
Kakek dan Cresen akhirnya mandi secara bergantian di tempat Cresen biasanya mandi. Mulanya pengasuh Cresen menawarkan diri untuk memandikan kakek tapi kakek menolak sesopan mungkin.
"Kata kakek, ia tidak terbiasa dimandikan. Jadi biarkan dia mandi sendiri," kata Cresen menerjemahkan kalimat Kakek.
"Oh begitu ternyata. Pantas saja kamu sangat pemalu. Ternyata karena dia juga pemalu," kata Pengasuh Cresen menunjuk pada kakek.
Cresen hanya geleng-geleng kepala.
Saat kakek keluar dari kendi dan mengenakan pakaiannya yang semula, pengasuh Cresen menawarkannya pakaian yang terbuat dari kulit hewan.
"Kata kakek dia ingin memakai pakaiannya sendiri." Lagi-lagi Cresen menerjemahkan kalimat kakek.
Kakek melihat Pengasuh Cresen terdiam, membuatnya merasa sudah tidak sopan. Buru-buru kakek mengambil pakaian di tangan pengasuh Cresen.
"Terima kasih," kata Kakek dalam bahasa negaranya.
"Hah? Apa?" tanya Pengasuh Cresen tidak mengerti.
"Kakek bilang terima kasih. Ia menyukainya," kata Cresen sedikit menambahi beberapa kata.
Pengasuh Cresen tersenyum lalu pergi mengganti air dalam kendi dengan air baru untuk Cresen mandi.
Di berbagai tempat di hutan, penduduk desa berhasil menemukan anggota tim pencari Cresen. Beruntung ada tim pencari Cresen yang ikut dengan mereka. Dengan penjelasan singkat mereka pun ikut bergabung untuk mencari tim yang lainnya.
Tapi ada juga dari mereka ñyang bertemu dengan anggota tim suruhan dalang penculikan Cresen. Membuat anggota tim dari pihak kakek keherenan. Mereka tidak mengenal tim itu.
Dan parahnya lagi mereka menodongkan senjata saat melihat penduduk pulau bersama satu atau beberapa pria berseragam. Pakaian seragam mereka juga beda.
Dari pihak kakek memakai pakaian abu-abu bercorak loreng. Sedangkan pakaian dari tim dalang penculik Cresen berpakaian serba hitam.
"Siapa kalian?" tanya pria di pihak kakek.
__ADS_1
Penduduk pulau yang tidak tahu ada masalah dengan santai mendekat.
"Jangan mendekat. Mereka bukan teman kami!" kata pria itu pada penduduk pulau.
Penduduk pulau tidak mengerti. Tapi gerakan tangan pria kecil di dekatnya yang membentangkan tangan membuat mereka mengerti. Kalau mereka harus berhenti dan tidak boleh mendekat.
"Apa mereka adalah penjaga pulau ini?" tanya salah satu pria berseragam hitam pada temannya.
"Sepertinya begitu. Mungkin ketiga penculik bayaran berhasil melepaskan diri dari melapor pada teman-temannya di pulau ini. Seharusnya kita akhiri saja mereka tadi!"
"Ayo kita, kabur. Jangan sia-siakan peluru. Sebaiknya kita kembali ke pesawat. Dan menggunakan sisa peluru untuk melindungi kita dari musuk di jalan!"
Pria berseragam hitam berbalik dan memilih kabur. Hal itu justru menambah kecurigaan pria berseragam yang ada di pihak kakek.
"Ayo kembali ke perkampungan," kata pria berseragam dengan isyarat tangan.
Segera mereka kembali ke perkampungan dan melaporkan penemuan tentang pria berseragam hitam.
Kakek menggeleng. Dan mulai berpikir ada yang aneh. Dia bertanya pada Cresen apakah pernah bertemu dengan mereka. Cresen menggeleng. Ia dibius saat penculik menyerahkannya pada pria berseragam hitam. Dan kesadarannya kembali saat ia dilempar ke laut.
"Apa kalian pernah melihat pria bertubuh tinggi seperti pria-pria ini dan berseragam hitam? Hitam seperti arang?" tanya Cresen pada penduduk pulau.
Mereka semua mencoba mengingat-ingat. Hari ini tidak banyak dari mereka yang melakukan perjalanan jauh. Sebab persediaan makanan masih berlimpah dekat perkampungan. Dan hanya beberapa yang berburu.
