
"Ini penemuan yang luar biasa, jika kita bisa menyelamatkan keduanya maka kita bisa menggunakan keduanya pula."
"Benar, kita pasti bisa menjadi terkenal. Dan tentunya sungai uang akan mengalir pada kita."
"Kalau begitu segera keluarkan bagian yang kita butuhkan tersebut!"
Kesepakatan pun terjadi. Mereka segera mempersiapkan alat bedah. Dan melakukan proses pembedahan dengan laser untuk mengambil bagian yang dibutuhkan Cresen dari dalam tubuh Kepala suku.
Segera benda yang dibutuhkan itu berpindah ke tangan salah satu dokter. Keluar dari tempat berlindungnya sebelum menorehkan sejarahnya sendiri dengan kedua tangan dan kakinya di dunia ini. Akibat keserakahan manusia yang haus akan kekuasaan.
"Bagian yang sempurna, ukurannya juga pas. Segera lakukan operasi pencangkokan pada Cresen." Tersenyum puas melihat benda yang berwarna merah di tangannya.
Semua orang yang ada di sana pun mengagumi hal tersebut. Lalu dengan cepat melakukan pencangkokan benda itu pada Cresen. Dan saat itu terjadi bagian tubuh Oryza Sativa dikembalikan pada kondisi semula menggunakan laser.
Jantung palsu Cresen dibuang dan diganti. Operasi berjalan dengan lancar. Dan jantung baru Cresen itu bisa menyesuaikan diri dengan tubuh Cresen. Dan tubuh Cresen dapat mengunakan jantung baru itu dengan baik.
Para dokter yang berhasil melakukan operasi tersenyum puas. Lalu mereka mulai menyusun rencana baru. Memanfaatkan tubuh Oryza Sativa untuk bahan percobaan.
Meski proses pencangkokan telah selesai, mereka masih berada di dalam ruangan itu. Menanamkan sesuatu pada kedua orang tersebut. Setelah selesai barulah mereka keluar.
Saat keluar ruangan mereka segera di sambut oleh kakek Cresen dan Ketua Tim pencari Cresen.
"Selamat, operasinya berhasil. Kini kita tinggal menunggu Cresen siuman."
"Terima kasih dokter. Terima kasih!" seru kakek menggenggam erat dokter yang dianggap sebagai penyelamat Cresen.
"Tapi... bagaimana keadaan pendonornya? Berapa lama ia bisa bertahan tanpa jantungnya?" tanya ketua Tim.
"Kami berhasil menyelamatkan keduanya. Karena kami berhasil memperbaiki jantung Cresen yang rusak. Dan pasti hasilnya luar biasa." Dengan santai sang dokter berbohong.
"Ternyata begitu... untunglah kalau begitu!" seru Ketua Tim.
Setelah beberapa jam Cresen sadar disusul oleh Oryza Sativa tepat setelah Cresen sadar. Keduanya tampak bingung dan di saat bersamaan berpaling ke arah berbeda dan mereka pun saling memandang.
"Putraku...," ujar Oryza Sativa bergumam. Cresen tersenyum.
Tidak lama kakek Cresen datang dan mendekati cucunya. Saat melangkah ia menyempatkan diri melihat ke arah Oryza Sativa. Kepala Suku yang biasa terlihat kuat kini terbaring dan tampak lemah.
__ADS_1
Oryza Sativa belum banyak bicara. Ia hanya menatap Cresen. Dan bertanya dalam hati di mana ia sekarang berada.
"Apa saat ini aku berada di dunia putraku?" batinnya.
"Dunia yang indah dan terang. Namun kenapa terasa sepi?" batinnya lagi.
Di saat ia siuman pertama kali ia hanya tersadar beberapa menit lalu tertidur lagi akibat obat bius. Dan belum menyadari kalau ada yang hilang darinya.
Sementara Cresen merasa sangat nyaman. Detak jantungnya terasa sangat tenang. Dan ia tersadar cukup lama hingga akhirnya ia pun tidur kembali.
Tidak lama Cresen dan Oryza Sativa dipindahkan ke ruangan khusus. Di ruangan itu kakek menjaga keduanya. Dan Ketua tim beserta anggotanya masih berjaga di tempat tersebut.
Ada sebuah ruangan khusus lainnya di maba para dokter yang membedah Cresen berbicara dengan beberapa ilmuan. Mereka menawarkan Oryza Sativa pada mereka dengan harga tinggi. Kesepakatan pun terjadi di antara mereka.
