slimfit dan tubuh atletisnya sedang memandangi dia dengan tajam.


"Selamat pagi Pak Jimmy, saya Cantik.." Sapa Cantik tersenyum manis.


Lelaki bernama Jimmy menyambut dingin tangan Cantik yang terulur ingin berkenalan dengannya, "Jimmy.." sahutnya singkat.


"Nah nona Cantik bisa ikut dengan Pak Jimmy ke ruangannya," ujar Pak Bonar setelah mereka saling memperkenalkan nama secara singkat.


Cantik mengangguk, "Baik.. Terima kasih Pak Bonar."


"Saya permisi pak," timpal Jimmy. "Mari ikut saya nona.." Sambungnya pada Cantik.


Cantik menatap sekilas pak Bonar yang berbisik berkata semangat untuk dia, lelaki berumur sekitar 40an tahun itu masih menunjukkan rasa hormatnya untuk calon nyonya bos mereka.


"Sebelumnya kamu sudah pernah bekerja di staff keuangan?," tanya Jimmy saat mereka berjalan bersisian menuju ruangannya.


"Saya pernah magang dulu di perusahaan T bagian keuangan Pak."


Jimmy mengangguk dan terus berjalan menuju ruangan bagian keuangan dimana dia bekerja, bos barunya ini terlihat dingin dan tidak suka banyak bicara pikir Cantik.


Beberapa karyawan dealer yang mereka lewati memandang Cantik dengan pandangan bertanya-tanya, membuat dia kikuk tidak percaya diri.


Semoga saja hubungan dia dan Dodo tidak akan diketahui oleh siapapun sampai mereka menikah nanti.


"Jadi ini laporan keuangan bulan lalu, coba kamu periksa apa ada mines-nya disana atau tidak. Kamu bisa bertanya kalau tidak mengerti!," ujar Jimmy saat mereka sudah berada dalam ruangan staff keuangan.


"Baik Pak," jawab Cantik mengambil berkas yang diberikan Jimmy padanya.


"Kamu bisa duduk di meja sebelah sana," tunjuk Jimmy disamping kirinya.


"Baik Pak."


"Oh iya, berapa usiamu?."


"Baru mau genap 23 tahun Pak."

__ADS_1


"Oh, kalau begitu panggil saya Jimmy saja. Saya tidak suka dipanggil Bapak, karena saya bukan Bapak kamu!."


"Eh, iya Pak.. Eh maksud saya Ji.. Jimmy," jawab Cantik terbata.


Baru sekarang ada seorang atasan yang tidak ingin dipanggil Bapak oleh bawahannya, entah bercanda atau tidak tapi apa yang baru saja dikatakan oleh Jimmy membuat Cantik serba salah karenanya.


"Yaudah, pergi kerjakan apa yang saya minta," ujar Jimmy kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena panggilan Pak Bonar tadi.


Cantik pun berlalu dan duduk disamping kiri Jimmy yang hanya berbatasan satu meja kantor lainnya. Mungkin itu juga tempat salah satu staff disini pikir Cantik.


Cantik yang sudah lama tidak pernah mengurus berkas tentang laporan seperti ini, awalnya sedikit bingung dan ragu.


Ragu karena tidak yakin apa dia mampu atau tidak berada di tempat ini, beberapa kali dia browsing dan bertanya pada Jimmy hingga Cantik merasa tidak enak sendiri.


Namun setelah usaha selama hampir dua jam, akhirnya Cantik mampu menyelesaikan tugas pertama dari Jimmy. Dia yakin kalau ini adalah tes awal untuk dia menjadi staff keuangan disini.


"Bagus, ternyata kau cepat belajar," ujar Jimmy memeriksa hasil laporan keuangan yang dia minta.


"Di tim kita ada tiga orang termasuk kamu dan saya, satu orang yang lain sedang ada di Jakarta saat ini dia sedang diperbantukan disana karena ada beberapa masalah yang terjadi. Jadi jika kamu ingin bekerja disini, aku harap kamu benar-benar serius karena dealer ini tidak akan berjalan dengan baik kalau laporan keuangannya tidak bisa kita pertanggung jawabkan pada Pak Sam. Kau mengerti?," tanyanya menatap tajam manik mata cokelat tua Cantik.


"Mengerti Jim," jawab Cantik penuh keyakinan.


"Kalau begitu bawa hasil yang kamu kerjakan tadi pada Pak Sam, dia meminta laporan keuangan bulan lalu."


"Baik Jim, tapi ruangan Pak Sam ada disebelah mana?," tanya Cantik tidak tahu.


Dia tidak sempat berkeliling dealer milik Dodo yang ternyata sangat luas dan megah, pantas saja dealer mobil ini menjadi salah satu yang terbesar dikota kelahirannya.


"Ruangannya ada didepan ruangan kita, beliau baru saja pindah kemarin."


"Kemarin?."