"Kami tidak melihatnya," jawab mereka kemudian.
"Apa mungkin kalau mereka hanyalah orang-orang yang terdampar dan tersesat. Lalu mencoba mencari bantuan?" tanya kakek berusaha berpikiran positif.
Mengingat cerita Cresen kalau ia dibuang dan beruntung ditemukan oleh penduduk desa. Kemudian dirawat dengan baik. Sekilas ia berpikir kalau mereka ada hubungannya dengan penculikan cucunya. Tapi tanpa barang bukti, ia tidak boleh sembarangan berasumsi.
"Saya rasa tidak, sikap mereka justru memperlihatkan permusuhan. Seharusnya saat melihat kami, mereka akan bertanya sesuatu. Atau berkata sesuatu. Bukan justru menodongkan senjata pada kami!" kata pria yang bertemu langsung dengan tim musuh.
__ADS_1
"Jika benar seperti itu maka kita harus menyelidiki mereka. Kenapa mereka bisa ada di sini," ujar Kakek.
Hari sudah malam. Ketua dari seluruh pasukan menyarankan agar pencarian orang berseragam hitam itu ditunda. Sebab ada banyak binatang dan bahaya di luar sana.
Pada akhirnya mereka ikut acara pesta yang diadakan oleh Kepala Suku. Acara penyambutan kakek dan lainnya. Tentu saja pesta itu sesuai dengan tradisi pulau tersebut.
Saat para penduduk berhenti berpesta, tibalah waktu untuk tidur. Beberapa rumah gubuk khusus disediakan untuk para tamu. Kakek Cresen secara khusus tinggal di rumah Kepala Suku. Dan tentunya ia tidur di kamar Cresen.
Ke esokan harinya Cresen meminta para penduduk desa untuk ikut membantu tim pencari untuk menemukan para pria berseragam hitam. Sebelum berangkat, mereka lebih dulu menuju pantai. Memastikan keadaan di sana aman.
Lalu menceritakan masalah yang terjadi. Pilot itu pun menceritakan kejanggalan yang ia temukan. Di layar terlihat beberapa posisi pesawat yang jumlahnya lebih dari seharusnya. Dan beberapa dari mereka tidak menjawab kode rahasia.
Sedangkan mereka yang menjawab kode rahasia dengan benar, berhasil menemukan pesawat yang memberikan berita perintah untuk berkumpul. Para pilot itu berjaga sepanjang malam karena khawatir ada yang akan menyerang.
"Tunjukkan padaku lokasi keberadaan pesawat yang mencurigakan itu," kata ketua dari seluruh tim.
Lalu mereka melihat layar monitor.
"Pantas saja ada yang aneh sejak kita datang kemari. Kode-kode yang kita kira salah kirim akibat signal ternyata karena ini. Kalau begitu kita harus segera bergerak!" kata ketua itu.
Saat orang-orang di pihak kakek menyusun rencana, ternyata dalang penculikan Cresen sudah bergerak. Mereka yang bertemu tim dari pihak kakek segera memberitahu pihak lain kalau keberadaan mereka di pulau sudah diketahui.
Dan mereka juga telah menyadari kode-kode yang salah kirim berasal dari pihak lain. Sehingga mereka memutuskan mendekati posisi di mana pesawat memberi signal untuk berkumpul.
Hanya saja mereka belum tahu kalau itu adalah tim dari kakek. Mereka masih mengira kalau pesawat asing dan orang asing adalah bagian dari penculik bayaran.
"Kami sudah menemukan posisi mereka," lapor salah satu dari tim dalang penculikan.
"Segera temukan Cresen dan bawa dalam keadaan hidup. Tidak perduli bagaimana pun caranya." Satu pesan dari dalang penculikan pada seluruh anak buahnya.
Maka mereka pun maju dengan cara melompat menggunakan tali khusus. Agar mereka dapat berpindah dari pohon ke pohon lainnya.
__ADS_1
Serangan pertama pun ditembakkan. Pesawat tempat kakek dan Cresen berada menangkap signal tanda bahaya akhirnya menembakkan serangan balasan. Dan akhirnya kedua benda yang bertemu itu mengalami ledakan di udara.