Pakpol Itu Cinta Pertamaku

Pakpol Itu Cinta Pertamaku
Akhirnya sampai


__ADS_3

Pasangan halal itu menuju sebuah hotel yang tak jauh dari kediamannya. Erland sengaja memilih hotel yang lebih dekat dari rumah biar lebih cepat dan tidak terlalu khawatir meninggalkan putrinya.


Setelah menerima cardlock dari pihak hotel, Erland segera membawa Airin menuju kamar yang sudah di tentukan. Pria itu sengaja memilih kamar VIP. Ia ingin sang istri merasa nyaman untuk malam pertama mereka.


"Ayo masuk, Dek," titahnya demi melihat wanita itu masih berdiam diri depan pintu.


Dengan hati sedikit gamang Airin memasuki kamar hotel itu. Sepertinya sudah tak bisa mengelak lagi. Ia harus memasrahkan jiwa dan raga seutuhnya untuk lelaki yang telah menjadi suaminya.


Erland membuka jaket yang sedang ia kenakan. Lalu masuk kedalam kamar mandi. Sementara itu Airin hanya berdiam diri, bingung harus ngapain, ia hanya menatap sekeliling ruangan yang di lengkapi dengan fasilitas lengkap. Ah, ternyata suaminya itu kalangan orang berduit juga. Kalau tidak, mana mungkin dia mampu untuk menyewa kamar mewah hanya untuk menuntaskan malam pertama.


Saat masih larut dalam lamunan, Erland telah membelenggu pinggangnya dengan lembut. Seketika tubuhnya terasa kaku, dan suhu tubuh mulai naik, sehingga wajahnya terasa panas.


"Kamu wangi sekali," ucap Erland begitu lembut di telinganya. Nafas Pria itu sudah mulai tak beraturan.


"Mas, aku ke kamar mandi bentar ya," ucap Airin merasa kurang nyaman sebelum berbersih terlebih dahulu.


"Baiklah, jangan lama ya," sahutnya sudah tak sabar. Airin hanya mengangguk dan segera masuk kedalam kamar mandi.


Wanita itu berbersih agar dirinya nyaman bila disentuh oleh suaminya. Setelah cukup, Airin juga merapikan rambutnya sedikit, lalu membuka lampisan pakaiannya. Ternyata wanita itu telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk membuat suaminya senang. Ia akan melayani dengan sepenuh hati agar cinta Pria itu segera tumbuh untuk dirinya.


Tak bisa dibohongi bahwa sikap manis Pria itu saat ini tak lain hanya karena hasrat yang belum tersalurkan. Masih terlihat belum ada cinta dimatanya. Airin akan berusaha membuat lelaki itu jatuh cinta padanya.


Tok! Tok!


"Ay, kenapa lama sekali?" panggil Erland dari luar.


"Iya, bentar," jawab Airin. Ia menghela nafas pelan, berusaha untuk tetap tenang dan menekan rasa malu.


Airin membuka pintu kamar dan menampakkan penampilannya yang membuat Erland terpukau tanpa berkedip sedikitpun.


"Kamu?" tanyanya tidak percaya sembari menatap penampilan Airin dari ujung kaki hingga ujung kepala.

__ADS_1


"Iya, aku sengaja bawa pakaian ini, apakah kamu tidak menyukai penampilan aku, Mas?' tanya Airin ragu.


"Aku sangat suka. Kamu terlihat begitu seksi dan cantik," jawab Erland sembari meraih tangan istrinya dengan lembut.


Airin hanya tersenyum lembut. Erland membawa masuk kedalam dekapannya, perlahan kecupan hangat ia labuhkan di seluruh wajah cantik nan polos itu.


Tangan Pria itu sudah mulai menjelajahi tubuh sensitif Airin, sehingga membuatnya tak mampu menahan desahh an.


Erland memagut bibir ranum wanita itu dengan hasrat menggebu. Kini pasangan itu sudah larut dalam permainan memabukkan yang mereka ciptakan.


Dengan perlahan Pria itu menggendong tubuh Airin untuk membaringkan diatas ranjang empuk, sangat nyaman bila digunakan untuk tempur badan.


Erland kembali mengabsen seluruh tubuh wanitanya tanpa ada sedikitpun yang terlewati dari sapuan lid ahnya. Sungguh ini benar-benar membuat kedua insan itu tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata bagaimana rasa nikmatnya bercinta.


