
Like dulu sebelum lanjut
***********
"Mau kemana lagi kamu Do? Eyang perhatiin kamu makin gak betah dirumah", tanya eyang yang pagi ini sudah duduk di meja makan sambil menyeduh teh hijau untuknya dan suaminya.
Dodo duduk di kursi depan eyang sambil mencomot kue Balapis diatas meja.
"Mau kerumah Cantik eyang, mau kemana lagi emangnya aku di kota ini.." jawab Dodo santai.
"Ya ampun, jadi kamu setiap hari pergi pagi pulang udah malem kerumah abis dari rumah wanita itu?."
Dodo mengangguk mengiyakan.
"Kamu tuh yah, hobi banget ngapelin Cantik. Udah kayak mau kemana aja dia, takut kamu digegepin orang lebih dulu yahh.." ucap Eyang menggoda Dodo.
Dia tahu kalau cucu bungsu Laki-lakinya ini pasti sedang melakukan pendekatan dengan Cantik, karena Dodo bukan tipe orang yang mau membuang-buang waktu hanya untuk melakukan sesuatu yang tidak penting menurutnya.
"Nah itu eyang tahu.. Aku udah bertekad pengen dapetin hati Cantik eyang, tapi harus pelan-pelan kayaknya. Cantik bukan tipe cewek yang aku kenal selama ini, dia bahkan tidak mau berteman dengan aku awalnya karena merasa gak pantas dengan latar belakang keluarga mereka yang bukan orang 'berada'!."
"Dia juga gak pernah neko-neko kalau sama aku, bahkan kalau aku ngajak makan dia gak mau aku bawa ke tempat-tempat yang menurutnya mahal dan terlalu mewah. Dia bakal risih dan nggak nyaman sendiri eyang, sejauh aku mengenalnya hampir tiga Minggu ini.. Cantik memang tipe wanita idaman banget deh eyang. Aku suka sama kepribadian dia yang apa adanya tanpa menutup-nutupi keadaan keluarga mereka yang hidup berkecukupan", sambung Dodo lagi mencurahkan isi hatinya tentang sosok Cantik yang dikenalnya.
Eyang tersenyum mendengar perkataan panjang lebar Dodo tentang seorang wanita yang belum lama dikenalnya, akibat insiden kecelakaan yang menimpa mereka.
"Kalau kamu memang serius dengan Cantik, harusnya kamu sudah kenalin dia sama keluarga kita Do. Eyang juga penasaran seperti apa wanita yang sudah bikin kamu klepek-klepek lebih dulu itu. Biasanya kan cewek-cewek yang duluan deketin kamu", ujar Eyang pada Dodo yang sudah menyeruput teh hijau milik Opanya diatas meja.
"Nanti ajalah eyang, kalo Cantik udah lebih deket sama aku baru aku kenalin sama eyang dan yang lain."
"Kok nanti sih Do.. Lebih cepet kamu kenalin sama keluarga kamu lebih baik. Wanita itu butuh kepastian dan pengakuan Do, kalo kamu udah kenalin dia ke keluarga kamu. Saat nanti kamu mau mengutarakan perasaan kamu, dia akan menganggap kamu benaran serius dengannya. Percaya deh sama eyang", ucap eyang meyakinkan Dodo.
Dodo diam memikirkan ucapan eyangnya, mungkin ini bisa dijadikan Dodo sebagai langkah awalnya mendekati Cantik pikirnya.
Jika Cantik sudah dekat dengan keluarganya, wanita itu pasti tidak akan merasa minder ataupun rendah diri lagi. Dan jika sudah begitu, Dodo pasti bisa mendapatkan hati Cantik dengan lebih mudah kedepannya.
Dia hanya harus menunjukkan rasa cintanya yang tulus untuk wanita bernama Cantika Hidayat itu.
"Jangan terlalu banyak mikir Do.. Nanti pas ulang tahun eyang hari Sabtu, kamu ajak dia aja kemari.. ketemu kita semua disini", ujar eyang memberikan ide pada Dodo.
