Pada Sebuah Pulau

Pada Sebuah Pulau
Suara Panggilan


__ADS_3

Setelah acara makan yang menyebalkan, Aves kembali ke ruang kerjanya. Lalu ia mengumpat pada Cresen yang sudah jelas tidak mendengarkannya. Karena mereka tidak berada di tempat yang sama.


"Ayolah berpikir... Aku harus cari cara untuk menjauhkan anak itu dari mama secepatnya!"


Aves menatap layar monitor lalu ia mengernyitkan keningnya. Sebab ia melihat kalau Cresen sedang mondar-mandir di ruang tamu, saat mamanya berada di dapur menyiapkan makanan.


"Apalagi yang akan dilakukan anak itu? Ia terlihat sangat tidak tenang?" gumam Aves. Sambil memperhatikan layar monitor ia pun kemudian menghidupkan komputernya.


Mengetik kata sandi lalu muncullah tampilan awal. Dan ia mulai mengngklik sebuah menu, kemudia mengirim sebuah pesan pada seseorang.


...Pesan diketik lalu dikirim ke sebuah akun dengan nama pengguna 011009....


...Pemilik akun 011009 yang ternyata adalah seorang anak remaja, kini sedang duduk di belakang sebuah meja....


...Dengan sebuah laptop di hadapannya. Sebuah pesan masuk di kotak pesan pemilik akun 011009 dibuka dan dibaca....


...[Aku ingin engkau mengecek siapa orang ini! Dan aku minta kirim secepatnya laporan tentang dia.]...


...Lalu pemilik akun 011009 membalas....


...[Baik akan segera aku laksanakan.]...


"Ada apa ini kenapa dia tiba-tiba menghubungiku hanya untuk mencari sebuah data dari seorang anak remaja? Baiklah ayo cari tahu siapa dia!"


011009 melakukan sesuatu dengan mengetik huruf-huruf dan angka-angka lalu mengunduh sebuah foto yang tadi dikirim ke kontakknya.


ia menemukan sebuah akun yang terkunci. Lalu ia mencoba untuk meretas keamanan akun tersebut. Mulanya semua tampak berjalan dengan sangat lancar. Tapi kemudian muncul sebuah gambar jendela yang terbuka. Kemudian jendela itu tampak berputar 360° lalu tiba-tiba jendela itu menghilang seolah terhisap sebuah lubang hitam.


Dari layar yang tampak gelap muncullah kata-kata yang sama di layar monitor.


...Zero Zero Zero...

__ADS_1


Anak remaja yang sedang melakukan peretasan itu terkejut. Lalu dengan cepat ia mengetik sesuatu untuk menghentikan virus yang masuk ke komputernya. Tapi ternyata apapun ia lakuka tidak ada yang berhasil.


Kata Zero terus bermunculan memenuhi layar monitornya seperti spam. Namun anak itu akhirnya berhasil menghentikan spam itu. Tapi ternyata komputernya mati. Beberapa detik kemudian komputernya menyala sendiri.


Saat komputer itu menyalakembali seluruh data yang ada di komputer itu telah terhapus. Anak itu membulatkan bola matanya.


"Wow, pertahanan yang sangat luar biasa. Anak tersebut pasti bukanlah anak sembarangan. Aku harus segera menghubungi Aves!" gumamnya.


Tanpa buang waktu anak itu segera menghubungi Aves. Kemudian mengatakan apa yang baru saja terjadi pada komputernya.


"Kalau boleh, Aku tahu bagaimana kamu bertemu dengan anak itu?"


"Anak itu datang sendiri ke pulau tempatku menyembunyikan mama. Dan mamaku tiba-tiba mengira kalau dia adalah Aku. Mama tidak mau melepaskan anak itu sedikitpun. Sejak awal Aku menaruh curiga, jika anak ini adalah salah satu dari anak-anak yang diculik. Dan ia masih dalam pengaruh dari penculiknya," jelas Aves.


"Satu hal lagi adalah anak ini sangat pintar. Ua bahkan bisa bertingkah seperti seorang anak kecil yang bodoh. Tapi cerdik di saat bersamaan," sambungnya.


Aves menceritakan tentang kejadian yang tidak mengenakkan pada saat makan.


"Kalau boleh tahu di mana anak itu sekarang?"


"Apa yang sedang dilakukannya sekarang?"


