Pada Sebuah Pulau

Pada Sebuah Pulau
Era Baru


__ADS_3

Kedua orang tua Cresen berhasil hidup kembali. Namun mereka tidak mengingat apapun. Bahkan lupa cara memegang sendok dengan benar.


"Ternyata semua tidak seperti yang kuharapkan. Kini semua terasa hampa," ujar kakek.


Beberapa tahun kemudian kakek meninggal dunia. Tapi sebelumnya ia telah meninggalkan sebuah wasiat untuk Aji, agar menjaga Putra dan Menantunya.


Seluruh penduduk pulau yang dibangun oleh kakek sudah berpindah ke tempat yang lebih aman. Mau tidak mau mereka harus berbaur bersama masyarakat umum. Tapi untungnya berkat kakek mereka masih memiliki lahan khusus untuk ditinggali.


Semua itu terjadi, setelah gempa dahsyat di seluruh bumi hanya menyisakan 7 pulau terbesar di dunia. Perubahan iklim mengakibatkan es di kutub utara dan selatan mencair. Sebagai salah satu penyebab banyaknya pulau tenggelam, selain akibat retakan lempengan bumi.


Aji memulai uji cobanya setelah berhasil membuat laboratorium baru. Ia juga berhasil menciptakan virus baru, yang mampu membuat orang-orang lahir tidak sempurna menjadi lebih baik.


Hingga suatu hari beberapa dokter berkumpul di rumah Aves.


"Selamat, atas hasil kerja kerasnya. Kini mereka yang kembar siam, dapat hidup normal. Setelah virus ciptaanmu membuat tubuh mereka mengalami pembelahan sel," ujar para dokter.


"Ya, terima kasih," ujar salah satu dokter kembar siam. Yang akhirnya berhasil berpisah dengan kembarannya tanpa proses operasi.


"Masing-masing dari kalian sudah memiliki tubuh, jadi kalian harus punya panggilan yang berbeda juga sekarang," ujar Aves.


"Ya, tapi ini rasanya agak tidak biasa. Meski telah sebulan kami berpisah. Tapi tidak tahu kenapa kami merasa harus selalu bersama ke mana pun," ujar dokter yang selama ini dipanggil Sasip.


"Bagaimana kalau kalian berganti nama menjadi Alex dan Alan?" saran mama Aves yang muncul dari dapur.


"Ya, kelihatannya tidak buruk. Aku suka," ujar salah satu dari si kembar.


Dan sejak saat itu mereka masing-masing memiliki nama yang berbeda.


Semua orang mulai melupakan tentang pulau yang dibangun oleh kakek Cresen. Dan hidup dalam era baru. Papa dan Mama Cresen mulai berjalan dan berbicara, layaknya anak kecil.


Tapi meski di pulau baru tempat Aji dan lainnya hidup damai. Ada sebuah pulau yang melakukan uji coba, menciptakan alat untuk menguasai dunia.


Di belahan bumi lainnya tampak sebuah pusaran air berada di tengah laut. Dan pulau yang pernah Cresen tinggali bersama Oryza Sativa serta Panthera Tigris berada dibawahnya.

__ADS_1


Seolah sedang menantikan kehadiran dari tuan rumah yang akan datang.


Tapi tidak ada yang tahu kapan hal itu akan terjadi. Sebab saat ini, satu-satunya yang memiliki ikatan dengan pulau itu sedang terkubur jauh di dasar bumi. Tidak ada tanda kehidupan. Tapi juga tidak ada pembusukan dari tubuh baru yang berasal dari darah Cresen dan Corazòn. Meski tubuh itu telah bercampur oleh darah lain untuk mendapatkan bentuk sempurnanya.


"Aku penasaran. Apakah tubuh itu masih berada di dalam tabung. Atau tabung itu sudah pecah dan tubuh itu membusuk sebelum mengalami penyempurnaan." Aji tiba-tiba bergumam setelah bangun dari tidurnya.


Ia bermimpi lagi tentang laboratorium setelah lama melupakannya. Ia juga kini telah menikah. Memiliki dua anak kembar. Satu bernama Tom dan satunya lagi bernama Ella. Nama yang diambil dari author favoritnya.


Angin bergerak dengan tenang menyapa air laut yang sedang mengantarkan pasir-pasir bening ke sebuah tempat. Pasir-pasir itu tidak bersatu dengan pasir lain yang ia lewati. Tapi akhirnya pasir itu terhenti tepat di bawah pusaran air di tengah samudra. Dan berkumpul dengan pasir-pasir yang seolah menyambut pasir tersebut.


Keadaan tetap aman dan damai sampai keturunan Aji yang ke tujuh lahir. Tapi saat itu jumlah pulau yang tersisa di bumi tinggal satu. Pemimpin membuat kebijakan baru.


