Pakpol Itu Cinta Pertamaku

Pakpol Itu Cinta Pertamaku
Kekecewaan Reza


__ADS_3

Erland menghela nafas dalam, rasanya sesak sekali bila mengingat rumah tangganya yang telah berakhir. Ia harus bangkit dari ketepurukan itu dan berlaku baik-baik saja didepan putrinya. Ia tak ingin Zherin ikut merasakan sedih dengan gagalnya mahligai rumah tangga yang telah ia bina selama kurang lebih lima tahun terakhir.


Erland masih menunggu Intan untuk membuka mulutnya untuk menjelaskan, apa alasannya sehingga begitu tega memutus hubungan dengannya. Ia telah mencoba untuk merelakan gadis itu untuk lelaki lain, hanya ingin menjalin silaturahmi yang baik dengan sang adik, tapi entah apa salah Dan dosanya sehingga dia juga membuangnya.


"Dek, kenapa kamu sedari tadi hanya diam? Apakah sesulit itu memberi penjelasan padaku? Katakanlah dimana salahku?"


"Tidak ada yang salah, Bang. Aku hanya tak ingin lagi berhubungan apapun dengan Abang," ucap Intan semakin membuat hati Erland terasa ngilu.


Gadis itu berdiri dari duduknya, lalu ingin beranjak meninggalkan Erland yang masih terpaku sembari mencerna ucapannya. Dengan cepat Pria itu meraih tangan Intan.


"Intan, tunggu!" Erland menatap wajah gadis itu dengan dalam, namun dia memalingkan wajahnya tak ingin beradu pandang.


"Dek, tatap mata Abang! Katakan yang sejujurnya! Jangan menyembunyikan sesuatu dariku!" Ujar Erland sembari memutar tubuh Intan untuk menghadap padanya.


Intan masih tak berani untuk menatap mata teduh itu. Ia tak ingin hatinya semakin ngelunjak bila telah menatapnya. Ia harus fokus dengan pernikahannya dengan Reza.


"Intan, katakan! Kenapa kamu tega sekali padaku? Apa salahku, katakan?!" Erland tak bisa menahan perasaannya yang semakin membuncah, tangannya mengguncang bahu gadis itu dengan kuat.


"Lepaskan aku, Bang!"


"Tidak! Aku tidak akan melepaskan sebelum aku tahu yang sebenarnya!"


Seketika air mata gadis itu luruh dari kedua kelopak matanya. "Baiklah, Abang ingin tahu alasan yang sebenarnya, bukan?" ucapnya dengan mata berkaca-kaca, dada terasa sesak.


Erland mengangguk pelan dengan tatapan masih melekat pada wajah cantik itu. Ia sudah siap mendengar alasan apapun itu walaupun akan menyakitkan.

__ADS_1


"Mulai sekarang Abang jangan pernah lagi datang untuk menemui aku," lirih gadis itu dengan suara tercekat.


"Tapi kenapa, Dek? Apakah kamu masih menyimpan perasaan padaku?" lelaki itu menebak dengan benar.


"Ya, perasaanku masih seperti dulu, Bang, Abang tidak tahu bagaimana aku berjuang selama bertahun-tahun untuk terlepas dari bayang-bayang Abang. Aku juga ingin bahagia, Bang. Biarkan sekarang aku mencoba memberikan hatiku pada lelaki yang begitu tulus mencintaiku!"


Tubuh Erland membatu saat mendengar ungkapan isi hati gadis itu. Ia tidak tahu apakah ini kabar baik atau sedih. Ternyata perasaan adik angkatnya itu masih belum beranjak darinya. Erland segera meraih tubuh Intan untuk masuk kedalam pelukannya.


"Dek, jika benar perasaan itu masih ada, maka dengan tangan terbuka Abang menerimamu. Mari kita memulainya dari awal. Abang sangat bahagia mendengarnya," ucap Erland yang membuat tangis Intan berhenti seketika.


"Apa maksud Abang?" tanyanya tak paham. Bukankah Erland sudah mempunyai Nindi, apakah dirinya akan dijadikan yang kedua?


"Iya, Dek, mari kita menikah. Abang janji akan memberikan seluruh cinta Abang untukmu," ucap Erland yang semakin membuat Intan tak mengerti.


