
Dukung pasangan Dodo dan Cantik dengan Like kalian yahh guys...
**********
Selesai makan siang dan sedikit berbasa basi bersama Cantik yang masih saja irit bicara dengannya, Dodo mengantarkan wanita berkulit sawo matang itu pulang.
"Nanti.. aku bisa kan kapan-kapan main kerumah kamu Ca?."
"Ha? Mau ngapain?."
"Ya nggak ngapa-ngapain, cuma pengen ketemu kamu sama adik kamu juga. Lagipula aku nggak punya temen disini Ca, kamu temen aku yang pertama loh disini", jujur Dodo.
Cantik menghela nafas panjang, teman katanya? sejak kapan aku bilang aku mau menjadi teman orang ini. Kepala Cantik mendadak pusing karena satu kata yang akan membuat dia dan Dodo semakin dekat nanti.
"Kenapa diam lagi sih Ca? Kamu memang nggak mau jadi temen aku yah?", tanya Dodo lalu menepikan mobilnya ke pinggir jalan.
Cantik mendadak salah tingkah saat lelaki itu melepas seatbelt dan berputar menghadap kearahnya.
"Aku tahu kalo kamu mungkin masih kesel sama aku gara-gara waktu itu aku ninggalin kamu sendiri di rumah sakit, aku tahu aku salah Ca.. Dan aku minta maaf karenanya. Seharusnya aku memang nggak ninggalin kamu, tapi saat itu aku sedang ada janji bertemu dengan yang punya lahan tempat pembangunan dealer motor yang kita datangi tadi Ca."
"Aku terpaksa harus ninggalin kamu karena kalo aku telat datang hari itu, pemiliknya pasti nggak akan jual tanahnya sama aku. Selain aku, ada juga pihak dari salah satu toko retail terkenal di Indonesia yang hari itu berjanji akan bertemu dengannya juga. Beruntung aku lebih dulu tiba disana sebelum pihak dari toko retail itu sampai, jadi yang punya lahan memberikan tanahnya untuk aku beli. Maafin aku yah Ca, Maaf banget.." ujar Dodo sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Udahlah Sam, nggak perlu minta maaf lagi. Aku udah maafin kamu kok", ucap Cantik tanpa mau menatap lelaki yang sedang menatap dirinya dengan intens.
"Kalo udah maafin aku trus kenapa tiap kali aku bilang kita temen kamu diam aja nggak pernah kasih tanggapan apa-apa Ca?."
Cantik memilin ujung kaos oblong yang dipakainya, bingung harus memberikan jawaban apa pada Dodo.
"Tuh kan kamu diem lagi.. Berarti emang bener kalo kamu nggak mau jadi temen aku!."
"Maaf Sam, tapi di keluarga kami memang sudah terbiasa seperti itu. Kami selalu menjaga jarak dengan orang-orang seperti kalian, karena kami sadar kalau kami tidak selevel dengan kalian..", ucap Cantik jujur.
"Orang-orang seperti kalian? Maksud kamu apa Ca?", tanya Dodo bingung harus mengartikan apa ucapan Cantik tadi.
"Ya orang kaya seperti kalian Sam. Dulu Papa aku juga berasal dari orang macam kalian, tapi karena dia memilih untuk menikah dengan Mama. Papa pun diusir dari rumah oleh Opa kami, dia tidak diizinkan kembali ke Jakarta dan dianggap sudah mati oleh keluarga besar Papa disana. Sejak saat itu, orang mulai menghina Papa dan Mama yang memang hidup berkecukupan disini", curhat Cantik.
Dia pun mulai menceritakan kalau sampai saat ini, keluarga besar Papa Cantik dan Tampan juga masih sering menyepelekan bahkan menghina keluarga mereka. Meski Papa mereka sudah lama pergi beberapa tahun yang lalu.
__ADS_1
Iya, Papa Cantik adalah orang asli Jakarta. Dia datang ke Manado untuk merantau sekalian mencari pengalaman dikota ini, sebelum pria itu diberikan perusahaan tekstil milik Opa mereka.
Tapi, Papa Cantik malah jatuh cinta pada Tanta Mar yang berasal dari keluarga miskin yang kebetulan bertemu dengannya saat lelaki itu salah menaiki angkutan umum.
Papa Cantik yang ingin menikahi Tanta Mar, membawa wanita Manado itu ke Jakarta untuk bertemu dengan keluarganya. Tapi, hubungan mereka malah ditentang habis-habisan oleh Opa dan Omanya yang waktu itu sudah memiliki calonnya sendiri.
