
"Mungkin saja," jawab dokter berambut pirang.
"Sudahlah jangan banyak berbicara. Ayo kita periksa apa yang bisa kita lakukan pada benda ini! Dengan begitu kita bisa segera melaporkannya pada pihak atasan."
Mereka pun segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan cara meletakkan beberapa alat di tubuh baru itu. Mulanya mereka mencoba mencari tombol atau sebuah tempat, yang sekiranya bisa menjadi penyalur energi listrik dan semacamnya.
"Aneh, tidak ada tombol dan juga tidak ada tempat untuk mengalirkan daya di tubuh ini. Jadi kira-kira bagaimana cara kerjanya?" tanya salah satu dokter.
"Sekilas terlihat mirip seperti jasad Manusia biasa. Bagaimana kalau kita coba mengaktifkan jantungnya dengan cara memberinya kejut jantung?" tanya dokter berambut pirang.
"Baiklah," ujar yang lain. Lalu tubuh baru itu diberi kejut jantung.
Sebuah layar menunjukkan jantung itu berdetak selama alat kejut diletakkan di atas tubuhnya.
"Hei lihat, ada pergerakan. Coba lakukan sekali lagi!" seru pria berambut coklat.
Akhirnya benda itu diletakkan secara berulang-ulang. Meski saat benda itu menyentuh tubuh buatan dan jantungnya memberi tanda-tanda kehidupan, Tapi saat alat itu ditarik lagi tanda-tanda kehidupan itu pun menghilang.
"Hah... kelihatannya benda ini bisa berfungsi jika diberikan daya listrik. Dan terlihat tidak berguna setelah aliran listriknya dicabut. Bagaimana menurut kalian?"
Mereka yang ditanya pun mengangguk. Lalu para dokter menggunakan alat lain. Yang bisa mengalirkan aliran listrik ke tubuh manusia buatan tersebut. Kembali terlihat detak jantungnya bergerak. Namun gerakannya sangat lambat. Mereka kemudian mengatur daya, dari aliran listrik itu. Dengan menambah tingkat kekuatannya. Berharap agar denyut jantungnya, semakin cepat layaknya manusia normal.
"Detak jantungnya terlihat sudah normal. Coba lepaskan alirannya."
Saat dilepaskan kembali, denyut jantung itu perlahan-lahan melemah. Hingga pada akhirnya denyut jantung itu kembali berhenti.
"Apa maksudnya ini, kenapa jantung dari benda ini berhenti berdetak?"
"Sepertinya lebih baik kita membiarkan tubuh ini terkena aliran listrik. Tanpa melepaskannya sampai esok. Jadi biarkan saja dia seperti itu."
"Setuju dan saatnya kita memberikan laporan."
Mereka bertiga pun akhirnya memberikan sebuah laporan ke pusat. Juga membiarkan benda yang mereka temukan berada dalam ruangan itu sendirian.
Setelah beberapa jam mendapatkan aliran listrik pada akhirnya jari jemari dari tubuh tersebut bergerak sendiri. Bukan hanya itu tiba-tiba tubuh tersebut menarik aliran listrik lebih banyak. Hal itu membuat seluruh aliran listrik di Pulau itu padam.
__ADS_1
Pada saat aliran listrik kembali menyala beberapa orang memasuki ruangan tempat tubuh baru itu berada. Tidak lup memeriksa kondisinya.
"Aku sudah khawatir saat aliran listrik terputus akan terjadi sesuatu pada tubuh baru ini. Tapi, untungnya tidak terjadi apa-apa. Dan anehnya alat itu rusak." Sambil menunjuk alat yang dimaksud.
"Aneh... apa ini hanya perasaanku saja? Warna kulitnya sedikit memerah. Tidak sepucat tadi ataupun saat pertama kali kita mengeluarkannya dari tabung. Apa menurut kalian telah terjadi sesuatu?"
"Coba lepaskan alat setrum itu!" seru salah satu dari mereka.
"Wah, jantungnya masih tetap bergerak, apa ini artinya kita berhasil. ataukah penemu benda ini yang berhasil?"
"Apapun itu Ini adalah sebuah kemajuan. Ayo segera kita laporkan."
"Apa kalian bilang benda itu bisa hidup?"
"Ya dan sepertinya benda itu akan hidup seutuhnya selayaknya manusia. Sama seperti kita."
"Baiklah kalau begitu aku ingin melihatnya secara langsung."
Sang ketua akhirnya mendatangi ruangan tempat Manusia baru itu berada.
Tapi saat hal itu dilakukan, manusia baru buatan itu sama sekali tidak memperlihatkan sebuah reaksi. Baik pada saat sebuah suara berbunyi di telinganya. Maupun saat cahaya lampu dimatikan.
"Kenapa tidak ada reaksi sama sekali? Jangan-jangan tubuh ini sama sekali tidak berguna. Oleh sebab itu dibuang oleh penemunya."