"Ah.. iya, ultah eyang hari Sabtu ini ya. Aku sampe lupa, untung eyang ingetin aku.."
Eyang berdecak, "Kamu mana bisa inget ulang tahun eyang.. Wong di pikiran kamu cuma ada Cantik terus!."
__ADS_1
Dodo tersenyum nyengir membenarkan ucapan eyangnya tentang dia yang hanya sibuk memikirkan Cantik sejak hari dimana dia menabrak wanita bertubuh tinggi tersebut.
"Yaudah kalo gitu, eyang mau hadiah apa tahun ini? Dodo akan berusaha mengabulkannya untuk eyang aku tersayang ini.." bujuk Dodo.
"Nggak perlu kasih hadiah-hadiah segala, tiap tahun kamu selalu kasih barang mewah. Eyang nggak butuh semua itu! Tahun ini kamu cukup bawa Cantik kemari, eyang penasaran dan ingin menilai langsung apa benar wanita yang kamu incar-incar itu memang berbeda dengan mantan-mantan kamu dulu atau tidak!."
"Kalo soal itu, tanpa eyang minta juga Dodo tetap akan membawa Cantik kemari. Eyang doain aja supaya Cantik mau datang hari Sabtu nanti.."
"Ya makanya kamu juga harus usahalah Do, bujuk dengan segala macam rayuan maut mu supaya Cantik mau datang kemari. Kamu kan paling jago soal yang begituan kayak opa kamu dulu!", ujar eyang sambil cengengesan mengingat opa Dodo yang sering merayunya dengan rayuan-rayuan receh namun bisa membuat dia melayang jaman muda dulu.
Dodo menghembuskan nafas kasar mendengar ucapan eyangnya, kalau Cantik bisa dengan mudah dia rayu pasti sekarang mereka sudah maju ketahap pendekatan.
Tapi sayangnya wanita bernama Cantik ini sangat sulit dia dekati dan sangat galak setiap kali mereka bertemu awal-awal dulu.
Baru sekarang ini Cantik mulai terlihat lebih lembut kepadanya, dan sudah mau membuka diri untuk bisa dekat selayaknya teman pada umumnya.
Mungkin untuk bisa menjadikan Cantik pacarnya, Dodo harus lebih bersabar lagi dan dia akan berjuang sampai Cantik bisa dan harus menjadi miliknya!.
"Iya, Dodo usahain agar Cantik mau datang yaa eyang.." Ucap Dodo pada akhirnya.
"Haruslah Do bukan cuma usahain! Kamu ini.. Oh iya, papa sama emak mu katanya nggak bisa datang. Banyak orderan pengiriman barang Minggu ini sampai Minggu depan katanya, mereka kemungkinan baru bisa datang dua Minggu lagi."
"Iya, tadi malem emak nelpon juga sama Dodo kasih tahu."
"Ngomongin apa sih pagi-pagi begini kalian?", tanya opa dan mengambil tempat duduk di bagian kepala meja makan.
"Lagi ngomongin ceweknya sih Dodo Pa.." jawab eyang apa adanya.
"Cewek? Kamu udah punya pacar lagi Do? Nggak kapok kamu di bohongin sama diselingkuhin mantan kamu si Alice itu?. Katanya belum mau pacaran dulu, nggak percaya sama kaum betina..!", sindir opa.
Dodo tersenyum masam waktu dia putus dengan Alice, dia sempat berkata seperti itu pada Opanya tapi siapa sangka setelah bertemu dengan wanita bernama Cantik, Dodo malah jatuh hati dengan sosok wanita yang berprofesi sebagi tukang ojek ini.
"Itukan dulu opa, udahlah nggak usah sebut-sebut nama dia lagi. Aku suka alergi sekarang kalo denger namanya!."
"Sekarang alergi, dulu aja kemana-mana selalu sama dia", eyang ikut menimpali menggoda Dodo.
"Ish.. Udah deh nggak usah ngomongin wanita matre itu lagi eyang, aku udah move on. Nggak ada dalam kamus aku ingat-ingat mantan lagi!", ujar Dodo setengah ngegas. Lelaki itu paling malas jika harus membahas mantan lagi.