"Oh, enggak. Kalau begitu saya bawa ini dulu, permisi.."


Cantik keluar menuju ruangan Dodo yang pintu masuknya berhadapan langsung dengan pintu masuk ruangan mereka. Dia merasa kalau Dodo sengaja pindah kesana karena tidak ingin berjauhan dengan dia.


Tok..Tok..Tok..


Cantik mengetuk pintu kayu jati bertuliskan GM atau General Manager.


Ceklek..


Dodo dengan cepat membuka pintu ruangannya karena tahu yang datang adalah Cantik tunangannya.


"Masuk By.." Ajak Dodo menarik tangan Cantik.


"Astaga Sam, jangan main tarik gini. Gimana nanti kalau ada karyawan kamu liat? Aku nggak mau jadi bahan gosip dihari pertama aku kerja yah.." Protes Cantik berjalan mengikuti Dodo dari belakang.


Dodo membawa Cantik duduk dikursi tamu ruangannya.


"Biarin aja, aku malah seneng kalo kamu digosipin sama aku," kekeh Dodo yang langsung mendapatkan capitan dipinggangnya. "Aww.."


"Kalo ngomong tuh yang bener. Ini nih laporan yang kamu minta, aku baru selesai mengerjakannya tadi."


"Wih, hebat calon istri aku," puji Dodo membolak balikkan kertas laporan yang dibawa Cantik. "Nggak ada kendala kan Beby?," tanyanya.


"Awal tadi sih, tapi setelah browsing dan tanya-tanya sama Jimmy aku bisa juga seleseinnya."

__ADS_1


Dodo manggut-manggut senang, "Kesayangan aku memang pinter," ujarnya mencolek hidung mancung Cantik.


"Harusnya kamu bilang kemarin kalo aku mau kamu taruh dibagian keuangan Sam, setidaknya aku bisa belajar buka-buka buku lagi tadi malem."


"Iya maaf, aku lupa kasih tahu kamu gegara sibuk bermesraan.." Kekeh Dodo.


"Udah ah, aku mau balik lagi. Nggak enak sama kepala keuangan kamu kalo aku lama-lama disini."


"Bentar lagi Beby, aku masih kangen.." Ujar Dodo merangkul pinggang Cantik.


"Ya ampun Sam, baru juga ketemu tadi.." Protes Cantik tapi mau juga dipeluk tunangannya.


"Jangan capek-capek kerjanya, nanti aku bilang sama Jimmy jangan kasih banyak pekerjaan sama kamu."


"Eh, kok gitu sih. Dikantor kan aku tetep bawahan dia Sam, jadi dia berhak dong kasih pekerjaan ke aku.. Yang ada dia nanti curiga sama kita berdua."


"Tapi aku nggak mau kamu capek By, cukup aku aja yang kerja capek-capek buat masa depan kita," sahut Dodo memelas.


"Pokoknya kamu nggak boleh ngomong apa-apa sama Jimmy, titik nggak pake koma!," tegas Cantik melipat kedua tangannya di depan dada.


Dodo yang gemas langsung mendaratkan bertubi-tubi kecupan diwajah wanitanya dan memeluk Cantik makin erat.


"Ih, lepasin Sam. Kamu tuh yah," geram Cantik mengusap wajahnya.


Dodo tertawa puas karena berhasil membuat Cantik kesal, setidaknya dengan Cantik bekerja disana dia bisa setiap waktu bertemu dengan wanita yang dia cintai ini.


"Kata Pak Bonar aku mau kamu jadiin kepala keuangan di dealer motor milik kamu Sam, bener itu?," tanya Cantik masih dalam rangkulan mesra Dodo.


"Milik kita By," sahut Dodo memperbaiki ucapan Cantik.


Cantik tersenyum malu, "Iya milik kita. Bener emang kata Pak Bonar itu?."


Dodo mengangguk, "Iya. Rencana aku begitu. Makanya kamu banyak-banyak belajar sama Jimmy, dia kepala keuangan yang paling hebat yang aku punya. Dia orangnya teliti dan jujur, meski kadang sedikit dingin dengan orang lain. Eh tapi, jangan terlalu dekat juga sama dia yah By. Aku tetep nggak suka kamu deket-deket sama pria lain selain aku dan adik kamu!."


Cantik berdecak, "Diakan atasan aku juga disini Sam.. Nggak mungkinlah kami nggak bakal deket, apalagi kami satu divisi. Ada-ada aja kamu ini.."


"Iya aku tahu, tapi jangan terlalu deket aja pokoknya yah. Kamu cuma milik aku!."


"Ih.. Posesif banget sih tunangan aku ini," goda Cantik tertawa geli.


"Namanya juga cinta.." Sahut Dodo menarik tubuh Cantik makin mendekat kearahnya hingga tidak menyisakan jarak.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...∆∆∆∆∆∆∆∆...


Masih berlanjut yah guys,, 🤗


__ADS_2