
Saat Sasha baru memasukkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya,tiba-tiba saja otak liciknya memberikan ide padanya cara untuk membuat hubungan Tia dan Igo berantakan. Sasha pun cepat-cepat melahap makanannya. Dan ketika makanan di piringnya sudah tinggal setengah,Sasha pun memulai sandiwaranya.
"Aduh..." ringis Sasha sambil memegang perutnya.
"Kenapa Sha?" Tanya Igo saat mendengar ringisan Sasha.
"Gak tau,perut aku tiba-tiba sakit. Kayaknya asam lambung aku naik deh. Apalagi makanan aku pedes banget." Jawab Sasha.
"Emangnya kamu gak sarapan tadi pagi?" Tanya Igo yang mulai khawatir.
Sasha menggelengkan kepalanya.
"Gimana sih,udah tau gak sarapan tadi pagi kenapa malah milih makanan yang pedes-pedes sih Sha?" Omel Igo. Karena khawatir dengan kondisi Sasha,Igo pun berdiri dari tempat duduknya untuk meminta air hangat ke pelayan.
"Tahan yah,aku minta air hangat sama obat dulu. Manatau mereka punya stok obat." Dengan raut wajah panik,Igo pun turun ke lantai bawah untuk meminta air hangat dan obat maag pada pelayan.
Sedangkan Tia,ia nampak biasa-biasa saja melihat Sasha yang sedang kesakitan,justru sekarang hati Tia lah yang terasa perih bagai tergores pedang tajam melihat suaminya mengkhawatirkan wanita lain selain dirinya.
Tak lama kemudian,Igo pun datang membawa segelas air hangat dan obat maag.
"Nih,Sha minum dulu." Kata Igo sambil memberikan segelas air hangat dan obat maag itu ke Sasha.
"Aduuuh..." ringis Sasha.
__ADS_1
Dan..
Bruuk. Tiba-tiba saja Sasha ambruk di pelukan Igo sebelum ia mengambil gelas dan obat yang Igo berikan untuknya.
"Astaga Sha. Kamu gak pa-pa?" Tanya Igo makin panik.
"Cih..paling cuma akting!!!" Sindir Tia dengan nada sinis.
"Kamu ngomong apa sih Ti,ini Sasha sakit beneran!!! Kok kamu malah nuduh Sasha akting sih!!" Bentak Igo tak senang dengan sindiran Tia untuk Sasha.
"Kok kakak jadi marah-marah sih sama aku!!! Emang dia cuma akting kok!! Kakak juga ngapain sih sok-sok merhatiin dia,suruh aja pelayan manggil ambulans!!!" Bentak Tia juga tak mau kalah dengan Igo. Karena Tia sangat tau kalau saat ini Sasha hanya akting.
"Udah Go. Aku gak pa-pa kok,kepala ku tiba-tiba pusing aja." Ucap Sasha pura-pura menengahkan perdebatan Igo dengan Tia.
Mata Tia membulat mendengar perkataan sang suami yang merasa kecewa terhadapnya,padahal Tia melakukan itu untuk menyelamatkan sang suami dari gigitan semut rangrang.
"Jangan bentak-bentak gitu Go sama tunangan kamu. Wajar kalau dia begitu mungkin sekarang tunangan kamu lagi cemburu sama aku." Ucap Sasha di tengah-tengah perdebatan Igo dengan Tia. Ucapan yang terdengar ambigu antara membela Tia atau membuat Igo makin marah pada Tia.
"Tuh kamu denger kan,lagi sakit pun Sasha masih belain kamu,dimana sih pikiran kamu sampe kamu cemburu sama Sasha?! Gak profesional kamu tau gak!!!" Kali ini bukan hanya membentak,tapi Igo juga lebih membela Sasha ketimbang istrinya sendiri.
Nafas Tia memburu,rahangnya mengeras,tangannya juga terkepal kuat sangking emosinya karena sang suami terus membentaknya dan malah membela si semut rangrang.
"Ya udah,kamu urus aja wanita itu,jangan pernah menyesal kalau suatu saat nanti kamu tau wanita seperti apa yang sedang kamu bela itu!!!!" Ucap Tia penuh emosi,tak ada lagi panggilan kakak atau pun sayang ataupun honey yang sedari tadi terucap dari bibir Tia. Setelah mengatakan kalimat itu,Tia pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan sang suami dan si semut rangrang berduaan.
__ADS_1
"Tia!!!! Kamu mau kemana?!" Teriak Igo saat Tia sudah berjalan turun menapaki anak tangga.
"Gak usah peduliin aku!!! Urus aja perempuan gatal itu!!" Teriak Tia membalas pertanyaan Igo sambil terus melangkahkan kaki nya turun ke lantai bawah.
Seandainya Sasha tidak berada dalam pelukannya dan tidak dalam keadaan sakit,sudah pasti saat ini Igo akan berlari mengejar Tia.
"Kok kamu malah disini sih Go,cepet kejar tunangan kamu."
"Udah biarin aja,biar dia sadar akan kesalahannya. Kesehatan kamu lebih penting sekarang." Jawab Igo pura-pura tidak memperdulikan Tia. Padahal dalam hatinya ia sangat mencemaskan sang istri dan merasa bersalah karena sudah membentak istrinya seperti tadi.
"Kita ke dokter aja yuk,periksa kondisi kamu." Ajak Igo.
Sasha menggelengkan kepalanya.
"Gak usah Go,aku minum obat ini aja. Kamu antar aku pulang aja ke apartemen aku,biar aku istirahat di rumah. Mungkin aku kecapean juga karena ngurus kerjaan." Tolak Sasha.
"Ya udah. Kalau gitu,minum obatnya dulu,baru aku antar kamu pulang." Dengan telatennya Igo membuka botol obat perih lambung dan menuangkannya ke sendok,kemudian memasukkan obat itu ke dalam mulut Sasha.
Setelah Sasha menelan obat perih lambung,dengan sigap Igo menyodorkan air hangat ke dalam mulut Sasha.
Sikap Igo yang penuh perhatian ini membuat Sasha menjadi besar kepala,ia merasa sudah berhasil membuat hubungan Igo dan Tia retak.
"Kita lihat aja,sebentar lagi gue akan denger Igo curhat tentang perceraian kalian. Sasha di lawan. Igo tuh pantasnya sama gue,bukan sama anak bau kencur yang gak punya attitude kayak loe!!!" Gumam Sasha dalam hati.
__ADS_1