Pada Sebuah Pulau

Pada Sebuah Pulau
Senjata Kimia


__ADS_3

"Aku tahu siapa orang yang ingin membunuh Cresen!"


"Siapa? Cepat katakan atau akan ada lubang di kepalamu!"


"Tuan So_" ucapnya terputus.


Seseorang menembak kepalanya. Dan terjadi serangan dari pihak pria berseragam hitam. Paula dan satu rekannya tidak luput dari serangan.


"Ah, dasar!" umpat pria berseragam abu-abu.


Mereka segera berlari. Memilih menghemat timah panas. Dan aksi kejar-kejaran terjadi. Hingga akhirnya pihak musuh kehilangan jejak anak buah kakek Cresen.


Pada saat itu Panthera Tigris mendapat masalah. Asap dan api di mana-mana, ia juga bertemu dengan pihak musuh. Meskipun luka di tubuhnya tidak berbahaya untuknya. Tapi asap tebal yang ia hirup tentu menjadi halangan buatnya yang selalu menghirup udara segar.


Panthera Tigris bertemu dengan dalang penculikan Cresen sekali lagi. Dan kali ini mereka mencoba senjata baru. Senjata yang berisi virus.


Senjata itu ditembakkan ke arah Panthera Tigris. Dan dengan cepat suami Oryza Sativa menghindar.


"Dasar tidak berguna!" umpat dalang penculikan Cresen.


"Kejar dia! Aku yakin Cresen ada padanya!" perintah pria itu.


Setelah melihat banyak hal dalang penculikan Cresen menyadari kalau mereka sudah ditipu oleh tiga penculik bayaran. Maka kini ia tahu kalau penduduk pulau bukanlah manusia percobaan dengan kemampuan khusus.


Dan setelah melihat banyak hal di hutan ia jadi ingin menguasai pulau tersebut. Tentunya setelah tujuan utama tercapai, yaitu membawa Cresen pulang dan mengirim anak itu ke luar angkasa. Ia juga menjadi tamak setelah melihat banyak kekayaan alam di pulau tersebut.


Panthera Tigris kini terjebak. Ia berada di tepi jurang. Pria berseragam hitam sudah mengepungnya. Sesaat ia berpikir untuk menyerah, tim kakek muncul dan menyerang tim musuh yang belum sempat menyerang Panthera Tigris.


Sebab mereka dilarang menembak dengan timah panas. Dan hanya diizinkan menembak dengan senjata kimia yang jumlahnya terbatas.

__ADS_1


Di saat itu pula Cenayang dan putrinya tiba di lokasi yang sama setelah mencari Panthera Tigris. Lalu memanggil suami kepala suku.


"Berikan Panhera Leo padaku. Biar kami yang membawanya!" teriak Cenayang.


"Tidak bisa!" teriak Panthera Tigris sambil berlari.


"Kenapa?" tanya Cenayang.


"Istriku menggunakan mantra terlarang!" teriak Panthera Tigris.


Cenayang terkejut lalu menghentikan burung raja wali tepat di depan Panthera Tigris.


"Kalau begitu kita harus menyadarkan Panthera Leo. Berikan anak itu. Aku akan mengobati lukanya. Sebelum terlambat. Atau membatalkan mantra terlarang dan menyelamatkan Kepala Suku!" ujar Cenayang setelah turun bersama putrinya.


Saat itu pihak musuh sudah dekat. Panthera Tigris segera mengambil senjatanya. Kini ia bisa mengangkat senjata karena kedua tangannya bebas. Sementara Cenayang bersiap melakukan ritual di belakang mereka.


Cenayang membaca mantra dan membuat perisai pelindung. Agar saat melakukan ritual pembatalan tidak ada yang mengganggu. Namun ia tidak bisa membatalkan mantra yang dipakai Oryza Sativa. Sehingga hanya ada satu cara. Yaitu menyadarkan Cresen.


Pihak musuh menggunakan sebuah tanda untuk memanggil tim mereka. Dan secepatnya para tim musuh bergerak ke tempat yang sama. Pihak kakek Cresen juga melakukan hal yang sama setelah melihat tanda tersebut.


Panthera Tigris lagi-lagi terkepung. Ia sengaja memancing pihak musuh ke arahnya. Tapi karena ia tidak membawa Cresen bersamanya maka pria berseragam hitam tidak segan-segan untuk menembakinya.