Dan setelah bertengkar hebat, Papa Cantik pun diusir dari rumah orangtuanya tanpa membawa apa-apa. Dia kembali ke Manado bersama Tanta Mar, dan menikah di kota ini tanpa restu dari opa dan Oma Cantik.
Dodo sempat tertegun mendengar perkataan Cantik, ternyata keluarga mereka memiliki cerita yang tidak menyenangkan dengan kaum 'berada' yang dilabeli Cantik tadi.
Lelaki itupun bersuara, "Cantik.. Liat aku!."
Cantik pun perlahan mengangkat wajahnya dan menatap manik mata Dodo yang membuat dirinya sedikit gugup.
"Nggak semua orang yang kamu bilang tadi seperti keluarga papa mu Ca. Dalam keluarga kami, aku tidak pernah diajarkan oleh kedua orang tuaku untuk membanding-bandingkan strata sosial dilingkungan sekitar kami. Aku bebas bergaul dengan siapa saja, selama pertemanan ku tidak menjerumuskan aku ke hal-hal yang tidak baik. Dan disini, aku cuma pengen kamu tahu.. Kalau aku beneran tulus ingin menjalin hubungan sebagai teman kamu Ca. Teman yang selalu ada disaat kamu susah maupun senang, berbagi hal bersama, dan tertawa bersama."
"Aku cuma minta, kamu jangan menutup diri untuk itu. Dan jika ada orang yang menghina kamu ataupun keluarga kamu nanti, aku akan berdiri paling depan untuk selalu membela mu! Karena itulah arti teman yang sesungguhnya bagiku, menghina teman ku sama juga menghina harga diriku!."
Mendengar perkataan Dodo membuat hati Cantik menghangat, mungkin benar kata mamanya kalau lelaki ini memang lelaki baik meskipun dia berbeda level dengan keluarga mereka.
"Aku nggak minta kamu percaya dengan perkataan aku Ca, tapi kasih aku kesempatan untuk bisa membuktikannya padamu..!."
"Bukti apa? Memangnya aku minta bukti sama kamu? Ada-ada aja kamu ini.." potong Cantik.
"Nggak usah pake bukti-buktian segala, kalo kamu tetep ngotot pengen jadi temen aku terserah! Dari awal aku memang nggak bisa nolak kamu juga kan, kamunya pemaksa gitu!", sambung Cantik lagi lalu tersenyum tipis.
Dodo tertawa, "Iya.. Aku memang tipe orang pemaksa Ca. Jadi kamu harus terbiasa nanti yah kalo tiba-tiba aku maksain kamu untuk temenin aku kemana-mana disini."
Cantik berdecak dan memutar bola matanya malas, mungkin memang benar kalo dia harus terbiasa dengan sikap teman barunya ini.
Teman? Iya.. Cantik sudah memutuskan untuk berteman dengan pria yang dikenalnya bernama Sam. Pria penabrak dirinya tempo hari, yang hari ini memaksa ingin berteman dan dekat dengannya.
Semoga saja pertemanan mereka ini benar-benar tulus tanpa ada maksud apa-apa, batin Cantik.
Padahal dia tidak tahu kalau hubungan pertemanan mereka ini adalah awal mula bagi Dodo untuk mendapatkan hati Cantik.
Lelaki itu sudah terlanjur jatuh hati dengan sosok seorang Cantik Hidayat, wanita yang dikenalnya berbeda dengan wanita-wanita lain.
__ADS_1
"Makasih yah Ca udah mau temenan sama aku, sekarang aku anterin kamu pulang yahh.." ucap Dodo tersenyum manis masih menatap setiap sudut wajah Cantik di sampingnya.
"Nggak usah lebay Sam.." jawab Cantik malu-malu sembari mengalihkan pandangan matanya dari Dodo.
...∆∆∆∆∆∆∆...
Akhirnya..
Cantik mau juga temenan sama Dodo yahh guys..
hehehe
Setelah ini kita liat gimana nanti Dodo akan menebar jala untuk menangkap ikannya yang bernama Cantik 😆
********
Jejakmu jangan lupa kesayangannya author semua..
Coment
Coment
Coment
Rate
Rate
Rate
Vote
Vote
Vote
Terima kasih 🌹🌹🌹🌹
__ADS_1