Pelabuhan Hati Sang Casanova

Pelabuhan Hati Sang Casanova
PHSC 89


__ADS_3

Setelah hampir lima belas menit mengguncang mobil, akhirnya Dragon menyemburkan racunnya, racun yang bisa membuat Tia kembung sekitar perut.


"Aarrrgh kak...aaaargh Ti..." erang keduanya saat sudah sampai di puncak klimakstation.


Setelah Dragon selesai menyemburkan racunnya, Igo pun mengambil kotak tissue dan mengambil beberapa lembar tissue untuk menyeka sisa oli yang di hasilkan lubang tambang Tiaport yang bercampur racun Dragon yang menempel di tubuh sang Dragon, kemudian menyeka racun Dragon yang meluber dari dalam lubang tambang.


Setelah membersihkan sisa percintaan, Igo kembali menutup lubang tambang dengan terpal, lalu membedong kembali sang Dragon yang sudah kembali bobok ganteng.


Igo pun membuka kunci pintu dari sentral agar pintu belakang bisa terbuka. Baru lah mereka berdua keluar dari dalam mobil.


Jika Igo keluar dengan senyum sumringah, beda halnya dengan Tia yang keluar dengan wajah cemberut. Bagaimana tidak cemberut, saat Tia keluar dari dalam mobil di situlah Tia baru sadar kalau Igo memarkirkan mobilnya di tengah-tengah pelataran gudang, dan saat Tia melihat sekeliling, ternyata ada lebih dari lima penjaga yang melihat ke arah mobil tempat mereka melalukan ritual.


"Sialan kak Igo, mau taro di mana muka gue!!! Awas aja nanti sampe rumah, gue pites loe!!!" Gerutu Tia dalam hati sambil menundukkan wajahnya malu karena mata para penjaga itu terus mengikuti langkah kaki mereka.


Kini Igo dan Tia sudah berada di depan pintu dimana Sasha dan Roy di kurung. Pintu yang di jaga dua penjaga.


"Udah selesai bos?" Sindir Mr. X.


Igo tau apa maksud dari pertanyaan orang suruhannya itu, Igo tak menjawab, ia malah membulatkan matanya agar Mr. X tidak menyindir masalah pengguncangan mobil.


Sedangkan Tia, wajahnya langsung memerah mendengar pertanyaan orang suruhan suaminya itu.


Mr. X yang paham dengan kode mata bos nya pun tidak melanjutkan sindirannya. Ia membuka pintu ruangan dimana Sasha dan Roy ia sekap.


"Silahkan masuk bos, nyonya bos." Mr. X mempersilahkan Igo dan Tia untuk masuk ke dalam ruangan itu.


"Roy..semut rangrang." Lirih Tia saat melihat Roy dan Sasha ada di dalam ruangan itu dalam posisi terikat. Namun posisi terikatnya lain dari pada yang lain, tidak seperti tawanan pada umumnya. Jika tawanan pada umumnya diikat dengan posisi saling memunggungi atau diikat di kursi, namun Roy dan Sasha terikat dalam posisi duduk saling berhadapan dengan Sasha berada di atas pangkuan Roy.

__ADS_1


"Kenapa mereka disini kak? Dan itu kenapa di ikat kayak begitu?" Tanya Tia.


"Sengaja diikat gitu Ti, mana tau efek obat perangsangnya masih ada, jadi mereka tinggal nan•cepin aja." Jawab Igo.


"Dan mereka aku pindahin kesini, karena room enam nya mau di bersihin dulu, udah bau apek room enamnya kata manajer club." Lanjut Igo lagi.


Igo menggendeng tangan Tia untuk berjalan mendekati Sasha dan Roy.


"Gimana semalem? Berapa kosong?" Tanya Igo saat sudah sampai tepat di hadapan Roy dan Sasha.


"Go, aku mohon Go lepasin. Kita tuh temen lama, masa kamu tega buat aku kayak gini." Mohon Sasha.


