
Ting Tong Ting Tong. Tapi baru saja bibir Tia mendarat,tiba-tiba bunyi bel mengganggu keromantisan mereka.
Sontak Tia langsung menjauhkan bibirnya dari bibir sang suami,kemudian refleks berdiri dari pangkuan Igo.
"Kakak nyuruh orang kesini?" Tanya Tia sambil salah tingkah karena malu sudah agresif.
Igo menggelengkan kepalanya.
"Temen kamu kali yang datang?" Tanya Igo balik.
Tia menggelengkan kepalanya.
Tia dan Igo pun sama-sama beranjak dari balkon dan berjalan menuju pintu unit apartemen.
"Kakak pesan makanan?" Tanya Tia saat melihat kurir pengantar makanan dari layar monitor pintu.
Igo menggelengkan kepala.
Tak lama mereka melihat kurir pengantar paket juga berdiri di depan pintu unit apartemen mereka.
Dua kurir itu adalah Roy dan Sasha yang menyamar sebagai kurir.
Igo dan Tia tak mengenali mereka karena mereka benar-benar merubah penampilan mereka dan juga memakai masker untuk menutupi wajah mereka.
Igo menekan tombol suara yang membuat suaranya bisa di dengar dua kurir tersebut.
"Ada apa yah mas?" Tanya Igo hanya melalui pengeras suara.
"Ini pak,ada paket untuk bapak Diego Mandala." Jawab Roy.
"Saya gak ngerasa mesen apa-apa kok." Jawab Igo.
"Terus mas nya yang satu lagi ngapain?" Kini Igo bertanya pada Sasha yang menyamar menjadi laki-laki.
"Mau nganterin makanan atas nama ibu Syntia Sakti pak." Jawan Sasha dengan mengeluarkan suara laki-laki.
"Kamu ada pesen makanan Ti?"
Tia menggeleng.
"Maaf mas,istri saya juga gak mesen makanan kok."
"Loh,jadi ini gimana dong pak? Masa kita harus nombokin?" Kata Roy pura-pura protes.
"Kasih aja uang nya kak,tapi gak usah terima barangnya. Kasihan kalau mereka sampe nombokin,apalagi nama kita tertera di situ."
Igo menghela nafasnya.
"Ya udah deh. Tolong ambilin dompet aku di kamar kalau gitu."
Tia menganggukkan kepalanya. Ia pun berjalan menuju kamar Igo dan mengambil dompet sang suami. Setelah dompet di tangan,Tia pun keluar dari dalam kamar Igo dan kembali menghampiri Igo yang masih berdiri di depan pintu sambil memperhatikan dua kurir yang ada di luar pintu unit apartemen mereka.
Ceklek. Igo pun membuka pintu unit apartemennnya.
"Berapa semua?" Tanya Igo.
"Kalau paketnya tiga ratus lima puluh ribu pak." Jawab Roy.
"Kalau makanannya,dua ratus ribu pak." Jawab Sasha.
Igo pun mengeluarkan uang pecahan seratus ribu sebanyak sepuluh lembar dan memberikan masing-masing kurir lima lembar.
"Kebanyakan nih pak."
__ADS_1
"Ambil aja sisanya,dan bawa juga barangnya. Karena saya gak ngerasa mesan."
"Baik pak." Roy dan Sasha pun buru-buru pergi dari hadapan Igo,takut-takut Igo menyadari penyamaran mereka.
Benar saja,setelah Roy dan Sasha pergi,Igo merasa mengenal suara dua kurir tersebut apalagi si kurir pengantar makanan,suaranya sangat familiar di telinga Igo.
"Kayaknya suara kurir yang nganter makanan tadi gak asing banget di telinga gue." Gumam Igo dalam hati.
"Kak." Tia menepuk pundak Igo.
Igo pun tersadar dari gumamannya.
"Iya,kenapa?"
"Kakak mau berdiri terus di depan pintu? Gak mau masuk?"
