Pada Sebuah Pulau

Pada Sebuah Pulau
Video Call


__ADS_3

"Aku rasa itu tidak perlu, kita akan mengitari lautan dengan jarak yang sama dari pulau!" kata Kepala Suku. Dan semua orang pun mengangguk.


Lalu mereka pun mulai mendayung perahu kayu mereka.


Melihat Oryza Sativa dan yang lainnya bergerak, maka Musa Paradisiaca memerintah sang pilot untuk mengikuti dari belakang. Dan akhirnya mereka membuntuti para penduduk pulau.


Sementara di ruangan rumah sakit kakek masih memperhatikan Cresen tanpa berani menyentuhnya. Dan pada saat itu Panthera Tigris akhirnya sadar. Ia terbangun dari tidurnya. Saat membuka mata, ia merasa sangat heran dengan tempatnya berada sekarang.


Panthera Tigris mengedarkan pandangan dan menyapu setiap sudut ruangan. Pada akhirnya pandangan pria itu tertuju pada Cresen yang sedang tidur di tepi ranjangnya.


Ia senang sekali dan merasa lega saat melihat kalau putranya baik-baik saja. Kemudian dengan pelan-pelan pria itu pun mengusap rambut Cresen. Ternyata hal itu membuat Cresen terbangun dari tidurnya.


Saat Cresen bangun dan membuka mata, ia melihat kalau papanya sudah sadar. Ia pun tersenyum senang, lalu segera bangkit berdiri hendak memeluk papanya. Namun gerakannya berhenti saat menyadari kalau saat ini papanya sedang terluka.


"Papa, bagaimana luka papa? Apakah masih sakit?" tanya Cresen sambil menyentuh perban di tubuh pria itu tanpa tekanan.


"Tentu saja tidak sakit sama sekali," jawab Pantera Tigris berbohong.


Cresen menyadari bahwa saat ini papanya sedang berbohong dan mencoba untuk menghiburnya.


"Papa jangan khawatir, Aku akan merawat papa sampai sembuh," hiburnya.


Panthera Tigris pun tersenyum lalu membelai rambut putranya dengan lembut. Pada saat itu kakek pun masuk ke ruangan tersebut. Ia ingin mengatakan sesuatu pada Cresen. Dan tentu saja Cresen memberikan tatapan yang tidak bersahabat. Ia pun mengusir kakek sekali lagi.


Akan tetapi papa Cresen berkata bahwa ia tidak boleh kasar pada kakek. Cresen pun diam lalu kembali duduk.


Meski kakek tidak tahu arti dari apa yang dikatakan oleh Panthera Tigris, ia tetap bisa melihat sebuah kesempatan. Dan hal itu dipergunakan oleh kakek untuk berbicara perlahan dengan Cresen.


"Maaf jika, Aku mengganggumu. Tapi Aku, membutuhkan bantuan agar, Kamu bisa berbicara kepada para penduduk pulau."

__ADS_1


Saat mendengar ucapan kakek Cresen mengernyitkan keningnya lalu berpikir.


"Apa maksudnya itu? Bagaimana mungkin, Aku bisa berbicara dengan orang di pulau sementara di sana tidak ada laptop dan juga tidak ada ponsel? Aku juga tidak bisa berbicara dengan telepati."


Mendengar jawaban Cresen, kakek segera menceritakan bahwa Musa paradisiaca sudah berada di sana.


"Dan ia juga sudah bertemu dengan para penduduk pulau. Tapi ia kesulitan untuk berbicara dengan mereka. Untuk menyampaikan info kalau dan kalian berdua berada di pulau ini," tutur Kakek.


"Oleh karena itu aku butuh bantuanmu untuk menyampaikan sendiri pada mereka yang ada di pulau. Agar mereka tidak cemas memikirkan keadaan kalian," lanjut Kakek.


"Tapi kalau boleh, Aku tahu sebenarnya apa yang terjadi pada kalian berdua, sehingga kalian bisa berada di Pulau ini?" tanya Kakek kemudian.


Cresen pun mengatakan kejadian yang sebenarnya, bahwa ia memang sengaja pergi dari pulaunya.


"Aku datang ke pulau ini untuk mencari seorang dokter. Yang akan merawat mamaku. Sebab pada saat ini, mama sedang tidak sadarkan diri di pulau," jawab Cresen.


