Pada Sebuah Pulau

Pada Sebuah Pulau
Pulau Gelap Gulita


__ADS_3

Cresen menutup matanya dengan telapak tangan karena merasa silau pada cahaya lampu yang diarahkan padanya. Dia pun berhenti berlari. Lalu dari arah belakang datang beberapa kendaraan dari segala arah. Salah satu dari kendaraan itu turunlah Aves.


Cresen mengerutkan keningnya dan diam tanpa bicara. Lalu memalingkan wajahnya ke lautan. Memicingkan mata, mencoba mencari sesuatu dari arah laut.


"Angkat tangan!" perintah seorang pria bersenjata pada ada anak itu.


Tapi anak itu diam saja dan memilih melompat ke dalam air. Sebab ia yakin ada seseorang yang menunggunya di sana.


"Cepat tahan dia!" ujar seseorang dengan berteriak di radio panggil yang ada di mobil miliknya.


Lalu muncullah jaring dari dasar laut. Kemudian membentang seperti pagar di sekitar tepi laut. Cresen tidak melihat jaring itu dengan jelas. Sehingga anak itu terus berenang dan akhirnya ia terjerat oleh rantai yang memagari daerah pantai tersebut.


Cresen tidak mundur dan ia justru memilih untuk merusak jaring itu dan melanjutkan tujuannya. Berenang menuju arah datangnya panggilan. Baru beberapa meter ia berenang, lagi-lagi menemukan jaring besi yang juga menjadi benteng dihadapannya.


Sekali lagi anak itu tidak perduli dan berusaha untuk menerobos jaring seperti yang tadi sudah ia lakukan. Akan tetapi sengatan listrik yang sangat kuat mengalir dari jaring itu. Saat ia menyentuh benda tersebut, tubuh Cresen terpental ke belakang. Seluruh listrik di pulau padam. Kecuali lampu yang berasal dari mercusuar.


Setelah mendapat aliran listrik yang sangat kuat, anak itupun pingsan karena terkejut. Lalu sebuah jaring ditembakkan ke arahnya dari satu kapal. Kemudian ia diangkat ke atas menggunakan jaring. Cresen pun dibawa kembali ke daratan dan segera Aves memeriksa keadaannya.


"Cepat bawa dia!" seru Aves.


Sementara di tengah laut ada seseorang bertubuh besar yang sedang berenang. Ia adalah Panthera Tigris. Saat muncul cahaya yang bersinar ke arah laut, ia pun memilih menyelam ke dasar laut dan menjauh. Memutuskan signal panggilannya. Tapi saat lampu padam ia mulai berenang mengitari lautan dan menepi dari sisi lain pulau itu.


Tapi ada penjaga mercusuar yang sempat merekam keberadaannya dan melaporkan pada penjaga pantai untuk melakukan penyisiran. Dan memastikan tidak ada yang bisa masuk, maupun keluar dari pulau itu.


Di perjalanan Aves tampak cemas. Sebab seluruh listrik satu pulau padam. Dan belum juga menyala. Ia pun merasa khawatir pada mamanya yang sedang sendiri di rumah.


"Kenapa lampunya belum menyala?" tanya Aves pada seseorang. Dan mendapat jawaban kalau alatnya rusak.

__ADS_1


Setelah mereka tiba di sebuah gedung, lampu masih belum menyala juga. Dengan menggunakan senter mereka masuk ke gedung. Kemudian Cresen dibawa ke sebuah ruangan. Untuk memastikan kondisinya. Juga untuk melakukan rontgen pada Cresen. Mencari tahu apakah ada alat yang tersembunyi ditanamkan ke tubuh anak itu.


Tapi listrik belum menyala, jadi mereka tidak bisa melakukan rontgen. Aves berencana pergi melanjutkan perjalanan ke rumah mamanya. Namun baru saja ia keluar dari ruangan, sebuah pesan masuk. Menampilkan sebuah vidio mamanya yang terikat dan memanggil namanya.


"Mama!" teriak Aves terkejut.


Lalu dengan cepat ia masuk ke ruangan dan menarik kerah baju Cresen yang terbaring di sebuah tempat tidur. Dengan keadaan tangan dibelenggu.


"Bagun!" teriaknya menampar pipi anak itu.


