
Intan menatap tak percaya sembari merangkum kedua pipi suaminya. Reza hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.
"Kenapa, Sayang? Apakah kamu tidak percaya bahwa hotel ini milik aku?" tanyanya semakin menguatkan pelukan.
"Kok kamu nggak pernah cerita sama aku, Bang?" tanya Intan
"Belum waktunya, Sayang, rencananya setelah pulang nanti aku akan ceritakan padamu, tapi kamunya sudah sampai kesini duluan."
"Habisnya kamu bikin aku kesel, kamu nggak tahu bagaimana aku cemas dan sangat takut terjadi sesuatu padamu, Bang. Kebiasaan banget seperti itu. Cukup kali ini saja ya, tolong beri kabar aku bila kamu ada urusan apapun," pesan wanita itu pada sang suami.
"Siap Bu guru!" sambut Reza dengan candaan.
"Bang, aku serius!" sahut Intan membesarkan matanya.
"Hahaha... Baiklah, Sayang. Aku janji akan mengabari kamu kapanpun. Tapi, Dek?" ucapnya menggantung.
"Apa, Bang?"
Reza tak menjawab, namun ia kembali menenggelamkan wajahnya di dada sang istri. Intan tahu apa yang tersirat dari kalimat menggantung itu. Ia begitu gemas melihat tingkah manja suaminya, dengan pelan ia mengecup puncak kepalanya.
"Kebetulan besok hari sabtu, maka kita bisa berbulan madu disini," bisik Intan membuat Reza seketika melerai pelukannya dan menatap wajah cantik wanita itu untuk mencari keseriusan disana. Ia takut bila itu hanya iming-iming saja.
"Dek, kamu serius?" tanyanya dengan tatapan berharap sekali.
"Ya, aku serius Bang. Aku sudah siap untuk menjadi istri kamu seutuhnya," jawab Intan dengan mantap.
Reza tersenyum sumringah, sembari berdiri dan menggendong Intan dengan tawa bahagia. Ia sangat bersyukur bahkan memutar wanita itu dalam gendongannya.
"Hahaha... Bang, udah. Aku pusing!" jerit wanita itu dengan tawa lepas karena ulah suaminya.
"Sayang, aku bahagia banget. Sebentar aku harus menghubungi pegawai hotel untuk mempersiapkan kamar pengantin buat kita nanti malam. Muuaach." Reza mengecup bibir bibir Intan dengan spontan sehingga membuatnya malu.
__ADS_1
Reza segera menghubungi pegawainya meminta agar di persiapkan sebuah kamar. Dan harus di dekor sangat apik. Ia ingin malam pertamanya sangat berkesan bersama wanita yang ia cintai.
"Sembari menunggu kamar malam pertama kita selesai, maka sekarang Abang akan bawa kamu jalan-jalan," ucapnya menggandeng tangan sang istri membawanya keluar dari hotel.
"Kita mau kemana, Bang?" tanya Intan penasaran.
"Kamu mau kemana, Sayang?" tanyanya kembali.
"Mana aku tahu, sungguh aku tidak tahu daerah sini," jawab Intan jujur sekali.
"Baiklah, kalau begitu kita ke pantai saja, gimana?" tanya Reza meminta pendapat sang istri.
"Oke, aku setuju. Sekalian kita lihat sunset disana, pasti sangat indah."
"Ya, tentu saja." Reza membawa Intan berkeliling pantai yang tak jauh dari hotelnya.
Saat telah sampai di pesisir pantai, Intan tertegun tetiba ia ingat peristiwa dimana dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa orang preman.
"Ah, ya."
"Kamu lagi mikirin apa?" tanya Reza sembari menggandeng tangan sang istri.
"Aku hanya ingat kejadian beberapa bulan yang lalu. Saat aku hampir di lecehkan oleh beberapa preman," ujarnya jujur sembari menatap sendu.
"Maafkan aku ya, Sayang. Rasanya saat itu aku ingin sekali mengatakan tangan-tangan mereka," ungkap Reza mengingat kejadian itu.
