
"Ngana da baku marah deng Sam, Ke?." (Kamu lagi marahan sama Sam, Ke?), tanya Tanta Mar karena lelaki itu tidak lagi pernah datang kerumah mereka selama tiga hari ini.
Cantik mengangguk lemah. "Karena kiapa? Ngoni dua da masalah?." (Kenapa? Kalian lagi ada masalah?), tanya Tanta Mar duduk disamping Cantik anaknya.
Mereka sedang berada diruang tamu dengan TV ikan kembung yang menyala.
"Sam ngajak aku nikah Ma.." Sahut Cantik tidak semangat.
setelah hari itu, Dodo mendiamkannya sampai sekarang. Entah karena dia marah atau kecewa dengan penolakan yang Cantik berikan, Dodo tidak lagi mau berbicara banyak hal dengannya meski dia masih mengantar jemput Cantik pergi kerja.
Dodo hanya akan menunggu dia didepan pagar dan menurunkannya juga disana, lelaki itu tidak lagi pernah masuk dan makan bersama keluarga mereka seperti sebelum-sebelumnya.
Itulah mengapa Tanta Mar yang sudah berhenti bekerja sejak tiga Minggu lalu, merasa ada yang aneh dengan sikap Dodo dan bertanya pada anak perempuannya.
"Lalu?," tanya Tanta Mar.
"Kita nda terima Ma.." (Aku menolaknya Ma..)
"Karena kiapa?." (Kenapa?), tanya Tanta Mar lagi.
"Masa dia ngajak aku nikah cuma karena cemburu sama kepala keuangan yang ngajak aku makan siang waktu itu Ma.." Sahut Cantik yang masih menyakini kalau ajakan nikah tiba-tiba dari Dodo hanya karena dia sedang cemburu buta hari itu.
Tanta Mar menggelengkan kepala, "Kamu yakin karena dia sedang cemburu sampai Sam ngajakin kamu nikah Ke?." Cantik mengangguk.
Pletakkk..
Tanta Mar menjitak dahi Cantik.
"Aww, sakit Ma.." ringis Cantik mengusap dahinya yang berdenyut.
"Itu supaya otak kamu nggak kebanyakan curiga sama orang!," sahut Tanta Mar kesal dengan anaknya ini. "Kamu tahu gak, sebelum Sam ngomong begitu sama kamu. Dia udah lebih dulu minta izin sama mama untuk nikahin kamu Ke, dia udah yakin ingin mempersunting kamu menjadi istri dan ibu dari anak-anak kalian nanti, jauh sebelum kalian resmi bertunangan. Bahkan saat kalian sudah bertunangan pun, Sam masih sempat berucap ingin segera meresmikan hubungan kalian ke jenjang yang lebih serius lagi."
Tanta Mar menghembuskan nafas panjang sebelum melanjutkan perkataannya pada Cantik.
"Mama saja bisa melihat keseriusan dia Ke, masa kamu yang hampir setiap hari bersama dia tidak bisa melihatnya juga? Atau jangan-jangan kamu yang belum bisa mencintai Sam sepenuh hati Ke? Jangan menggantungkan perasaan orang begitu! Kasian Sam, dia beneran tulus dan serius ingin memperistri kamu Ke.." Sambung Tanta Mar mengelus rambut panjang Cantik.
Cantik diam, dia tahu kalau disini dia yang salah. Selama ini Dodo memang selalu menunjukkan keseriusan dirinya dalam hubungan mereka.
Entah apa lagi yang membuat Cantik tidak yakin dan berpikir kalau mereka masih butuh waktu untuk saling mengenal lagi satu sama lain.
"Mama nggak bisa paksain hati kamu Ke, kalo kamu memang yakin dan beneran cinta dengan Sam. Kamu pasti bisa memberikan jawaban untuknya, jangan lama-lama berpikir Ke. Kasihan Sam yang udah menunggu kamu selama ini. Tapi untuk mama, Sam adalah lelaki baik yang bisa bertanggung jawab dan membahagiakan kamu kedepannya Ke. Mama nggak pernah salah menilai orang!."
......**************......
"Do.."
"Hmm..."
"Do.."
"Hmm..."
__ADS_1
"Do.."
"Apa sih By, kenapa? Ada apa?," kesal Dodo karena sejak tadi wanita itu hanya bolak balik ke ruangannya lalu memanggil-mangil dia seperti ini.
Cantik terkekeh dan duduk dipangkuan Dodo yang berada di balik meja ruangannya.
"Eh.." Ujar Dodo terkejut karena baru sekarang Cantik bersikap se-agresif ini. "By, kamu apa-apaan sih.. Gimana nanti kalo ada yang datang?," tolak Dodo namun dalam hati sedang menahan kesenangan luar biasa.
Kapan lagi memangku Cantik sedekat ini pikirnya, bahkan Cantik mulai merangkul lehernya dengan kedua tangan.