Putri Cenayang yang bersembunyi muncul yang berlindung dibalik pohon segera menyerang dari belakang. Dan membunuh beberapa pihak musuh.


Pantera Tigris yang mendapat banyak serangan akhirnya rubuh. Dan putri cenayang melompat ke arah Panthera Tigris dan melindunginya. Panthera Tigris mengerang kesakitan akibat senjata biologis yang sempat ditembakkan padanya.


Hal itu membuat putri cenayang cemas. Tapi ia masih mengangkat busurnya. Memanah para lawannya. Hingga anak panah terakhir. Dan ia pun rubuh setelah kena tembakan dari senjata kimia.


Panthera Tigris masih kesakitan dan merasa seperti terbakar. Begitu juga dengan putri cenayang. Keduanya pun diikat dengan tali khusus tanpa bisa melawan.

__ADS_1


Beberapa pria dari penduduk pulau tiba di lokasi tersebut. Dan menyerang pihak musuh. Lalu membebaskan Panthera tigris dan putri cenayang. Tidak lama saat mereka mencoba membawa kabur Panthera Tigris dan putri cenayang, tim pihak musuh dan tim pihak kakek datang.


Akhirnya terjadi pertempuran kedua belah pihak dan dimenangkan oleh pihak kakek yang bekerja sama dengan penduduk pulau. Pihak musuh yang kehabisan senjata terpaksa mundur. Tapi pihak kakek mengejar mereka. Sampai akhirnya dalang penculikan Cresen tertangkap dan dibawa ke hadapan kakek Cresen.


Tanpa banyak tanya kakek Cresen bisa mengetahui kalau pria yang ada di hadapannya adalah penculik cucunya.


"Solanum Tuberusum, ternyata kamulah duri dalam daging. Aku tidak menyangka kamu akan setega ini," ujar kakek Cresen.


Lalu ia melayangkan satu pukulan pada pria itu, tepat di wajahnya.


"Tuan, apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya ketua tim pihak kakek.


"Mereka telah menghancurkan pulau ini, biarkan penduduk pulau ini yang menghukum mereka. Dan ayo segera bawa Cresen pulang," ujar kakek.


Mereka mendatangi Cenayang dan saat itu melihat Cresen tidak sadarkan diri. Kakek Cresen mendekat. Tapi saat ia berjalan lebih dekat, ia terhempas oleh perisai pelindung. Lalu kakek mencoba sekali lagi dan lagi. Tetap saja ia terhempas.


Para anggota tim pencari Cresen juga mencoba mendekat tapi tidak bisa. Dan penduduk pulau yang melihat kejadian tersebut, menyadari kalau Cenayang melakukan sesuatu agar tidak ada yang bisa menyentuh mereka bertiga.


Salah satu penduduk pulau menyentuh kakek Cresen dan mencoba mengatakan kalau Cenayang sedang dalam keadaan terkunci bersama Kepala Suku dan Cresen. Dan hanya putrinya yang bisa membantu.


Kakek Cresen tidak mengerti. Lalu penduduk pulau menunjukkan ke arah putri cenayang. Kakek Cresen masih tidak mengerti. Hingga salah satu tim mencoba menerjamahkan gerakan tubuh penduduk pulau yang berbicara pada kakek.


"Sepertinya hanya orang itu yang bisa melakukan sesuatu agar kita bisa mendekati tuan Cresen."


Kakek Cresen mendekati putri cenayang yang kesakitan. Ia bingung sebab pengasuh Cresen tidak bisa diajak bicara karena sedang menahan rasa sakit. Solanum Tuberusum tertawa.


"Berikan penawarnya!" kata ketua tim kakek. Ia menyadari dua orang dengan tubuh melepuh terkena senjata kimia.


"Aku tidak akan memberikannya!" ujar Solanum Tuberusum.

__ADS_1


Saat itu satu per satu penduduk pulau yang sempat menyentuh Panthera Tigris dan putri Cenayang rubuh. Kakek pun menyuruh timnya untuk menggeledah SolanumnTuberusum. Tapi tidak mendapatkan penawarnya.


"Hahaha... jika aku mati, kita semua akan segera mati. Virus itu akan semakin kuat. Mulanya hanya bisa terjangkit lewat tetesan darah. Lalu akan tersebar lewat udara. Bagaimana? Penemuanku tidak kalah hebat dengan penemuan putramu, kan?"


__ADS_2