
Tembakan mengenai tempat tidur itu. Dan membuat Manusia itu lolos pada serangan awal. Kesempatan itu digunakan oleh Manusia buatan untuk kabur. Dengan menghancurkan dinding dan berlari menyelamatkan diri.
Manusia Super mengejarnya dan terus memberondongnya dengan tembakan. Manusia buatan akhirnya terluka dan kehabisan tenaga. Ia jatuh tersungkur saat hampir saja berhasil melarikan diri.
"Target sudah di dapatkan," ujar salah satu dari Manusia Super pada atasannya.
"Bagus, bawa dia ke laboratorium."
Manusia Super mengangkat tubuh Manusia buatan. Lalu mereka membawanya ke sebuah ruangan. Di mana para dokter telah berkumpul.
"Menyusahkan saja, padahal hanya sampai di situ kemampuanmu. Tubuhnya kuat tapi masa aktifnya terbatas."
"Lihat, darahnya seperti sunguhan."
Saat para dokter memeriksa kondisi Manusia buatan, beberapa tempat terjadi kebakaran. Darah dari Manusia Buatan terbakar dengan sendirinya. Setelah darah itu terlepas dari tubuh Manusia tersebut.
Tapi berbeda dengan darah yang masih melekat di tubuh Manusia itu. Meskipun darahnya mengental namun tidak mudah mengering dan terbakar.
"Aku akan menguji darahnya. Apakah ini darah sungguhan atau cuma darah hasil rekayasa," ujar seorang dokter pada yang lain.
Dokter itu memasukkan jarum suntik berisi darah Manusia Buatan ke dalam koper lalu pergi.
Beberapa Dokter terlihat masih kesal pada Manusia Buatan. Mereka merasa iri dengan kekuatan Manusia Buatan itu.
"Kenapa kamu bisa lebih kuat dari Manusia Super kami?"
Bugh!
Satu pukulan mendarat di perut Manusia buatan, sehingga benda itu menyemburkan darah ke wajah si Dokter.
"Menyebalkan!" teriaknya kesal. Lalu memberikan beberapa pukulan.
"Penemunya memberinya kekuatan luar biasa. Tapi kulit Manusia Buatan ini sangat tipis seperti kulit bayi. Sesuatu yang sangat berlawanan," gumam satu dari dokter yang tinggal di ruangan itu.
Setelah berkata demikian sang dokter mengeluarkan sapu tangan. Dan membersihkam darah di wajah serta bagian tubuh lainnya.
__ADS_1
"Hei kalian, jika ingin berlatih pakai saja benda ini. Tidak masalah jika sampai hancur sekali pun," ujar doker tersebut.
Lalu mengajak dokter lain yang sudah mengambil apa yang mereka butuhkan. Mereka mengambil organ tubuh Manusia Buatan untuk diperiksa. Seperti mata, jari-jari, lidah dan apa saja yang mereka butuhkan.
"Setelah itu buang benda itu ke tempat sampah. Kami ingin mempelajari cara kerja benda ini," ujar dokter itu lagi.
Manusia Super membawa Manusia Buatan lalu menjadikannya seperti mainan. Sebelum membuangnya ke tempat pembuangan sampah.
Sementara di tempat lain. Sang dokter yang terkena darah masih membersihkan diri. Dan menganti pakaiannya. Saat sedang membersihkan diri, ia mencium bau gosong. Ternyata pakaiannya terbakar. Begitu juga dengan saputangannya.
"Bau gosong dari mana ini?"
Saat itu ia pun ke luar dari kamar mandi dan melihat api membakar kantornya.
"Huh? Siapa yang berani masuk dan membakar pakaianku?"
Sambil memeriksa rekaman CCTV ia merasa gatal pada hidungnya lalu bersin. Jadi ia pun mengambil tisu. Saat menyentuh hidungnya dokter itu merasakan hal aneh di wajahnya.
"Apa yang terjadi pada hidungku?" Ia pun melihat ke cermin.
Dan melihat hidungnya menjadi lebih besar. Perubahan tidak terjadi sampai di situ saja.
Sebelum ia menyadarinya, tubuh sang dokter mengalami pembelahan secara tidak sempurna. Hidungnya terbagi dua begitu juga dengan bagian tubuh lainnya. Sayangnya pembelahan itu hanya membagi dua tubuh itu. Tanpa menghasilkan tubuh baru.
Dokter itu berteriak ketakutan. Tubuhnya terbagi dua menjadi bagian kiri dan kanan. Tapi belum sempat orang mendengar teriakannya ia pun meninggal dalam keadaan terbagi dua. Dari ujung kepala hingga pinggang.
