
Setelah mengatakan itu,Tia pun berdiri dari atas pangkuan Igo.
"Jangan gitu dong Ti, kalau soal nyari tau pelaku di balik foto itu mah gampang,aku bisa sewa detektif tapi kalau soal nenangin Dragon kan cuma kamu yang bisa. Dragon udah laper Ti,pengen di suguhkan serabi lempit."
"Bodo amat!!! Aku gak perduli!!!" Kemudian Tia menundukkan kepalanya tepat di depan celana Igo yang mulai mengetat dan sesak karena Dragon yang mulai berubah wujud seperti Hulk.
"Bye...bye...Dragon!!! Cup." Kecupan singkat Tia berikan di kepala Dragon yang masih dalam bedongan itu. Kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu.
Jelas saja aksi Tia itu membuat Dragon makin meronta.
"Ah...Tia!!! Tanggung jawab!!!!" Teriak Igo saat melihat sang istri keluar dari ruangannya.
Tapi Tia tak memperdulikan teriakan Igo dan tetap melangkahkan kakinya menuju lift. Tujuannya sekarang adalah mengejar Sasha untuk memberi peringatan keras pada Sasha.
Sedangkan dalam ruang kerja Igo,ada Igo yang sedang memijat kepalanya karena tiba-tiba saja merasakan migrain karena ulah Tia yang meninggalkan dirinya disaat sedang horni-horni nya.
"Aaaarggh!!! Tega banget sih loe Ti sama Dragon!!! Kalau loe mau ngasih hukuman,yah ke gue aja,jangan ke Dragon!!! Dragon kan gak tau apa-apa Tia!!!!" Geram Igo karena merasakan tendangan maut Dragon dari balik bedongan.
Sebenarnya tadi Igo ingin mengejar Tia,tapi karena Dragon yang sedang merengek-rengek di bawah sana minta di jamah di tambah lagi Tia yang masih marah padanya karena masalah foto yang belum berhasil ia selesaikan. Membuat Igo memilih untuk tetap di ruangannya dan memberikan ruang untuk istrinya itu sendiri.
__ADS_1
"Huuuh...!!" Igo membuang nafasnya kasar dan berdiri dari tempat duduknya. Ia pun berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar pribadinya yang berada di dalam ruang kerjanya itu,tujuannya sakarang apalagi kalau bukan untuk olahraga lima jari melemaskan Dragon.
🎀 🎀 🎀
Sedangkan di dalam lift,Tia tidak sengaja melihat penampakan jejak kepemilikan yang Igo buat di lehernya. Meski sebenarnya malu,tapi tiba-tiba saja Tia memiliki ide untuk menjadikan jejak kepemilikan Igo itu alat yang akan membuat Sasha semakin panas mata dan panas hati.
Ting. Pintu lift terbuka.
Kini Tia sudah sampai di lobi kantor Igo dan melihat Sasha yang sedang berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya.
Untung saja ia cepat berhasil keluar dari kungkungan hasrat Igo kalau tidak mungkin ia sudah kehilangan jejak targetnya. Dengan langkah panjangnya,Tia berjalan mendekati Sasha.
"Cih.." decih Sasha tanpa menoleh ke sebelahnya,karena ia tau kalau yang di sebelahnya adalah Tia.
"Kasihan yah,udah capek-capek sandiwara,eh...gak tau nya kak Igo malah lebih milih beradu bibir sama aku." Ejek Tia sambil mengibaskan rambutnya sehingga memperlihatkan jejak kepemilikan yang Igo tinggalkan di lehernya.
Mendapat kibasan rambut dari Tia,sontak Sasha pun menoleh ke arah Tia. Mata Sasha membulat,rahangnya juga mengeras saat netra nya menangkap tanda merah yang ada di leher Tia, Sasha sangat tau tanda apa yang ada di leher Tia itu.