"Eh...iya...iya. Ayo masuk." Ajak Igo. Ia pun kembali menutup pintu unit apartemennya.
Tia dan Igo pun duduk bersama di ruang keluarga untuk melanjutkan obrolan malam mereka yang sempat terjeda tadi.
Ingat,hanya obrolan malam bukan melanjutkan silahturahmi bibir. Karena setan agresif yang tadi sempat singgah di tubuh Tia sudah tidak bersemayam dalam tubuhnya.
🎀 🎀 🎀
" Gimana,loe udah percayakan sekarang sama gue kalau si Igo itu udah punya istri?"
"Kok bisa? Padahal informan ku bilang dia masih single. Apa jangan-jangan informan ku itu makan gaji buta yah?"
"Bukan makan gaji buta,tapi informan loe aja yang abal-abal. Kalau loe mau cari tau tentang keluarga Mandala,loe harus berani bayar detektif mahal,kayak gue!!" Kata Roy menyombongkan diri.
"Cih..."
"Terus apa yang mau loe lakuin sekarang? Mau terus maju untuk dapetin Igo atau loe lebih memilih mundur teratur sebelum berperang?"
Sebenarnya ia ingin maju dan merebut Igo dari Tia,tapi sebagai perempuan ia paham betul bagaimana sakitnya kalau suami diambil pelakor. Tapi disisi lain,ia juga tidak rela jika Igo di miliki perempuan lain.
"Entah lah gue bingung."
"Ngapain bingung sih,coba aja loe deketin Igo. Manatau si Igo itu tergoda. Loe emangnya gak tau kalau si Igo itu imannya setipis kulit ari. Dia aja doyan gonta-ganti ******." Mode kompor di mulai.
Sasha mengernyitkan keningnya,ia nampak memikirkan kembali kata-kata Roy.
"Loe bener juga,gak ada salah nya di coba,manatau aja si Igo lebih milih gue dari pada istrinya." Jawab Sasha mantap.
"Nah gitu dong,itu baru namanya perempuan yang menjunjung tinggi emansipasi wanita." Puji Roy.
"Tenang aja,nanti gue bantu loe dari balik layar." kata Roy lagi.
Roy pun tersenyum licik penuh kepuasan karena usahanya mencuci otak Sasha pun berjalan sesuai harapannya.
"Lihat aja,gue akan rebut Tia dari tangan loe.!!" Gumam Roy dalam hatinya.
Meninggalkan Roy yang sedang bahagia karena rencananya untuk menghancurkan rumah tangga Igo dan Tia sudah naik level,ada hubungan Igo dan Tia yang juga sudah naik level.
Buktinya saat ini mereka sedang mesra-mesraan di ruang keluarga.
Bahkan televisi yang mereka nyalakan saja tidak mereka tonton,karena mereka malah asyik membahas keseharian mereka sebelum mereka saling mengenal.
Sangking asyiknya berbagi cerita dan becanda,mereka sampai tidak menyadari kalau sekarang sudah pukul sepuluh malam.
"Udah malam Ti,kamu tidur sana. Kamu kan masih recovery,nanti malah sakit lagi kalau kamu telat tidur." Pinta Igo.
"Udah biasa kok kak telat tidur,malah gak setiap dinas malam aku gak pernah tidur." Ucap Tia keceplosan.
__ADS_1
"Oh...jadi waktu dinas kemaren kamu gak tidur? Jadi tiga hari kamu dinas malam,dan tiga-tiga harinya itu kamu gak tidur malam?" Tanya Igo dengan nada mengintimidasi.
"Maaf. Kakak kan tau kalau aku susah di bangunin,jadi untuk mencegah hal yang memalukan dan mengesalkan tim jaga malam kalau tiba-tiba ada pasien darurat,yah mending aku gak tidur." Jawab Tia sambil menyengir.
CLETAK. Igo menyentil kening Tia karena Tia ketahuan telah membohonginya.
"Auw...sakit kak." Ringis Tia sambil mengusap keningnya.