Kini mereka telah sama-sama polos. Erland tak mampu menahan hasrat yang ingin segera di tuntaskan.


"Dek, kita mulai sekarang y," pintanya menatap sayu.


"Pelan-pelan ya, Mas. Aku takut," lirih wanita itu dengan manja.


Airin memejamkan matanya menanti sesuatu yang akan mengadakan salam perkenalan. Dengan perlahan Erland menuntun senjatanya yang hampir karatan, untuk di asah kembali agar tak selalu kaku dan murung di dalam sarangnya.


"Mas...!" pekik Airin saat merasakan ada yang berusaha membobol gawang pertahanannya.


"Tahan ya, Dek, ini hanya sebentar saja sakitnya," jawab Erland mencoba menenangkan wanita itu sembari memberi kecupan di bibirnya, lalu memagut dengan lembut.


Saat Erland ingin meneruskan perjuangannya, Airin segera mencari pegangan di alas ranjang itu. Ia sudah firasat bahwa ini sakitnya akan luar biasa.


"Aaakhh! Mas, sakit...!" pekiknya kembali saat sesuatu telah bersarang apik di tubuhnya. Sungguh rasanya sangat perih, tanpa sadar Airin menggigit pundak suaminya dengan kuat. Erland yang sedang terbakar hasrat, maka tak menghiraukan rasa sakit karena gigitan sang istri.


Erland menjeda gerakannya untuk memberi nafas pada istrinya, membiarkan milik mereka saling beradaptasi terlebih dahulu agar terbiasa kehadiran satu sama lain.

__ADS_1


"Masih sakit, Dek?" tanya Erland menatap netra wanita yang kini akan menemani hari-harinya.


"Tidak terlalu, lebih pelan-pelan lagi ya, Mas, sungguh ini masih kurang nyaman," jawabnya menatap sendu.


Cup!


"Baiklah, aku akan lebih pelan lagi. Tapi setelah ini kamu akan merasakan nikmatnya," ucap Erland meyakinkan istrinya.


Airin hanya mengangguk. Ternyata apa yang dikatakan suaminya memang benar, rasa perih tadi kini telah mulai berganti dengan rasa yang berbeda, dan rasa itu baru kali ini ia rasakan seumur hidup. Rasanya memang tak bisa diungkapkan. Hanya orang dewasa saja yang tahu bagaimana nikmatnya bercinta.


Kini gerakan itu sudah mulai semakin lincah, dan Airin juga telah menikmati, sehingga Erland tak lagi ragu untuk menikmati sensasi yang luar biasa yang ada di tubuh wanitanya.


Kini mereka sudah sama-sama menikmati, erangan dan des4h4n saling bersahutan di dalam ruangan kedap suara itu. Airin merasakan sesuatu kenikmatan yang belum pernah ia rasakan menjalar dalam tubuhnya, hingga tubuhnya terasa kaku dan mendekap dengan erat pada tubuh suaminya.


Erland tersenyum puas melihat istrinya jatuh terkulai di pangkuannya. Melihat pemandangan itu membuatnya sudah tak bisa menahan sesuatu yang ingin meledak pada tubuhnya, maka Erland segera menghujam lebih dalam dan menumpahkan bibit unggul di rahim istri barunya.


Erland jatuh disamping istrinya dengan senyum kepuasan. Bibirnya mengecup bibir wanita yang telah memberinya kepuasan.


"Terimakasih ya, Dek, kamu benar-benar luar biasa," ucapnya dengan senyum nakal.


Airin tak menyahut hanya anggukan kepala dan membalas senyuman lembut. Airin memeluk tubuh suaminya penuh rasa sayang. Kini dirinya telah menjadi miliknya seutuhnya.


"Mas, apakah kita tidur disini?" tanya Airin masih menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Iya, nanti subuh kita pulang," jawab Erland sembari mengusap rambut Airin dengan lembut.


"Tapi bagaimana jika nanti Zhe bangun, terus, nyariin kita?"


"Nanti Bibik kasih kabar, tadi aku sudah pesan sebelum kita pergi."


Airin tak lagi menyahut. Ia mencoba memejamkan mata untuk menghilangkan rasa lelah di tubuhnya. Sementara Erland belum bisa untuk tidur, karena sekali itu belum membuatnya puas. Tapi, ia membiarkan sang istri istirahat sejenak agar tenaganya kembali pulih.

__ADS_1


Bersambung...


happy reading 🥰


__ADS_2