"Cih...dasar perempuan gak tau malu!!! Bisa-bisanya loe ngelakuin hal itu sama laki-laki yang bukan suami loe!!!" Balas Sasha yang tak terima dengan ejekan Tia.
__ADS_1
"Lebih gak tau malu mana sekarang,loe udah tau Igo punya istri tapi masih nekat mau ngerusak hubungan Igo dengan gue, istri SAH nya Igo.!!" Sengaja Tia memberi nada tekanan pada kata SAH.
Sasha menghentikan langkahnya karena semakin geram mendengar kata-kata Tia yang menekankan kata SAH.
Entah kenapa hati nya masih tidak bisa terima kenyataan kalau Igo,si laki-laki yang dulu sewaktu mereka kecil sangat mengidolakannya bahkan rela melakukan apapun untuk dirinya sudah memiliki istri.
"Eh...perempuan gak punya attitude!!! Gatel boleh,tapi gak usah ngaku-ngaku jadi istri Igo.!! Jelas-jelas loe itu cuma tunangannya aja,bukan istrinya!!" Ucap Sasha geram tepat di depan wajah Tia. Ia menolak mengakui Tia sebagai istri SAH Igo.
Bukannya kesal kerena di hina tidak memiliki attitude dan hanya mengaku-ngaku sebagai istri Igo,Tia malah tertawa terbahak-bahak.
"Harusnya yang ngomong itu gue!!! Kalau loe mau jadi janda gatel boleh,asal jangan go•blok!!! Dan juga jangan minta di garuk sama suami orang!!! Gue tau kok, loe sebenarnya udah tau kalau gue dan Igo udah nikah. Kan waktu itu loe yang nyamar jadi kurir pengantar makanan ke apartemen tempat tinggal gue dan Igo,iya kan? Ngaku aja loe!!!" Todong Tia.
Mata Sasha membelalak saat Tia tau kalau dirinya lah yang melakukan penyamaran itu.
Sebenarnya pada saat Sasha dan Roy menyamar menjadi kurir,Tia belum tau itu Sasha karena memang Tia belum pernah melihat Sasha sebelumnya, tapi Tia memang agak sedikit curiga dengan suara Sasha yang seperti di buat-buat. Tapi setelah Tia bertemu Sasha di kantor Igo,di situlah Tia menyadari kalau kurir pengantar paket itu adalah Sasha. Meski Tia bisa mengetahui penyamaran Sasha,tapi Tia tidak tau kalau kurir yang satu lagi adalah Roy.
"Ngomong apaan sih loe!!! Gak ngerti gue!!!" Ucap Sasha berkilah.
"Udah deh gak usah akting lagi!!! Gue udah tau semua kok tujuan loe ngedeketin Igo,posting foto bubur dan foto Igo yang lagi masak dari belakang,terus sok-sok bilang ada reunian padahal mah itu cuma akal bulus loe doang buat ngejebak Igo,pake akting sakit segala lagi!!!" Kata Tia membeberkan segala kebusukan Sasha di hadapan Sasha langsung dengan wajah meremehkan Sasha.
__ADS_1
"Denger yah, kalau gak bisa dapetin apa yang loe mau gak usah ngerebut apa yang orang lain punya, Igo itu punya gue,jadi loe gak usah sok kegatelan deh sama dia,karena bukan Igo yang bakal ngegaruk tapi gue yang bakal ngegaruk loe pake gergaji!!! Gila yah,ibu kita Kartini aja berjuang mati-matian untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan,nah loe malah mati-matian ngerendahin diri loe untuk jadi perusak rumah tangga orang. Itu harga diri apa harga sepatu diskonan yang gak laku? Kok murahan banget sih? Udah murahan,eh...tetap aja gak di lirik!!! Udah bau apek yah apemnya makanya ngegas banget mau jadi pelakor?!" Hinaan menghujam hati dan harga diri Sasha bertubi-tubi Tia lontarkan.