"Tidak ada, dia hanya makan terus menerus. Tapi ada hal yang mencurigakan, saat Aku mendapatinya hendak memukul mamaku. Lalu saat Aku mencoba menyetrumnya melalui ring yang dikendalikan dengan remote, Aku jadi tahu kalau anak itu memiliki kekuatan yang luar biasa. Sebab ring itu menjadi terbagi dua," kisah Aves.


"Dari situ aku jadi tahu kalau ia juga bisa mematikan seluruh listrik dalam satu gedung. Ia juga tidak merasa sakit pada sengatan listrik. Menurut tebakanku, ia pasti sudah menjalani sebuah eksperimen!" kata Aves.


"Jika dugaamu benar maka ini adalah hal sangat berbahaya. Kita harus segera mencari tahu siapa dia. Jika ia berasal dari sebuah organisasi, maka kita harus tahu seperti apa organisasi yang mengelolanya. Dan jangan sampai anak-anak jenius menjadi korban seperti kita dulu. Lalu melakukan kejahatan," timpal pemilik akun 011009.


"Apa Aku boleh melihat rekaman CCTV yang kamu pasang di rumah mamamu? Aku penasaran. Seperti apa anak itu secara live."


Setelah Aves memberi izin, maka dengan segera anak remaja itu menghidupkan laptopnya. Sebab ia ragu untuk menggunakan komputer yang baru saja terserang virus tersebut.

__ADS_1


Kamera CCTV yang terpasang di rumah mama Aves kini terhubung ke layar laptop milik remaja itu. Lalu ia memperhatikan wajah rupawan milik Cresen.


"Wajahnya terlihat sangat polos," komentar 011009.


Dengan seksama dan sabar ia melihat dan mencari gerak-gerik yang mencurigakan dari postur tubuh anak di layar laptop. Namun sampai berjam-jam ia tidak menemukan hal yang mencurigakan. Seperti yang ia harapkan. Dan pada akhirnya ia pun bosan.


Mulai menatap layar sambil menopang dagu. Hingga akhirnya ia kembali bersemangat untuk melihat layar monitor. Sebab anak remaja yang ada di rumah mama Aves keluar dari kamarnya. Menuju ruang tamu lalu membuka pintu depan seperti ingin keluar dari rumah itu. Dan hal itu juga disaksikan oleh Aves.


"Sedang apa dia malam-malam begini?" tanya Aves pada dirinya sendiri sambil menatap layar.


"Kenapa ia ingin keluar dari rumah mama? Apa ia ingin menghubungi seseorang diluar?" batin Aves.


Dengan cepat pria itu keluar dari ruangannya. Menuju Pintu Rahasia yang menghubungkan ruangannya, dan taman di sekitar rumah tempat tinggal mamanya. Agar ia lebih cepat tiba sampai di rumah mamanya, jika terdapat hal darurat.


Sementara Cresen pergi ke luar rumah karena mendengar suara yang seolah memanggilnya. Dan arahnya berasal dari laut. Saat Cresen baru keluar beberapa meter dari rumah Aves datang dan menangkap anak remaja yang tinggal di rumah mamanya.


"Mau kemana kamu kenapa kau keluar malam-malam?" tanyanya.


"Seseorang memanggilku, dan sekarang aku ingin mencari orang yang memanggilku," jawab Cresen.


"Apa? Kamu bilang ada yang sedang memanggilmu?" tanya Aves memastikan pendengarannya.


"Ya, benar."


Cresen beranjak pergi setengah berlari. Tapi Aves mendahuluinya.


"Tunggu, tidak ada orang yang memanggilmu. Kamu pasti salah dengar!"


"Aku tidak salah dengar. Panggilan itu khusus untukku, jadi kamu tidak mungkin mendengarnya," jawab Cresen.


Lalu ia memicingkan matanya memastikan arah suara yang ia dengar berasal. Kemudian ia berlari dengan sekuat tenaga. Dalam hitungan menit Aves kehilangan jejaknya.

__ADS_1


"Ah, dasar! Kenapa ia bisa berlari secepat itu!" teriaknya.


Lalu Aves melapor pada pihak keamanan untuk menangkap Cresen. Dan dengan sigap seluruh anggota tim penjaga keamanan bergerak menuju lokasi Cresen berada. Cresen bingung, sebab tiba-tiba lampu sorot ada di mana-mana. Dan akhirnya seluruh lampu sorot mengarah padanya.


__ADS_2