"Kita emang teman lama, tapi bukan lama berteman. Jadi kadar pertemanan kita udah gak ada, di tambah lagi kelakuan loe yang udah nekat mau ngerusak rumah tangga gue sama Tia." Jawab Igo dengan nada bengis.


"Tapi ini bukan ide aku Go, ini ide laki-laki ini. Kalau aku tau laki-laki ini hanya mau jadiin aku alat untuk merusak rumah tangga kamu supaya dia bisa ngerebut istri kamu, aku juga gak bakal mau Go." Ucap Sasha membela dirinya.


"Loe bilang gitu karena rencana loe berdua gagal, coba kalau rencana loe berdua berhasil, pasti loe yang merasa paling bekerja keras dalam ngerusak rumah tangga gue, ya kan?" Teriak Igo.


Igo pun mulai menarik nafas panjang dan membuangnya kasar untuk mengontrol emosinya.


Setelah emosinya stabil, Igo menjentikkan tangannya pada Mr. X sebagai kode agar Mr. X membawa surat yang harus di tanda tangani Sasha dan Roy.


Mr. X yang melihat kode dari bos nya pun berjalan mendekati Igo sambil membawa dua map yang berisi surat perjanjian. Perjanjian apa? Kita tunggu sampai Sasha dan Roy membukanya.


Setelah dua map berada di tangan Igo, Igo pun memberikan satu map untuk Igo dan satu lagi untuk Sasha.


"Apaan ini?" Tanya Sasha.

__ADS_1


"Buka aja." Jawab Igo.


"Gimana mau buka be•go kalau tangan kita diikat begini!!" Roy yang sejak tadi diam karena berusaha mengontrol naluri kelaki-lakiannya karena posisi Sasha yang sukses membuat kepala atas dan kepala bawah Roy cenat-cenut, akhirnya membuka suaranya.


Igo pun memberi kode pada Mr. X untuk membuka ikatan hanya di tangan Sasha dan Roy saja.


Setelah ikatan di tangannya terbuka, Sasha dan Roy pun mengambil map yang di berikan Igo dan membuka map itu. Dengan teliti Sasha dan Roy membaca isi dari surat perjanjian yang Igo buat sebelah pihak.


Mata Sasha dan Roy membelalak saat tau isi dari surat perjanjian itu adalah menyuruh mereka untuk keluar dari negara mereka dan tinggal di benua afrika dan tidak boleh menginjakkan kaki lagi ke negara ini. Dan kalau mereka tidak mau keluar dari negara itu, maka Igo akan menyebarluaskan video aksi mereka yang sedang memixer pisang kepok dan apem.


"Enak aja loe mau ngusir gue dari negara ini!!!" Protes Roy tidak terima dengan perjanjian yang Igo buat.


"Masih mending gue usir loe dari negara ini dan gue kirim ke benua afrika, dari pada loe gue usir loe dari dunia ini terus gue kirim ke akhirat!!! Loe pilih yang mana?"


Roy memutar bola matanya malas.


"Go..please jangan gini, kamu bisa kasih hukuman aku apa aja, tapi jangan suruh aku tinggal di benua afrika. Nanti kalau aku di makan macan tutul gimana?" Mohon Sasha dengan wajah memelas.


"Loe pilih di makan macan tutul di afrika apa pilih di kulitin hidup-hidup sama macan tutul gue?" Ucap Igo sambil menarik tangan Tia dan menunjukkan leher Tia yang loreng-loreng.


"Iiikh kak Igo!!! Gak usah di tunjukin juga kali!!!" Protes Tia sambil memukul lengan suaminya pelan.


Gantian kini Sasha yang memutar bola matanya malas.


"Udah cepetan tanda tangan, gue sama bini gue mau pulang!!!" Desak Igo.


"Gue gak mau!!! Gue akan aduin perbuatan loe ini sama bokap gue!!!" Tantang Roy.

__ADS_1


"Aduin aja, gue gak takut." Balas Igo dengan wajah songongnya.


Igo pun memberi kode pada Mr. X untuk melakukan panggilan video dengan orangtua Roy.


__ADS_2