"Itu akibatnya karena udah bohongin suami. Kamu lihat kan gara-gara kamu gak tidur selama dinas malam,ujung-ujungnya kamu jadi sakit. Aku gak mau tau,nanti aku ngomong sama papi atau sama om Dirgantara biar menghapuskan dinas malam khusus kamu.!" Ancam Igo.
"Gak bisa gitu dong kak!!" Protes Tia.
"Udah diem,gak usah protes!!! Salah sendiri siapa suruh kamu bohong sama aku,bilang kalau tiap malam tidur,eh gak taunya begadang sampe pagi."
Tia memanyunkan bibirnya karena Igo tak mau mengubah keputusannya.
Melihat bibir Tia yang manyun-manyun,Igo tau pasti saat ini Tia sedang kesal padanya.
Igo menghela nafasnya.
"Aku akan kasih izin kamu dinas malam." Kata Igo.
Mata Tia langsung berbinar senang mendengar sang suami mau memberikan izin.
"Tapi ada syaratnya." Kata Igo lagi.
Wajah berbinar Tia pun langsung berubah perlahan.
"Pasti syaratnya yang aneh-aneh deh." Gerutu Tia dalam hatinya.
"Syarat apa?" Tanya Tia sambil memicingkan matanya curiga.
"Syaratnya gak susah kok. Tiap kamu dinas malam,aku akan ikut sama kamu tidur di rumah sakit."
Mata Tia membelalak sempurna mendengar syarat yang Igo ajukan.
"Kenapa? Gak mau? Ya udah kalau gitu,kamu gak boleh dinas malam." Ancam Igo.
"Eh...mau kok kak,mau. Aku terima syarat dari kakak." Pasrah. Itulah yang hanya bisa ia lakukan jika Igo sudah bertitah. Dari pada kekeh menolak syarat yang Igo berikan,hanya buang-buang energi karena hasilnya akan tetap sama,begitulah pikirnya.
"Nah gitu dong,jadi istri yang nurut sama suami." Kata Igo sambil mengacak-acak rambut Tia.
"Ya udah sekarang kamu istirahat yah. Biar cepet fit,biar cepet jalan-jalan seharian juga." Kata Igo lagi.
Tia pun menganggukkan kepalanya dan berdiri dari tempat duduknya,begitu pun dengan Igo yang ikut berdiri dari tempat duduknya. Mereka pun berjalan bersama menuju kamar Tia.
"Muaaah." Igo mengecup kening Tia setelah mereka sampai di depan kamar Tia.
"Mimpi indah yah sayang." Kata Igo.
Bukannya senang dengan ucapan sebelum tidur yang Igo katakan padanya,Tia malah merasa kesal.
"Kakak gak mau tidur bareng aku?" Ingin sekali Tia meneriakkan kata itu pada Igo,tapi lagi dan lagi kata-kata itu tertahan di kerongkongan Tia.
"Ya udah sana masuk." Kata Igo lagi.
Tia pun memutar tubuhnya kemudian memutar handle pintu dan masuk ke dalam kamarnya.
"Nyebelin!!! Biasanya ngotot minta tidur bareng,tumben banget sekarang gak minta tidur bareng." Gerutu Tia sambil berjalan menuju tempat tidurnya.
"Seharian ini kak Igo tuh aneh banget deh. Tadi pagi dia sendiri yang bobo in Dragon,sekarang juga nyuruh aku tidur sendiri.!!!" Gerutu Tia lagi.
Tia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Sambil menatap langit-langit kamarnya,ia memikirkan bagaimana cara agar ia bisa melakukan tugas mulianya tanpa harus berkata-kata. Karena kalau dengan kata-kata,rasanya sangat sulit bagi Tia untuk mengungkapkannya.
__ADS_1
*** Izin yah,othor up nya sehari sekali dulu,sampai satu kedepan. Lagi sibuk banget di dunia nyata. Makasih 🙏🙏🙏 ***