"Maksud Abang? Jadi saat itu Abang tahu apa yang terjadi?" tanya Intan tak percaya.
"Ya, mana mungkin aku membiarkan kamu pergi sendirian. Aku segera mengikuti kamu, saat aku hendak menghajar para preman itu, namun aku melihat Bang Erland sudah terlebih dahulu menolongmu, maka aku yang saat itu sedang patah hati hanya bisa memperhatikan dari kejauhan."
Reza menjelaskan peristiwa waktu itu. Ia bukan tega membiarkan Intan, namun kehadiran Erland membuatnya mengalah, karena saat itu ia tahu bahwa Intan masih sangat mencintai Abang angkatnya.
__ADS_1
Sekarang ia baru tahu bahwa jodoh memang tak ada yang tahu. Semua tak lepas dari kekuasaan Allah, dialah yang maha membolak-balikkan hati seseorang sehingga kini wanita itu sudah menjadi miliknya.
Reza tetiba saja memeluk Intan penuh dengan kasih sayang. Ia sangat bersyukur karena wanita itu telah sudi memberinya kesempatan untuk menjadi suami yang sangat bahagia berada disampingnya.
"Dek, terimakasih telah memilih aku untuk menjadi suamimu. Aku sangat bahagia," lirihnya dalam pelukan wanita kesayangannya.
"Aku juga berterima kasih karena telah dicintai begitu hebat oleh lelaki seperti dirimu. Aku bahagia menjadi istrimu, Bang. Mari kita mulai dari awal. Semoga rumah tangga kita tetap bahagia untuk selamanya," balas Intan sembari membalas pelukan pria itu.
Reza tersenyum bahagia dan bercampur dengan rasa haru. "Berjanjilah untuk tidak akan pernah meninggalkan aku," ucapnya sembari memberikan jari kelingking untuk di tautkan.
Intan tersenyum dan mengangguk, ia segera mengaitkan. "Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan kamu, dan kuharap kamu juga seperti itu. Jangan pernah mencurangi cinta kita. Bila itu terjadi maka aku tidak akan pernah memaafkan kamu!" tegasnya menatap serius.
"Apakah sekarang kamu sudah bisa mencintai aku?" tanya Reza tak percaya mendengar penuturan Intan.
"Aku tidak tahu apakah aku sudah jatuh cinta padamu Bang, yang jelas aku sangat takut kehilanganmu, dan aku cemburu bila kamu tersenyum pada wanita lain selain aku istrimu," jawabnya membuat Reza tersenyum bahagia.
Kembali lelaki itu menggendong istrinya dan memutar diatas hamparan pasir putih yang membentang. Intan kembali dibuat tertawa dengan perlakuan sang suami.
Pasangan itu menyusuri pinggiran pantai sembari berfoto ria untuk menjadikan koleksi di album. Bermacam model foto mesra mereka lakukan. Sungguh hari ini adalah hari kebahagiaan pasangan pengantin baru itu.
"Sayang, mau cari makan?" tanya Reza masih merangkul pinggang wanitanya.
"Boleh, aku tuh tadinya mau makan, pas aku tahu dari Bibik bahwa kamu tidak pulang, maka rasa laparku sirna seketika," jelasnya yang begitu khawatir.
"Duuh, gitu banget istri aku khawatirnya. Iya deh, aku minta maaf ya, Sayang. Kasihan banget kamu kelaparan."
Reza segera membawa Intan untuk mengunjungi sebuah restoran yang berada tak jauh dari pantai. Ia memesan makanan kesukaan wanita itu.
Pasangan itu makan dengan tenang. Reza begitu memperlakukan pasangan penuh perhatian dan sangat mesra. Tingkat kebahagiaannya melonjak tinggi. Apakah karena mendapat angin surga dari sang istri sebentar lagi akan membawanya ke dermaga cinta yang sesungguhnya.
Bersambung....
__ADS_1
Happy reading 🥰