"Bagi bayi yang terlahir tidak sempurna harus di lenyapkan. Agar tidak ada lagi keturunan yang cacat. Virus kesempurnaan yang diciptakan tujuh generasi lampau telah beregenerasi. Dan kita tidak bisa lagi menggunakannya."


"Tapi... bukankah itu terlalu kejam!" Sesorang menolak usul tersebut.


"Akan lebih kejam, jika kita membiarkan mereka hidup di saat kita kekurangan lahan. Untuk tempat tinggal dan juga tempat penyediaan bahan pangan."


Rapat dibubarkan dan akhirnya setiap bayi yang lahir tidak normal harus dipisahkan dari orang normal. Mereka akan dibawa di tengah laut dan dibiarkan begitu saja, sampai ajal menjemput.


"Hanya dengan mengandalkan orang-oramg yang terlahir normal. Dan ber-IQ tinggi, maka manusia bisa terlepas dari ancaman kepunahan. Jadi kalian tidak boleh membantah."


Akhirnya masyarakat melakukan pemberontakan akibat merasa kekejaman itu sudah kelewatan. Tapi tingkat kekuatan yang dilawan jauh lebih tinggi. Para manusia super memukul mundur para masyarakat yang melawan.


Hingga penduduk pulau yang tersisa hanya ada beberapa ratus orang saja. Mereka menjadi tidak bisa berkutik.


"Huh, mencari gara-gara denganku? Akulah sang penguasa. Hahaha... Akulah pemilik dunia ini!" ujar sang pemimpin.


Seseorang menatapnya dengan kesal. Ia baru saja kembali dari ruang kerjanya. Lalu melihat sebuah layar lebar terpampang di dinding gedung. Menampilkan sang pemimpin yang tidak memiliki rasa kemanusiaan sedikit pun.


"Kuharap seseorang yang akan menjatuhkanmu segera muncul," gumamnya.


Seorang manusia super mendengar ucapannya itu dari jarak 1 km. Lalu manusia super itu mencengkram lehernya sampai ia dinyatakan telah tiada.

__ADS_1


"Pemberontakan. Pantas dihapuskan," ujar manusia super tersebut mengucapkan selogan mereka.


Beberapa hari kemudian muncul berita yang menggemparkan.


"Telah ditemukan sebuah tabung di dasar laut. Berisikan tubuh berbentuk manusia remaja. Berjenis kelamin laki-laki. Saat ini sedang diselidiki, berapa tahun usia dari tubuh manusia itu."


Sebuah remot ditekan dan layar itu pun mati.


"Paling-paling itu hanya hasil rekayasa. Membuat berita yang tidak penting," ujar seorang gadis remaja.


"Hush hati-hati dengan ucapanmu. Jangan sampai para manusia super mendengarmu." ujar seorang wanita. Yang merupakan mama dari gadis itu.


Gadis itu hanya mendengus kesal. Ia mengambil tasnya lalu bergegas menuju sekolahnya. Yang hanya berjumlah beberapa murid saja.


Sedangkan sang mama sedang merawat adiknya yang berhasil dibawa pulang tanpa sepengetahuan manusia super. Anak itu terlahir tanpa memiliki pita suara. Ia adalah anak dari sahabat baik sang mama.


Sayangnya sahabat sang mama terpilih sebagai orang buangan. Begitu ia menyadari manusia super akan mengunjungi rumahnya, anak itu segera disembunyikan. Dan meninggalkan sebuah pesan pada seseorang.


Mama kandung dari anak kecil itu mengalami mata rabun akibat penyakit keturunannya. Dan menurut kebijakan orang-orang seperti itu harus segera disingkirkan.


"Aku tidak tahu, berapa lama lagi Aku bisa menyembunyikanmu," ujar wanita itu dalam hati.


"Aku merasa cemas akan hari-hari berikutnya ketika anak itu lebih besar lagi. Cepat atau lambat, keberadaannya pasti akan segera ditemukan," batinnya lagi.


Sementara itu di sebuah laboratorium, tabung tempat tubuh anak remaja itu telah terbuka. Tubuh itu sedang diamati dan diteliti.


"Aneh, kulitnya lembut seperti bayi baru lahir. Dan tidak ada bau sama sekali. Meski tidak ada tanda-tanda kalau ia masih hidup."


"Menurutmu, benda ini ciptaan siapa?"


"Aku tidak tahu, jika dilihat dari kondisi tabung, penciptanya pasti telah tiada."


"Anda pernah membaca sebuah riwayat, sejarah dari seorang penemu yang luar biasa? Seseorang bernama Aji menemukan formula untuk membuat manusia baru," ujar seseorang dari mereka.

__ADS_1


"Apa maksudmu ini adalah hasil karyanya?"


__ADS_2