Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 106


__ADS_3

"Sialan!!! Gagal!!" Geram Tia pada dirinya sendiri karena gagal meluluhkan iman suaminya.


Tapi bukan Tia namanya kalau langsung putus asa. Ia pun memikirkan momen yang tepat untuk melancarkan aksinya. Setelah cara kedua melintas di kepalanya, Tia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sedangkan di dalam ruang kerja, Igo sedang berpikir keras memikirkan kesalahan yang telah ia lakukan pada istrinya sampai-sampai membuat istrinya tiba-tiba baik padanya.


"Gue bikin salah apa yah? Apa gara-gara gue balas senyuman perawat-perawat di rumah sakit?" Igo bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


"Masa iya gara-gara itu doang bini gue mau balas dendam?" Gumam Igo lagi.


Cukup lama Igo memikirkan kesalahan yang telah ia lakukan. Tapi semua yang ia pikirkan nampaknya tidak masuk dalam kategori yang bisa membuat istrinya mengamuk.


Karena tak menemukan kesalahan apa yang telah ia buat, Igo pun memberanikan diri kembali ke basecamp, ia sudah siap menerima amukan istrinya.


Ceklek. Igo membuka pintu basecamp.


Ternyata Tia juga baru keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya.


Melihat penampakan Tia seperti itu, Igo menelan slivanya susah payah. Aroma sabun mandi yang menempel di tubuh Tia juga sanggup membuat mata sang Dragon mengerjap. Dragon pun terbangun dari tidur panjangnya yang terpaksa, otomatis celana Igo pun menyempit karena bentuk Dragon yang berubah menjadi Hulk. Nampaknya Dragon sudah tidak sabar untuk mengebor, maklum demi hadirnya sang buah hati yang sangat mereka inginkan, Dragon harus rela waktu pengeborannya di kurangi.


"Kakak mau mandi?" Tanya Tia sambil berjalan mendekat ke arah Igo


Pertanyaan Tia sanggup menyadarkan Igo dari fantasi liarnya.


"Mm.." jawab Igo sambil menganggukkan kepalanya.


"Sini biar aku bukain baju kakak." Tia pun mulai membukakan kancing kemeja Igo satu persatu dengan gerakan tubuh yang membuat Dragon makin meronta di bawah sana.


Nafas Igo memburu hebat menahan denyutan Dragon di bawah sana. Tubuhnya semakin menegang saat tangan Tia mulai membuka celana Igo. Igo sampai menutup mata dan menahan nafasnya saat tangan Tia mulai menurunkan resleting celananya yang otomatis menyenggol Dragon yang ada dalam bedongan.


Kini Igo hanya memakai bedong sang Dragon.

__ADS_1


"Udah sana mandi kak." Ucap Tia.


"Hah.." Igo yang sudah di awan-awan langsung terhempas ke dasar bumi mendengar perintah istrinya.


Padahal ia sudah sangat pasrah dengan apa yang ingin di lakukan istrinya. Mau di ulek, di goreng atau di fermentasi sekalipun, Igo pasrah.


"Katanya mau mandi, ya udah sana mandi." Ucap Tia lagi.


"Ka-kamu bu-bukannya mau..."


"Udah sana mandi dulu, habis itu kita lanjutin." Tia langsung memotong kata-kata Igo sambil mengerlingkan sebelah matanya. Kemudian berjalan menuju ruang ganti meninggalkan Igo yang masih ternganga di tempatnya berdiri.


"Rasain, siapa suruh buat rencana pertama gue gagal!!! Rencana kedua ini, gue harus buat kak Igo dan si Dragon engap dulu." Gumam Tia sesampainya di ruang ganti.


Sedangkan Igo, setelah Tia masuk ke dalam ruang ganti, Igo baru melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi.


Dragon yang sudah meronta di bawah sana jelas membuat kepala Igo cenat-cenut. Mau di spa, tapi Igo teringat dengan pesan Irna kalau racun Dragon yang pertama kali di keluarkan setelah masa pengendapan selama tiga sampai lima hari berkualitas premium, Igo jadi mengurungkan niatnya. Racun premium Dragon harus terbuang di lubang istimewa bukan di lubang closet.


Setelah setengah jam berada di kamar mandi, akhirnya Igo pun keluar.