Cresen tersadar dan terkejut. Orang yang ada di ruangan itu juga tidak kalah terkejut, sebab dengan mudah anak yang tersetrum listrik di laut itu sadar. Dan tampak baik-baik saja.


"Setidaknya anak itu pasti koma jikalaupun ia selamat!" batin mereka.


Tapi Aves tidak terlalu terkejut kali ini. Tanpa banyak buang waktu ia pun menanyai Cresen.


Cresen mulanya masih linglung, segera sadar ketika mendengar teriakan mama Aves. Dan tanpa sadar melepas ring yang mengunci tangannya. Lalu merebut ponsel di tangan Aves. Para penjaga mengambil ancang-ancang menembak. Tapi telapak tangan Aves menghentikan aksi mereka.


Cresen segera berlari ke luar dengan cepat dari ruangan itu. Lalu mencari jalan keluar dari gedung tersebut. Tapi kemudian ia kembali ke arah ruangan saat ia ditahan tadi. Dan berhenti ketika ia, melihat orang-orang keluar dari tempat itu untuk mengejarnya.


"Maaf, nanti akan Aku ganti yang baru!" ujar Cresen.


Anak itu mengembalikan ring yang sudah ia lepaskan dan memberikannya pada Aves. Kemudian lanjut berlari sekencang mungkin. Tanpa perduli sekitarnya.


"Ikuti dia!" seru Aves.


Cresen memiliki mata merah yang bisa melihat dalam gelap. Sehingga ia mampu berlari cepat di kegelapan untuk mencari jalan keluar.

__ADS_1


"Kita kehilangan jejak!" seru pria yang mengikutinya.


Cresen berlari ke jalan utama, lalu mencari gedung tertinggi untuk menentukan lokasinya sekarang. Sebab ia menggingat tiap tempat yang ia lintasi selalu ada satu gedung yang bisa ia lihat. Dan di dekat gedung itulah rumah wanita tersebut berada.


"Lapor ada sesuatu yang mencurigakan dari arah laut tampak seperti manusia. Dan ia berenang dengan sangat cepat dan kemudian menghilang." Seseorang melapor pada Aves.


"Hah? Apalagi sekarang? Ini tidak bisa dibiarkan!" geram Aves bertabah cemas.


Beberapa anjing pelacak pun telah dikerahkan mencari Cresen yang tidak terlihat dan mama Aves yang diculik. Suasana di pulau sangat bising. Pesawat pun berterbangan di angkasa. Datang dari arah laut menuju pulau.


"Gawat!" seru Aves.


Pesawat itu menuju suatu tempat. Dan mengarah ke posisi mama Aves ditahan. Para penjaga di pulau segera menyadari hal itu. Lalu mereka dan Aves segera bergegas ke tempat tersebut.


Di tengah perjalanan, sebuah panggilan masuk ke nomor kontak Aves. Lalu mengancam Aves agar jangan berbuat macam-macam. Dan menarik seluruh penjaga di pulau, agar jangan mendekat ke lokasi penyekapan.


"Datanglah sendirian!" ujar seseorang di seberang panggilan.


"Jika kalian sampai menyakiti mamaku, aku pastikan hidup kalian akan lebih buruk dari kematian!" ancam Aves.


"Hahaha... kamu masih saja berani," jawab orang itu.


Di tempat lain, pemilik akun 011009 menghubungi seseorang, setelah listrik padam di rumah mama Aves dan belum menyala setelah beberapa detik. Ia langsung menduga kalau telah terjadi sesuatu di pulau.


Dan Pantera Tigris berhasil menyelusup ke hutan di pulau itu. Sebab pembatas yang dipasangi di area tertentu dan dialiri listrik tidak berfungsi. Kemudian bersembunyi saat mendengar pesawat melitasi di atas laut menuju pulau.


Sementara Cresen mengikuti jejak yang tertinggal untuk menemukan mama Aves. Dengan cepat Cresen tiba di lokasi. Kemudian tanpa pikir panjang ia mendobrak pintu tempat wanita itu disekap.

__ADS_1


Sebuah senter besar menyoroti wajahnya. Dan hal itu membuat Cresen memicingkan matanya. Tiba-tiba sebuah pukulan datang dari arah belakang.


__ADS_2