"Kamu nggak bosan diemin aku terus ha? Nggak kangen cium aku? Katanya kamu nggak bakalan semangat kalo nggak dapet sarapan pagi dari aku. Nanti kamu sakit Do, udah tiga hari loh kamu nggak pernah sarapan lagi?," goda Cantik mendekatkan wajahnya.
Dodo yang masih kaget mendapatkan perlakuan seistimewa ini dari Cantik hanya diam mematung, hingga bibir hangat yang selama tiga hari ini sangat dia rindukan menyentuh bibirnya yang basah.
Cup..
Cup..
Cup..
Cantik mengecup tiga kali bibir tunangannya penuh kerinduan.
"Gitu doang?." Cantik mengangguk. "Sarapan pagi aku bukan begitu, tapi begini.."
Dodo menangkup wajah Cantik dengan cepat dan menye*sap bibir manis wanitanya penuh cinta.
Rasa rindu yang tertahan selama tiga hari ini begitu terasa dalam cumbuan dan de*capan kedua insan yang sempat bertengkar beberapa hari yang lalu.
Namun baru juga tiga hari, Cantik sepertinya tidak bisa memendam kerinduan dia yang mendalam untuk Dodo.
Iya, pengaruh Dodo dalam kehidupan Cantik sangat luar biasa. Bahkan selama tiga hari mendapatkan perlakuan dingin dari lelakinya, Cantik berubah menjadi uring-uringan dan tidak bersemangat seperti sebelumnya.
Jimmy bahkan sampai bingung dengan perubahan Cantik yang ikut terkena imbasnya, karena pekerjaan dia yang tidak pernah benar akhir-akhir ini.
Bunyi decapan bibir dan lidah yang bertaut menjadi saksi bagaimana kedua sepasang manusia itu, begitu mendamba satu sama lain.
Dodo mengurai ciuman mereka saat Cantik mulai kehabisan nafas meladeni cumbuan lelaki yang selalu bisa membuatnya melayang, hanya dengan ciuman panas seperti ini.
Dahi keduanya saling bertaut dengan nafas yang naik turun, jari telunjuk Dodo mengusap lembut bibir kecil mungil Cantik yang sedikit bengkak karena sesapa*n darinya.
Cantik masih memejamkan mata menikmati aroma nafas mint Dodo, serta lembutnya jari panjang lelaki itu menyentuh bibir dia yang basah karena pertukaran saliva mereka.
"I miss you so much Beby.." Bisik Dodo dan kembali menautkan bibir keduanya semakin dalam dan dalam.
Refleks Cantik menarik rambut Dodo yang mulai panjang, dan berdesah pelan. Tangan kekar lelaki itu menyentuh dan mengusap pelan paha mulus Cantik yang terbalut stocking hitam tipis.
Dodo mulai membuka kancing pertama kemeja Cantik dengan tangannya yang lain masih mengusap paha wanita itu.
Cantik yang hanyut dalam permainan lembut dan menggairahkan Dodo, tersentak saat bunyi ponsel di meja kerja lelakinya berbunyi nyaring.
Dia dengan cepat melepaskan tautan bibir memabukkan mereka dengan mata yang sama-sama berkabut.
__ADS_1
Dodo tersenyum tipis dan mendekap tubuh Cantik, dia lalu bersandar di dada wanitanya sambil mengangkat telepon.
Cantik menegang, detak jantungnya semakin tidak karuan merasakan Dodo semakin dalam mendekapnya, dan rambut hitam lelaki itu yang menggesek kemeja dengan kancing yang sudah terbuka hingga kebatas dua gundukan miliknya.
Dodo mengangkat panggilan ditelepon masih dengan keadaan bersandar disana sampai kurang lebih, lima menit kemudian panggilan itupun berakhir.
Dodo kembali melancarkan aksi nakalnya dari mulai bibir, leher hingga bagian atas dada Cantik yang menyembul dari balik penutup berwarna hitam itu.
Ah Sial, kenapa dia harus berdiri disaat seperti ini batin Dodo yang merasakan sesuatu dibawah sana semakin sesak.
Dodopun terpaksa mengurai aksi ciuman dan kegiatan panasnya ditubuh Cantik, yang kemejanya telah berhasil terbuka sepenuhnya. Diapun lalu mengancingkan kembali kancing kemeja Cantik perlahan.
Cantik yang sudah basah dibawah sana, mencoba mengatur nafas dan detak jantung yang semakin tidak karuan karena ulah Dodo. Dia hanya diam hingga lelaki itu berhasil menutup kemeja yang dia pakai.
"Ayo kita menikah By," ajak Dodo lagi masih mendekap tubuh Cantik dipangkuannya.
"Kapan?."
"Hah, Apa?."
"Kapan?," tanya Cantik lagi membuat Dodo membola tidak percaya ajakannya kali ini langsung diterima oleh Cantik.
"Secepatnya.." Jawab Dodo bahagia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...∆∆∆∆∆∆∆∆∆...
Abis basah-basahan Dodo langsung diterima sama Cantik.. 🤭
Selamat yah Do.. 😁
__ADS_1