"Jadi bagaimana? Apakah kamu setuju untuk berbicara dengan para penduduk pulau tempar orang besar itu berasal?" tanya Kakek.


"Orang besar itu papaku!" seru Cresen.


"Ya, maksudku begitu," timpal Kakek.


Cresen mengangguk dan mengatakan kalau Ia setuju. Maka kakek segera mengambil ponselnya lalu menghubungi Musa Paradisiaca. Saat panggilan terhubung ia langsung mengatakan kalau saat ini cucunya sudah bangun. Dan bisa diajak bicara.


Maka setelah mendengar hal itu Musa Paradisiaca menyuruh pilot untuk membawa pesawat naik ke permukaan. Untuk menemui Oryza Sativa dan penduduk pulau.


Pada saat pesawat naik ke permukaan. Oryza Sativa dan mereka yang sedang berada di perahu kayu. Bisa merasakan sebuah gelombang berasal dari dalam air. Lalu mereka pun menghentikan kayuhan mereka.


Para penduduk pulau melihat ke arah datangnya gelombang tersebut. Dengan segera bersiap untuk melakukan sesuatu, jika terjadi masalah. Tapi pada saat itu mereka pun melihat sebuah benda mengapung di permukaan laut.

__ADS_1


Oryza Sativa dan penduduk pulau mengenali benda itu. Sebab benda itu pernah berada di pulau mereka. Kemudian mereka berpikir dan mencoba menerka, siapa yang ada di dalam benda tersebut. Mengingat bahwa ada banyak orang jahat yang bisa saja berada di dalam pesawat itu.


Pesawat pun terus mendekat secara perlahan. Lalu beberapa orang keluar dari pesawat dan mendekati Oryza Sativa menggunakan perahu karet. Tujuannya agar tidak terjadi gelombang kuat, saat mereka mendekati perahu yang ditumpangi oleh Oryza Sativa dan penduduk pulau lainnya.


Oryza Sativa dan para penduduk pulau memasang ancang-ancang. Mereka bersiap untuk bertarung jika yang datang adalah orang jahat. Tapi ketika Kepala Suku sudah bisa melihat siapa yang datang, maka wanita itu pun bernapas dengan lega. Sebab ia mengingat, bahwa Musa paradisiaca adalah orang baik.


Melihat para penduduk pulau menurunkan senjata, Musa paradisiaca dan yang lainnya semakin yakin untuk mendekat. Dan kini jarak mereka benar-benar sangat dekat.


"Apa yang terjadi, kenapa kalian datang kemari? Apa terjadi sesuatu pada kakek? Jika kalian datang untuk mencari putraku, kalian pasti kecewa. Sebab saat ini, putraku tidak ada di pulau," tutur Oryza Sativa. Sambil membuat gerakan untuk menerjemahkan ucapannya dalam bahasa tubuh.


Musa paradisiaca tidak mengerti. Tapi ia mengeluarkan sebuah laptop dari sebuah kotak. Laptop itu dibungkus dengan plastik. Ia khawatir jika terjadi sebuah insiden dan mengakibatkan benda itu tercebur ke air.


Sementara anggotanya dan para penduduk Oryza Sativa sedang merapatkan perahu mereka dengan saling menambatkan satu dengan yang lain. Setelah kedua perahu terikat maka, Musa Paradisiaca berpindah ke perahu kayu, yang sudah dikelilingi oleh perahu karet mereka.


Memastikan posisi aman dan ia pun duduk di atas perahu. Lalu mengaktifkan laptopnya. Segera ia melakukan panggilan. Tanpa memperhatikan para penduduk pulau yang penasaran.


"Halo...!" teriak Cresen.


Ia pun segera mengarahkan laptop yang sudah tersambung dengan laptop milik kakek pada para penduduk pulau. Kini dari layar muncullah Cresen dan papanya.


Para penduduk yang baru pertama kali melihat hal itu berteriak.


"Lihat, lihat... putra Kepala Suku dan tuan, ada di dalam!" teriak satu pria.


"Hah! Apa yang terjadi?" tanya wanita perenang.


"Kenapa putra Kepala Suku dan tuan Panthera Tigris mengecil? tanya yang lain.


Mereka berebut mendekati benda pipih itu dan perahu kayu pun bergoyang.

__ADS_1


__ADS_2