Tidak ada darah yang menetes. Tidak ada luka sedikitput. Hanya tumpukan daging menutupi bagian tubuh yang terbelah, seperti luka yang tertutup kulit baru.
Beruntung dokter lain yang mengambil bagian tubuh Manusia Buatan masih mengenakan sarung tangan. Mereka belum terkena infeksi dari virus yang dikandung oleh Manusia Buatan.
Tapi para Manusia Super yang terkena percikan darah mengalami hal serupa seperti sang dokter. Mereka tewas mengenaskan. Hal itu segera diketahui oleh pihak keamanan dan pihak laboratorium.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa tiba-tiba tubuh mereka terbelah tanpa meninggalkan luka?" ujar penyidik.
Seluruh korban di satukan dalam sebuah kamar untuk melakukan Otopsi. Dan diketahui kalau mereka telah terjangkit virus.
__ADS_1
"Ketua, Aku menemukan Virus baru di dalam darah Manusia Buatan itu. Dan juga ... " ujar seorang dokter pada ketua himpunan dokter, tanpa menyelesaikan ucapannya.
Di balik dinding kaca tampak jasad yang mengalami pembelahan secara tidak sempurna.
"Apa ini akibat dari virus itu?" tanya dokter yang baru datang itu.
"Ya. Selidiki siapa pembuat virus itu Dan jika ini dilakukan oleh para pemberontak maka, kita harus memberikan mereka hukuman yang sangat berat."
Tapi seorang pria yang merupakan ketua dari bagian keamanan sekaligus ketua dari Manusia Super justru tersenyum.
"Kita tidak perlu melakukan penyelidikan. Cukup dengan membuat fakta kalau mereka pelakunya. Lagi pula pemimpin sudah sejak lama ingin melenyapkan seluruh penduduk sipil itu di area E itu. Jika bukan karena ada beberapa dokter hebat berasal dari kaum tersebut."
"Benar kita bahkan bisa menyingkirkan para dokter itu karena kita juga sudah tidak membutuhkan mereka lagi."
"Aku tidak setuju, karena mereka masih bisa menjadi bahan uji coba selanjutnya. Berikan saja manusia buatan itu pada mereka. Dan ketika mereka melakukan suatu kesalahan, maka mereka akan bernasib sama seperti rekan-rekan kita."
"Hah... untuk apa repot-repot melakukan hal itu? sudah singkirkan saja mereka tidak perlu dipikirkan lagi. Di dunia ini sudah cukup klan kita saja yang hidup dan berkuasa."
Beberapa dari mereka saling bersilang pendapat. Pada akhirnya dokter yang melarang terjadinya, penghapusan orang-orang sipil yang tinggal di area E memilih meninggalkan tempat itu.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" batinnya.
Lalu ia mencoba menghubungi seseorang yang ia kenal. Kemudian mengatakan apa yang telah direncanakan oleh para dokter dan aparat keamanan di pulau tersebut.
"Aku sudah menduga hal ini pasti akan terjadi. Tapi aku tidak menyangka kalau hal ini lebih cepat dari perkiraan. Kita bahkan belum berhasil membuat air laut yang tercemar menjadi air murni. Orang-orang yang kabur tidak akan bisa bertahan hidup saat kita meninggalkan Pulau ini. Karena kita tidak akan bisa memiliki tempat tinggal dan makanan yang cukup bagi orang-orang yang akan pergi," ujar seorang dokter yang berasal dari area E.
Ia dan rekannya menjadi cemas setelah mendapatkan pesan dari salah satu dokter yang masih berpihak pada mereka.
Saat sedang pusing memikirkan keadaan mereka selanjutnya. Dua orang pemuda datang membawa sebuah kotak hitam. Di dalamnya berisi tubuh Manusia Buatan yang telah hancur.
"Apa yang kalian bawa ini?" tanya salah satu dokter.
"Kami tidak tahu apa isinya. Tapi benda ini terjatuh dari salah satu kendaraan Manusia Super. Jadi kami membawanya ke mari. Mungkin isinya senjata."
"Kalian mengambilnya dari Manusia Super tapi mereka tidak menyadarinya? Apa kalian tidak tahu kalau ini adalah jebakan? Mereka pasti merencanakan sesuatu. Ayo kita segera pergi ke area E. Beritahu semua orang. Kalau kita akan menghadapi masalah yang besar."
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dengan peti ini?"
"Lupakan saja! Berharaplah kita masih sempat menyelamatkan diri!" hardik dokter itu sambil mengemasi barangnya.