"Tapi sepertinya kita bisa memanfaatkan benda ini untuk terakhir kali. Kita masih bisa mengambil organ dalam. Lalu mencangkokkan organ tersebut ke tubuh seseorang yang membutuhkan."
"Putra pemimpin kita memiliki penyakit jantung. Jika kita mengambil jantung dari manusia buatan ini, dan memberikannya pada anak itu. Kita bisa lihat apakah jantung ini berfungsi atau tidak. Untuk manusia sungguhan."
"Kamu bercanda? Kita tidak akan bisa melakukan uji coba pada Putra pemimpin. Jika sampai hal itu terjadi, maka kita hanya akan kehilangan nyawa. Berharaplah semoga jantungmu tidak menjadi pengganti jantung selanjutnya."
Pada saat itu sang pemimpin sedang berada di kamar putranya sendiri dan melihat putranya terbaring Noah dengan banyaknya alat-alat yang kita pasang di tubuhnya.
"Apa yang terjadi kenapa Putraku bisa sampai pingsan?"
"Putra anda bermain terlalu lama sehingga ia kelelahan dan pingsan."
__ADS_1
Lima jari mendarat pada pipi orang yang menjawab tersebut.
"Aku menyuruhmu untuk menjaganya seharusnya kau memperingatkannya sebelum akhirnya ia jatuh pingsan. sebagai hukumannya maka kau harus mendonorkan jantung putramu untuk menggantikan jantung Putraku."
"Tuan Aku mohon ampunilah A-Aku tidak akan melakukan hal ini lagi."
"Tentu saja kau tidak akan melakukannya sekali lagi karena hari ini adalah hari terakhirmu melihat dunia ini."
"Cepat singkirkan dia."
Dua orang manusia super menangkap pria yang menjadi pengasuh dari atap sang pemimpin dan membawanya ke suatu tempat lalu mengakhiri nyawa orang itu. mereka juga membawa putra dari pria tersebut. dan melakukan donor jantung tanpa persetujuan dari anak tersebut.
Keesokan harinya Sang Pemimpin mendapat laporan baru kalau tubuh baru yang ditemukan itu bisa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
"Baguslah kalau begitu Aku ingin segera melihatnya."
Sebuah pertemuan pun diadakan di mana Di tengah-tengah sebuah panggung tampaklah sebuah Tugu terbujur Diam tidak bergeming namun tanda-tanda kehidupan dari tubuh itu terlihat pada sebuah layar datar yang selebar layar di dalam gedung bioskop.
"Bagaimana menurut anda dengan penemuan ini?"
Aku ingin salah satu dari kalian menguji jantungnya dan mencangkokkannya pada seseorang. Aku ingin lihat apakah jantung itu bisa berfungsi pada orang lain. Jika memang bisa berfungsi, maka kita bisa menciptakan benda yang sama seperti itu sebanyak mungkin.
Para dokter yang berada di sana saling menatap lalu kemudian mereka mengangguk. dan sang pemimpin meninggalkan ruangan tersebut.
Cepat bawa Ini percobaan untuk tahap selanjutnya dan jarak salah satu dokter. Kelinci percobaan yang ia maksud adalah manusia-manusia yang tidak normal menurut peraturan terbaru. Meski dikatakan mereka diletakkan di tengah lautan tanpa persediaan makanan maupun minuman, tapi kenyataannya tidaklah begitu.
Beberapa dari mereka yang organ dalamnya masih sehat justru dikurung di dalam sebuah ruangan. Dan akan dikeluarkan setiap kali organ tubuh dari Putra Sang Pemimpin mengalami kerusakan.
Kini tubuh manusia ciptaan berada di ruang operasi. Begitu juga dengan tubuh dari seorang yang dijadikan kelinci percobaan. Pada saat yang bersamaan maka organ tubuh yaitu jantung, dari keduanya harus dikeluarkan. Dan juga dipasangkan kembali secara bersamaan pula.
Tapi siapa sangka kalau itu adalah pilihan yang salah. Karena pada saat sebuah benda tajam menyayat kulit dari tubuh manusia baru, benda itu tiba-tiba bergerak. Dengan cepat dan mencengkram leher dari orang yang melukai tubuhnya.
Lalu melemparkannya ke udara. Tubuh dokter itu membentur dinding. Hingga akhirnya memuntahkan darah dan jatuh pingsan ke lantai. Para dokter lain yang ikut melakukan operasi ketakutan. Saat itu salah satu dari mereka menekan sebuah tombol tanda bahaya. Untuk memanggil orang-orang super.
Tubuh manusia baru itu diam tidak bergerak. Bahkan sampai lima manusia super datang ke ruangan itu. Tapi saat kelima manusia super mengangkat senjata api, dan menodongkannya pada manusia baru. Manusia itu pun mengangkat tempat tidur dan melemparkannya secara cepat ke arah mereka.
__ADS_1