"Abang ingin menjadikan aku yang kedua?"


Intan terdiam sepi, tak tahu harus bersikap apa. Apakah ia harus bahagia? Karena cintanya telah disambut oleh lelaki itu. Namun, seketika bayangan Reza menghampiri hatinya. Sungguh ia tak tega menyakiti lelaki yang selama ini begitu tulus mencintainya.


"Dek, kenapa kamu diam saja? Kamu tidak perlu melakukan pernikahan itu bila hatimu tak bahagia. Menikahlah denganku, aku berjanji akan membahagiakanmu. Kita saling mencintai."


"Bagaimana semudah itu Abang mengatakan cinta padaku, padahal selama ini aku tahu hati Abang begitu sulit menerima."


"Dek, mungkin dulu perasaan itu memang tidak ada, namun saat pertemuan kita setelah sekian lama berpisah, Abang sudah tak lagi bisa menganggapmu sebagai seorang adik. Perasaan itu mulai tumbuh, namun saat itu dirimu mengatakan sudah mempunyai lelaki yang kamu cintai, maka Abang berusaha untuk menepi demi melihat kamu hidup bahagia. Dan nyatanya kamu tak bahagia dengannya. Mari kita menikah," ujar Erland yang membuat hati Intan semakin Gegana.


"Maaf, Bang, cinta Abang datang saat diriku sudah mengambil sebuah keputusan. Aku tidak akan tega menyakiti perasaan Bang Reza, dia begitu tulus mencintaiku selama ini. Maka aku akan tetap memilih meneruskan pernikahan itu," ucap Intan dengan yakin.

__ADS_1


"Dek, kenapa kamu senekat itu mengambil keputusan, ini semua tentang masa depanmu. Bagaimana mungkin kamu bisa hidup bahagia dengan orang yang tak kamu cintai?"


"Tidak ada yang bisa menjamin kebahagiaan itu, Bang, toh nyatanya, Abang dan Nindi saling mencintai, bukan? Tapi Abang tak bahagia," balas Intan yang membuat Erland tak mampu berkata.


Jika Intan tetap memilih meneruskan pernikahannya bersama Reza, namun berbeda dengan Dokter jantung itu yang sedang mengendara dengan kecepatan tinggi. Masih terngiang di otaknya saat Intan mengatakan bahwa cintanya masih utuh untuk Pria yang berprofesi sebagai polisi itu.


Flashback.


Sepulangnya dari RS Reza segera menuju kediaman calon istrinya untuk fitting baju pengantin seperti yang telah dikabari oleh Intan lewat pesan. Namun saat sampai ia melihat ada sebuah mobil yang rasanya sudah tak asing lagi.


Reza melihat kendaraan roda empat itu dengan seksama, terlihat lambang satuan Polda Riau disana. Hatinya sudah berdetak bahwa itu adalah kendaraan Erland. Dengan perlahan ia masuk.


Reza melihat rumah tampak sepi, tak tahu kemana perginya Art, sayup-sayup terdengar percakapan dua insan itu, ia mendengar suara Intan dengan tangisan. Dengan perlahan langkahnya mendekat.


"Ya, perasaan aku masih seperti yang dulu, Bang. Abang tidak tahu bagaimana sulitnya aku untuk terlepas dari bayang-bayang Abang."


Seketika jantung Pria itu berasa ingin lompat saat mendengar pengakuan calon istrinya. Ternyata itulah penyebab kenapa selama ini Intan tak bisa memberikan cinta untuknya, dikarenakan gadis itu masih terbelenggu cinta sang Abang angkat.


Reza melihat Erland memeluk Intan dengan mesra, ia juga mendengar bahwa lelaki itu akan menerimanya dengan tangan terbuka. Tak mampu melihat pemandangan itu, maka ia memutuskan untuk meninggalkan mereka.


Flashback off


"Aaaaakh!" Reza memukul bola stir berulang kali dengan menahan sesak di dadanya. Rasanya sakit sekali mendengar pengakuan wanita itu.


"Kenapa kamu tidak jujur padaku Intan? Kenapa kamu sembunyikan dariku selama ini?" Gumam Pria itu sembari menepikan kendaraannya hingga turun aspal. Hatinya benar-benar hancur berantakan.

__ADS_1


Bersambung....


Happy reading 🥰


__ADS_2