Ke esokan harinya tubuh Cresen lebih segar dari sebelumnya. Oryza Sativa juga mengalami hal yang sama. Luka mereka lebih cepat kering karena dijahit menggunakan laser. Dan hari ini mereka sudah bisa makan.
Saat makan Cresen melihat Oryza Sativa yang tampak kebingungan dengan hidangan di depannya.
"Kenapa memasak ikan yang masih kecil? Bukankah lebih baik tunggu mereka besar dulu?" gumamnya saat melihat seekor ikan seberat tiga kilogram di dalam piring besar.
"Apa yang kamu makan itu?" tanya Oryza Sativa pada Cresen.
Cresen menunjuk pada sebuah mangkuk di depan Oryza Sativa.
"Ini bubur kacang hijau, bagus untuk kesehatan," jawab Cresen.
"Kenapa ukurannya seperti kutu. Bahkan kutu lebih besar?" Lagi-lagi Oryza Sativa berkomentar.
"Makanlah sebelum dingin. Mereka membawa banyak jenis masakan. Coba saja semua. Jika tidak suka mereka akan mengganti dengan yang lain nanti," saran Cresen. Oryza Sativa mengangguk lalu mencicipi seluruh makanan.
"Luar biasa. Ini enak!" serunya bersemangat.
Oryza Sativa pun makan dengan lahap dan setelah makan ia menyentuh perutnya yang terasa sedikit nyeri. Dia terdiam sesaat.
"Ada apa?" tanya Cresen. Ia mengira kalau mama angkatnya tiba-tiba terpikir Panthera Tigris.
"Kamu rindu suamimu?" tanya Cresen.
__ADS_1
Oryza Sativa menoleh. Tapi tidak menjawab apa-apa.
"Jangan khawatir. Aku akan menyuruh kakek untuk mengantarkanmu pulang. Tapi sebelum itu, bagaimana kalau kita bertamasya bersama?" kata Cresen lalu menyesal dengan ucapannya.
Ia sadar kalau ukuran tubuh Oryza Sativa akan mengundang banyak perhatian. Itu akan menjadi masalah pasti nantinya.
"Apa itu bertamasya?" tanya Oryza Sativa.
"Pergi ke suatu tempat yang bagus dan makan makanan lezat di sana," jawab Cresen dengan kalimat sederhana.
"Pasti itu menyenangkan," kata mama angkat Cresen. Cresen mengangguk.
"Tapi tunggu sampai lukaku lebih kering dulu," ujar Cresen.
Oryza menatap lilitan di dada Cresen lalu meraba perutnya. Di sana terasa ada yang aneh. Tapi ia tidak tahu apa.
"Apa aku sempat terluka, dan mereka mengobatiku dengan cara pengobatan di dunia ini?" batin Oryza Sativa yang belum sadar jika keturunan pertamanya telah diambil.
Dan di hari itu dia banyak bertanya pada Cresen tentang hal-hal baru yang pertama kali ia lihat. Seperti bayi yang ingin tahu banyak. Ia juga selalu berkomentar tentang ukuran buah-buahan atau hidangan yang disuguhkan padanya.
Di tempat lain. Para dokter yang membedah Cresen mengajak kakeknya untuk bicara dan membahas tentang Oryza Sativa.
"Tuan, di mana anda mendapatkan manusia raksasa tersebut? Apakah dia punya kawanan?" tanya salah satu dokter tersebut.
"Aku tidak tahu," jawab kakek berbohong.
"Jika kakek mau, aku ingin menawarkan kerja sama pada tuan."
"Kerja sama? Maaf, saat ini aku sedang sibuk. Perusahaan yang aku tinggalkan butuh pasti perhatian," balas kakek.
"Tuan, kami berhasil memperbaiki jantung cucu anda. Sebagai gantinya, bagaimana jika mahluk besar itu diberikan pada kami. Tenang saja, kami tidak akan melukai ya."
"Maksud anda?" tanya kakek.
"Seorang ilmuan berani bayar mahal untuk makhluk itu. Jika anda setuju, mereka akan datang hari ini juga."
"Maaf, aku tidak tertarik dengan uang. Dan sebagai rasa terima kasih atas operasi cucuku yang berjalan lancar, maka aku akan membayar dengan harga yang pantas," kata kakek.
__ADS_1