Ceklek. Igo membuka pintu kamar mandi.


Matanya clingak-clinguk melihat seisi kamar, sudah tidak ada istrinya di dalam ruang tidur. Igo pun melangkahkan kakinya menuju ruang ganti, tak ada juga istrinya disana yang ada hanya kaos oblong, boxer dan bedongan si Dragon saja yang sudah tersedia di meja samping lemari.


"Apa Tia makin marah yah gara-gara gue gak mau mandi bareng tadi?" Gumam Igo. Ia pun mulai memakai pakaian yang telah disiapkan istrinya itu.


Setelah selesai berpakaian, Igo pun keluar dari dalam basecamp. Mendengar suara di ruang makan, Igo pun melangkahkan kakinya ke ruang makan.


Mendengar suara langkah kaki yang berjalan ke arah ruang makan, Tia yang sedang menyiapkan piring dan air minum di meja makan pun menoleh ke arah sumber suara langkah kaki tersebut. Langkah kaki yang ia yakini adalah langkah kaki suaminya.


Sedangkan Igo, matanya langsung membulat sempurna saat melihat istrinya di ruang makan yang sudah menggunakan sleepwear yang sangat seksi.

__ADS_1


"Kok diem disitu? Ayo sini makan?" Ajak Tia. Tia pun berjalan mendekati suaminya dan menggandeng tangan suaminya kemudian menggiring suaminya duduk di kursi meja makan.


Setelah Igo duduk, Tia langsung menyodorkan piring yang sudah berisi makanan ke hadapan Igo, dan tanpa Igo sangka-sangka Tia malah langsung duduk di pangkuannya.


"Kamu ngapain duduk disini? Ini kan kursi masih ada tiga yang kosong." Ucap Igo bingung dengan sikap istrinya.


"Kenapa? Kakak gak suka kalau aku duduk di pangkuan kakak?" Tanya Tia.


Igo menarik nafasnya panjang dan tak lupa membuangnya.


"Bukan gak suka sayang ku, cinta ku, honey ku, tapi kita kan mau makan."


"Justru karena kita mau makan makanya aku duduk disini. Lihat gak, aku cuma siapin makanannya di satu piring, air minum juga aku siapin cuma satu gelas. Jadi kita duduk juga harus di satu kursi. Karena aku dan kamu adalah satu." Sepertinya Tia sudah tertular virus gombal dari Igo.


"Kamu tuh sebenarnya kenapa sih Ti? Tadi di rumah sakit kamu ngedumel mulu, eh...nyampe apartemen kamu baik banget? Habis operasi itu harusnya pasien yang oleng, lah ini kamu yang oleng." Igo sudah tidak tahan lagi dengan rasa penasaran yang menghantui dirinya.


"Aku bikin salah sama kamu? Kalau iya, langsung hukum aja lah sayang, gak usah sok-sok manis kayak gini. Merinding nih bulu kuduk sama bulu belukar aku." Lanjut Igo lagi.


"Apaan sih kak, orang aku lagi pengen mesra-mesraan, dibilang sok manis. Nanti giliran aku mode ninja hatori, disuruh berubah jadi mode shizuka. Kakak mau nya aku jadi istri yang bagaimana sih sebenarnya?" Protes Tia sambil memanyunkan bibirnya.


Sengaja Tia melakukan itu agar Igo makin gemas padanya dan tak bisa membaca maksud dan tujuannya sebelum ia berhasil membuat suaminya klepek-klepek.


"Bener cuma mau mesra-mesraan? Bukan karena mau ngasih hukuman ke aku?" Tanya Igo dengan sorot mata menyelidik.


"Iya sayang. Cup." Jawab Tia sambil merangkum wajah suaminya dan memberi kecupan singkat di bibir suaminya.


"Udah bisa makan kan?" Tanya Tia sebelum mulai mengisi perut, manatau saja suaminya masih mau berdebat dengannya.


Dengan polosnya Igo menganggukkan kepalanya, tanda kalau acara makan malam romantis versi niat terselubung Tia sudah bisa di mulai.


Tia pun mulai menyondokkan makanan secara bergantian, mulai dari Igo kemudian dirinya dan begitu terus sampai makanan yang ada di piring mereka habis.

__ADS_1


__ADS_2