Diantara mantan-mantannya, Alice adalah wanita pertama yang dia kenalkan ke keluarga besarnya. Karena hubungan mereka yang terbilang cukup lama dibanding yang lain, Dodo berani membawa wanita itu kehadapan keluarganya.
Keluarga Dodo pun menerima Alice dengan sangat baik, mereka memang tidak pernah mempermasalahkan semua perempuan yang menjadi pacar Dodo.
__ADS_1
Yang terpenting adalah Dodo bahagia dengan hubungannya, itu saja sudah cukup buat keluarganya baik Papa dan Emak Dodo.
Dodo sudah sangat serius dengan hubungan keduanya, tapi siapa sangka jika Alice malah mengkhianati dan membohonginya selama mereka berhubungan.
Karena Alice lah sampai Dodo berkata belum mau pacaran dulu pada Opanya, dua hari setelah dia putus dengan wanita itu.
"Jadi sekarang kamu udah punya pacar Do? Nggak dikenalin ke opa sama eyang?", tanya opa yang masih penasaran dengan sosok pacar baru cucu laki-lakinya.
"Belum opa, baru gebetan doang. Nanti juga kalo udah jadi pacar, aku bakal secara resmi kenalin dia sama keluarga kita", jawab Dodo jujur.
"Yaudah jangan lama-lama, tar keburu diambil orang baru nyaho kamu..!."
"Iya, iya.. Bawel banget sih opa. Aku pergi dulu yah, mau apelin gebetan aku dulu", pamit Dodo dan berdiri dari tempat duduknya.
"Ya ampun masih pagi ini loh Do, udah mau apel aja kerumah tu cewek", protes opa.
"Setiap hari juga kayak gitu Pa, dia selalu kesana udah hampir tiga Minggu ini. Pergi pagi pulangnya malam!", ucap eyang menimpali perkataan opa Dodo.
"Harus gitu biar Cantik makin betah dan nyaman sama aku, udah yah keburu macet lagi nanti.. bye."
Dodo pun berlalu meninggalkan eyang dan opanya dimeja makan dan naik kedalam mobil sportnya menuju rumah sang kekasih hati.
"Cantik? Jadi cewek yang dia taksir itu yang waktu lalu dia tabrak yah Ma?", tanya opa setelah Dodo pergi meninggalkan mereka berdua.
"Iya.. Katanya wanita itu berbeda dengan mantan-mantannya dulu, makanya Dodo kesemsem sama Cantik. Aku minta Dodo untuk bawa dia kerumah hari Sabtu nanti, sekalian aku pengen liat apa benar yang dikatakan Dodo soal Cantik. Orang baik dan tulus bisa terlihat dari sikap dan pembawaannya", ucap eyang yang sudah banyak makan asam garam soal menilai seseorang.
Dulu Alice juga sempat dinilai oleh eyang Dodo dan dari pertemuan pertama mereka, wanita berumur itu langsung tahu kalau Alice bukanlah wanita baik untuk cucunya.
Tapi sebagai orang tua dan nenek dari Dodo, eyang tidak mengatakannya pada cucu bungsu laki-lakinya itu. Menurut eyang tidak ada gunanya menegur seseorang yang sedang kasmaran, biar saja Dodo menjalani hubungan mereka sampai nanti lelaki berkepala sedikit plontos itu tahu bagaimana sikap sebenarnya pacarnya.
Dan saat Alice ketahuan berselingkuh, eyang Dodo lah orang pertama yang sangat bahagia karena hubungan keduanya akhirnya bisa patah di tengah jalan.
"Iya Ma, mudah-mudahan saja wanita bernama Cantik itu sikap dan sifatnya sesuai dengan namanya."
...∆∆∆∆∆∆∆∆...
Maafin Author belum bisa Up lebih dari satu beberapa hari ini yahh..
Author ada acara keluarga soalnya jadi sibukk..
**********
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak-jejak cinta kalian disini yahh guys..
Author sayang kalian semua 🤗🌹